Tren Pembuatan Produk di Era Informasi

7–11 minutes

Setiap aspek kehidupan manusia telah berubah karena transformasi digital, termasuk cara perusahaan membuat, merancang, dan mengembangkan produk. Ini adalah proses yang jauh lebih cepat, berbasis data, dan berkolaborasi yang dulunya merupakan proses linear yang panjang, mulai dari riset pasar, sketsa desain, prototipe fisik, hingga produksi massal. Menurut Bresciani, Huarng, Malhotra, dan Ferraris (2021), transformasi digital berfungsi sebagai springboard atau pijakan untuk inovasi produk, proses, dan model bisnis secara bersamaan. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu administrasi.

Ini akan membahas tren utama dalam desain produk di era digital. Ini mencakup pergeseran menuju desain berbasis data, peran twin digital, dampak big data dan kecerdasan buatan, serta bagaimana budaya organisasi dan strategi inovasi memengaruhi keberhasilan perubahan ini.

1. Menuju Desain Produk Berbasis Data

Dari desain yang bergantung pada intuisi dan pengalaman semata menuju desain yang ditopang oleh data besar adalah salah satu tren paling mencolok dalam pengembangan produk modern. Cantamessa, Montagna, Altavilla, dan Casagrande-Seretti (2020) menjelaskan bahwa digitalisasi menghadirkan tantangan baru bagi desain dan pengembangan produk karena data sekarang dapat dikumpulkan dari berbagai tahap siklus hidup produk, mulai dari penggunaan oleh konsumen hingga performa di lapangan, dan digunakan untuk desain lanjutan.

Metode desain berbasis data ini menghadapi banyak tantangan. Pada tahap awal perancangan produk fisik, Briard, Jean, Aoussat, dan Véron (2023) menemukan beberapa masalah dalam menerapkan desain berbasis data. Salah satunya adalah perbedaan antara kebutuhan nyata para desainer di industri dan data digital yang dapat diakses. Sementara itu, Wang, Zheng, Li, dan Chen (2022) melihat fenomena ini sebagai pergeseran besar dari “era informasi” menuju “era intelijen” dalam desain produk. Di era ini, sistem dapat menyajikan data dan memberikan rekomendasi desain secara semi-otonom selain menyajikan data.

Dalam penelitian lebih lanjut, Lee dan Ahmed-Kristensen (2023) membagi desain berbasis data dalam pembuatan produk baru ke dalam empat pola. Ini menunjukkan bahwa penggunaan data dalam desain tidak hanya menggunakan satu pendekatan; ada banyak strategi yang digunakan yang disesuaikan dengan konteks organisasi, jenis produk, dan tujuan bisnis masing-masing perusahaan.

2. Kecerdasan Buatan dan Data Besar sebagai Mesin Penggerak Desain

Pemanfaatan besar-besaran data dan kecerdasan buatan (AI) adalah tren berikutnya dalam pembuatan produk modern. Quan, Li, Zeng, Wei, dan Hu (2023) melakukan penelitian menyeluruh tentang penggunaan big data dan kecerdasan buatan dalam desain produk. Mereka menemukan bahwa kedua teknologi ini telah memasuki berbagai tahap proses desain, mulai dari pembangkitan ide (generasi ide), evaluasi konsep, dan otomatis optimasi bentuk dan fungsi produk.

AI telah berkembang menjadi mitra kreatif dalam proses perancangan dan bukan lagi sekadar alat bantu analitik. Zhao dan Cai (2023) menunjukkan bahwa batas antara seni, teknologi, dan manufaktur semakin kabur, menunjukkan bagaimana teknologi digital dan komputer berperan dalam memajukan desain produk seni serta penerapannya di berbagai industri kreatif. Ketika algoritma generatif digunakan, kreator produk dapat memeriksa ribuan variasi desain dalam hitungan menit, yang sebelumnya membutuhkan berminggu-minggu untuk dilakukan secara manual.

3. Twin Digital: Menggabungkan Dunia Fisik dan Virtual

Konsep digital twin—yakni representasi virtual dari produk fisik yang diperbarui secara real-time berdasarkan data dari dunia nyata—adalah salah satu inovasi paling transformatif dalam sepuluh tahun terakhir. Tao dan rekannya (2017) memperkenalkan kerangka kerja digital twin yang mengintegrasikan big data secara menyeluruh ke dalam proses desain, manufaktur, dan layanan produk. Kerangka tersebut diperluas untuk tahap desain produk dalam penelitian baru yang dilakukan oleh Tao, Sui, Liu, Qi, Zhang, Song, Guo, Lu, dan Nee (2019). Penelitian tersebut menunjukkan bagaimana simulasi virtual dapat mengidentifikasi masalah desain yang mungkin terjadi sebelum prototipe fisik dibuat, sehingga mengurangi biaya dan waktu pengembangan secara signifikan.

