Dalam era modern yang ditandai dengan perubahan gaya hidup yang sangat cepat, kebutuhan masyarakat perkotaan terhadap pola hidup sehat semakin meningkat. Tren gaya hidup back to nature, konsumsi pangan organik, dan upaya menciptakan ruang hijau di area terbatas menjadi semakin populer. Hal ini bukan hanya terjadi di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya, tetapi juga merambah ke berbagai wilayah urban lainnya yang menghadapi tantangan serupa: keterbatasan lahan, polusi udara, serta tingginya biaya hidup yang mendorong banyak orang untuk mulai memikirkan alternatif pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri.
Salah satu konsep yang menarik perhatian banyak kalangan adalah urban farming atau pertanian kota. Urban farming memadukan metode bertani tradisional dengan inovasi teknologi modern yang memungkinkan masyarakat memproduksi sayuran atau buah-buahan sendiri meskipun hanya memiliki ruang terbatas, seperti balkon apartemen, teras rumah, bahkan sudut dapur. Konsep ini diyakini mampu memberikan sejumlah manfaat penting, mulai dari penyediaan sumber pangan sehat, penghematan pengeluaran rumah tangga, hingga kontribusi pada pelestarian lingkungan melalui pengurangan jejak karbon distribusi bahan pangan.
Dari berbagai metode urban farming, hidroponik menjadi salah satu yang paling banyak diminati. Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Sebagai gantinya, akar tanaman mendapatkan nutrisi langsung dari larutan air yang telah dicampur dengan unsur hara esensial. Selain lebih hemat air, metode ini relatif bersih, tidak menimbulkan lumpur atau kotoran berlebih, dan proses perawatannya pun lebih sederhana dibanding pertanian konvensional. Keunggulan lain dari hidroponik adalah pertumbuhan tanaman yang relatif lebih cepat dan hasil panen yang bisa diprediksi lebih stabil.
Namun di balik segala kelebihannya, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat terutama kalangan pemula masih menemui berbagai hambatan saat ingin mencoba hidroponik. Berdasarkan survei kecil yang kami lakukan terhadap 50 responden yang terdiri dari ibu rumah tangga, mahasiswa, pekerja kantoran, dan peminat hobi berkebun, ditemukan beberapa persoalan utama. Pertama, banyak yang belum memahami cara kerja sistem hidroponik dan merasa informasi yang beredar di internet masih terpecah-pecah serta membingungkan. Kedua, harga perangkat hidroponik yang sudah siap rakit umumnya cukup mahal, berkisar antara Rp200.000–Rp400.000 per paket, sehingga belum terjangkau bagi sebagian calon pengguna yang sekadar ingin mencoba. Ketiga, ketiadaan layanan pendampingan atau panduan praktis sering membuat pembeli merasa ragu-ragu. Akibatnya, minat tinggi terhadap hidroponik belum sejalan dengan realisasi pembelian perangkat dan praktiknya di rumah.
Melihat celah inilah, Kami berinisiatif mengembangkan sebuah inovasi sederhana namun strategis bernama Kit Hidroponik Mini. Produk ini merupakan solusi hidroponik siap pakai yang dirancang secara khusus untuk pemula dengan harga yang lebih terjangkau, desain ringkas, dan disertai panduan instalasi langkah demi langkah. Harapannya, Kit Hidroponik Mini dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat luas untuk memulai kebiasaan bercocok tanam secara mandiri tanpa harus terbebani kerumitan teknis atau biaya tinggi.
Selain menjawab kebutuhan pasar, pengembangan Kit Hidroponik Mini juga selaras dengan semangat penguatan wirausaha muda berbasis inovasi. Saat ini, peluang wirausaha di sektor pertanian perkotaan dinilai sangat menjanjikan. Data dari Kementerian Pertanian menunjukkan tren pertumbuhan penjualan produk hidroponik rumah tangga terus naik sekitar 15% per tahun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi sayuran segar. Tidak hanya konsumen individu, lembaga pendidikan, komunitas urban farming, hingga kelompok UMKM kuliner pun mulai melirik hidroponik sebagai alternatif sumber pasokan sayuran yang lebih higienis dan stabil.
Bagi tim pengusul, pengembangan produk ini bukan hanya sekadar peluang bisnis, tetapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap perbaikan pola hidup masyarakat. Kami percaya bahwa keberhasilan inovasi kecil ini dapat mendorong banyak keluarga di perkotaan untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem urban farming yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kit Hidroponik Mini diharapkan menjadi salah satu contoh wirausaha berbasis teknologi tepat guna yang tidak hanya memberikan nilai ekonomis bagi pengusaha muda, tetapi juga memiliki dampak sosial dan lingkungan yang positif.
Dengan pertimbangan inilah, proposal ini disusun sebagai tahap awal pengembangan Kit Hidroponik Mini. Kami akan memaparkan latar belakang kebutuhan konsumen, spesifikasi produk, model bisnis, proyeksi keuangan, serta strategi pemasaran yang akan digunakan. Meskipun masih dalam tahap rancangan dan pengajuan pendanaan, tim memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program secara serius dan konsisten sesuai jadwal kegiatan. Melalui artikel ini, kami juga berharap bisa mendapatkan masukan konstruktif dari pembaca, dosen pembimbing, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan kewirausahaan berbasis inovasi teknologi pertanian.
Pada akhirnya, keberhasilan Kit Hidroponik Mini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus menggali potensi usaha kreatif yang menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Program ini juga menjadi wadah penguatan jiwa kewirausahaan, manajerial, dan kerja sama tim yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Hidroponik adalah metode budidaya tanaman tanpa tanah, yang memanfaatkan air dan nutrisi cair. Di kota besar seperti Bandung, banyak keluarga tinggal di rumah berukuran kecil atau apartemen, sehingga ruang tanam menjadi terbatas.
Menurut survei internal tim kami terhadap 50 responden (ibu rumah tangga, mahasiswa, pekerja muda), sekitar 78% mengaku ingin mencoba hidroponik, tetapi 65% di antaranya belum tahu bagaimana memulainya. Hal ini menunjukkan adanya celah pasar yang belum banyak diisi oleh produk yang benar-benar ramah pemula dan terjangkau.
Selain faktor pasar, hidroponik juga dipilih karena:
Lebih hemat air dibanding pertanian konvensional.
Bebas pestisida kimia (lebih sehat).
Prosesnya menarik dan edukatif bagi anak-anak.
Kit Hidroponik Mini yang kami tawarkan terdiri dari:
Nutrisi AB Mix 500 ml lengkap untuk pertumbuhan tanaman.
Bibit sayuran cepat panen seperti selada, kangkung, atau bayam merah.
Panduan cetak dan QR Code video tutorial yang bisa diakses kapan saja.
Kit dikemas dalam dus kardus berlabel dengan desain sederhana dan aman untuk pengiriman jarak jauh.
Produk ini memiliki beberapa kelebihan:
Mudah dirakit bahkan oleh pengguna tanpa pengalaman.
Biaya lebih rendah dibanding membeli komponen satu per satu.
Desain vertikal sehingga hemat tempat.
Reusable—rangka dan netpot bisa dipakai berulang kali.
Terdapat layanan garansi penggantian komponen cacat.
Harga yang direncanakan Rp150.000 per kit, jauh lebih murah dibanding produk sejenis yang rata-rata Rp200.000–250.000.
Target pasar utama kami:
Ibu rumah tangga yang ingin menanam sayuran untuk konsumsi sendiri.
Mahasiswa atau pekerja urban yang ingin aktivitas produktif di waktu luang.
Pemula yang ingin mencoba hidroponik dengan risiko minim.
Sekolah atau komunitas yang membutuhkan media edukasi.
Survei juga menunjukkan 82% responden tertarik membeli jika ada pendampingan tutorial dan harga terjangkau.
Model bisnis:
Penjualan melalui marketplace (Shopee, Tokopedia).
Promosi melalui Instagram dan TikTok (konten video pendek, testimoni).
Bazar kampus dan event komunitas.
Program reseller bagi mahasiswa wirausaha.
Strategi promosi:
Soft launching di media sosial pada Juli 2025.
Konten edukasi cara merakit dan testimoni pengguna.
Diskon pembelian awal.
Analisis Ekonomi dan Keuangan
Proyeksi Penjualan
Tahun
Target Kit Terjual
Pendapatan (Rp)
Biaya Produksi (Rp)
Laba Bersih (Rp)
1
100 kit
15.000.000
8.500.000
6.500.000
2
130 kit
20.000.000
11.000.000
9.000.000
3
180 kit
27.000.000
15.000.000
12.000.000
ROI tahun pertama di atas 70%, menunjukkan usaha ini layak dan berpotensi berkembang.
Cash flow direncanakan positif mulai bulan ketiga penjualan.
Dalam 3 tahun ke depan, kami menargetkan: 1. Penambahan varian kit (paket lengkap dengan tanaman tumbuh). 2. Sistem pembelian langganan nutrisi bulanan. 3. Kerja sama dengan toko perkakas dan supermarket lokal. 4. Pelatihan online untuk reseller dan konsumen.
Program ini bukan hanya bisnis semata, tetapi diharapkan dapat memberi dampak positif: 1. Meningkatkan kemandirian pangan keluarga. 2. Menurunkan emisi karbon transportasi bahan pangan. 3. Menginspirasi kebiasaan ramah lingkungan sejak usia dini. 4. Menjadi peluang wirausaha baru bagi generasi muda.
Kit Hidroponik Mini lahir dari kegelisahan kami melihat banyak orang ingin bercocok tanam tapi terhalang keterbatasan pengetahuan dan biaya. Melalui PKM-K, kami berharap dapat menjadi pionir solusi hidroponik rumahan yang praktis, terjangkau, dan edukatif.
Saat ini proposal sedang dalam tahap pengajuan pendanaan. Kami menyadari masih banyak yang harus disempurnakan, baik dari sisi desain, distribusi, maupun promosi. Namun, optimisme kami besar karena potensi pasarnya sangat luas.
Jika Anda tertarik untuk berdiskusi, mendukung, atau menjadi mitra kolaborasi, jangan ragu menghubungi kami melalui email yang tertera di atas. Kami sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama, baik dalam bentuk pengembangan produk, distribusi, riset bersama, maupun penyelenggaraan workshop edukasi seputar hidroponik. Kami percaya, kolaborasi dengan pihak lain baik itu individu, komunitas, lembaga pendidikan, maupun pelaku usaha akan memperkuat ekosistem urban farming di Indonesia secara lebih cepat dan lebih solid.
Bersama-sama, kita bisa memulai gerakan urban farming skala rumah tangga yang bukan hanya memberi dampak positif bagi kesehatan keluarga dan ketahanan pangan lokal, tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan pada rantai distribusi panjang yang sering kali tidak efisien. Kami optimis, langkah kecil seperti memperkenalkan Kit Hidroponik Mini dapat menjadi titik awal perubahan pola pikir masyarakat kota dalam memandang pentingnya kemandirian pangan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini hingga tuntas. Semoga ulasan yang kami sajikan bisa menjadi inspirasi bagi rekan-rekan mahasiswa, penggiat kewirausahaan, dan masyarakat umum yang ingin memulai usaha kecil berbasis keberlanjutan. Dukungan, saran, dan kritik konstruktif dari berbagai pihak akan menjadi bekal berharga agar program ini semakin matang dan memberi manfaat lebih luas.
Jika Anda memiliki ide, pertanyaan, atau sekadar ingin berbagi pengalaman seputar hidroponik, jangan ragu untuk menghubungi kami. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hijau, lebih mandiri, dan lebih sehat dimulai dari ruang kecil di rumah kita sendiri.
Referensi
Kim, C. dan Goldsmith, P. 2021. The Economics of the Soy Kit as an Appropriate Household Technology for Food Entrepreneurs. Food and Nutrition Bulletin.
Cojoianu, T.F., Hoepner, A.G.F., dan Hu, X. 2023. Are Cities Venturing Green? A Global Analysis of the Impact of Green Entrepreneurship on City Air Pollution. Small Business Economics.
