form[name=loginform] p { display: block !important; } form[name=loginform] .user-pass-wrap { display: block !important; } .wp-login-lost-password { display: inline !important; }
Kumpulan Artikel dari Para Mahasiswa Unggul
Universitas Komputer Indonesia
Oleh: Abdul Mujib Mubarok Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bab I: Pendahuluan Di era modern yang didominasi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, lanskap dunia usaha telah mengalami pergeseran paradigma yang sangat masif. Pola-pola bisnis konvensional yang dahulu sangat bergantung pada kehadiran fisik, infrastruktur logistik yang kaku,
Transformasi digital telah mendorong perubahan besar dalam praktik pemasaran. Aktivitas pemasaran yang sebelumnya berfokus pada media konvensional kini bergeser menuju platform digital seperti media sosial, marketplace, website, dan aplikasi mobile. Dalam konteks ini, perusahaan perlu memahami bagaimana perilaku konsumen berkembang di ruang digital, terutama pada kelompok Generasi Z yang tumbuh bersama internet dan media sosial. Generasi Z
Pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu bukan sekadar tentang krisis kesehatan, namun juga menjadi sebuah peringatan keras bagi dunia usaha. Kita tentu masih ingat masa kelam saat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi secara besar – besaran dan memicu goyahnya perusahaan – perusahaan besar, dan memaksa usaha – usaha kecil (UMKM) ikut gulung tikar akibat pembatasan mobilitas
Pendahuluan: Di era digital seperti sekarang, persaingan dalam dunia usaha semakin ketat. Bukan hanya perusahaan besar, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga harus mampu bersaing agar produknya tetap diminati masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membangun branding produk yang baik. Banyak orang menganggap branding hanya sebatas membuat logo atau memberi
Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan internet telah membawa perubahan yang sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dunia bisnis. Jika dahulu kegiatan pemasaran hanya dilakukan melalui media cetak, televisi, radio, atau pemasangan spanduk, kini perusahaan dapat memasarkan produk dan jasanya melalui berbagai platform digital yang lebih praktis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Perubahan
Halo rekan-rekan mahasiswa dan para penggiat wirausaha! Jika kita berbicara tentang kewirausahaan di era modern, rasanya sangat sulit untuk melepaskan diri dari bayang-bayang disrupsi teknologi. Di tengah pesatnya laju digitalisasi, bagi kita yang kesehariannya bergelut dengan logika pemrograman, perancangan database, dan pengembangan antarmuka web, peluang untuk terjun ke dunia bisnis terbuka teramat lebar. Kita kini
Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat menjalankan bisnis. Saat ini, keberhasilan suatu usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi, membangun merek (branding), menerapkan strategi pemasaran digital (digital marketing), serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak melalui kegiatan business matching. Kondisi
Oleh: Ghevaniaa Ramadhani Pendahuluan Di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif, pelaku bisnis tidak hanya dituntut untuk memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun jaringan dan kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu strategi yang kini banyak diterapkan adalah business matching. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempertemukan pelaku usaha, investor, distributor, hingga calon
Oleh: Ghevaniaa Ramadhani Pendahuluan Di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif, pelaku bisnis tidak hanya dituntut untuk memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun jaringan dan kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu strategi yang kini banyak diterapkan adalah business matching. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempertemukan pelaku usaha, investor, distributor, hingga calon
Pernah gak sih kamu tiba-tiba kebangun jam 2 pagi, mata melek natap langit-langit kamar kos, terus pikiran langsung melayang ke mana-mana? Mulai dari mikirin skenario terburuk masa depan, tumpukan tugas kuliah yang gak kelar-kelar, sampai nyeselin momen salah ngomong pas presentasi tadi siang. Kalau kamu sering ngalamin ini, tenang, kamu gak sendirian. Fase overthinking kayak
Gagasan SmartKost: platform jasa informasi kos berbasis AI dan WhatsApp Bot untuk mempermudah pencarian hunian mahasiswa dan perantau.
Ada masa ketika bilang “hobi main game” ke orang tua bakal langsung disambut helaan napas panjang, dianggap cuma buang-buang waktu. Tapi coba lihat sekarang: turnamen esports disiarkan di televisi nasional, streamer game punya penghasilan yang bikin banyak pekerja kantoran iri, dan game buatan anak Bandung bisa tembus platform internasional seperti Kickstarter. Gaming yang dulu dianggap
Pendahuluan Di zaman sekarang, memulai bisnis rasanya jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Kalau dulu orang berpikir harus punya modal besar, sewa toko, atau cetak brosur ke mana-mana, sekarang cukup punya laptop, internet, dan ide yang bagus, kita sudah bisa mulai menjalankan usaha sendiri. Melalui program INBISKOM (Inkubator Bisnis Komputer) di mata kuliah
Pernah nggak sih kalian scrolling TikTok terus nemu konten review produk yang menarik banget, sampai akhirnya klik link di bio dan beli produknya? Nah, itu namanya affiliate marketing — dan sekarang, berkat perkembangan teknologi AI, siapa pun bisa mulai bikin konten affiliate tanpa harus punya skill editing yang advanced atau modal yang besar. Saya M.
Pendahuluan Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, cara masyarakat berinteraksi dengan produk dan jasa telah mengalami transformasi besar. Jika dahulu pemasaran identik dengan iklan televisi, brosur, atau spanduk di pinggir jalan, kini perhatian konsumen lebih banyak tercurah pada layar ponsel mereka. Fenomena ini melahirkan sebuah pendekatan pemasaran baru yang dikenal dengan istilah digital marketing atau