Transformasi Pembelajaran Bahasa Jepang Melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence

6–9 minutes

Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi semakin pesat dan sulit untuk dihindari. Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu bentuk perkembangan teknologi yang kini banyak menarik perhatian berbagai kalangan. Kehadiran AI membawa perubahan dalam berbagai bidang, termasuk di dunia pendidikan. Saat ini, AI tidak hanya digunakan dalam bidang industri atau bisnis, tetapi juga mulai dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang membantu mahasiswa, khususnya dalam pembelajaran bahasa asing seperti Bahasa Jepang.

Dalam pembelajaran bahasa asing, khususnya Bahasa Jepang, mahasiswa sering menghadapi berbagai tantangan, baik dalam keterampilan lisan (berbicara dan menyimak) maupun tulisan (menulis dan membaca). Mahasiswa Sastra Jepang dituntut untuk memiliki kemampuan berbahasa yang baik serta pemahaman budaya yang mendalam. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai media pembelajaran diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan tersebut. AI dapat membantu mahasiswa dalam berlatih percakapan, memperbaiki tata bahasa, memperkaya kosakata, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Jepang secara lebih aktif. Artikel ini membahas bagaimana AI dapat mentransformasi pembelajaran Bahasa Jepang, khususnya dari segi kemampuan lisan dan tulisan, pada mahasiswa Sastra Jepang.

Artificial Intelligence merupakan teknologi yang memungkinkan sistem komputer meniru kecerdasan manusia, seperti memahami bahasa, mengenali pola, dan memberikan respons secara otomatis. Dalam dunia pendidikan, AI dimanfaatkan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih personal, interaktif, dan fleksibel, sehingga mahasiswa dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Dalam Praktiknya, pemanfaatan AI dalam pembelajaran Bahasa Jepang dapat ditemukan melalui berbagai aplikasi dan platform digital yang sudah akrab digunakan oleh mahasiswa. Beberapa contoh AI yang sering dimanfaatkan adalah ChatGPT, Google Translate, dan aplikasi pembelajaran bahasa berbasis AI lainnya. Melalui ChatGPT, mahasiswa dapat berlatih percakapan Bahasa Jepang secara mandiri, meminta contoh kalimat, hingga memahami penggunaan tata bahasa dalam konteks tertentu. Sementara itu, Google Translate membantu mahasiswa dalam memahami teks berbahasa Jepang serta memperkaya kosakata, meskipun penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak.

Selain itu, AI juga mendukung pembelajaran keterampilan lisan melalui fitur pengenalan suara yang memungkinkan mahasiswa untuk melatih pelafalan dan intonasi. Dalam pembelajaran tulisan, AI dapat digunakan untuk mengecek struktur kalimat, penggunaan tata bahasa, serta membantu mahasiswa memahami penggunaan kanji yang tepat. Dengan adanya teknologi ini, Mahasiswa Sastra Jepang memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih secara mandiri di luar jam perkuliahan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan efektif.

Pemanfaatan AI dalam pembelajaran Bahasa Jepang ini juga didukung oleh berbagai penelitian. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Rustanti (2025) yang membahas pola dan tren penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa Jepang pada lembaga pelatihan kerja di Bandung. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa aplikasi AI seperti ChatGPT dan Google Translate menjadi alat yang paling sering digunakan oleh pembelajar bahasa Jepang. AI dimanfaatkan sebagai media pembelajaran tambahan yang membantu latihan kosakata, pemahaman teks, serta percakapan secara mandiri di luar jam kelas.

Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa AI berperan sebagai pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran pengajar. Hal ini sejalan dengan kondisi mahasiswa Sastra Jepang, di mana AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memperdalam pemahaman materi, sementara dosen tetap berperan sebagai pembimbing utama dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pemanfaatan AI dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan mendukung pengembangan kemampuan lisan maupun tulisan mahasiswa.