Nabila Ramadhian. 2022. Mengenal Rockwool dan Manfaatnya untuk Metode Hidroponik. Kompas.com.
Silvia Estefina S. 2023. Cara Menanam Tanaman Hidroponik dengan Rockwool Bagi Pemula. Liputan6.com.
Pernah gak sih kalian ngalamin momen awkward ketika lagi laper banget, mau beli makanan di kantin atau gerobak depan kampus, tapi ternyata… gak bawa cash? Eh tapi untungnya, kita hidup di zaman yang serba digital, jadi tinggal scan QR code aja dan cling! Kantong plastik makanannya udah disodorin ke kita. Familiar banget kan sama situasi kayak gini?
Sebagai anak kampus yang hidupnya gak jauh-jauh dari e-wallet dan promo cashback, aku ngerasa QRIS udah kayak penyelamat sejati. Bayangin deh, dari mulai pedagang kaki lima, laundry, sampai warung kecil deket rumah, semuanya sekarang udah pakai QRIS. Bahkan yang cuma jualan minuman es teh pinggir jalan juga udah punya QR code yang dilaminating dan ditempel di stand-nya.
Tapi pernah gak sih kalian mikir, kenapa QRIS bisa seheboh ini dan gimana hubungannya sama digital marketing? Nah, di artikel ini aku ngajakin kalian buat bahas bareng-bareng kenapa QRIS bukan cuma sekadar metode pembayaran, tapi juga punya peran penting dalam strategi pemasaran digital, khususnya buat UMKM.
Apa Itu QRIS, dan Kenapa Penting?
Sebelum kita nyebur lebih dalam ke pembahasan soal strategi digital marketing, yuk kita mulai dulu dari dasar-dasarnya. Kenalan dulu nih sama si QRIS yang sebenernya udah sering kita lihat di mana-mana, tapi mungkin masih banyak juga yang belum tahu detailnya. Jadi, QRIS itu adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Namanya agak panjang emang, tapi gampang kok dijelasin. QRIS ini merupakan sistem kode QR nasional yang dirancang dan dikembangkan langsung oleh Bank Indonesia bareng Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia alias ASPI.
Tujuan utama QRIS itu sebenarnya sederhana banget, tapi dampaknya gede. Mereka pengen nyatuin semua sistem pembayaran digital yang sebelumnya terpisah-pisah dan bikin ribet. Dulu tuh, tiap merchant kadang cuma nerima satu jenis e-wallet, misalnya cuma GoPay doang atau cuma bisa Dana, jadi pembeli yang gak punya aplikasi itu jadi repot sendiri. Tapi sekarang, berkat QRIS, semuanya udah terintegrasi dalam satu kode QR yang bisa diakses dari aplikasi mana aja.
Dengan QRIS, kita gak perlu lagi bingung soal metode pembayaran. Cukup satu kode QR, dan kita bisa bayar dari berbagai aplikasi keuangan digital yang udah kita install di HP. Mulai dari aplikasi e-wallet kayak OVO, GoPay, Dana, ShopeePay, sampai layanan m-banking yang kekinian kayak Wondr by BNI atau blu by BCA Digital, semuanya bisa connect ke QRIS tanpa ribet. Jadi, gak perlu lagi nanya-nanya dulu, “Ini bisa pakai OVO gak ya?” atau “Cuma GoPay aja nih, kak?” Karena jawabannya hampir pasti QRIS bisa semua. Sesimpel itu.
Yang bikin makin enak, proses penggunaannya juga gampang banget. Bahkan sekarang udah banyak aplikasi yang gak butuh input PIN lagi buat transaksi nominal kecil, biasanya di bawah Rp50.000 sampai Rp100.000, bisa kita atur di pengaturan aplikasinya. Kita tinggal buka aplikasinya, cari ikon scan QR, arahkan kamera ke kode yang ditempel di kasir atau gerobak, masukin nominal sesuai harga, dan… selesai deh! Tinggal tunjukin bukti transfer ke penjualnya, dan transaksinya sah. Bener-bener cocok buat kita yang males ribet dan pengen semuanya serba cepat dan efisien.
Sebagai mahasiswa yang hampir tiap hari beli sesuatu, mulai dari jajan aci-acian, ngeprint tugas, sampai bayar laundry, QRIS ini ngebantu banget. Kita gak perlu bawa uang tunai, gak usah repot nyari kembalian, dan pastinya gak panik pas sadar dompet ketinggalan. Selama HP kita ada baterai dan sinyal, gak ada halangan buat jajan!
QRIS sebagai Alat Digital Marketing? Emang Bisa?
Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang menarik. QRIS tuh ternyata gak cuma sekadar alat pembayaran, tapi bisa juga jadi bagian dari strategi digital marketing. Kok bisa?
1. Meningkatkan Customer Experience
QRIS bikin proses transaksi jadi cepet, mudah, dan minim sentuhan. Ini penting banget, apalagi sejak pandemi COVID-19 kemarin, masyarakat makin sadar sama pentingnya transaksi non-tunai dan contactless. Ketika pelanggan ngerasa dimudahin dalam pembayaran, mereka cenderung punya kesan positif dan kemungkinan buat balik lagi juga makin besar.
2. Meningkatkan Daya Tarik Usaha
Banyak banget usaha kecil yang awalnya cuma nerima cash, sekarang jadi keliatan lebih “kekinian” dan up-to-date gara-gara udah pake QRIS. Dulu mungkin kita ngeliat warung nasi uduk atau abang cilok cuma nerima uang lembaran, tapi sekarang? Tinggal tempel kode QR di gerobak, dan langsung naik level jadi usaha digital-friendly. Bahkan kadang, kita sendiri suka kaget: “Eh seriusan basmut udah bisa QRIS sekarang? Gila sih, makin gampang jajan.”
Hal ini tuh bukan cuma soal gaya doang, tapi juga soal kenyamanan dan kebiasaan baru kita sebagai pembeli. Karena jujur aja, sekarang banyak orang, termasuk kita-kita yang hidupnya gak bisa lepas dari HP, bahkan udah mulai filter tempat jajan atau tempat makan dari metode pembayarannya. Kadang bukan soal rasa atau harga, tapi soal “Bisa QRIS gak nih?” Dan percayalah, ini beneran kejadian.
Pernah gak sih kalian denger cerita temen yang udah ngiler pengen beli makanan, tapi akhirnya batal karena tempatnya gak nyediain QRIS? Udah antre, udah nentuin menu, eh pas mau bayar malah zonk karena cuma bisa cash. Langsung batal dan pindah ke tempat lain yang bisa scan-scan, atau nyari atm dulu karena sayang udah ngantri lama. Situasi kayak gini udah sering banget kejadian, dan tanpa sadar, QRIS itu udah jadi semacam deal breaker buat sebagian besar orang, terutama generasi digital-native kayak mahasiswa, pekerja kantoran, bahkan ibu-ibu muda yang doyan cashless.
Dan dari sudut pandang pelaku usaha, ini sebenernya peluang emas. Bayangin deh, dengan cuma nyediain satu metode pembayaran tambahan, mereka bisa menarik segmen pasar yang lebih luas dan lebih loyal. Anak-anak muda zaman sekarang cenderung cari yang gampang dan praktis, jadi kalau usahanya udah mendukung QRIS, otomatis lebih dilirik. Gak heran sekarang makin banyak UMKM yang mulai melek digital bukan karena ikut-ikutan tren, tapi karena mereka sadar kalau mereka gak ikut berubah, bisa-bisa ditinggal pelanggan.
Belum lagi, QRIS juga bikin proses transaksi jadi lebih cepat dan minim salah paham. Gak ada lagi drama kembalian kurang, uang sobek, atau “waduh Mbak, gak ada receh ya?” Semua bisa kelar dalam hitungan detik. Dan itu artinya, pembeli puas, penjual juga kerja lebih efisien. Win-win banget.
3. Promosi Lewat Diskon dan Cashback
Banyak merchant yang kerja sama sama platform e-wallet buat ngadain promo khusus kalau bayar pake QRIS. Diskon 30% lah, cashback 10 ribu, dan lain-lain. Ini jelas banget ngaruh ke keputusan pembelian konsumen. Siapa sih yang gak tergoda sama promo?
Nah, diskon-diskon ini sebenarnya adalah bagian dari strategi digital marketing juga. Tujuannya buat menarik pelanggan baru sekaligus ningkatin loyalitas pelanggan lama. Dengan QRIS sebagai media transaksinya, promonya jadi lebih tepat sasaran dan gampang dilacak.
4. Mempermudah Pelacakan Data dan Analisis Pasar
Kalau usaha kecil mulai menggunakan QRIS, mereka secara gak langsung juga mulai mengumpulkan data transaksi. Berapa penghasilan per hari, produk mana yang paling laku, jam sibuk pelanggan, dan sebagainya. Data ini bisa banget dimanfaatin buat ngerancang strategi pemasaran berikutnya. Contohnya, bikin promo happy hour pas jam sepi, atau kasih diskon buat produk yang kurang laku.
Ini bagian yang jarang disadari, tapi justru sangat powerful buat pertumbuhan usaha.
QRIS dan UMKM
Di Indonesia, UMKM punya peran super penting dalam ekonomi nasional. Tapi sayangnya, gak semua UMKM punya akses ke teknologi dan strategi marketing yang canggih. Nah, di sinilah QRIS jadi game changer.
Dengan adanya QRIS, UMKM bisa naik kelas. Gak perlu bayar orang, aplikasi khusus, atau mesin EDC mahal. Cukup tempel kode QR, dan selesai! Mereka sudah terhubung ke dunia digital. Dengan begitu, peluang mereka buat dapet pelanggan baru juga jadi lebih luas.
Di sisi lain, QRIS juga punya efek edukatif buat pelaku UMKM. Banyak dari mereka yang awalnya gaptek, jadi pelan-pelan belajar melek teknologi karena tuntutan pasar. Kadang dari sekadar pengen jualan lebih laku, lama-lama mereka ngerti pentingnya digitalisasi.
Beberapa komunitas UMKM dan program KKN mahasiswa bahkan udah mulai ngadain pelatihan cara pakai QRIS, cara promosi digital, dan ngatur keuangan pakai aplikasi. Ini nunjukin kalau QRIS bisa jadi pintu masuk ke hal-hal besar lain di dunia usaha. Teknologi yang kelihatannya sepele ternyata bisa ngubah mindset dan cara kerja pelaku usaha kecil.
Kesimpulan
QRIS emang kecil bentuknya, cuma selembar kode yang ditempel di gerobak atau kasir. Tapi dampaknya? Gede banget. Dari sekadar metode pembayaran, QRIS bisa bantu pelaku usaha ningkatin pengalaman pelanggan, memperluas jangkauan pasar, dapetin data transaksi, bahkan masuk ke ranah digital marketing tanpa perlu ribet.
Buat kita para mahasiswa Gen Z, QRIS bukan cuma bikin hidup lebih gampang, tapi juga jadi contoh nyata gimana teknologi bisa bikin usaha kecil tetap relevan dan bersaing. Dan buat temen-temen yang punya cita-cita untuk bangun bisnis sendiri, yuk mulai mikir gimana QRIS dan digital marketing bisa jadi senjata utama kita nanti.
Jadi, lain kali pas beli cimin atau cuci mata di stand serba 10.000 pinggir jalan, jangan cuma mikir “enak gak ya?” Tapi juga coba lihat dari sisi pelaku usahanya. Dari situ kita makin sadar kalau digital markeeting sekarang gak cuma dipakai brand gede aja, tapi juga udah mulai jadi bagian penting buat usaha-usaha kecil buat berkembang dan dikenal lebih luas.
