Tag: Musik

  • Peran Cover Album Bagi Para Musisi

    Identitas diri adalah hal yang penting bagi siapapun, bahkan sebuah karya sekalipun tentu membutuhkan sebuah identitas, dan identitas yang baik tentu saja mudah diingat oleh siapapun bagi yang melihat, mengenal, serta si pemilik identitas itu sendiri. Tentu saja semua yang ada di dunia ini memiliki identitasnya masing-masing, seperti sebuah brand besar yang cukup diminati di bidang olahraga yaitu NIKE dan Adidas, kedua brand yang sering bersaing ini memiliki identitas yang sangat kuat, seperti jika kita melihat tanda ceklis miring sudah pasti kita langsung sadar jika itu adalah NIKE, begitu pula dengan pesaingnya Adidas yang dimana jika kita melihat bentuk 3 garis yang dimiringkan sudah pasti pikiran kita terarahkan ke brand Adidas, sungguh terbukti betapa pentingnya identitas bagi siapapun dan karya apapun, tentunya itu juga terasakan oleh para musisi yang ada di dunia ini.

    Dalam dunia musik sudah pasti tidak asing dengan kata genre musik atau yang biasa kita sebut dengan aliran musik, dalam membuat sebuah lagu tentu saja para musisi dituntut untuk menentukkan aliran musik yang ingin mereka ambil, mau sebagus atau sehancur apapun musik yang dibuat, sudah pasti musik tersebut memiliki alirannya sendiri, namun tidak jarang pula tercipta sebuah aliran-aliran musik baru yang jarang didengar oleh siapapun bahkan oelh para musisi, dan biasanya aliran baru ini disebut sebagai alternatif music, walaupun ada juga aliran musik yang namanya cukup menarik serta terdengar puitis contohnya dari musisi Senyawa yang beraliran musik folk dan avant-garde, cukup menarik bukan? Dari semua banyak aliran serta musik yang tercipta dari para musisi dari seluruh dunia, tentu saja mereka akan berada pada fase dimana mereka harus membuat sebuah karya berbentuk album yang berisikan karya-karya yang sudah pernah mereka buat. Pada artikel kali ini saya akan membahas beberapa cover dari band-band terkenal baik dalam negara maupun luar negara.

    Cover yang menarik perhatian serta cukup mengubah tren desain cover album pada masanya yaitu dari band asal Liverpool yaitu The Beatles, band legendaris ini berisikan 4 musisi legendaris juga yaitu, John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Star. The Beatles memulai karir sebagai band yaitu di tahun 1960-an yang dimana mereka membawakan musik-musik yang cukup asing bagi para pendengar musik pada masanya. Tidak jarang pula ketika di awal merintis band ini sering sekali menggonta ganti identitasnya seperti nama band, personil, hingga aliran, namun pada akhirnya ditetapkanlah nama yang tepat untuk band ini yaitu The Beatles yang diambil dari nama band favorit para personilnya yaitu The Crickets. The Beatles cukup mengalami kesulitan dengan mencari personil drummer dikarenakan membutuhkan sebuah kecocokan yang pada akhirnya mereka merekrut Ringo Star sebagai drummer tetap, dan album pertama yang dihasilkan oleh The Beatles dengan 10 lagu mereka yaitu Please Please Me.

    Source: https://www.thebeatles.com/please-please-me

    Album pertama The Beatles tentu saja memilki cover yang sangat berkesan terutama dalam segi kenangan, dikarenakan bisa dilihat pada cover album tersebut mereka mengusung tema fotografi yang dimana menunjukkan foto dari para personil tetap The Beatles yang dipotret dengan teknik low angle yang membuat kesan bahwa mereka akan menjadi musisi yang besar dan akan selalu dikenang, terbukti hingga saat ini nama The Beatles tentu tidak asing baik di kuping para pendengar musik maupun orang awam. Pemotretan untuk cover album ini diambil di kantor pusat EMI Limited di 20 Manchester Square di West End London pada awal tahun 1963 oleh Fotografer Welsh terkenal pada masa itu yaitu Angus McBean. Tentunya foto ini sempat diambil dengan beberapa pose, serta menggunakan beberapa tema atau yang biasa kita sebut dengan filter, salah satunya yaitu Sephia, namun pada akhirnya terpilihlah foto yang ikonik ini dan menjadi legenda bagi para penggemar serta penikmat musik dunia. Hingga di tahun 1969 The Beatles merilis album LP terbaru mereka dengan judul Get Back yang dimana pada tahun tersebut nama The Beatles sudah sangat terkenal hingga ke penjuru dunia, bahkan para penontonnya terutama kaum wanita yang melihat aksi panggung dari The Beatles berteriak histeris dikarenakan ketampanan dan musik yang mereka buat.