Lo, Chen, dan Zhong (2021) melihat literatur tentang bagaimana digital twin dapat digunakan dalam desain dan pengembangan produk. Mereka menemukan bahwa adopsi teknologi ini terus meningkat seiring meningkatnya infrastruktur Internet of Things (IoT) dan komputasi awan. Digital twin juga memungkinkan perusahaan melakukan pengujian virtual berulang kali tanpa kehilangan material, dan memungkinkan mereka untuk menyesuaikan produk berdasarkan data yang digunakan setiap unit.

4. Industri 4.0 dan Desain Terhubung

Secara keseluruhan, industri 4.0 adalah inti dari tren pembuatan produk di era digital. Menurut Jiao, Commuri, Panchal, Milisavljevic-Syed, Allen, Mistree, dan Schaefer (2021), rekayasa desain (design engineering) mengalami perubahan besar di era Industri 4.0, di mana konektivitas, sistem siber-fisik, dan otomasi cerdas menyatu dalam satu ekosistem pengembangan produk. Perusahaan sekarang harus membuat produk yang berfungsi secara fisik dan “siap terhubung” dengan jaringan digital yang lebih luas.

Hallstedt, Isaksson, dan Rönnbäck (2020) menambahkan elemen penting lainnya: kebutuhan akan kemampuan baru dalam pengembangan produk. Ini berasal dari tiga tren besar yang saling bertentangan: digitalisasi, keberlanjutan (sustainability), dan servitisasi. Sebagai bagian dari ekosistem layanan yang berkelanjutan, produk masa kini memerlukan tim pengembang produk yang memiliki keahlian lintas disiplin yang jauh lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya.

5. Ekonomi Sirkular dan Keberlanjutan dalam Pengembangan Produk Digital

Agenda keberlanjutan global terkait dengan tren digitalisasi produk. Dalam penelitian mereka pada tahun 2023, Han, Shevchenko, Yannou, Ranjbari, Esfandabadi, Saidani, Bouillass, Bliumska-Danko, dan Li melihat bagaimana teknologi digital memungkinkan ekonomi sirkular pada produk. Contohnya adalah pelacakan siklus hidup produk digital, sistem perbaikan dan daur ulang yang lebih efisien, dan ekonomi berbagi yang memperpanjang umur produk. Ini menunjukkan bahwa pembuatan produk di era digital bukan hanya tentang kecepatan dan kemudahan.

6. Perubahan dalam Pengembangan Produk melalui Kolaborasi dan Organisasi

Selain itu, digitalisasi mengubah bagaimana tim bekerja sama untuk membuat produk baru. Marion dan Fixson (2020) melihat bagaimana alat digital telah mengubah cara orang bekerja, bekerja sama, dan membangun organisasi dalam proses membuat produk baru, seperti tim yang bekerja secara bersamaan di seluruh dunia melalui platform desain kolaboratif berbasis cloud. Adabić, Posinković, Vlačić, dan Gonçalves (2023) memperkuat temuan ini dengan menunjukkan bahwa kinerja pengembangan produk baru ditentukan oleh kombinasi antara inovasi terbuka (open innovation), transformasi digital, dan kapasitas absorptif organisasi secara konfigurasional. Artinya, tidak ada formula tunggal yang berlaku untuk semua situasi, melainkan kombinasi faktor yang harus disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap perusahaan.

Seringkali terlupakan bahwa budaya organisasi sangat penting. Cao, Duan, dan Edwards (2025) menemukan bahwa budaya organisasi memengaruhi sejauh mana transformasi digital benar-benar berdampak positif terhadap inovasi produk. Perusahaan yang terbuka terhadap eksperimen dan kegagalan cenderung lebih berhasil mengubah investasi teknologi digital menjadi produk inovatif yang sukses di pasar.

7. Strategi untuk Meningkatkan Inovasi dan Daya Saing di Era Digital

Kreasi produk di era digital adalah cara penting untuk mempertahankan daya saing perusahaan dari sudut pandang strategi bisnis. Sayudin, Nurjanah, dan Yusup (2023) menekankan bahwa strategi inovasi dan pengembangan produk sangat penting bagi bisnis untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar digital yang semakin ketat. Menurut Trif, Breaz, Ciolomic, Jaradat, dan Cilan (2025), transformasi digital telah mengubah evolusi pengembangan produk secara keseluruhan, memaksa perusahaan untuk beradaptasi atau berisiko tertinggal dari kompetitor yang lebih gesit dalam menerapkan teknologi baru.

Dari perspektif pemasaran, Varadarajan, Welden, Arunachalam, Haenlein, dan Gupta (2021) menunjukkan bahwa pengembangan produk digital dapat berfokus pada keuntungan finansial tetapi juga pada kebaikan bersama (greater good), seperti efisiensi sumber daya atau produk yang mendukung inklusi sosial. Sementara itu, Gensler dan Rangaswamy (2025) menunjukkan bahwa masa depan pemasaran digital akan berubah dari sekadar menjual produk dan layanan secara terpisah ke penawaran “solusi tersekuensial”, di mana produk dirancang sebagai bagian dari rangkaian pengalaman pelanggan yang berkelanjutan dan saling terhubung dari waktu ke waktu.