Daftar Referensi: QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Satu QR Code untuk semua Payment. Retrieved from Interactive QRIS: https://qris.interactive.co.id/homepage/
Setiap hari, kita hidup dalam kesibukan. Pagi-pagi terburu-buru berangkat kerja, kuliah, atau mengantar anak sekolah, semua serba cepat. Dalam situasi seperti ini, tak jarang kita mengalami kejadian yang membuat jengkel: barang penting tertinggal. Misalnya, kita baru menyadari bahwa dompet ketinggalan setelah tiba di halte, atau HP tertinggal di meja kamar saat sudah duduk di kendaraan. Hal sepele seperti ini bisa membuat seluruh jadwal harian menjadi kacau.
Fakta menunjukkan bahwa lupa membawa barang penting adalah hal yang sangat umum. Namun, anehnya, belum banyak teknologi praktis yang secara langsung menanggulangi masalah ini. Sebagian besar orang hanya mengandalkan checklist manual, aplikasi catatan, atau mengingatnya secara alami—dan tentu saja, itu tidak selalu berhasil. Dari sinilah ide EzRemind lahir.
EzRemind bukan sekadar alat, tapi solusi praktis berbasis teknologi untuk mengatasi masalah lupa membawa barang penting. Inovasi ini menggabungkan sistem sensor, pemrosesan cerdas, dan notifikasi real-time agar kamu tidak lagi mengalami momen panik karena lupa bawa dompet, HP, atau kunci.
EzRemind hadir dari keprihatinan atas masalah sehari-hari yang terus berulang dan mengganggu produktivitas. Lupa membawa barang bukan hanya membuat kita telat, tetapi juga bisa berdampak pada performa kerja, kuliah, hingga keamanan pribadi. Dalam era serba cepat dan digital ini, kita membutuhkan bantuan teknologi untuk mengatur hal-hal kecil namun penting. Itulah peran EzRemind sebagai alat pengingat otomatis berbasis teknologi modern yang menyatu dengan kehidupan kita sehari-hari.
Apa Itu EzRemind?
EzRemind adalah sebuah alat pengingat otomatis yang dapat memeriksa apakah barang-barang penting seperti HP, dompet, atau kunci telah terbawa saat seseorang hendak keluar rumah. Jika ada barang yang belum terbawa, maka EzRemind akan:
Membunyikan alarm peringatan (buzzer), dan
Mengirimkan pesan WhatsApp otomatis ke pengguna sebagai pengingat.
Dengan sistem ini, EzRemind membantu pengguna menyadari barang yang tertinggal sebelum benar-benar keluar dari rumah, bukan setelahnya.
Produk ini cocok ditempatkan di area pintu keluar rumah, pintu kamar kos, atau pintu apartemen. Pengguna hanya perlu menempelkan tag khusus ke barang-barang yang dianggap penting, lalu EzRemind akan memantau barang-barang tersebut secara otomatis.
Cara Kerja EzRemind
EzRemind bekerja dengan cara yang sangat sederhana. Barang penting seperti dompet, HP, atau kunci diberi penanda khusus. Ketika pintu dibuka, sistem EzRemind akan mengecek apakah barang-barang tersebut ikut terbawa. Jika salah satu barang tidak terdeteksi, maka sistem akan segera mengingatkan pengguna.
Peringatan diberikan dalam dua bentuk:
Suara alarm dari buzzer
Notifikasi WhatsApp yang dikirim otomatis ke HP pengguna
Sistem ini tidak membutuhkan aplikasi tambahan dan hanya perlu satu kali pengaturan awal. EzRemind dirancang untuk praktis, hemat energi, dan mudah dipasang di rumah, kamar kos, atau apartemen.
Teknologi yang Digunakan
EzRemind memanfaatkan berbagai teknologi yang saling terhubung dan bekerja otomatis, antara lain:
Sensor pintu untuk mendeteksi apakah pintu dibuka.
RFID/NFC untuk mengenali barang-barang penting.
Mikrokontroler (NodeMCU) sebagai otak sistem.
Koneksi WiFi agar alat bisa terhubung ke internet.
API pesan seperti CallMeBot untuk mengirimkan pesan ke WhatsApp.
Walaupun teknologi yang digunakan cukup canggih, EzRemind tetap mudah dirakit dan digunakan oleh siapa saja, bahkan oleh mahasiswa atau pelajar yang sedang belajar elektronika dasar dan pemrograman.
Manfaat Penggunaan EzRemind
EzRemind bukan hanya sekadar alat, tetapi solusi nyata untuk kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa manfaat yang bisa langsung dirasakan:
1. Mencegah Lupa Membawa Barang Penting
EzRemind secara otomatis memeriksa barang yang harus dibawa. Ini membantu pengguna menghindari kejadian tidak menyenangkan seperti lupa membawa HP, dompet, atau kunci motor.
2. Menghemat Waktu dan Energi
Dengan adanya sistem pengingat otomatis, pengguna tidak perlu kembali ke rumah hanya karena tertinggal satu barang. Hal ini sangat penting terutama saat waktu sedang sempit.
3. Mengurangi Stres dan Kepanikan
Lupa membawa barang penting bisa membuat hari menjadi berantakan. EzRemind membantu mengurangi risiko ini dengan cara yang praktis dan tepat waktu.
4. Membentuk Kebiasaan yang Lebih Tertib
Dengan menggunakan EzRemind, pengguna akan terbiasa mempersiapkan barang penting sebelum keluar rumah. Ini bisa membentuk kebiasaan hidup yang lebih terorganisir.
Siapa yang Cocok Menggunakan EzRemind?
EzRemind dirancang untuk semua kalangan. Namun, ada beberapa kelompok yang sangat cocok menggunakan alat ini:
Mahasiswa yang sering terburu-buru berangkat ke kampus
Pekerja yang memiliki jadwal padat dan tidak boleh telat
Orang tua yang mudah lupa membawa barang
Anak kos yang tinggal sendiri dan sering tidak ada yang mengingatkan
Keluarga yang ingin menerapkan kebiasaan hidup yang lebih rapi
EzRemind bisa menjadi “teman setia” di pagi hari, membantu memastikan bahwa semua barang penting sudah terbawa sebelum meninggalkan rumah.
Keunggulan EzRemind Dibanding Pengingat Biasa
EzRemind bukan sekadar catatan di kertas atau aplikasi pengingat di ponsel. Alat ini benar-benar memeriksa secara otomatis keberadaan barang, bukan hanya mengandalkan ingatan atau jadwal.
Beberapa keunggulannya:
Bekerja otomatis tanpa perlu diaktifkan secara manual
Memberikan peringatan langsung (bunyi) dan jarak jauh (pesan WhatsApp)
Mudah dirakit dan dipasang di rumah
Bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna
Tidak bergantung pada satu jenis barang saja, bisa digunakan untuk berbagai jenis barang penting
Potensi Pengembangan EzRemind
Meskipun EzRemind sudah sangat fungsional, alat ini masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut:
Menambahkan dukungan aplikasi pendamping
Desain alat yang lebih elegan dan kompak
Fitur pengingat visual seperti LED atau layar kecil
Pengaturan banyak pengguna dalam satu sistem
Integrasi dengan smart home atau sistem keamanan rumah
Dengan pengembangan ini, EzRemind bisa menjadi bagian penting dari ekosistem rumah pintar (smart home) yang sedang berkembang saat ini.
Tantangan dalam Pengembangan
Seperti halnya inovasi lainnya, EzRemind juga memiliki tantangan yang perlu diperhatikan:
Stabilitas koneksi internet
Ketersediaan komponen yang kompatibel
Adaptasi pengguna terhadap teknologi baru
Daya tahan perangkat jika digunakan jangka panjang
Namun tantangan tersebut dapat diatasi dengan perencanaan yang baik, pengujian menyeluruh, dan edukasi kepada pengguna.
Perbandingan dengan Solusi Lain
Sebelum hadirnya EzRemind, beberapa orang mencoba solusi seperti membuat catatan tempel di pintu, menggunakan aplikasi checklist, atau mengandalkan pengingat dari asisten virtual. Namun metode-metode ini tetap bergantung pada kebiasaan dan memori manusia, yang rentan akan kelalaian.
EzRemind unggul karena bersifat proaktif dan otomatis. Ia tidak menunggu pengguna untuk memeriksa daftar, melainkan langsung memberi peringatan jika barang belum terdeteksi saat pintu dibuka. Inilah yang membuatnya lebih efektif dibanding metode konvensional.
Studi Kasus Penggunaan EzRemind
Untuk lebih memahami dampak nyata EzRemind, mari kita lihat beberapa contoh kasus penggunaannya:
1. Mahasiswa Tinggal di Kos
Farhan, seorang mahasiswa tingkat akhir, sering kali lupa membawa flashdisk atau dompetnya saat hendak ke kampus. Sejak menggunakan EzRemind yang terpasang di pintu kosnya, ia selalu diingatkan saat lupa membawa barang. Ia mengaku produktivitas dan kepercayaan dirinya meningkat karena tidak lagi mengalami situasi memalukan karena lupa barang.
2. Ibu Rumah Tangga
Ibu Rina, seorang ibu rumah tangga yang juga aktif sebagai pengurus RT, menggunakan EzRemind untuk memastikan dirinya membawa kunci dan ponsel setiap kali keluar rumah. Dengan aktivitas yang padat, ia merasa sangat terbantu karena tidak harus mengandalkan ingatan saja.
3. Anak Sekolah
EzRemind juga dimanfaatkan oleh orang tua untuk membantu anak-anak SD membawa barang sekolah seperti kotak bekal, botol minum, atau kartu identitas. Sistem ini menumbuhkan kebiasaan disiplin sejak dini.
Dampak Sosial EzRemind
EzRemind bukan hanya alat bantu teknis, tetapi juga membawa dampak sosial positif. Alat ini dapat membantu:
Meningkatkan kemandirian lansia dalam mempersiapkan diri sebelum keluar rumah
Menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab pada anak-anak dan remaja
Mengurangi tingkat stres harian yang disebabkan oleh kelalaian kecil
Mendukung gaya hidup produktif dan efisien di masyarakat perkotaan
Rencana Distribusi dan Penerapan Lebih Luas
EzRemind tidak hanya dirancang untuk penggunaan individu, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan secara luas. Contohnya, alat ini bisa dipasang di ruang kelas, kantor, tempat penitipan anak, atau bahkan fasilitas umum seperti perpustakaan dan klinik. Dengan menyesuaikan daftar barang yang perlu diperiksa, sistem ini bisa disesuaikan untuk berbagai kebutuhan lingkungan.
Untuk keperluan skala besar, EzRemind dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen aset atau sistem keamanan gedung. Misalnya, di sekolah, EzRemind dapat diprogram untuk mengingatkan siswa agar membawa kartu pelajar dan perlengkapan belajar. Di kantor, EzRemind dapat memeriksa apakah karyawan membawa ID card, laptop, atau dokumen penting sebelum keluar dari ruang kerja.
Rencana jangka panjang dari EzRemind mencakup pengembangan versi komersial yang lebih ringkas, user-friendly, dan siap pakai tanpa harus dirakit manual. Kolaborasi dengan produsen perangkat IoT, startup teknologi, atau institusi pendidikan menjadi langkah strategis untuk memperluas dampaknya. Edukasi publik juga diperlukan agar masyarakat lebih siap menerima teknologi sederhana yang dapat meningkatkan kualitas hidup seperti ini.
Kesimpulan
EzRemind adalah contoh nyata bahwa teknologi bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari secara sederhana namun efektif. Dengan memanfaatkan sensor, internet, dan logika otomatis, alat ini membantu kita hidup lebih tertib dan minim kelupaan.
Alat ini juga bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa, pelajar, atau siapa saja yang ingin menciptakan solusi berbasis teknologi untuk kehidupan sehari-hari. EzRemind mengajarkan bahwa inovasi tidak harus rumit atau mahal, yang penting adalah bermanfaat dan bisa digunakan dengan mudah.
Jika kamu sering lupa membawa barang penting saat keluar rumah, mungkin ini saatnya mencoba EzRemind. Jadikan hari-harimu lebih tenang, tertib, dan bebas dari kekhawatiran karena barang tertinggal.