    Source: https://www.the-paulmccartney-project.com/1969/05/photo-shoot-of-the-get-back-lp-album/

    Dapat terlihat dengan jelas foto album tersebut terlihat sangat mirip dengan album pertama mereka yang penuh dengan kenangan. Tentu saja lagi-lagi dengan sentuhan tangan dari fotografer Angus Mcbean pose ikonik pada debut album Please Please Me dapat dipotret kembali tentunya dengan personil yang masih sama, namun dengan kemampuan serta kehidupan yang sudah jauh berbeda ketika mereka di tahun 1963 lalu. Yang sebelumnya di album pertama mereka memberikan kesan agar mereka dapat dikenang dan memberikan kesan pengenalan terhadap personil dari The Beatles, pada cover untuk album LP ini terasa sekali bahwa para penggemar dan penikmat musik The Beatles diajak untuk bernostalgia pada album pertama mereka. Hingga pada akhirnya terciptalah yang menurut saya cover dari album yang sangatlah ikonik dan sering sekali menjadi referensi dari scene film atau bahkan kartun bertemakan musik yaitu album Abbey Road, tidak banyak juga dari para pendengar terbaru band The Beatles mengetahui band ini dari sebuah cover album Abbey Road yang sangat melegenda, dan pada album ini juga termasuk album terakhir dari band The Beatles sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk bubar dan di beberapa tahun kemudian terjadilah insiden penembakan John Lennon dan meninggalnya George Harrison yang menjadikan tersisanya 2 personil The Beatles hingga saat ini yaitu Paul McCartney dan Ringo Star.

    Source: https://www.thebeatles.com/sites/default/files/styles/max_2600x2600/public/2021-06/Abbey%20Road.jpg?itok=_AGlITc8

    Selanjutnya dari band asal luar negeri lagi yang kembali naik daun saat ini dikarenakan banyak sekali remaja dan anak muda yang cukup banyak yang mendengarkan serta banyak sekali referensi-referensi yang merujuk kepada band yang cukup populer dari masa ke masa yaitu Sonic Youth. Yup! Sonic Youth tentu saja band ini kembali populer dan banyak diminati oleh setiap remaja dan anak muda terutama mereka yang menyukai musik-musik beraliran grunge, rock, dan punk, dapat terlihat juga cukup banyak para penggemar kaos band mengenakan desain salah satu album cover yang paling ikonik sedunia yaitu album Goo yang dirilis pada tahun 1990. Sonic Youth sendiri adalah band yang mengusung aliran musik Noise Rock yang tercipta di era 1980-1990, selain Sonic Youth terdapat juga band yang mempopulerkan genre Noise Rock yaitu Dinosaur Jr. Band Sonic Youth sendiri dibentuk pada tahun 1981 oleh personil mereka yaitu Thurston Moore dan Kim Gordon, sebelum membentuk band tersebut tentunya kedua mereka berdua sudah cukup kenal sejak lama, dan sudah sering bermain musik bersama atau yang biasa disebut dengan Jamming sejak tahun 1977.

    Thurston Moore dan Kim Gordon sering sekali ikut tampil bersama beberapa band-band lain sebelum mereka berdua akhirnya menetapkan untuk membentuk sebuah band yang bernama Sonic Youth. Hingga suatu waktu bertambahlah personil dari Sonic Youth yang bernama Lee Ranaldo, Lee sendiri direkrut oleh Thurston Moore yang terpukau melihat penampilannya ketika mereka sedang melihat perform dari Glenn Bianca, hingga akhirnya bergabunglah personil baru dari Sonic Youth yang melengkapi formasi dari band tersebut dan mereka pun memulai untuk perform di atas panggung. Sama halnya dengan permasalahan The Beatles, band Sonic Youth juga cukup kesulitan mencari personil yang bisa memainkan drum, dikarenakan sebelum hadirnya drummer Sonic Youth yaitu Richard Edson, para personil band ini sempat bermain drum secara bergantian dikarenakan belum menemukan drummer yang tepat untuk mengisi ketukkan untuk band Sonic Youth, hingga datanglah waktu dimana mereka menemukkan personil drummer yang cocok untuk mengisi musik Sonic Youth yaitu Richard Edson. Di tahun pertama terbentuknya band Sonic Youth mereka telah merilis album EP mereka yang bernama sama dengan band yang membuatnya yaitu Sonic Youth, setelah pada akhirnya mereka pun merilis full album di tahun 1983 yang berjuduk Confusion Is Sex.

