Kumpulan Artikel dari Para Mahasiswa Unggul
Universitas Komputer Indonesia
Pendahuluan Di era digital saat ini, hampir setiap aktivitas masyarakat tidak lepas dari internet. Mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, berbelanja, hingga memberikan ulasan terhadap suatu produk dilakukan secara daring. Berdasarkan laporan We Are Social tahun 2024, pengguna internet di Indonesia telah melampaui angka 212 juta jiwa, atau sekitar 77 persen dari total populasi. Angka ini
Halo rekan-rekan mahasiswa! Pernah gak sih terlintas di pikiran kamu kalau masa-masa kuliah itu sebetulnya adalah golden era alias waktu terbaik buat mulai merintis bisnis sendiri? Banyak yang mikir kalau mau berbisnis itu harus nunggu lulus dulu, punya modal ratusan juta, atau nunggu punya gelar yang mentereng. Padahal, di era digital yang perkembangannya secepat kilat ini, modal paling
Halo rekan-rekan mahasiswa! Pernah gak sih terlintas di pikiran kamu kalau masa-masa kuliah itu sebetulnya adalah golden era alias waktu terbaik buat mulai merintis bisnis sendiri? Banyak yang mikir kalau mau berbisnis itu harus nunggu lulus dulu, punya modal ratusan juta, atau nunggu punya gelar yang mentereng. Padahal, di era digital yang perkembangannya secepat kilat ini, modal paling
Bagi sebagian besar pelaku usaha yang baru memulai langkahnya atau bagi masyarakat awam pada umumnya, istilah branding sering kali mengalami penyempitan makna yang cukup drastis. Ketika mendengar kata branding hal pertama yang biasanya langsung terlintas di dalam kepala adalah sebuah desain logo yang tampak aesthetic, pemilihan palet warna yang memanjakan mata untuk kemasan produk, atau
Oleh: Risa Marseliana | Program INBISKOM, Mata Kuliah Kewirausahaan 2025/2026 Genap | Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Di era serba digital seperti saat ini, keberhasilan sebuah brand tidak lagi ditentukan semata oleh kualitas produk yang ditawarkan, melainkan juga oleh seberapa cerdas brand tersebut hadir di ruang digital yang menjadi keseharian konsumennya. Khazz Label lahir dari pemahaman
PANCARONA: Sistem Pendukung Keputusan Karier Berbasis Hybrid Recommender System, AHP, dan Nudge Theory untuk Mengatasi Information Overload pada Fresh Graduate Muhammad Fajar Ramadhan, Salsabila, Nandyto Rizval Zilbran, Andini Putri Yani, Raka Aditya RamadhanProgram Studi Teknik Informatika & Teknik Komputer, Universitas Komputer IndonesiaJl. Dipatiukur No.112–114, Bandung, Jawa Barat Abstrak Tingginya angka pengangguran terdidik di Indonesia mencapai
Kewirausahaan bukan hanya tentang menjual produk dan memperoleh keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu mengembangkan ide, membangun identitas usaha, serta memahami berbagai aspek yang mendukung keberlangsungan bisnis. Melalui kegiatan INBISKOM, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dalam memahami proses membangun sebuah usaha dari tahap awal hingga siap dipasarkan kepada konsumen. Dalam program ini, saya
1. Pendahuluan: Pergeseran Paradigma Bisnis Mahasiswa Dulu, kalau mau bikin startup atau bisnis sampingan pas kuliah, hal pertama yang ada di kepala kita pasti: “Cari tim di mana ya?” atau “Duit dari mana buat bayar desainer sama admin?”. Kekhawatiran seperti ini sangat wajar. Banyak ide bisnis mahasiswa yang bagus akhirnya layu sebelum berkembang hanya karena
Di tengah derasnya arus konten digital yang mengalir setiap detik pada saat ini, sebuah brand fashion lokal berhasil terjual habis hanya dalam dua jam tanpa iklan berbayar, tanpa endorsement artis, tanpa toko fisik. Modalnya? Satu akun Instagram, konten yang konsisten, dan pemahaman mendalam tentang siapa yang mereka ajak bicara. Kedengarannya seperti keberuntungan. Tapi sebenarnya, itu
Siapa yang bisa menolak sepotong brownies fudgy yang lembut, cheesecake creamy yang meleleh di mulut, atau salt bread yang gurih dengan tekstur kenyal di dalam dan renyah di luar? Tren produk-produk bakery premium ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membuka peluang bisnis yang sangat menjanjikan di Indonesia. Di tengah berkembangnya gaya hidup urban dan
Di era disrupsi digital yang bergerak dengan kecepatan eksponensial saat ini, paradigma kewirausahaan telah mengalami pergeseran tektonik yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Masa-masa di mana seorang perintis usaha hanya mengandalkan insting, modal fisik, dan lokasi strategis untuk meraih pangsa pasar sudah lama berlalu. Hari ini, medan pertempuran bisnis telah berpindah sepenuhnya ke ranah
Nanda SahmawanProgram Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Komputer Indonesia (UNIKOM)Email: nanda.21224812@mahasiswa.unikom.ac.id Abstrak Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara pelaku usaha dalam memasarkan dan mengembangkan produknya, termasuk di sektor UMKM kuliner. Persaingan yang makin ketat membuat pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk mereka juga perlu membangun identitas merek yang kuat dan memanfaatkan pemasaran
Abstrak Persaingan dunia kerja yang semakin ketat menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan yang tidak hanya terbatas pada bidang akademik. Salah satu kompetensi yang penting dimiliki adalah pengetahuan kewirausahaan. Pengetahuan tersebut dapat membantu mahasiswa memahami cara menemukan peluang bisnis, mengelola usaha, serta membangun kemandirian finansial sejak dini. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai
Abstrak Selama ini berkembang anggapan bahwa keberhasilan bisnis baru sangat bergantung pada keaktifan pemiliknya dalam membangun citra diri di media sosial, atau yang lazim disebut personal branding. Akan tetapi, sejumlah sumber daring terkini menunjukkan kecenderungan yang berbeda pada kelompok wirausahawan muda Generasi Z (Gen Z), yaitu munculnya praktik membangun bisnis tanpa menampilkan wajah maupun identitas
PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam aktivitas pemasaran dan perdagangan. Kemajuan internet serta meningkatnya penggunaan media sosial dan platform e-commerce mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan digital marketing sebagai strategi dalam menjangkau konsumen secara lebih efektif. Digital marketing merupakan kegiatan pemasaran yang memanfaatkan media digital untuk mempromosikan produk atau jasa,