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Lisan Bahasa Jepang

Dalam pembelajaran Bahasa Jepang, keterampilan lisan seperti berbicara dan menyimak merupakan kemampuan penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa Sastra Jepang. Namun, keterbatasan waktu praktik di kelas sering menjadi kendala, sehingga mahasiswa kurang mendapatkan kesempatan untuk berlatih secara intensif. Di sinilah Artificial Intelligence dapat berperan sebagai media pembelajaran pendukung.

Melalui aplikasi berbasis AI seperti chatbot, mahasiswa dapat berlatih percakapan Bahasa Jepang secara mandiri kapan saja. AI berfungsi sebagai lawan bicara virtual yang memungkinkan mahasiswa mencoba berbagai bentuk percakapan tanpa rasa takut melakukan kesalahan. Selain itu, beberapa teknologi AI juga dilengkapi dengan fitur pengenalan suara yang dapat membantu mahasiswa melatih pelafalan dan intonasi. Dengan adanya umpan balik secara langsung, mahasiswa dapat mengetahui kesalahan pengucapan dan memperbaikinya secara bertahap, sehingga kepercayaan diri dalam berbicara Bahasa Jepang dapat meningkat.

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Tulisan Bahasa Jepang

Selain keterampilan lisan, kemampuan tulisan juga menjadi aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Jepang. Mahasiswa Sastra Jepang dituntut untuk mampu menulis kalimat dengan tata bahasa yang tepat serta menggunakan kosakata dan kanji secara benar. Artificial Intelligence dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan ini melalui berbagai fitur pendukung.

AI dapat dimanfaatkan untuk mengecek struktur kalimat, penggunaan tata bahasa, serta memberikan contoh kalimat yang sesuai dengan konteks. Dengan bantuan AI, mahasiswa dapat memahami kesalahan yang sering dilakukan dalam menulis dan belajar memperbaikinya secara mandiri. Selain itu, AI juga membantu mahasiswa dalam mempelajari kanji, mulai dari arti, cara penulisan, hingga penggunaannya dalam kalimat. Hal ini membuat proses pembelajaran tulisan menjadi lebih terarah dan tidak terlalu membebani mahasiswa.

Transformasi Media Pembelajaran Bahasa Jepang

Sebelum berkembangnya teknologi digital, pembelajaran Bahasa Jepang umumnya masih bergantung pada media konvensional seperti buku teks, kamus cetak, dan latihan tertulis di kelas. Mahasiswa biasanya belajar melalui penjelasan dosen, menghafal kosakata dari buku, serta mengerjakan latihan secara manual. Metode ini memang efektif, tetapi sering kali terasa kurang fleksibel, terutama bagi mahasiswa yang ingin berlatih di luar jam perkuliahan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, media pembelajaran mulai bergeser ke arah digital. Mahasiswa mulai menggunakan kamus online, video pembelajaran, serta berbagai sumber belajar dari internet. Perubahan ini membuat proses belajar menjadi lebih mudah diakses dan tidak terbatas pada satu sumber saja. Namun, pembelajaran digital pada tahap ini masih bersifat satu arah dan belum sepenuhnya interaktif.

Hadirnya Artificial Intelligence membawa transformasi baru dalam pembelajaran Bahasa Jepang. AI tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai media interaktif yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Mahasiswa dapat berlatih percakapan, menulis kalimat, hingga mempelajari kosakata dan kanji dengan bantuan AI secara langsung. Proses belajar pun menjadi lebih aktif karena mahasiswa dapat mencoba, melakukan kesalahan, dan langsung mendapatkan umpan balik.

Transformasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Jepang tidak lagi terbatas pada buku atau metode konvensional, melainkan berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Dengan memanfaatkan AI secara bijak, mahasiswa Sastra Jepang memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

Dampak dan Manfaat Penggunaan AI dalam Pembelajaran Bahasa Jepang

Penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Bahasa Jepang memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa Sastra Jepang. Salah satu dampak yang paling terasa adalah mahasiswa menjadi lebih mandiri dalam belajar. Dengan bantuan AI, mahasiswa tidak hanya mengandalkan materi dari kelas, tetapi juga bisa belajar sendiri di luar jam perkuliahan sesuai kebutuhan masing-masing.

Selain itu, AI membuat proses belajar jadi lebih fleksibel. Mahasiswa bisa berlatih percakapan, memperbaiki tulisan, atau menambah kosakata kapan saja dan di mana saja. Hal ini sangat membantu, terutama ketika waktu belajar terbatas atau saat mahasiswa ingin mengulang materi tanpa harus menunggu penjelasan dosen di kelas.

Manfaat lain yang cukup penting adalah meningkatnya rasa percaya diri mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Jepang. Dengan sering berlatih menggunakan AI, mahasiswa jadi lebih berani untuk berbicara dan menulis meskipun masih melakukan kesalahan. Justru dari kesalahan tersebut, mahasiswa bisa belajar dan memperbaiki kemampuan berbahasa secara bertahap.

Meskipun memberikan banyak manfaat, penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Bahasa Jepang juga memiliki beberapa dampak negatif yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah risiko ketergantungan berlebihan terhadap AI, terutama dalam menerjemahkan teks atau menyusun kalimat. Jika tidak digunakan secara bijak, mahasiswa bisa cenderung menyalin hasil dari AI tanpa benar-benar memahami proses pembelajaran yang seharusnya. Hal ini dapat menghambat kemampuan berpikir kritis dan pemahaman bahasa secara mendalam. Selain itu, AI juga tidak selalu memberikan jawaban yang sepenuhnya tepat sesuai konteks budaya dan penggunaan bahasa Jepang, sehingga tetap diperlukan peran dosen dan pembelajaran di kelas sebagai penyeimbang.

Oleh Karena itu, penggunaan AI tetap perlu digunakan secara bijak. AI tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran dosen dalam proses pembelajaran. Dosen tetap memiliki peran penting sebagai pembimbing dan pengarah agar mahasiswa tidak salah dalam memahami materi. Oleh karena itu, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu pembelajaran yang mendukung proses belajar di kelas, bukan sebagai pengganti pembelajaran itu sendiri.

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam cara belajar, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Jepang. Jika sebelumnya mahasiswa lebih banyak mengandalkan buku teks, kamus cetak, atau penjelasan di kelas, kini pembelajaran mulai bertransformasi dengan hadirnya Artificial Intelligence sebagai media pendukung. AI memberikan alternatif baru yang lebih praktis, interaktif, dan mudah diakses oleh mahasiswa dalam memahami materi, baik dari segi lisan maupun tulisan.

Bagi mahasiswa Sastra Jepang, pemanfaatan AI dapat membantu proses belajar menjadi lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Mahasiswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga dapat aktif berlatih, mencoba, dan mengevaluasi kemampuan berbahasa secara mandiri. Transformasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak lagi terbatas pada media konvensional, melainkan berkembang mengikuti kemajuan teknologi.

Meskipun demikian, penggunaan AI tetap perlu diimbangi dengan pembelajaran di kelas dan peran dosen sebagai pembimbing utama. Dengan memadukan media pembelajaran konvensional dan teknologi AI secara bijak, diharapkan proses pembelajaran Bahasa Jepang dapat berjalan lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman. Ke depannya, pemanfaatan AI dalam pembelajaran dapat terus dikembangkan agar mampu mendukung kualitas pendidikan, khususnya bagi mahasiswa Sastra Jepang di era digital.

Penulis :

Jazzy Charissa Marlin (63823028)

Program Studi Sastra Jepang

Referensi :

Rustanti, N. (2025). Pola dan Tren Penggunaan AI dalam Pembelajaran Bahasa Jepang:
Studi pada Lembaga Pelatihan Kerja Bandung.
Indonesian Journal on Education (IJoEd), 2(3), 314–320.