    Setelah perjalanan panjang dari Sonic Youth yang hampir 10 tahun yaitu di tahun 1990, pada akhirnya band ini bergabung dengan major label yang cukup terdengar namanya di kalangan musisi pada saat itu yaitu DGC Records dan terbentuklah album yang ikonik dan menjadi salah satu album yang paling dinikmati oleh para penikmat musik hingga saat ini yaitu Goo. Goo direkam dan dirilis di tahun yang sama pada saat Sonic Youth menandatangani kontrak dengan DGC Records yaitu pada tahun 1990, bisa terlihat desain cover pada album ini terlihat seperti panel dalam sebuah komik, dan terdapat dua orang yang berposisi merangkul dan sedang merokok, desain album seperti ini juga dapat ditemui di beberapa cover album band-band punk seperti Black Flag, Total Jerks, dan Circle Jerks. nama Goo sendiri terinspirasi dari sebuah karakter film pendek pada tahun 1989 bertajuk Sir Drone.

    Source: https://linkstorage.linkfire.com/medialinks/images/314c1ba7-7d8f-4f01-9a00-fd383b7ef431/artwork-440×440.jpg

    Ilustrasi untuk cover album Sonic Youth ini dibuat oleh seniman serta saudara dari musisi yang bandnya cukup fenomenal, serta mengubah kultur musik pada masanya yaitu Raymond Pettibon, Pettibon adalah saudara dari gitaris dan frontman dari band Punk Rock akhir 70-an yaitu Greg Ginn dari Black Flag. Pettibon melukis cover album Goo dengan pose yang terinspirasi dari foto surat kabar Maureen Hindley and David Smith yang dimana mereka terporet sedang merokok dan merangkul, dan isi dari surat kabar tersebut berisikan tentang kasus yang dialami oleh kedua orang tersebut. Raymond Pettibon sendiri adalah seorang seniman yang dikenal dengan karyanya yang khas menggunakan tinta india, dan karyanya sangatlah disukai oleh Kim Gordon yang pada akhirnya ditetapkanlah seniman tersebut untuk membuat desain cover album perdana dari Sonic Youth semenjak bergabung pada major label.

    Album ini juga membawa nama Sonic Youth semakin dikenal oleh banyak orang, dan pada akhirnya setahun kemudian di tahun 1991 band ini mengadakan tour bersama band yang juga menginfluence banyak musisi dan sempat menjadi kontroversi karena personil mereka itu sendiri yaitu Nirvana. Hingga pada hari ini dapat kita lihat baik di tempat penjualan kaset dan vinyl album para musisi-musisi ternama, sampai ke merchandise band-band luar, bisa dipastikan sudah pasti ada selipan dari album Goo yang desain covernya sangat ikonik ini, dan tak jarang pula adanya restock dikarenakan sering terjual habis dan masih laku di pasaran hingga hari ini.

    Source: https://www.turntablelab.com/cdn/shop/products/sonicyouth-goo_22b1b816-9c6b-432d-9ce6-153501bef3a0_1000x1000.jpg