Tutup

Di era digital, kreasi produk telah berkembang jauh melampaui sekadar digitalisasi proses lama. Tren-tren seperti desain berbasis data, pemanfaatan big data dan AI, digital twin, integrasi Industri 4.0, ekonomi sirkular, transformasi kolaborasi organisasi, dan strategi inovasi yang lebih adaptif menunjukkan bahwa pembuatan produk kini lebih terintegrasi, cerdas, dan responsif terhadap kebutuhan pasar dan lingkungan. Perusahaan yang dapat mengadopsi tren-tren ini secara menyeluruh dan membangun budaya organisasi yang fleksibel akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menghasilkan barang-barang inovatif yang sesuai dengan tuntutan zaman. Masa depan pembuatan produk tidak lagi tergantung pada teknologi apa yang digunakan; itu lebih tentang bagaimana teknologi tersebut dimasukkan ke dalam tujuan strategis, budaya, dan nilai jangka panjang perusahaan.

Referensi

Bresciani, Huarng, Malhotra, dan Ferraris (2021). Digital transformation as a foundation for product, process, and business model innovation.

Briard, T., Jean, C., Aoussat, A., dan Véron. Perspektif ilmiah dan bisnis tentang tantangan desain berdasarkan data pada desain fisik produk awal Komputer dalam Perusahaan, 145, 103814.

Cantamessa, Montagna, Altavilla, dan Casagrande-Seretti pada tahun 2020 Data-driven design: new challenges of digitalization on product design and development Teknik Desain, 6.

Cao, Duan, dan Edwards, JS (2020). Kultur organisasi, transformasi digital, dan inovasi produk. Informasi dan Manajemen, 62, 104135.

Dadabić, Posinković, T. O., Vlačić, B., dan Gonçalves (2020). An approach to configuration for new product development performance. Technological Forecasting and Social Change

Gensler dan Rangaswamy pada tahun 2025. An emerging future for digital marketing: From products and services to sequenced solutions.

S. Hallstedt, O. Isaksson, and A. Ö. Rönnbäck (2020). Digitalization, sustainability, and servitization trends necessitate new product development capabilities.

Tahun 2023, Han, Shevchenko, T., Yannou, B., Ranjbari, M., Esfandabadi, Z. S., Saidani, M., Bouillass, G., Bliumska-Danko, K., dan Li. Examining the ways in which digital technologies allow for a circular economy of products and sustainability.

 Jiao, J., Commuri, S., Panchal, J. H., Milisavljevic-Syed, J., Allen, J., Mistree, F., & Schaefer, D. (2021). Design engineering in the age of Industry 4.0. Journal of Mechanical Design, 1–44.

Lee, B., & Ahmed-Kristensen, S. (2023). Four patterns of data-driven design activities in new product development. Proceedings of the Design Society, 3, 1925–1934.

Lo, C., Chen, C., & Zhong, R. (2021). A review of digital twin in product design and development. Advanced Engineering Informatics, 48, 101297.

Marion, T., & Fixson, S. (2020). The transformation of the innovation process: How digital tools are changing work, collaboration, and organizations in new product development. Journal of Product Innovation Management.

Quan, H., Li, S., Zeng, C., Wei, H., & Hu, J. (2023). Big data and AI-driven product design: A survey. Applied Sciences.

Sayudin, S., Nurjanah, A., & Yusup, A. (2023). Innovation strategy and product development to increase company competitiveness in digital era. Eduvest – Journal of Universal Studies.

Tao, F., Cheng, J., Qi, Q., Zhang, M., Zhang, H., & Sui, F. (2017). Digital twin-driven product design, manufacturing and service with big data. The International Journal of Advanced Manufacturing Technology, 94, 3563–3576.

Tao, F., Sui, F., Liu, A., Qi, Q., Zhang, M., Song, B., Guo, Z., Lu, S., & Nee, A. (2019). Digital twin-driven product design framework. International Journal of Production Research, 57, 3935–3953.

Trif, G., Breaz, T. O., Ciolomic, I. A., Jaradat, M., & Cilan, T. (2025). The impact of digital transformation on product development evolution. Proceedings of the International Management Conference.

Varadarajan, R., Welden, R., Arunachalam, S., Haenlein, M., & Gupta, S. (2021). Digital product innovations for the greater good and digital marketing innovations in communications and channels. International Journal of Research in Marketing.

Wang, Z., Zheng, P., Li, X., & Chen, C.-H. (2022). Implications of data-driven product design: From information age towards intelligence age. Advanced Engineering Informatics, 54, 101793.

Zhao, J., & Cai, X. (2023). Shaping the creative landscape through the role of digital and computer technologies in advancing art product design and industry applications. The International Journal of Advanced Manufacturing Technology.