Di tengah hiruk pikuknya perkembangan kuliner modern, keberadaan makanan tradisional tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat kuliner. Salah satu kuliner legendaris yang tak lekang oleh waktu adalah kue pancong. Kue yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, santan, dan sedikit garam ini kini hadir dengan sentuhan kekinian yang menggoda, yaitu dimasak menggunakan arang untuk menciptakan aroma dan rasa yang lebih khas. Tidak hanya itu, variasi rasa dan tingkat kematangan yang bisa disesuaikan membuat kue pancong ini menjadi pilihan camilan favorit berbagai kalangan.
Asal Usul dan Sejarah Kue Pancong
Kue pancong memiliki akar sejarah yang kuat di Indonesia, khususnya di daerah Betawi dan Jawa Barat. Dalam berbagai kesempatan, kue ini dikenal pula dengan nama kue rangin, bandros, atau gandos tergantung daerahnya. Namun secara garis besar, bahan dasar dan teknik pembuatannya hampir serupa. Dalam budaya Betawi, kue pancong sering disajikan pada acara-acara keluarga, hajatan, atau sebagai kudapan sore yang dinikmati dengan secangkir teh hangat.
Keistimewaan Kue Pancong Arang
Apa yang membuat kue pancong arang ini berbeda dari kue pancong biasa? Jawabannya terletak pada teknik memasaknya. Penggunaan arang sebagai bahan bakar memberi aroma smoky yang khas, meresap ke dalam adonan dan menciptakan lapisan rasa yang lebih dalam. Dibandingkan dengan memasak menggunakan kompor gas atau listrik, kue pancong yang dimasak dengan arang menghasilkan tekstur pinggir yang lebih garing dan bagian tengah yang lembut atau lumer, tergantung permintaan konsumen.
Lima Varian Rasa yang Menggoda Selera
Original Varian ini mempertahankan cita rasa klasik yang otentik dari kue pancong. Aroma kelapa yang kuat berpadu dengan gurihnya santan menjadikannya pilihan utama bagi para pecinta rasa tradisional.
Coklat Cocok untuk anak-anak dan pecinta manis, varian coklat menghadirkan perpaduan unik antara aroma arang dan rasa manis legit yang memanjakan lidah.
Keju Rasa gurih dari keju meleleh di atas permukaan kue pancong yang panas menciptakan pengalaman makan yang berbeda. Kombinasi keju dan kelapa ternyata sangat cocok dan digemari berbagai kalangan.
Pandan Warna hijau alami dari ekstrak pandan memberi nuansa segar dan aroma harum. Rasa manis dan gurihnya berpadu sempurna.
Green Tea Varian modern ini cocok untuk para milenial yang menggemari rasa khas teh hijau. Rasanya lembut dan aromanya menenangkan, cocok sebagai camilan sore.
Pilihan Tingkat Kematangan: Matang atau Setengah Matang (Lumer)
Salah satu daya tarik utama dari kue pancong arang ini adalah fleksibilitas tingkat kematangannya. Konsumen bisa memilih apakah ingin menikmati kue pancong yang matang sempurna—dengan tekstur kering di luar dan lembut di dalam—atau yang setengah matang (lumer) dengan bagian tengah yang creamy dan lumer di mulut.
Harga yang Ramah di Kantong
Dengan harga Rp3.000 per buah dan Rp22.000 per box berisi 8 pcs, kue pancong arang ini tergolong camilan yang sangat terjangkau. Konsumen juga dapat memesan satu rasa dalam satu box atau memilih varian mix agar bisa mencicipi semua rasa sekaligus. Ini tentu menjadi kelebihan tersendiri bagi mereka yang suka mencoba berbagai rasa dalam satu waktu.
Kenikmatan yang Bisa Dinikmati oleh Semua Kalangan
Kue pancong arang ini tidak hanya disukai oleh anak-anak, tapi juga sangat digemari oleh remaja hingga orang dewasa. Cocok dijadikan camilan keluarga, suguhan saat tamu datang, hingga oleh-oleh untuk kerabat dan sahabat.
Dukungan terhadap UMKM dan Warisan Kuliner Lokal
Mendukung penjual kue pancong arang sama dengan mendukung pelestarian kuliner lokal dan menghidupkan kembali semangat UMKM. Usaha ini tak hanya menghadirkan makanan lezat, tapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan roda ekonomi lokal, serta memperkenalkan budaya kuliner Indonesia kepada generasi muda.
Cerita di Balik Dapur Arang
Di balik aroma khas dan rasa menggoda kue pancong arang, terdapat cerita perjuangan dari para penjualnya. Memilih memasak dengan arang berarti harus bekerja lebih telaten dan sabar. Butuh ketelitian menjaga bara api tetap stabil, memastikan cetakan panas merata, dan memperhatikan waktu memanggang agar kue tidak terlalu gosong atau masih mentah. Semua proses ini dilakukan demi menjaga kualitas dan cita rasa yang konsisten.
Kue pancong arang bukan hanya tentang rasa, tetapi juga pengalaman. Mulai dari aroma khas arang, kelembutan kue yang lumer di mulut, hingga variasi rasa yang menarik, semuanya menyatu dalam satu gigitan. Dengan harga terjangkau dan fleksibilitas pemesanan, camilan ini cocok untuk berbagai kesempatan. Tak hanya mengenyangkan, tapi juga membangkitkan nostalgia dan kebanggaan terhadap kuliner khas Indonesia.
Jadi, bila Anda mencari camilan yang unik, lezat, dan penuh cerita, kue pancong arang adalah jawabannya. Jangan ragu untuk mencoba berbagai varian rasa dan temukan sendiri kenikmatan yang tersembunyi di balik setiap potongannya.
Di tengah maraknya tren kuliner kekinian, ada satu jenis kue yang tak lekang oleh waktu, namun kini hadir dengan inovasi baru yang menggoda lidah: kue brownies arang. Bayangkan kelezatan brownies yang lembut, manis, dan legit, namun dimasak bukan di oven listrik atau gas seperti biasanya, melainkan menggunakan bara arang tradisional. Hasilnya? Aroma yang khas, rasa yang unik, dan tekstur yang tak bisa ditiru oleh teknik modern mana pun.
Mengenal Brownies Arang: Kembali ke Tradisi, Menyentuh Lidah Masa Kini
Kue brownies yang dimasak menggunakan arang bukanlah produk instan. Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan, pengalaman, serta pengendalian suhu yang cermat. Dengan teknik ini, panas yang menyelimuti adonan berasal dari atas dan bawah secara merata, menjadikan hasil akhir lebih legit dan beraroma khas smoky yang menggugah selera.
Teknik ini sebenarnya adalah warisan dari dapur tradisional zaman dulu, yang kini kembali dihidupkan dan diadaptasi oleh pelaku usaha kreatif seperti kami. Selain menjaga warisan kuliner, metode ini juga memberikan pengalaman makan yang lebih berkesan bagi para pelanggan.
5 Varian Rasa: Kaya Pilihan, Satu Harga
Kami menyadari bahwa selera setiap orang berbeda-beda. Karena itu, kami menghadirkan lima varian rasa yang masing-masing memiliki karakteristik unik:
Original Rasa dasar brownies dengan aroma cokelat klasik dan tekstur lembut. Cocok untuk pecinta cita rasa autentik tanpa tambahan topping atau perisa.
Coklat Menghadirkan sensasi manis dan pekat dari coklat leleh yang melimpah. Varian ini selalu jadi favorit karena kelezatannya yang tak tertandingi.
Keju Kombinasi antara rasa manis dan gurih, menghasilkan paduan yang kaya rasa dan menggoda. Parutan keju di atasnya menambah tekstur dan rasa yang istimewa.
Green Tea (Matcha) Diperuntukkan bagi para pecinta rasa teh hijau. Pahit manis yang seimbang dan aroma khas matcha memberikan nuansa modern yang menenangkan.
Pandan Wangi pandan yang harum berpadu dengan kelembutan brownies menciptakan rasa khas Indonesia yang cocok untuk semua kalangan.
Semua varian ini tersedia dengan harga yang sama, yaitu Rp3.000 per potong, dan Rp22.000 per box (isi 8 potong). Anda juga bebas memesan mix rasa sesuai keinginan atau satu rasa saja dalam satu box—semuanya bisa disesuaikan.
Tingkat Kematangan Bisa Disesuaikan: Matang atau Setengah Matang (Lumer)?
Salah satu keunikan yang kami tawarkan kepada pelanggan adalah kebebasan memilih tingkat kematangan brownies:
Matang: Brownies yang dipanggang hingga tuntas dengan tekstur yang lebih padat dan mudah dibawa untuk oleh-oleh atau camilan keluarga.
Setengah Matang (Lumer): Varian favorit yang menyuguhkan sensasi lava brownies di bagian tengahnya. Saat dipotong, coklat meleleh keluar, memberikan pengalaman makan yang sangat memuaskan.
Pilihan ini memungkinkan pelanggan menyesuaikan dengan selera masing-masing, baik untuk dinikmati sendiri maupun disajikan kepada tamu istimewa.
Kenapa Harus Brownies Arang?
1. Aroma dan Rasa yang Autentik
Memasak dengan arang menciptakan aroma yang tidak bisa ditiru oleh oven listrik atau gas. Aromanya menyerupai panggangan tradisional yang akrab di lidah orang Indonesia.
2. Proses Manual yang Menjamin Kualitas
Tidak seperti produksi massal, brownies arang dimasak dalam jumlah terbatas untuk menjaga kualitas. Kami mengawasi langsung setiap proses mulai dari pencampuran adonan, pengaturan panas arang, hingga tahap akhir pemanggangan.
3. Estetika Kuliner Tradisional
Dalam era serba digital dan cepat, menyajikan makanan yang berasal dari teknik lama adalah bentuk penghormatan terhadap warisan kuliner dan sekaligus memberikan nilai unik yang tak bisa ditemui di produk modern.
4. Pilihan Rasa yang Disukai Semua Usia
Lima varian rasa kami telah disesuaikan untuk memenuhi selera berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Kombinasi antara varian klasik dan kekinian membuat produk ini ideal untuk acara keluarga, arisan, ulang tahun, hingga oleh-oleh.
Cocok untuk Segala Kesempatan
Brownies arang kami tidak hanya cocok untuk camilan pribadi, tapi juga sangat pas untuk berbagai acara:
Camilan keluarga saat nonton bareng atau ngumpul sore
Kado ulang tahun yang unik dan berkesan
Snack box untuk acara kantor, pengajian, atau seminar
Oleh-oleh khas dengan sentuhan lokal
Dan karena harganya terjangkau, Anda tidak perlu khawatir untuk memesan dalam jumlah besar!
Cara Pemesanan Mudah dan Fleksibel
Untuk kenyamanan pelanggan, kami menerima pesanan secara fleksibel:
Per potong seharga Rp3.000
Per box (8 pcs) seharga Rp22.000
Bebas request varian campur atau satu rasa
Pilihan tingkat kematangan: matang / setengah matang
Kami juga melayani pre-order untuk acara tertentu dengan jumlah besar. Semakin banyak pesanan, semakin baik persiapan kami untuk menyajikan produk terbaik.
Penutup: Rasa Tak Pernah Bohong
Dalam setiap gigitan brownies arang kami, ada cerita tentang tradisi, ketekunan, dan cinta pada proses memasak. Kami percaya bahwa makanan yang dibuat dengan sepenuh hati akan terasa beda di lidah dan menyentuh hati. Dengan harga yang terjangkau, rasa yang autentik, dan fleksibilitas pemesanan, brownies arang kami bukan hanya sekadar makanan—ini adalah pengalaman rasa yang wajib dicoba.
Jangan ragu untuk mencoba satu potong. Tapi kami yakin, setelah itu Anda akan kembali untuk satu box. Atau dua. Atau bahkan lebih.
Di tengah gempuran makanan kekinian dan tren kuliner yang terus berubah-ubah, ada satu sajian yang mampu mencuri perhatian karena kesederhanaannya, cita rasa yang khas, dan aroma yang menggoda—kue balok yang dimasak menggunakan arang. Bagi para pecinta kuliner yang mendambakan cita rasa otentik dan pengalaman makan yang tak biasa, kue balok arang ini adalah jawaban dari rasa rindu pada jajanan tradisional yang semakin langka namun tetap digemari lintas generasi.
Kue balok memang bukan barang baru di dunia kuliner Indonesia, terutama di daerah Jawa Barat. Namun, pengolahan menggunakan arang memberikan sentuhan rasa dan aroma yang sangat berbeda dari versi biasa. Kue balok arang tidak hanya menawarkan kelembutan dan lumeran cokelat, keju, atau rasa lain di dalamnya, tetapi juga memberikan sensasi nostalgia dan kehangatan yang sulit dilupakan.
Filosofi di Balik Arang
Menggunakan arang sebagai alat masak bukan hanya sekadar gaya atau teknik lama. Di balik proses ini, terdapat filosofi dan pengalaman rasa yang tidak bisa disamai oleh kompor gas atau oven listrik. Arang menciptakan panas yang merata dan stabil, menghasilkan tekstur luar yang garing sempurna dengan bagian dalam yang lembut, bahkan bisa dibuat setengah matang (lumer) sesuai permintaan pelanggan.
Aroma dari pembakaran arang pun menambah kekayaan sensasi yang tidak bisa ditiru. Sejak awal adonan dituangkan ke dalam cetakan panas, suara gemeretak dan wangi dari campuran mentega, tepung, dan gula yang bersatu dengan panas arang sudah mampu menggugah selera siapa pun yang lewat.
Varian Rasa yang Menggoda
Kue balok arang yang kami sajikan hadir dalam lima varian rasa utama, semuanya memiliki ciri khas dan karakteristik yang membuat pelanggan bisa memilih sesuai selera:
Original Varian ini menghadirkan cita rasa klasik yang paling otentik. Cocok bagi mereka yang ingin menikmati kelembutan kue balok tanpa tambahan rasa lain. Manisnya pas, teksturnya lembut di dalam dan sedikit krispi di luar.
Coklat Salah satu favorit semua kalangan. Ketika disajikan setengah matang, lumeran coklat yang keluar dari dalam kue benar-benar membuat siapa pun ketagihan. Sensasi rasa manis yang sedikit pahit dari coklat berpadu sempurna dengan adonan yang smoky dari arang.
Keju Bagi penyuka rasa gurih, keju adalah pilihan terbaik. Lelehan keju memberikan rasa creamy dan gurih yang kontras dengan manisnya adonan. Tekstur chewy dan rasa asin-manis yang seimbang menjadikannya kombinasi yang tak pernah salah.
Pandan Pandan tidak hanya memberikan warna hijau alami yang cantik, tetapi juga aroma harum yang sangat khas. Rasa pandan yang ringan dan menyegarkan ini cocok untuk pencinta kue tradisional yang ingin mencoba sensasi baru.
Green Tea (Matcha) Varian yang satu ini menjadi pilihan populer di kalangan generasi muda. Rasa matcha yang earthy dan sedikit pahit menghadirkan dimensi baru dalam cita rasa kue balok arang. Cocok disajikan dengan topping coklat atau keju untuk perpaduan yang unik.
Fleksibilitas Sesuai Selera
Satu hal yang menjadi keunggulan utama dari kue balok arang kami adalah fleksibilitas dalam pemesanan. Pelanggan bisa memilih:
Tingkat kematangan: matang sempurna atau setengah matang (lumer di dalam).
Varian rasa: bisa satu rasa atau campuran dari kelima rasa.
Porsi: satuan dengan harga Rp3.000 per buah, atau hemat dengan box berisi 8 pcs seharga Rp22.000.
Pilihan ini kami sediakan karena setiap orang memiliki selera dan cara menikmati kue balok yang berbeda. Ada yang suka kenikmatan klasik kue balok matang dengan tekstur padat, ada juga yang gemar sensasi lumer dari kue yang hanya dimasak separuh, sehingga bagian dalamnya cair dan menyatu dengan topping.
Dari Proses ke Pelayanan: Setiap Detail Berarti
Kami percaya bahwa makanan yang baik lahir dari niat yang tulus dan perhatian pada setiap proses. Maka dari itu, setiap adonan kue balok kami racik sendiri menggunakan bahan-bahan berkualitas dan segar setiap harinya. Proses pembakaran menggunakan arang dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan rasa yang konsisten dan kualitas terbaik.
Setiap pesanan dibuat secara langsung, terutama bagi pelanggan yang memesan tingkat kematangan atau kombinasi rasa tertentu. Hal ini menjamin kesegaran dan kepuasan maksimal saat kue sampai di tangan konsumen. Kami juga melayani pemesanan dalam jumlah besar untuk acara seperti ulang tahun, arisan, meeting kantor, hingga hampers lebaran.
Cerita di Balik Aroma
Setiap aroma yang keluar dari proses pembakaran arang bukan sekadar wangi makanan biasa. Ia membawa cerita masa kecil, ingatan tentang jajanan sekolah, tentang hangatnya dapur nenek di pagi hari, atau tentang jalanan sore hari di mana pedagang kaki lima sibuk menyiapkan makanan dengan tungku arang. Aroma ini menciptakan keterhubungan emosional dengan pelanggan.
Kue balok arang tidak hanya memuaskan perut, tetapi juga menyentuh perasaan. Saat seseorang menyantap kue ini, ia tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga pengalaman. Inilah yang membedakan kue balok arang kami dengan makanan modern lainnya.
Komentar Pelanggan
Kami bangga dengan berbagai testimoni positif yang datang dari pelanggan kami. Beberapa di antaranya berkata:
“Kue baloknya beda dari yang lain. Aromanya khas banget, rasanya lembut dan nggak bikin eneg. Apalagi yang coklat lumer, bikin nagih!”
“Anak-anak suka banget yang rasa keju dan pandan. Saya pribadi suka green tea, karena unik dan jarang ada di kue tradisional.”
“Seneng banget bisa request mix isi box. Jadi bisa nyobain semua rasa dalam satu kotak!”
Kepuasan pelanggan menjadi semangat kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas kue balok arang ini.
Mengapa Harus Mencoba?
Masih ragu untuk mencoba kue balok arang kami? Berikut adalah alasan mengapa Anda patut mencobanya:
Proses masak menggunakan arang memberikan cita rasa dan aroma yang tidak bisa didapat dari oven biasa.
Varian rasa yang lengkap dan bisa dikombinasikan, memanjakan lidah semua anggota keluarga.
Harga terjangkau, baik untuk pembelian satuan maupun dalam box.
Tingkat kematangan bisa disesuaikan, memberikan kontrol penuh kepada konsumen.
Cocok untuk berbagai suasana: camilan sore, suguhan tamu, hampers, hingga teman minum kopi.
Pesan Sekarang Juga!
Kami membuka pemesanan harian baik untuk pengambilan langsung maupun sistem pre-order. Bagi Anda yang ingin menikmati kue balok arang ini di rumah, tinggal hubungi kami melalui WhatsApp atau media sosial. Kami siap melayani dan mengantarkan pesanan Anda dengan cepat dan aman.
Buka dari pagi hingga malam, Anda bisa memilih waktu terbaik untuk menikmati kelezatan kue balok arang hangat yang baru matang dari tungku. Pastikan untuk mencoba semua varian rasa dan temukan favorit Anda!
Penutup
Kue balok arang adalah lebih dari sekadar jajanan. Ia adalah warisan rasa yang dikemas dalam bentuk yang sederhana namun kaya makna. Di tengah modernisasi dan perubahan zaman, kami ingin terus menghadirkan cita rasa yang membuat siapa pun kembali pada kenangan, rasa nyaman, dan kehangatan.
Dengan setiap gigitan, semoga Anda bisa merasakan cinta dan kerja keras kami dalam menjaga resep dan tradisi ini. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan rasa ini. Mari kita terus melestarikan kuliner tradisional Indonesia, satu kue balok arang hangat setiap harinya.
Di tengah ramainya dunia kuliner yang terus berkembang, muncul satu jenis kudapan yang mulai mencuri perhatian para pecinta makanan unik dan autentik: Donat Arang Khas. Bukan sekadar donat biasa, sajian ini memiliki daya tarik tersendiri karena proses pembuatannya yang masih mempertahankan metode tradisional — menggunakan arang sebagai media pemanas utama. Kombinasi rasa klasik, aroma khas pembakaran arang, dan fleksibilitas penyajian membuat produk ini menjadi primadona baru di tengah maraknya makanan cepat saji modern.
Asal-usul dan Filosofi di Balik Donat Arang
Penggunaan arang dalam proses memasak sebenarnya sudah dikenal sejak lama, terutama dalam budaya kuliner Nusantara. Arang dipercaya mampu memberikan cita rasa alami yang tidak dapat ditiru oleh kompor gas atau listrik. Saat makanan dipanaskan di atas arang, muncul aroma asap ringan yang memperkaya rasa dan menciptakan kesan “homey” — seolah kita dibawa kembali ke dapur masa kecil di kampung halaman.
Donat, yang awalnya berasal dari budaya kuliner Barat, telah bertransformasi menjadi berbagai bentuk dan rasa ketika masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah versi yang kami hadirkan: donat yang dimasak dengan arang dan diberi berbagai varian rasa khas, menjadikannya simbol dari pertemuan dua dunia — modern dan tradisional.
Keunikan Donat Arang Dibanding Donat Biasa
Banyak yang bertanya: Apa bedanya donat arang ini dengan donat biasa yang dijual di pasaran?
Jawabannya terletak pada tiga aspek utama:
Proses Memasak Tradisional Donat arang dimasak di atas bara api arang yang menyala. Proses ini memberikan karakter rasa yang lebih dalam, tekstur yang lebih kaya, dan aroma yang menggoda. Tidak seperti oven atau penggorengan biasa yang menghasilkan rasa datar, arang memberikan nuansa “panggang alami” yang tidak bisa disamai.
Tingkat Kematangan yang Bisa Disesuaikan Salah satu keunggulan donat arang adalah fleksibilitasnya dalam penyajian. Konsumen bisa memilih dua tingkat kematangan:
Matang sempurna: Tekstur donat lebih padat, lembut namun tidak lumer, cocok untuk dinikmati langsung atau dibawa pulang.
Setengah matang (lumer): Bagian dalam donat masih lembut dan sedikit cair di tengah, menciptakan sensasi lumer saat digigit — favorit bagi pencinta tekstur creamy!
Varian Rasa yang Menarik Donat ini hadir dalam lima varian rasa pilihan:
Original: Rasa donat klasik yang gurih dan manis, cocok bagi yang ingin menikmati cita rasa dasar adonan panggang arang.
Coklat: Menggunakan coklat premium yang meleleh sempurna saat dipanggang, memberikan sensasi manis yang pekat.
Keju: Taburan keju parut yang gurih dan lumer saat panas, menciptakan perpaduan asin-manis yang seimbang.
Pandan: Aroma khas pandan berpadu dengan tekstur lembut donat memberikan pengalaman rasa yang menenangkan.
Green Tea: Bagi pencinta rasa kekinian, varian ini menghadirkan kesegaran rasa matcha dengan sedikit sentuhan pahit yang menyeimbangkan rasa manis donat.
Harga Ramah, Kualitas Juara
Harga adalah salah satu keunggulan kompetitif dari produk ini. Dengan harga hanya Rp3.000/pcs, donat arang ini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, dari anak sekolah hingga pekerja kantoran. Tersedia juga dalam paket hemat Rp22.000/box (8 pcs) yang bisa dipilih dalam varian rasa campur maupun satu rasa sesuai permintaan.
Fleksibilitas ini tidak hanya membuat konsumen puas, tapi juga menambah nilai lebih karena setiap pembelian bisa disesuaikan dengan preferensi pribadi. Mau semuanya rasa coklat? Bisa. Mau campur semua varian agar bisa dinikmati bersama teman atau keluarga? Tentu bisa!