    Dapat terlihat bahwa betapa berpengaruhnya cover album bagi musisi bahkan yang sudah melegenda sekalipun, dan untuk musisi dalam negri tentunya yaitu dari sang legenda hidup yang lagunya sering kali kita dengarkan di jalanan serta di tempat-tempat nongkrong yaitu Iwan Fals, siapa yang tidak tahu Iwan Fals? Cukup banyak single dari Iwan Fals yang tidak mungkin kita tidak ketahui, sejauh ini Iwan Fals sudah mengeluarkan single yang terbilang sangat banyak, serta album-album yang selalu memorable bagi para pendengarnya. Musisi yang memiliki nama fanbase OI atau yang biasa kita kenal dengan Orang Indonesia yang berasal dari referensi yayasan yang milik sang musisi itu sendiri yaitu Yayasan Orang Indonesia dan saat ini fanbase tersebut telah menjadi Organisasi Masyarakat (Ormas) yang cukup sering melakukan kegiatan-kegiatan sosial bagi masyarakat luas. Iwan Fals sendiri sudah menjadi musisi semenjak di bangku pendidikan, bahkan salah satu dosen dari Institut Kesenian Jakarta yaitu Mas Aji berkata bahwa Iwan Fals sudah sering mengamen ketika di masa perkuliahannya. Institut Kesenian Jakarta adalah tempat dimana Iwan Fals menuntut ilmu seninya, walaupun tidak bertahan lama, namun namanya tetap harum bagi universitas tersebut.

    Dari sekian banyak album-album yang tercipta oleh sang musisi legenda, tentu saja ada album yang sangat berpengaruh serta album yang menjadi pengubah hidup bagi banyak musisi lainnya, dapat terlihat dari karya Iwan Fals yang bertajuk album Belum Ada Judul yang dibuat pada tahun 1992, banyak penggemar dan musisi menganggap bahwa album ini adalah album terbaik karena dengan kesederhanaan dan hati terbentuklah album yang melegenda ini. Album ini dibuat secara live dengan Iwan Fals yang menyanyikannya hanya dengan instrumen gitar serta harmonika yang direkam tanpa iringan musik lain dan backing vokal, ditambah dengan cover album yang sangat menggambarkan sebuah kesederhanaan dari sang musisi yaitu potret wajah Iwan Fals yang digadang-gadang pada masa itu sangatlah mirip dengan musisi legendaris luar negri Lionel Richie. Penamaan dari album ini pun diambil dari track pertama yaitu Belum Ada Judul yang semakin menggambarkan tentang kesederhanaan. Cover album ini juga mengusung tema fotografi yang dimana memperlihatkan wajah Iwan Fals dengan rambutnya yang masih gondrong dan kumisnya yang tebal, serta menggunakan teknik pengambilan cahaya Low Key, yang membuat kesan album ini semakin terlihat.

    Source: https://www.iwanfals.co.id/images/album/21.jpg

    Tentu saja masih banyak sekali album-album yang sangat berpengaruh dan berperan penting bagi kehidupan para musisi-musisi lokal dan internasional, contohnya Sore dengan Centralismo, Green Day dengan Dookie, Joy Division dengan album Unknown Pleasure, hingga ke Metallica dengan albumnya yaitu Master Of Puppets. Tidak dapat dipungkiri bahwa betapa berartinya cover album yang menjadikan identitas dari para musisi yang ada, cover album itu jugalah yang membuat musisi tersebut menjadi lebih dikenal dan dikenang, serta ikut merubah kehidupan dari para musisi.

    -Samuel Andreu (2024)

    REFERENSI:

  • Musik dalam Kehidupan Orang Jepang: Perasaan dan Realita dalam Lagu Jepang Populer

    Musik di zaman sekarang sudah menjadi bagian dari hidup seorang individu dalam keseharian nya. Terutama pada anak-anak generasi muda atau Gen Z, mereka menganggap bahwa lagu merupakan hal penting sebab dengan musik bagi mereka merupakan bagian penting dari identitas diri mereka, entah itu untuk mengekspresikan perasaan nya atau untuk menyuarakan suatu isu yang sedang hangat di perbincangkan (isu sosial).

    Pengertian musik itu sendiri menurut Jamalus dalam Panduan Pengajaran buku Pengajaran Musik melalui Pengalaman Musik (1988), musik adalah bentuk suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu, dan ekspresi sebagai satu kesatuan.

    Musik ini tidak hanya di gunakan sebagai suatu hiburan saja, melainkan sebagai cara seorang individu menyalurkan emosi, cerita atau pesan tertentu. Para pembuat atau penyanyi lagu ini menyalurkan emosi mereka dalam bentuk seni yang bertujuan agar orang lain atau khalayak ramai dapat menikmati dan merasakan apa yang mereka ingin sampaikan dalam bentuk sebuah alunan elemen-elemen lirik, melodi dan sebuah dinamika.

