TikTok atau Instagram: Strategi Digital Marketing untuk Menjangkau Konsumen Digital

7–10 minutes

Di era digital saat ini, perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak signifikan terhadap pola pemasaran produk dan jasa. Digital marketing menjadi salah satu strategi utama yang digunakan pelaku usaha untuk menjangkau konsumen secara efektif dan efisien. Media sosial seperti TikTok dan Instagram merupakan dua platform yang populer dan banyak dimanfaatkan dalam strategi pemasaran digital, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Kedua platform ini memiliki basis pengguna yang besar, terutama di kalangan generasi milenial dan generasi Z, sehingga memiliki potensi besar sebagai sarana komunikasi pemasaran yang efektif.

Dalam konteks usaha, kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai alat digital marketing menjadi keterampilan penting. TikTok dikenal dengan konten video pendek yang viral dan mampu menciptakan eksposur luas dalam waktu singkat, sedangkan Instagram memiliki fitur visual yang kuat dan beragam, seperti foto, Stories, dan Reels yang mendukung interaksi pengguna. Penelitian terhadap strategi pemasaran digital melalui kedua platform ini menjadi penting untuk memahami keunggulan masing-masing dalam menjangkau konsumen digital.

1. Konsep Digital Marketing melalui Media Sosial

Digital marketing merupakan proses pemasaran produk atau jasa menggunakan media digital dengan tujuan untuk menjangkau pelanggan secara efektif di lingkungan internet. Pemasaran melalui media sosial termasuk TikTok dan Instagram kini menjadi salah satu strategi yang sangat dominan karena kedua platform ini melibatkan interaksi langsung dengan konsumen yang aktif secara digital.

Instagram, sebagai platform berbasis foto dan video, memiliki kemampuan visualisasi yang kuat. Fitur seperti Instagram Stories, Reels, dan Instagram Ads memungkinkan pemilik usaha untuk menampilkan konten secara kreatif dan menarik, sehingga dapat meningkatkan engagement dengan audiens. Strategi ini terbukti mampu memperluas jangkauan konsumen melalui konten visual yang mudah dipahami dan dibagikan.

Sementara itu, TikTok menjadi platform digital marketing yang berkembang pesat karena format video pendeknya yang viral dan kemampuannya menjangkau audiens luas dalam tempo singkat. TikTok memungkinkan penggunaan audio, efek visual, tagar, dan kolaborasi dengan influencer untuk memperkuat pesan pemasaran. Menurut penelitian, teknik seperti storytelling, testimoni, dan konten kreatif dapat meningkatkan interaksi konsumen terhadap produk atau konten yang dipromosikan di TikTok.

2. TikTok Sebagai Alat Digital Marketing

TikTok memiliki karakteristik kuat dalam menciptakan eksposur konten yang cepat tersebar. Jumlah pengguna TikTok yang tinggi menjadikan platform ini efektif sebagai media pemasaran digital, khususnya untuk menarik perhatian generasi muda. Penelitian menyebutkan bahwa TikTok berkontribusi signifikan terhadap peningkatan brand awareness dan interaksi konsumen, yang pada akhirnya dapat berdampak pada peningkatan kinerja penjualan usaha.

Contohnya, pelaku UMKM yang memanfaatkan TikTok seringkali mengalami peningkatan visibilitas produk dalam waktu singkat karena konten yang menarik dan mudah viral. Dalam beberapa kasus, penggunaan teknik digital marketing seperti penggunaan tagar yang relevan, audio yang menarik, serta konten video yang kreatif dapat membantu konten lebih cepat mendapatkan perhatian audiens.

Namun, perlu diingat bahwa efektivitas konten di TikTok tidak hanya dilihat dari jumlah tampilan, tetapi juga dari tingkat keterlibatan (engagement) dan konversi ke tindakan nyata seperti pembelian atau kunjungan ke toko online. Oleh karena itu, perencanaan konten yang matang dan pemahaman terhadap karakter audiens menjadi aspek penting dalam strategi digital marketing di TikTok.

3. Instagram sebagai Sarana Digital Marketing

Instagram tetap menjadi platform yang relevan dalam digital marketing karena kemampuannya dalam menampilkan konten visual secara estetis dan detail. Penggunaan foto kualitas tinggi, video reels, serta fitur shopping memudahkan pelaku usaha dalam mempromosikan produknya secara profesional. Penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital melalui Instagram mampu meningkatkan omzet penjualan UMKM dengan baik melalui pengelolaan konten visual yang menarik dan optimalisasi fitur digital lainnya seperti Instagram Ads.