Cocok untuk Semua Kesempatan
Salah satu alasan mengapa donat arang ini cepat digemari adalah karena sifatnya yang serbaguna. Bisa dijadikan:
Camilan sore sambil minum teh hangat.
Teman kerja di tengah padatnya aktivitas kantor.
Hidangan arisan atau pertemuan keluarga.
Menu spesial saat berbuka puasa atau bahkan sebagai oleh-oleh karena keunikannya.
Dengan aroma arang yang khas dan rasa yang variatif, donat ini mudah diterima oleh semua kalangan usia, dari anak-anak hingga orang tua.
Proses Pembuatan: Memadukan Seni dan Teknik
Di balik cita rasa yang kaya dan tampilan yang sederhana, ada proses yang tidak bisa dianggap remeh. Setiap donat dibuat dengan resep rahasia yang telah melalui berbagai percobaan, agar menghasilkan tekstur dan rasa yang konsisten. Arang yang digunakan juga tidak sembarangan — harus kering sempurna agar menghasilkan panas yang stabil dan tidak menghasilkan asap berlebih.
Setiap potong donat dipanggang perlahan di atas bara arang, dibalik dengan hati-hati agar matang merata tanpa gosong. Proses ini memerlukan ketelatenan dan pengalaman. Inilah yang membuat setiap gigitan donat arang terasa spesial, karena dibuat dengan tangan, bukan mesin.
Respons Konsumen: Antusias dan Ketagihan
Kami selalu menerima banyak testimoni dari pelanggan setia. Berikut beberapa di antaranya:
“Pertama kali coba donat arang ini waktu teman kantor bawa. Awalnya nggak percaya kalau dimasak pakai arang, tapi pas coba… langsung ketagihan! Rasa green tea-nya juara!” — Rini, 28 tahun, Jakarta.
“Anak-anak saya suka banget yang keju, lumer dan wangi banget. Jadi camilan favorit di rumah sekarang.” — Pak Adi, 45 tahun, Bekasi.
“Unik banget bisa pilih kematangan. Saya suka yang setengah matang, ada sensasi lembek dan legitnya. Dan harganya murah pula.” — Dika, 21 tahun, mahasiswa.
Antusiasme ini yang terus memotivasi kami untuk menjaga kualitas, berinovasi dalam penyajian, dan memperluas jangkauan distribusi.
Peluang Bisnis: Potensi Pasar yang Besar
Melihat tren kuliner saat ini, donat arang sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih luas. Masyarakat kini tidak hanya mencari makanan enak, tapi juga unik, autentik, dan punya cerita. Donat arang menjawab semua itu:
Unik dari segi proses (pakai arang).
Kaya cerita karena mengangkat nilai tradisional.
Fleksibel dalam varian dan penyajian.
Harga terjangkau.
Dengan strategi pemasaran yang tepat — baik melalui media sosial, kolaborasi dengan kafe lokal, atau even kuliner — potensi pasar produk ini sangat besar, terutama di kalangan milenial dan gen Z yang gemar mencoba hal baru.
Strategi Promosi: Menjangkau Lebih Banyak Pelanggan
Kami memanfaatkan berbagai platform untuk memperkenalkan produk ini ke khalayak yang lebih luas. Beberapa strategi yang digunakan antara lain:
Instagram dan TikTok untuk menampilkan proses pembuatan yang menarik secara visual.
Testimoni pelanggan sebagai konten organik untuk membangun kepercayaan.
Promo bundling dan potongan harga untuk pembelian pertama atau pembelian dalam jumlah besar.
Open PO (Pre-order) di akhir pekan untuk efisiensi produksi dan menjaga kualitas segar saat pengiriman.
Selain itu, kehadiran di bazar makanan, pasar malam, dan pameran UMKM menjadi ajang penting untuk memperkenalkan langsung rasa dan keunikan donat ini ke konsumen baru.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Donat
Donat Arang Khas bukan sekadar kudapan manis biasa. Ia adalah representasi dari inovasi kuliner lokal yang menggabungkan kelezatan modern dengan sentuhan tradisional yang hangat. Proses pembuatan yang penuh ketelatenan, pilihan rasa yang variatif, serta fleksibilitas dalam penyajian menjadikannya pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin menikmati pengalaman kuliner yang berbeda.
Dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang tidak main-main, donat arang ini pantas menjadi bagian dari rutinitas harian Anda. Baik sebagai teman ngopi, camilan keluarga, ataupun buah tangan yang berkesan — donat ini adalah bukti bahwa makanan sederhana pun bisa memberikan pengalaman luar biasa.
Desain Fashion bukan hanya tentang estetika dan tren; ia juga berakar pada Agama dan Budaya yang mendalam. Dalam dunia yang semakin global, penting bagi desainer untuk mempertimbangkan dampak dari karya mereka terhadap masyarakat dan lingkungan. Artikel ini akan mengupas hubungan antara Agama dan Budaya praktik dalam desain fashion.
Sebelum lebih jauh pada pembahasan pokok artikel ini, sayang rasanya kita sebagai insan berakal melewatkan fundamental dan subtansial mengenai Agama dan Budaya, maka dari itu penulis juga akan mengupas tuntas bagian dari Agama dan Budaya itu sendiri melalui Etika dan Moral.
Dari yang penulis sadari seharusnya kita mencoba memahami arti dari semua kata dari judul di atas Apa itu Agama? Apa itu Budaya? Apa itu Etika? Apa itu Moral? Desain dan Fasion?
Karena menurut penulis hal-hal pokok yang mendasar dan mengakar itu terdapat dalam intisari definisi itu sendiri. Agar dapat meluruskan yang bengkok, menyambungkan yang terputus, dan mengkukuhkan yang goyah. Maka dengan ini mudah bagi kita menyadari dan memahami sesuatu yang salah dan benar, baik dan buruk, tepat dan tidak, serta adil dan dzolim.
Arti, Makna, dan Pengertian
Pengertian Agama
Definisi tentang agama di sini sedapat mungkin sederhana dan menyeluruh. Definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit maupun terlalu longgar, tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Agama merupakan suatu lembaga atau institusi yang mengatur kehidupan jasmani dan rohani manusia.
Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa di luar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige, dan lain-lain.
Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri, yaitu menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan; dan menaati segenap ketetapan, aturan, hukum, dan lain-lain yang diyakini berasal dari Tuhan.
Dengan demikian, agama adalah penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam sudut pandang linguistik penghambaan adalah Kata Verba/Kata Kerja yang artinya suatu perbuatan atau tindakan, proses, gerak, keadaan atau terjadinya sesuatu. Dalam pengertian agama terdapat tiga unsur, yaitu manusia, penghambaan, dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.
Lebih luasnya lagi, agama juga bisa diartikan sebagai jalan hidup, yakni bahwa seluruh aktivitas lahir dan batin pemeluknya diatur oleh agama yang dianutnya. Bagaimana kita makan, bagaimana kita bergaul, bagaimana kita beribadah, dan sebagainya ditentukan oleh aturan/tata cara agama.
Pengertian Budaya
Membudaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi. Membudaya yakni Budaya yang terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Seseorang bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaan di antara mereka, sehingga membuktikan bahwa budaya bisa dipelajari.
Budaya merupakan suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosial-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri. “Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” di Jepang, dan “kepatuhan kolektif” di Tiongkok.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain atau bisa disebut generalisasi/stereo type dalam kehidupan suatu kelompok atau komunitas, baik secara mikro dan makro.
Pengertian Etika
Secara bahasa kata ‘etika’ lahir dari bahasa Yunani ethos yang artinya tampak dari suatu kebiasaan. Dalam hal ini yang menjadi perspektif objeknya adalah perbuatan, sikap, atau tindakan manusia. Pengertian etika secara khusus adalah ilmu tentang sikap dan kesusilaan suatu individu dalam lingkungan pergaulannya yang kental akan aturan dan prinsip terkait tingkah laku yang dianggap benar.
Sedangkan pengertian etika secara umum adalah aturan, norma, kaidah, ataupun tata cara yang biasa digunakan sebagai pedoman atau asas suatu individu dalam melakukan perbuatan dan tingkah laku. Penerapan norma ini sangat erat kaitannya dengan sifat baik dan buruknya individu di dalam bermasyarakat.
Dengan begitu, Etika adalah ilmu yang mempelajari baik dan buruknya serta kewajiban, hak, dan tanggung jawab, baik itu secara sosial maupun moral, pada setiap individu di dalam kehidupan bermasyarakatnya. Atau bisa dikatakan juga bahwa etika mencakup nilai yang berhubungan dengan akhlak individu terkait benar dan salahnya.
Adapun banyak jenis etika yang dapat kita jumpai di lingkungan sekitar, misalnya, etika berteman, etika profesi atau kerja, etika dalam rumah tangga, etika dalam melakukan bisnis, dan semacamnya.
Etika tentunya harus dimiliki oleh setiap individu dan sangat dibutuhkan dalam bersosialisasi yang mana hal itu menjadi jembatan agar terciptanya suatu kondisi yang baik di dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebagai contoh, etika yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan sekitar, yakni mengucap salam saat bertamu ke rumah orang, baik itu saudara, kerabat, maupun teman. Kemudian, meminta maaf setelah kita berbuat kesalahan, dan mengucapkan terima kasih saat seseorang telah menolong atau membantu kita.
Pengertian Moral
Kata Moral berasal dari kata latin “mos” yang berarti kebiasaan. Moral berasal dari Bahasa Latin yaitu Moralitas adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang mempunyai nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia.
Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu, tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral dalam zaman sekarang mempunyai nilai implisit karena banyak orang yang mempunyai moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus mempunyai moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.
Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya.
Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Moral juga dapat diartikan sebagai sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman, tafsiran, suara hati, serta nasihat, dll.
Adapun pengertian moral dalam kamus filsafat dapat dijabarkan sebagai berikut:
Menyangkut kegiatan-kegiatan yang dipandang baik atau buruk, benar atau salah, tepat atau tidak tepat.
Sesuai dengan kaidah-kaidah yang diterima, menyangkut apa yang dianggap benar, baik, adil dan pantas.
Memiliki Kemampuan untuk diarahkan oleh (dipengaruhi oleh) keinsyafan benar atau salah. Kemampuan untuk mengarahkan (mempengaruhi) orang lain sesuai dengan kaidah- kaidah perilaku nilai benar dan salah.
Menyangkut cara seseorang bertingkah laku dalam berhubungan dengan orang lain
Secara umum, MORAL dapat diartikan sebagai batasan pikiran, prinsip, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia tentang nilai-nilai baik dan buruk atau benar dan salah. Moral merupakan suatu tata nilai yang mengajak seorang manusia untuk berperilaku positif dan tidak merugikan orang lain. Seseorang dikatakan telah bermoral jika ucapan, prinsip, dan perilaku dirinya dinilai baik dan benar oleh standar-standar nilai yang berlaku di lingkungan masyarakatnya.
Pengertian Fashion
Secara khusus dapat dikatakan Fashion adalah gaya berpakaian yang digunakan setiap hari oleh seseorang, baik itu dalam kehidupan sehari-harinya ataupun pada saat acara tertentu dengan tujuan untuk menunjang penampilan.
Atau definisi Fashion yaitu gaya berbusana yang populer dalam suatu budaya atau sebagai mode. Ada juga yang berpendapat bahwa fashion merupakan gaya berbusana yang menentukan penampilan dari seorang individu. Kata Fashion sendiri berasal dari bahasa Inggris yang dapat diartikan sebagai mode, model, cara, gaya ataupun kebiasaan.
Saat ini fashion sangat erat hubungannya dengan gaya hidup. Gaya hidup seorang individu dapat di nilai dari cara dia berpakaian. Seiring berjalannya waktu gaya hidup-pun ikut menunjukan dan menentukan status sosial dan pekerjaan dari seorang individu. Fashion tidak haya berkaitan dengan gaya dalam berpakaian saja, akan tetapi berhubungan juga dengan gaya aksesoris, kosmetik, gaya rambut, dan lain-lain yang dapat menunjang penampilan seseorang.