    Musik berkembang dengan sangat cepat seiring dengan perkembangan zaman, banyak genre musik juga sekarang sudah melebur batasan genre sebab anak zaman sekarang sudah banyak sekali mencoba banyak eksperimen menciptakan berbagai hal baru dalam bidang musik.

    Salah satu faktor yang membuat musik makin terkenal adalah dengan adanya promosi melalui media sosial. Media sosial memainkan peran sangat penting dalam penyebaran nya, bisa di bilang bahwa meskipun seseorang tidak mengetahui arti dari bahasa yang ada di lagu itu, selama lagu itu terasa enak di dengar maka orang yang mendengarnya akan tetap menyukainya. Hal ini sama seperti jepang dengan Jpop nya.

    Musik di jepang sudah sangat terkenal di mancanegara, siapa yang tidak tau lagu jepang? Seperti Summertime dari Cinnamons x Evening Cinema, Idol dari Yoasobi, Baby you dari Yuka dan masih banyak lagi lagu-lagu viral yang pastinya kalian tau kalau itu berasal dari negara jepang.

    Jepang merupakan negara yang sangat aktif dalam menciptakan berbagai lagu-lagu yang populer, semenjak dahulu seperti lagu Kokoro No Tomo dari Mayumi Itsuwa, Mayonaka No Door dari Miki Matsubara dan First Love dari Utada Hikaru, meskipun lawas tapi tetap di kenal sampai saat ini.

    Musik yang di nyanyikan oleh penyanyi di jepang memiliki ciri khas suara yang lebih tinggi dan logatnya juga khas, hal ini menjadi daya tarik tersendiri untuk industri musik jepang.

    Namun, selain dari lagu-lagunya jepang juga terkenal sebagai negara dengan tingkat depresi nya tinggi. Setiap tahun banyak sekali masyarakat nya yang memutuskan untuk mengakhiri dirinya di karenakan berbagai faktor dan mental health mereka akibat stress tekanan pekerjaan yang berat.

    Sebagian besar dari mereka tidak tau cara mengungkapkan perasaan mereka, mereka juga memilih menahan apapun yang mereka rasakan sendiri hingga pada akhirnya daripada terus terusan merasakan hal itu mereka memilih bunuh diri.

    Oleh karena itu banyak penyanyi atau pembuat lagu jepang terinspirasi dari keadaan yang mereka alami atau lingkungan nya yang pada saat itu tidak baik. Mereka membuat suatu karya seni berupa musik untuk mencurahkan keluh kesah nya mengenai keadaan yang mereka alami.

    Berikut 3 lagu jepang yang mengungkapkan perasaan / keluh kesah orang jepang mengenai kehidupannya:

    1.「酔いどれ知らず」• Kanaria feat.GUMI
    Yoidore Shirazu atau dalam bahasa indonesia berarti Pemabuk yang Tidak Sadar. Lagu ini terdengar melankolis nan misterius dengan suara AI yang sangat kuat. Lagu ini di unggah ke kanal youtube 2 Mei 2022 dan telah di tonton 48 juta kali.

    夢が覚めた」 「酔いどれ知らず」「争いごとは夜が明けるまで」「くたびれては酷く見える」「 一千の声は声が枯れるまで

    「yume ga sameta」 「yoidore shirazu」「arasoigoto wa yoru ga akeru made」「kutabirete wa hidoku mieru」「 issen no koe wa koe ga kareru made」

    Yang memiliki arti “Saya terbangun sebagai pemabuk yang tidak sadar. Semua pertengkaran ini berlangsung hingga fajar tiba. Lelah, kita semua terlihat mengerikan. Hingga ribuan suara menjadi serak.”

    Dan bait pada lirik ini.

    いっかの幸せきっと晴れないで」 「あなたのそばに耳を貸す時まで」「屈する態度で 言葉さえなくて」「心を染めて

    「ikka no shiawase kitto harenaide」 「anata no soba ni mimi o kasu toki made」「kussuru taido de kotoba sae nakute」「kokoro o somete」

    Artinya Tolong jangan biarkan kebahagiaan sesaat ini hilang. Sampai aku bisa mendengarkan di sisimu. Aku menyerah padamu, tapi kamu bahkan tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Dan hatiku diwarnai


    Lagu ini sangat mengacu pada perasaan mabuk dan berpaling dari kenyataan dan hanya mencari kebahagiaan yang nyaman. Sebab seperti yang kita tau orang jepang sangat sering mabuk untuk melepaskan perasaan yang mengganjal dalam hatinya, saking mabuknya terkadang mereka bisa kehilangan kendali.