Instagram juga memungkinkan interaksi dua arah melalui komentar, direct message (DM), dan fitur interaktif lain seperti polling atau kuis dalam Stories. Hal ini dapat memperkuat hubungan antara pelaku usaha dan konsumen secara personal, sehingga menciptakan loyalitas brand yang lebih tinggi. Dengan pendekatan ini, Instagram tidak hanya menjadi media promosi, tetapi juga alat komunikasi strategis antara merek dan pelanggan.

4. Perbandingan Strategi TikTok dan Instagram dalam Digital Marketing

Walaupun TikTok dan Instagram sama-sama efektif digunakan sebagai media digital marketing, kedua platform memiliki keunggulan masing-masing. TikTok sangat unggul dalam menciptakan konten yang cepat viral dan menjangkau audiens baru dalam waktu singkat. Ini sangat cocok untuk kampanye awareness jangka pendek yang memanfaatkan trend dan tagar populer.

Sebaliknya, Instagram lebih unggul dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui konten visual yang estetik dan strategi pemasaran yang lebih terstruktur. Instagram juga cocok untuk menampilkan katalog produk, promosi khusus, serta kampanye konten yang terintegrasi dengan strategi branding.

Penggabungan strategi kedua platform ini akan memberikan hasil yang optimal, yakni menjangkau audiens luas melalui TikTok dan mempertahankan hubungan konsumen serta meningkatkan loyalitas melalui Instagram.

5. Karakteristik Konsumen Digital dan Implikasinya terhadap Strategi Pemasaran

Konsumen digital memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan konsumen pada era pemasaran konvensional. Konsumen digital cenderung aktif menggunakan internet, terbiasa mengakses informasi secara cepat, serta memiliki kebebasan dalam membandingkan produk sebelum melakukan pembelian. Media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi ruang utama bagi konsumen digital dalam mencari referensi produk, ulasan, maupun rekomendasi dari pengguna lain. Oleh karena itu, strategi digital marketing perlu disesuaikan dengan perilaku konsumen yang dinamis dan berbasis visual.

Dalam konteks ini, TikTok dan Instagram memiliki peran penting sebagai platform yang tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan persepsi dan kepercayaan konsumen. Konsumen digital cenderung lebih percaya pada konten yang bersifat autentik, seperti video pengalaman penggunaan produk, testimoni, dan konten yang dikemas secara storytelling. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pemasaran yang terlalu kaku dan berorientasi pada penjualan secara langsung kurang efektif dalam menarik perhatian konsumen digital.

Konsumen digital juga memiliki kecenderungan untuk berinteraksi secara aktif dengan konten yang dianggap relevan dan menarik. Fitur komentar, like, share, dan direct message memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara pelaku usaha dan konsumen. Interaksi ini dapat dimanfaatkan untuk membangun hubungan jangka panjang serta meningkatkan loyalitas konsumen terhadap suatu merek. Dengan demikian, pelaku usaha perlu memahami karakteristik konsumen digital agar strategi pemasaran yang diterapkan melalui TikTok dan Instagram dapat berjalan secara optimal.

6. Peran Konten Kreatif dalam Digital Marketing

Konten kreatif merupakan elemen utama dalam strategi digital marketing di TikTok dan Instagram. Konten tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan hiburan bagi konsumen. Di TikTok, konten kreatif sering kali dikemas dalam bentuk video pendek dengan alur cerita yang sederhana, penggunaan musik yang sedang tren, serta visual yang menarik. Pendekatan ini membuat konten lebih mudah diterima dan berpotensi menjadi viral.

Sementara itu, Instagram menekankan pada estetika visual dan konsistensi identitas merek. Konten yang diunggah perlu memiliki keselarasan warna, gaya visual, dan pesan komunikasi agar brand terlihat profesional dan mudah dikenali. Penggunaan fitur Reels memungkinkan Instagram untuk bersaing dengan TikTok dalam menyajikan konten video pendek, sementara fitur feed dan Stories tetap berfungsi sebagai media penyampaian informasi yang lebih detail.