Fashion itu berkembang seiring berjalannya waktu, seperti contohnya jika fashion di tahun 2000 – an tentunya sangat berbeda dengan era yang sebelumnya. Di era tahun 2000 – an atau disebut juga dengan era Milenium para pencinta fashion dibebaskan untuk berekspresi sesuai dengan keinginan dan ke pribadiannya masing-masing. Seperti mencampurkan beberapa mode dari era yang sebelumnya dengan menggunakan sentuhan masa depan yang modern. Walaupun pada saat ini berbagai merek fashion terkenal mengeluarkan produk-produk yang sesuai dengan musimnya maupun perbedaan tema, tapi pada akhirnya keputusan untuk bergaya tergantung kepada para pemakainya.
Pengertian Desain
Kalin pasti pernah mendengar istilah desain, misalnya desian baju, desian rumah, desian bangunan, kendaraan dan desian lainnya. Tapi tahukah agan apa itu pengertian desain?
Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan, baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk benda nyata.
Desain berasal dari bahasa Inggris (design) yang berarti “Rancangan, rencana atau reka rupa” dari kata design muncullah kata desain yang berarti mencipta, memikir atau merancang. Baca juga: 6 Elemen yang ada pada desain
Pengertian Desain Secara Umum
– desain dapat diartikan sebagai rancangan yang merupakan susunan dari garis, bentuk, ukuran, warna serta value dan benda yang dibuat berdasarkan prinsip-prinsip desain (kata benda).
– desain dapat diartikan sebagai proses perencanaan bentuk dengan tujuan supaya benda yang dirancang, mempunyai fungsi atau berguna serta mempunyai nilai keindahan. (kata kerja).
Kesimpulan : desain merupakan bentuk rumusan dari proses pemikiran, pertimbangan dan perhitungan dari desainer yang dituangkan dalam wujud gambar.
Sejarah Desain Busana
Abad 700-1000 SM
Secara historis, sejak 700-1000 SM, tekstil dan kain telah didokumentasikan sebagai salah satu produk penting yang dipertukarkan atau diperdagangkan antara bangsa-bangsa dan kerajaan di Asia Tenggara. Sebagai contoh, Kerajaan Sriwijaya (Palembang) memperdagangkan sumber daya alamnya untuk untuk ditukar dengan sutra dan gerabah dari Cina, dan dengan India, mereka menukarkannya untuk kapas.
Menilik sejarah fashion di Indonesia tak akan jauh dari yang namanya batik dan kebaya, dua pasangan sejoli yang kini sedang ‘mencoba’ populer kembali dengan berbagai modifikasi dari desainer-desainer top tanah air.
Abad ke-15 atau ke-16 Masehi
Dan akhirnya, Jawa menjadi Menurut Denys Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya (1996) Kebaya berasal dari bahasa Arab ‘Kaba’ yang berarti ‘pakaian’ dan diperkenalkan lewat bahasa Portugis ketika mereka mendarat di Asia Tenggara.
Kata Kebaya dapat diartikan sebagai jenis pakaian (atasan/blouse) pertama yang dipakai wanita Indonesia pada kurun waktu abad ke-15 atau ke-16 Masehi. Argumen Lombard tentu dapat diterima terutama lewat analogi penelusuran lingustik yang memang sampai saat ini kita masih mengenal ‘Abaya’ yang dapat diartikan tunik panjang khas Arab.
Abad ke-17
Sedangkan batik dikenal sejak abad ke-17 yang dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya muncullah corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya.
Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.
Abad ke-18
Hingga pada pertengahan abad ke-18, ada dua jenis kebaya yang banyak dipakai masyarakat, yakni kebaya Encim, busana yang dikenakan perempuan Cina keturunan di Indonesia, dan kebaya Putu Baru, busana bergaya tunik pendek berwarna-warni dengan motif yang cantik.
Abad ke-19
Pada abad ke-19, kebaya dikenakan oleh semua kelas sosial setiap hari, baik perempuan Jawa maupun wanita peranakan Belanda. Bahkan kebaya sempat menjadi busana wajib bagi perempuan Belanda yang hijrah ke Indonesia.
Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Desain Busana di Indonesia
Tahunnya trend fashion selalu berubah-ubah, hal ini disebabkan karena kebanyakan orang tidak ingin memakai baju/pakaian yang modelnya sama setiap tahunnya. Perubahan trend fashion mulai baju yang di pakai sehari-hari sampai busana muslim pun kini telah mengalami perkembangan fashion yang cukup pesat. Berbagai model yang unik dan glamor banyak terlihat di pakai oleh kalangan artis dan publik figur yang selalu ingin menjadi trendsetter.
Desain Fashion dalam Agama
Di era yang modern ini, manusia menjadi suatu makhluk yang tamak, angkuh, serakah serta merusak. Dampak dari kemajuan suatu ilmu pengetahuan melalui pendekatan duniawi dan jasmani, dalam sudut pandang duniawi dan jasmani manusia hanya berorientasi serta tujuan hidupnya hanya berlandas dan berdasar pada angka, kemewahan, hura-hura, foya-foya, tanpa memerhatikan ruhnya sendiri, hanya memikirkan perut dan dibawah perut. Sehingga banyak sekali masalah-masalah terkait ruhani manusia itu sendiri, banyak sekali diantaranya;
PARA PEJABAT MENCURI UANG RAKYAT
PARA KONGLOMERAT MENGENDALIKAN WAKIL RAKYAT
RAKYAT BUNUH DIRI, MENJUAL DIRI, BUNUH MEMBUNUH, MENCURI DICURI, TIPU MENIPU, PERKOSA MEMPERKOSA, BODOH MEMBODOHI
dan banyak lagi yang penulis tidak bisa curahkan disini.
Diatas, Penulis hanya sedikit membawa kesadaran setiap insan berakal kepada dampak dari orientasi atau tujuan yang salah dalam hidup, hilangnya etika dan moral disebabkan memudarnya rohani karena terlalu fokus pada duniawi dan jasmani.
Terlalu sempit! dan lebih dari itu sejatinya manusia itu tercipta dari 2 unsur yaitu unsur jasmani dan ruhani. Manusia menjadi angkuh merasa sudah memiliki sesuatu dengan ikhtiari, validasi, dan apresiasi, sebagaimana yang kita lihat dalam hidup berkehidupan kemajuan duniawi dan jasmani tidak lagi relevan menjadi solusi, baik hari ini dan nanti.
Maka dari itu lewat Perintah dan Larangan Tuhan atau bisa disebut dengan praktek ibadah itu sendiri tidak lain dan tidak bukan untuk mengatur manusia agar terciptanya hidup berkehidupan yang aman, tenang, dan nyaman bagi segenap jasmani dan rohani seluruh makhluk di semesta ini, untuk makhluk yang bodoh dan fana ini, Manusia!
Dalam koridor atau sudut pandang agama, Fashion/busana ialah salah satu hukum/aturan sosial untuk menjaga dan memelihara suatu masyarakat agar terciptanya lingkungan harmonis, tentram, aman, dan nyaman.
Bayangkan bagaimana jika kita memisahkan kehidupan beragama dari fashion kita sehari hari? pernahkah ada agama yang kita ketahui, menyuruh umat beragamanya untuk tidak berbusana dalam aktivitas bersosial? seperti sedang bekerja? sekolah? atau sekedar berinteraksi dengan teman temannya? ataukah ada suatu agama yang menyuruh umatnya mendorong untuk memikat lawan pasangannya dengan busana yang terbuka dan sexy?
Bayangkan sekacau apa dunia ini jika kita memisahkan kehidupan dunia tanpa agama? dengan realita sekarang yang jauh dari kata aman, melihat berita, mendengar info dari seseorang hanyalah kasus dan kasus seperti salah satunya pemerkosaan.
Karena Tuhan adalah Sang Maha Pencipta, Dia tahu apa yang terbaik bagi makhluknya terkhusus manusia dan sekaligus Dialah yang mempunyai Kebenaran Mutlak yang obyektif tanpa bantahan, jelas akan memperintahkan makhluknya untuk beretika dan bermoral agar tidak menimbulkan masalah yang merusak, salah satu perintahnya itu menutup aurat/berbusana dengan layaknya sesuai norma norma dalam berkehidupan seperti halnya wajib hukumnya seorang istri memperlihatkan keindahan lebih dari wajahnya hanya kepada suaminya, begitupun sebaliknya haram hukumnya bagi seorang perempuan untuk memperlihatkan keindahan lebih dari wajahnya kepada yang bukan suaminya.
Dalam koridor fashion dan agama, tidak sedikit juga kasus pemerkosaan itu terjadi karena kecerobohan korban karena ingin terlihat menarik dihadapan lawan jenisnya dengan menggunakan pakaian terbuka dan seksi, sehingga membuat ketidakontrolan pelaku mengejawantakan nafsu syahwat birahinya seperti binatang bahkan lebih hina lagi, yang jelas murni biadabnya.
Tapi lebih dari itu ada hal-hal mendasar selain dari murninya kebejatan pelaku, pasti ada sebab dalam hal ini pemerkosaan seperti menganalisa dan mengobservasi;
Pelaku
Apakah pelaku sering melihat yang bukan haknya? seperti menonton video porno, melihat wanita-wanita yang berbusana terbuka dan seksi?
Atau mungkin tidak cukup terdidik dalam agamanya?moralnya?etikanya?
Atau mungkin pengaruh lingkungannya?lingkungan pertemanannya?lingkungan keluarganya?
Atau mungkin pengaruh pola pengasuhannnya dulu?
Korban
Sama juga halnya apakah korban sering menggunakan pakaian terbuka dan seksi?
Apakah korban sering beraktifitas dengan lelaki tanpa ada batasan? dari waktu? dari interaksi?
Maksud saya, yang bisa kita kendalikan adalah diri kita sendiri bukan orang lain, seperti yang pepatah katakan
“SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN”
“LEBIH BAIK MENANGGULANGI DARI PADA MENGOBATI”
Desain Fashion dalam Budaya
Budaya dalam hal ini sesuatu yang sudah melekat dalam suatu suku, ras, negara, baik dalam agama yang terbentuk karena sebuah aturan, kebiasaan, dan mungkin iklim diwilayah itu sendiri seperti di Kanada rata-rata suhu disana mencapai -5,35C membuat kebiasaan berbusana mereka menggunakan bahan yang hangat dan tebal agar terhindar dari dinginnya suhu.
Etika dan Moral Budaya Fashion di Eropa
Selain dari iklim itu sendiri budaya juga mencakup adat istiadat yang mencakup etika dan moral, kalian bisa melihat di video ini.
Model pakaian tentu mengalami perubahan dan perkembangan setiap waktunya. Bagaimana reaksi wanita zaman dulu terhadap model pakaian topless.
Model pakaian adalah rancangan pada pakaian, meliputi pola, bentuk, motif-motif dan segala bentuk hal baru pada pakaian.
Saat membandingkan model pakaian lama dan baru, biasanya terdapat perbedaan yang dapat kita bedakan.
Minimal jenis warnanya tidak sama, kalaupun sama setidaknya motifnya berbeda. Topless merupakan salah satu jenis dari model-model pakaian.
Model pakaian topless adalah model pakaian yang rancangannya pada bagian atasnya tampak terbuka. Kita biasanya melihat pada gaun-gaun.
Dilansir pada channel Youtube @CordovaMedia, terdapat reaksi dari wanita di inggris. Wanita-wanita tersebut sedang melihat dress jenis toples atau terbuka pada bagian atasnya.
Lalu setelah melihat model pakaian tersebut, wanita-wanita pun menyampaikan komentarnya. Dokumentasi ini dari tahun 1964.
Dalam video, orang-orang melihat model pakaian topless tersebut beberapa detik.
Lalu wanita pertama menyampaikan pendapatnya, dia mengatakan ‘aku tidak mau memakainya’ sambil menggeleng kepalanya.