    Kalau berwisata di jepang tak jarang wisatawan akan melihat orang jepang dengan pakaian kerja nya yang sempoyongan mabuk berjalan di pinggir jalan, entah mereka terlihat pasif atau agresif. Pasif biasanya mereka hanya akan berjalan tanpa menganggu orang lain, kalau agresif biasanya mereka berteriak-teriak mengeluhkan tentang hidupnya.

    Meskipun begitu orang-orang di sana tampaknya sudah terbiasa dan tidak memperdulikan para orang mabuk itu dan memilih mengurusi hidupnya masing-masing.

    Kurang lebih itulah gambaran yang ingin di beritahu dari lirik lagu Yoidore Shirazu ini, gambaran keras orang mabuk yang tidak mengigat apa apa akibat sesuatu tekanan yang ia rasakan.


    2. 「うっせぇわ」• Ado
    Usseewa‘ berasal dari kata ‘Urusai‘ yang berarti ‘Diamlah’ atau menyuruh orang diam dalam bahasa jepang, namun Usseewa memiliki makna menyuruh orang diam secara kasar. Lagu ini unggah ke kanal youtube 23 Oktober 2020 dan telah di tonton 353 juta kali. Lagu ini juga di nyanyikan dengan penuh emosi dari penyanyi nya yaitu Ado seakan dia meluapkan perasaan nya yang terdalam dan terbawa emosi dari lirik yang ia nyanyikan.


    つっても私模範人間」「ったりするのはノーセンキュー」「だったら言葉の銃口をその頭に突きつけて撃てば

    「Tsutte mo watashi mohan ningen」「殴Naguttari suru no wa noo senkyuu」「Dattara kotoba no juukou wo sono atama ni tsukitsukete uteba」

    Artinya Ya, aku adalah teladan yang baik “Tidak, terima kasih” untuk memukul. Kalau begitu, bagaimana kalau aku menembakkan kata-kata itu ke kepalamu?

    Dan juga ada bait dari lirik ini.

    クソだりぃな」「酒が空いたグラスあれば直ぐに注ぎなさい」「皆がつまみ易いように串外しなさい」「会計や注文は先陣を切る」「不文律最低限のマナーです

    「Kuso dari na」「Sake ga aita gurasu areba sugu ni sosoginasai」「Minna ga tsumami yasui you ni kushi hazushinasai」「Kaikei ya chuumon wa senjin wo kiru」「Fubun ritsu saiteigen no manner desu」

    Artinya Dasar sialan. Langsung tuangkan minuman sake jika ada gelas yang kosong. Lepaskan tusuk sate agar semua orang dapat mudah memakannya. Lakukan pemesanan dan pembayaran terlebih dulu. Itulah aturan sopan santun tak tertulis yang minimal.


    Lagu ini terdapat berberapa pernafsiran tergantung dari mana sudut pandang lirik bagian mana yang ingin di bahas, namun yang paling mencolok adalah dari terdapat situasi sosial di masyarakat Jepang dimana generasi muda semakin tidak puas dengan generasi tua.

    Setiap zaman pasti memiliki situasi sosial yang berbeda, sebagai contoh umum nya Generasi Milenial dengan Generasi Z. Generasi milenial sering menganggap bahwa Generasi z merupakan generasi yang lemah sebab mereka sering mengeluh, padahal di generasi mereka mengeluh tanda orang itu bermental lembek yang menghambat berbagai hal.

    Tapi Generasi z merasa bahwa memang tuntutan kehidupan mereka kedepan lebih berat makanya mereka mengeluhkan hal itu dan Generasi milenial tidak memandang bahwa setiap generasi berganti maka tantangan standar tantangan yang di hadapi / di rasakan pun akan berbeda.

    Ado mewakili perasaan generasi muda yang tidak memiliki hal sepaham dengan generasi yang lebih tua mengenai berberapa isu sosial di jepang.

    3. 「LOSER」• Kenshi Yonezu
    ‘loser’ atau dalam bahasa indonesia berarti ‘Pecundang’ Karya ini dirilis sebagai single pada bulan September 2016, dan juga dimasukkan dalam album “BOOTLEG” yang dirilis pada tahun 2017 dan telah di tonton 340 juta kali di kanal youtube. Lagu dengan irama yang lebih bersemangat dan tidak menunjukan nada melankolis sama sekali.


    アイムアルーザー なんもないならどうなったっていいだろう」「うだうだして フラフラしていちゃ 今に 灰 左様なら」「アイムアルーザー きっといつかって願うまま」「進め ロスタイムのそのまた奥へ行け

    「Aimu a ruuzaa nanimo nai nara dou nattatte ii darou」「Udauda shite furafura shiteicha ima ni hai sayonara」「Aimu a ruuzaa kitto itsuka tte negau mama」「Susume rosutaimu no sono mata oku e ike」

    Artinya Aku adalah pecundang, ku tak punya apapun, jadi mau bagaimana lagi. Menggumam terus menerus tanpa tau apa yang kulakukan, ya selamat tinggal. Aku adalah pecundang, sambil berharap ‘tolong suatu hari’. Maju terus, maju terus hingga melewati batas akhir waktu.

    ああだのこうだの知ったもんか幸先の空は悪天候」「ほら窓から覗いた摩天楼 からすりゃ塵のようイアンもカートも昔の人よ中指立ててもしょうがないの 今勝ち上がるためのお勉強 朗らかな表情

    「Aa da no kou da no shitta mon ka saisaki no sora wa akutenkou」「Hora mado kara nozoita matenrou kara surya chiri no you Ian mo kaato mo mukashi no hito yo nakayubi tatetemo shou ga nai no」

    Artinya Ahh, ku tak peduli dengan ini itu, langit pun mendung karenanya. Lihat, bahkan dari jendela tampak pencakar langit yang banyaknya seperti debu. Ian, Kurt, semuanya dari jaman dulu: Mengacungkan jari tengah tidak akan mengubah apapun.

    Ada nama Ian dan Kurt, sebenarnya siapa mereka? Kenapa tercantum di lirik lagunya Kenshi Yonezu?

    Ian adalah Ian Curtis yang aktif sebagai vokalis Joy Division , dan Kurt adalah Kurt Cobain yang terkenal sebagai vokalis Nirvana.

    Untuk sekedar informasi mereka berdua telah tewas bunuh diri di usia muda yaitu sekitar 20an. Ian di usia 23 dan Kurt di usia 27 tahun. Penyebab utama tewasnya mereka karena adanya penyakit mental yang mereka alami.

    Ya, Kenshi Yonezu juga memiliki penyakit autisme dan juga depresi di masa lalunya. Jadi, menyebut Ian dan Kurt di lagunya merupakan salah satu bentuk empati terhadap keputusasaan Iam dan Kurt dalam memilih jalan bunuh diri nya.

    Padahal masih ada cara lain untuk tetap bangkit dan tidak menyerah atas keadaan yang memojokkan nya, namun kembali lagi kepada kepribadian individu masing-masing tentang bagaimana orang bisa menerima atau menyikapi masalah yang dia hadapi.

    Alias, tidak semua orang kuat menerima realita yang akan dia hadapi dan tau apa yang harus dia lakukan untuk menghadapi masalah tersebut.


    Lagu tersebut menggambarkan perasaan rendah diri dan mentalitas pecundang yang dirasakan Yonezu terhadap dirinya sendiri, namun juga sikapnya yang berusaha maju seperti seorang pecundang dibandingkan berpuas diri menjadi pecundang, serta pesan penyemangat bagi mereka yang merasakan hal yang sama.

    Sebenarnya lagu ini lebih di tujukan pada diri Kenshi Yonezu itu sendiri, mengenai perasaan nya bahwa dia merasa pecundang. Namun lagu ini juga bisa bagi siapapun yang merasa senasib atau memiliki situasi yang sama dengan yang di alami penyanyi nya.

    Terkadang seseorang pernah di posisi terendah dan saking rendahnya merasa bahwa dia tidak bisa melakukan apapun tapi percayalah selama berusaha dan tetap maju semuanya pasti akan baik-baik saja, jadi jangan pernah menyerah dengan apapun rintangan yang menghalangi.

    Capek boleh, nyerah jangan.


    Ketiga lagu ini menggambarkan realita sosial dan emosi manusia yang mendalam, lagu ini secara sadar tak sadar di buat untuk menyadarkan bahwa bertapa keras nya realita hidup dan penting nya validasi perasaan seseorang yang berhak mendapatkan suatu dukungan nya.

    Melalui musik kita bisa tau bahwa banyak cara seseorang untuk mengungkapkan perasaan nya, bisa dari membuat / menyanyikan suatu lagu, bisa juga hanya sebagai pendengarnya saja. Ini menunjukan bahwa Seni merupakan jembatan untuk memahami suatu karakter manusia melalui apa yang dia buat atau dia tulis.

    Lagu-lagu Jepang seperti Yoidore Shirazu, Usseewa, dan Loser adalah pengingat bahwa di balik setiap nada dan lirik terdapat cerita yang berharga, cerita tentang manusia yang mencoba menemukan makna dan tujuan dalam hidup mereka.


    Dengan demikian bisa di simpulkan bahwa setiap lagu ada makna nya tersendiri, meskipun alunan musiknya terkadang berkebalikan dengan makna lagu nya tetapi itu merupakan cara kreatif seorang penyanyi untuk menyampaikan atau memasarkan karya nya.


    —-
    Sumber:
    https://utaten.com/specialArticle/index/7493
    https://kozuehinatsu.com/ado-usseewa-review
    https://media.framu.world/media-considerations/963fe204-6f81-416e-abbd-f83ca021676d/

  • Mari Bedah Gaya Musik Bernadya

    Bernadya Ribka Jayakusuma (lahir 16 Maret 2004) merupakan penyanyi-penulis lagu asal Indonesia. Ia memulai karier bermusik pada 2016 dengan menjadi peserta The Voice Kids Indonesia musim pertama bergabung dalam tim Tulus. Pada 2018, bersama kakaknya, ia membentuk grup musik duo Celine & Nadya.

    Bernadya kemudian menjalankan karier sebagai solois di bawah naungan perusahaan rekaman Juni Records pada 2022 dan merilis singel solo debutnya berjudul “Apa Mungkin” yang menjadi hit di media sosial dan membawanya dinominasikan sebagai Pendatang Baru Terbaik-Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia 2023.

    Bernadya, dengan suara khas dan lirik yang menyentuh, telah berhasil memikat hati banyak pendengar. Gaya musiknya yang unik menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Mari kita bedah lebih dalam mengenai ciri khas musik yang dibawakan oleh penyanyi berbakat ini.

    Salah satu ciri khas musik Bernadya adalah perpaduan antara pop modern dengan sentuhan akustik yang hangat. Instrumen akustik seperti gitar dan piano seringkali menjadi fondasi lagu-lagunya, memberikan nuansa yang lebih intim dan personal. Perpaduan ini menghasilkan musik yang segar dan mudah didengar oleh berbagai kalangan.

    Lirik lagu-lagu Bernadya seringkali mengangkat tema-tema universal seperti cinta, kehilangan, dan pertumbuhan. Kata-katanya yang sederhana namun penuh makna mampu menyentuh hati pendengar dan membangkitkan berbagai emosi. Lirik yang jujur dan apa adanya membuat banyak orang merasa terhubung dengan musiknya.

    Musik Bernadya seringkali menghadirkan atmosfer yang melankolis. Nada-nada minor dan lirik yang penuh perasaan sedih menciptakan suasana yang mendalam dan membuat pendengar ikut larut dalam emosi yang disampaikan. Namun, di balik kesedihannya, musik Bernadya juga mengandung harapan dan semangat untuk terus maju.

    Pengaruh musik indie sangat terasa dalam karya-karya Bernadya. Musik indie dengan karakteristiknya yang lebih eksperimental dan bebas dari aturan-aturan mainstream memberikan ruang bagi Bernadya untuk mengeksplorasi berbagai gaya musik dan menciptakan suara yang unik. Seiring berjalannya waktu, gaya musik Bernadya terus berkembang. Ia tidak takut untuk mencoba hal-hal baru dan bereksperimen dengan berbagai genre. Meskipun begitu, identitas musiknya tetap terjaga dan mudah dikenali oleh para pendengar.

    Gaya musik Bernadya dapat dikatakan sebagai perpaduan yang harmonis antara pop modern, akustik, dan indie. Lirik yang menyentuh, atmosfer melankolis, serta suara khasnya menjadi ciri khas yang membedakannya dari penyanyi lainnya. Musiknya tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk mengejar mimpi dan menghadapi tantangan hidup.