Bagi mahasiswa kewirausahaan, kemampuan menciptakan konten kreatif menjadi keterampilan penting dalam mengelola usaha berbasis digital. Konten yang menarik tidak selalu memerlukan biaya besar, tetapi membutuhkan kreativitas, pemahaman tren, serta kemampuan membaca kebutuhan audiens. Dengan konten yang tepat, pelaku usaha dapat meningkatkan engagement, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat citra merek di mata konsumen digital.

7. Pengaruh Influencer dan User Generated Content alam Digital Marketing

Influencer marketing menjadi salah satu strategi yang banyak digunakan dalam digital marketing melalui TikTok dan Instagram. Influencer dianggap memiliki pengaruh yang kuat terhadap pengikutnya karena dianggap sebagai figur yang dekat dan terpercaya. Kolaborasi dengan influencer, baik skala mikro maupun makro, dapat membantu pelaku usaha dalam memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih luas dan spesifik.

Selain influencer, user generated content (UGC) juga memiliki peran penting dalam strategi pemasaran digital. UGC merupakan konten yang dibuat oleh konsumen, seperti ulasan produk, video unboxing, atau testimoni penggunaan. Konten semacam ini cenderung lebih dipercaya karena berasal dari pengalaman nyata konsumen. TikTok dan Instagram menyediakan ruang yang luas bagi konsumen untuk membagikan pengalaman mereka, sehingga secara tidak langsung membantu promosi produk secara organik.

Pemanfaatan influencer dan UGC menunjukkan bahwa strategi digital marketing tidak hanya bergantung pada pelaku usaha, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari konsumen. Hal ini memperkuat konsep pemasaran modern yang bersifat kolaboratif dan berbasis komunitas. Bagi wirausaha muda, strategi ini dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan brand awareness tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.

8. Tantangan dalam Pemanfaatn Tiktok dan Instagram sebagai Sosial Media Marketing

Meskipun TikTok dan Instagram menawarkan berbagai peluang dalam digital marketing, terdapat sejumlah tantangan yang perlu dihadapi oleh pelaku usaha. Salah satu tantangan utama adalah perubahan algoritma platform yang dapat memengaruhi jangkauan konten. Konten yang sebelumnya mudah menjangkau audiens luas dapat mengalami penurunan engagement apabila tidak mengikuti perkembangan algoritma terbaru.

Selain itu, persaingan konten yang semakin ketat juga menjadi tantangan tersendiri. Banyaknya pelaku usaha yang memanfaatkan TikTok dan Instagram menyebabkan konsumen dihadapkan pada berbagai pilihan konten setiap harinya. Oleh karena itu, pelaku usaha dituntut untuk terus berinovasi agar konten yang dihasilkan tetap relevan dan menarik. Kurangnya konsistensi dalam mengunggah konten juga dapat berdampak pada menurunnya visibilitas akun bisnis.

Tantangan lainnya adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan digital, khususnya bagi pelaku UMKM dan wirausaha pemula. Tidak semua pelaku usaha memahami strategi konten, analisis data, dan penggunaan fitur iklan digital secara optimal. Kondisi ini menunjukkan pentingnya edukasi dan pendampingan dalam bidang digital marketing agar pemanfaatan TikTok dan Instagram dapat memberikan hasil yang maksimal.

KESIMPULAN

TikTok dan Instagram merupakan dua platform media sosial yang memiliki peran penting dalam strategi digital marketing untuk menjangkau konsumen digital. TikTok unggul dalam menjangkau audiens secara cepat melalui konten video yang viral, sedangkan Instagram unggul dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui konten visual yang estetis dan fitur interaktif. Optimalisasi kedua platform tersebut dalam strategi digital marketing akan membantu pelaku usaha, khususnya UMKM dan wirausaha muda, dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan brand awareness. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap karakteristik kedua platform serta teknik pemasaran yang tepat sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pemasaran digital yang efektif.

REFERENSI

Aulynofa N. H., & Rini R. N. (2025). Analisis Strategi Digital Marketing Melalui Instagram dan TikTok dalam Meningkatkan Brand Awareness Wirausaha Baru. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen.

Putri E. R. (2025). Strategi Digital Marketing Melalui Instagram untuk Meningkatkan Omset Penjualan UMKM. Jurnal Ilmiah Bisnis Digital.

Ryan P. et al. (2024). Analisis Teknik Digital Marketing pada Aplikasi TikTok. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial.