Dalam suatu kewirausahaan, bisnis di dalam keluarga seringkali dipandang sebagai entitas yang memiliki fondasi nilai yang kuat. Saya sering memikirkan mengenai fenomena ini, mengapa banyak usaha mikro yang sukses di tangan generasi pertama, namun seketika mengalami penurunan skala saat memasuki transisi generasi kedua maupun seterusnya. Ini menjadi suatu jawaban bukan hanya pada penurunan kualitas usaha, melainkan pada jarak yang melebar antara cara bisnis yang dikelola dengan perubahan perilaku konsumen yang sangat dinamis.
Meneruskan usaha keluarga bagi saya bukan sekedar tentang menjaga warisan secara fisik, melainkan bagaimana cara melakukan revitalisasi agar bisnis tersebut tetap terjaga di tengah disrupsi digital yang masif.
Salah satu tantangan terbesar yang saya hadapi adalah melakukan negosiasi antara “pengalaman” dan “inovasi”, Orang tua yang memiliki bisnis yang tajam melalui interaksi fisik puluhan tahun. Namun, di era mana konsumen mulai berlayar melalui ponsel sehingga dengan mengandalkan metode konvensional seperti menunggu konsumen datang adalah sebuah risiko besar.
Sehingga saya menyadari bahwa untuk membawa usaha keluarga ke level berikutnya, saya harus mampu mengomunikasikan bahwa digitalisasi bukan sebuah ancaman terhadap keaslian (authenticity), melainkan sebuah amplifikasi. Tantangan akademisnya disini adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi tanpa mendegradasi nilai-nilai tradisional yang selama ini telah menjadi produk kami.
Langkah pertama yang saya ambil adalah melakukan re-branding secara fundamental yaitu dengan cara melakukan optimalisasi visual terhadap usaha keluarga saya yang telah berjalan puluhan tahun untuk menjadi konten utama dalam di platform digital. Selanjutnya melakukan pemanfaatan ekosistem marketplace dengan cara membuka akses pasar yang lebih luas melalui e-commerce, dan melakukan efisiensi operasional dengan memperkenalkan sistem pencatatan keuangan digital sederhana untuk menggantikan pencatatan manual. Tujuannya agar arus kas (cash flow) agar bisnis keluarga kami menjadi lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara manajerial.
Perjalanan saya ini akan membawa usaha keluarga ke ranah digital dengan memberikan sebuah pelajaran yang berharga. Modernisasi usaha tidak harus berarti menghapus jejak masa lalu, tetapi sebaliknya teknologi harus berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan kualitas masa lalu dengan kemudahan masa depan, Warisan ini bukanlah suatu beban yang menghambat langkah, melainkan sebuah peluncur yang jika dipadukan dengan strategi digital yang tepat, akan membawa bisnis yang melaju melampaui batas geografis.