Lanjut ke wanita yang disebelahnya, wanita tersebut diberi pertanyaan ‘bagaimana pendapatmu?’. Wanita kedua menjawab ‘menjijikkan’. Diberi pertanyaan lagi ‘mengapa?’.
Wanita kedua menjawab lagi, ‘perempuan yang tahu sopan santun, tidak akan berkeliaran dengan baju seperti itu’.
Selanjutnya wanita ketiga, dia langsung mengatakan ‘menjijikkan’. Wanita ketiga kemudian diberi pertanyaan ‘mengapa?’.
Wanita ketiga menjawab ‘Tidak tahu, jijik saja. Aku tidak akan mau memakainya. Tidak cocok di kota (Wolverhampton)’.
Sambungan wanita keempat ‘kurasa ini hanya gimik (pemicu perhatian orang). Menurutku perempuan yang waras tidak akan mau memakainya’. Lalu video berakhir.
Postingan ini mendapat reaksi positif dari netizen. Dengan like lebih dari 1,2k, komentarnya lebih dari 28k. beberapa komentar menarik, seperti:
Video diatas adalah benar, ketika saya jalan2 ditaman dikota Birmingham, saya melihat ada orang tua (pensiunan) ngeliatin istri saya, beliau bercerita jika wanita2 uk dulu memakai scarf dikepala sambil nunjuk jilbab istri saya, tapi sekarang sudah sangat jarang (hampir gak ada) kata beliau dengan wajah yg sedih sambil mengingat masa2 lalu
Harga diri dan martabat wanita sangat dijaga, malah justru para Bangsawan pada masanya memakai gaun tebal dan panjang, selain cuaca juga sebagai bentuk kemewahan. Semuanya berubah, saat memasuki era revolusi politik, ketika liberalisme mula muncul di eropa lebih dahulu di Prancis
I Korintus 11: 6 “Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya,”
Artinya: Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin supaya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Adapun di belahan bumi lain yaitu tanah air kita tercinta yaitu Indonesia.
Etika dan Moral Budaya Fashion di Indonesia
a. Sejarah Kabaya
b. Etimologi
Istilah “kebaya” diyakini berasal dari kata serapan Arabkaba atau qaba yang berarti “pakaian” istilah ini mungkin berhubungan dengan kata Arab abaya (bahasa Arab: عباءة) yang berarti jubah atau garmen longgar. Istilah tersebut kemudian diperkenalkan ke Nusantara melalui kata serapan dari bahasa Portugis, cabaya.
c. Latar belakang
Dari Timur-Tengah
Ada kemungkinan besar bahwa asal-usul kebaya berasal dari Timur Tengah dikarenakan komposisi akar budayanya. Hal ini dibuktikan dengan adanya keterkaitan kebaya dengan qaba dari Arab yang merupakan sejenis jubah panjang kendur yang dikemukakan oleh orientalis Henry Yule dan Arthur Burnell pada tahun 1886. Pakaian-pakaian dari tanah Arab memang sudah dikenal sejak abad ke-7 masehi, beberapa jejak sejarah bahkan menunjukkan bahwa Nabi Islam Muhammad mendapatkan hadiah berupa aqbiya (yang merupakan bentuk jamak dari qaba) dalam beberapa kejadian. Banyak ahli berpendapat bahwa orang Persia merupakan asal-usul utama dari qaba. Selain itu dengan adanya penyebaran agama Islam melalui proses perdagangan dan sebagainya, tata busana seperti ini tidak lagi hanya ditemukan di tanah Arab, tetapi juga di tanah Persia, Turki, dan Urdu.[19] Dikarenakan bentuk fisiknya, banyak sumber yang menyatakan bahwa kebaya berasal dari busana Muslim yang dinamai sebagai qaba, habaya, al akibiya al turkiyya dan djubba. Klaim bahwa kebaya kemungkinan berasal dari Dunia Arab sangatlah mungkin, sebagaimana Islam merambah ke Dunia Melayu pada abad ke-15 masehi dan para wanita Melayu mulai mengikuti norma busana Islamik.[5][8] Sebelum adanya Islam, para penduduk wanita memang memakai pakaian dengan helai yang lebih sedikit.
Sebelum Islam datang di Nusantara pada abad 15, masyarakat indonesia pada umunya bertelanjang dada baik pria maupun wanita.
Telanjang dada bagi perempuan di Indonesia pada masa lalu merupakan hal yang lumrah. Tidak ada tudingan porno ataupun pamer keseksian. Ini karena tradisi ketika itu belum mengenal etika dan moral
Perempuan-perempuan tak berpenutup dada tak hanya di Papua saja di masa lalu, tapi di banyak daerah di Indonesia. Di Jawa, kaum perempuan biasanya hanya menutup dadanya dengan kemben yakni sebuah kain yang dililit di bagian dada. Baru setelah periode 1900-an, perempuan di Jawa mulai mengenakan kebaya.
Di Sulawesi Selatan, para perempuan biasa memakai baju bodo yang mirip kebaya, tetapi tipis dan longgar. Saking tipisnya, baju bodo pada masa itu terlihat transparan sehingga memperlihatkan payudara pemakainya.
Zaman Hindia Belanda
Di zaman Hindia Belanda, perempuan yang berjalan di muka umum tanpa mengenakan penutup dada adalah hal yang biasa. Di masa tersebut, hal itu kadang menjadi salah satu sebab terjadinya pemerkosaan. banyak diantaranya masalah birahi muncul di kalangan laki-laki Belanda yang melihatnya. Pernah ada cerita acara bongkar muat kapal Belanda yang tertunda satu jam, karena pelaut-pelaut Belanda terpesona pada pemandangan di atas perut perempuan itu.
Dalam film The Legong Dance of the Virgin, yang dibuat rumah produksi Amerika di tahun 1933, perempuan Bali digambarkan tidak memakai kutang. Mereka terbiasa bertelanjang dada. Film ini berkisah soal cinta segitiga yang berakhir tragis bagi seorang gadis penari legong.
Selain film cerita ini, dalam film dokumenter Moeder Dao (1995), terdapat dokumentasi perempuan-perempuan tak berpenutup dada di sebuah daerah di Indonesia sekitar tahun 1930. Tentu saja daerah itu jauh dari pusat industri, di mana kain bisa jadi dianggap barang mewah. Perempuan-perempuan berbaju lebih sering ditemukan di pabrik, perkebunan atau kota.
Remy Sylado punya imajinasi sendiri soal bagaimana orang Indonesia mengenal pakaian. Dalam novelnya Pangeran Diponegoro: Menggagas Ratu Adil (2007), Remy menceritakan bangsawan berdarah Spanyol-Perancis, bernama Don Lopez Comte de Paris, melihat perempuan Jawa, yang ikut membangun jalan raya pos Anyer Panarukan. Atas perintah Deandels yang berkuasa dari 1808 hingga 1811, para perempuan itu hanya memakai pakaian yang menutup bagian bawah tubuh mereka saja. Dada mereka terlihat. Don Lopez lalu memberi sebuah kain pada perempuan pribumi yang tercantik diantara mereka dan menyuruhnya agar menutup bagian berharga di atas perut itu.
“Coutant! Coutant!” perintah Don Lopez. Kebetulan dalam bahasa Perancis, berharga diartikan sebagai coutant.
Belakangan orang Indonesia mengucapkannya sebagai kutang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kutang dimaknai sebagai pakaian dalam wanita untuk menutupi payudara atau baju tanpa lengan.
Baju tanpa lengan seperti kaos oblong, yang berfungsi sebagai pakaian dalam laki-laki juga, sering sebut sebagai kaos kutang juga. Kata koetang, dalam ejaan lawasnya, sering dipakai setidaknya di zaman kolonial. Seringkali ditemukan dalam bacaan-bacaan dalam bahasa Melayu.
Kesimpulan
Agama dan budaya dalam fashion desain bukanlah sekadar tren, melainkan fondasi yang penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbudaya, bernegara, dan beragama yang lebih baik dan adil. Dengan kesadaran yang lebih besar dan komitmen terhadap praktik yang etis, desainer dapat memberikan kontribusi positif tidak hanya kepada dunia fashion, tetapi juga kepada masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan. Fashion yang baik adalah fashion yang tidak hanya indah, tetapi juga bijaksana.
Diera digital informasi ini yang sifatnya efektif, efisien serta cepat perubahannya perlu disadari hidup ini sedang dalam pengendalian dan pengaturan suatu zat, seperti kita lihat jaman dulu di eropa yang sebelumnya reaksi wanita jijik dan enggan memakai busana terbuka dan seksi, tidak seperti sekarang banyak wanita berlomba lomba untuk lebih terlihat cantik dengan memakai busana seksi, dan sebaliknya di indonesia sangat dulu sekali wanita dinusantara tidak malu untuk mengenakan pakaian yang bertelanjang dada, sekarang masyarakat lebih menutup dirinya dan lebih mempunyai rasa malu dan hormat terhadap dirinya sendiri.
Mengapa Penulis seperti selalu mencontohkan segala sesuatunya kepada wanita? Penulis ingin mengajak kesadaran pembaca bahwa tulang punggung generasi itu ada pada wanita dan lelaki sebagai pundaknya generasi. Jelas sekali terlihat dan terasa bahwa fitrah atau maksud dari wanita tercipta adalah untuk memelihara dan merawat generasi, dasar alasannya yaitu, siapa yang pertama memelihara dan merawat kita sebelum kita terlahir di dunia? dari anggota tubuh siapa kita terlahir?siapa yang memberi makan dan minum saat kita berada dalam kandungan? siapa yang menyusui atau menyapi saat kita terlahir? yang jelas hal-hal ini tidak bisa lelaki lakukan. begitu dahsyat dan massivenya peran wanita dalam kehidupan.
Sebelum Manusia itu dapat survive dan mandiri untuk mempertanggungjawabkan dirinya sendiri, ia berada dalam pemeliharaan orangtuanya terkhusus wanita dalam sudut pandang islam wanita adalah madrasah pertama dalam arti lain bahwa pendidikan pertama seorang anak ada pada wanita.
Maka daripada itu mudah sekali untuk menghancurkan generasi. Hancurkanlah wanitanya, geserkan arah/kiblat hidupnya bukan untuk membangun anak yang cerdas dan sholeh. Dengan demikian hancurlah sebuah generasi.
Dan karena lelaki sebagai pundaknya generasi haruslah bertanggungjawab dalam perilaku dan tindakan seorang perempuan, entah itu istrinya, anaknya, sekalipun sodara perempuannya agar terjaga dan terlindungi dari orientasi dan tujuan hidup yang salah yang dapat menghancurkan generasi dan dirinya sendiri.
Apakah hal ini terjadi secara kebetulan dan alami tanpa ada yang merencanakan?mengendalikan?memobilisasi?memanipulasi? jelas tidak! ada pihak pihak yang ingin menghancurkan setiap generasi agar lebih bodoh dan mudah dikendalikan untuk keuntungan dan kepentingan segelintir elit yang ingin memonopoli kekayaan dan kekuasaan segenap mahkluk dimuka bumi ini dari manusianya sampai tanah air yang dipijaknya.
Hal-hal yang melekat dalam diri adalah kewajiban setiap individual untuk mengendalikannya, mengaturnya, dan mengelolanya. Terutama Desainer haruslah bertanggungjawab penuh baik ditunggangi suatu kepentingan ataupun tidak, karena Desainer sangat berperan penting khususnya membangun generasi untuk menyiapkan segala alat, sarana, dan prasarana masyarakat agar tidak mengandung marabahaya dan terhindarkan dari malapetaka.
Pertanyaannya,
Kepada Yth,
Seluruh Desainer Dan Jajarannya
di UNIKOM INDONESIA
Siapakah yang paling layak dan pantas untuk mengendalikan kita?
TUHAN atau HAWA NAFSU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Writer: Paisal Nuryakin NIM: 51922221 Desain Komunikasi Visual