Tag: jepang

  • Festival Matsuri: Perayaan Musim dan Tradisi Lokal di Jepang

    Matsuri adalah festival yang menjadi bagian integral dari budaya Jepang, mencerminkan nilai-nilai spiritual dan tradisional masyarakat. Festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga merupakan kesempatan bagi komunitas untuk berkumpul dan merayakan berbagai aspek kehidupan, mulai dari panen hingga penghormatan kepada dewa-dewi lokal.

    Pengertian Matsuri

    Matsuri (祭り) dalam bahasa Jepang berarti festival atau perayaan. Istilah ini merujuk pada berbagai jenis perayaan yang diadakan di seluruh Jepang, sering kali berkaitan dengan musim tertentu, panen, atau ritual keagamaan. Matsuri biasanya melibatkan prosesi, tarian, musik, dan berbagai kegiatan lainnya yang melibatkan masyarakat setempat.

    Sejarah Matsuri

    Matsuri memiliki akar sejarah yang dalam, berawal dari praktik keagamaan yang dilakukan untuk menghormati dewa-dewi dalam kepercayaan Shinto. Sejak zaman kuno, masyarakat Jepang percaya bahwa dewa-dewi bersemayam dalam berbagai elemen alam. Oleh karena itu, matsuri diadakan sebagai ungkapan syukur dan permohonan untuk perlindungan serta keberuntungan.

    Festival pertama yang tercatat adalah Gion Matsuri di Kyoto, yang dimulai pada abad ke-9 sebagai upacara untuk mengusir penyakit. Seiring berjalannya waktu, matsuri berkembang menjadi perayaan yang lebih besar, melibatkan komunitas dan menampilkan berbagai aspek budaya Jepang.

    Jenis-Jenis Matsuri

    Matsuri dapat dibedakan berdasarkan musimnya, tema yang dirayakan, serta lokasi penyelenggaraannya. Berikut adalah beberapa kategori utama dari festival matsuri:

    1. Matsuri Musim Panas

    Musim panas adalah waktu yang paling ramai untuk matsuri di Jepang. Banyak festival diadakan dengan suasana meriah dan penuh warna. Beberapa festival musim panas yang terkenal antara lain:

    • Gion Matsuri (Kyoto)

    Gion Matsuri adalah salah satu festival terbesar dan paling terkenal di Jepang yang diadakan setiap tahun selama bulan Juli di Kyoto. Festival ini memiliki sejarah lebih dari 1.100 tahun dan merupakan warisan budaya yang terus dirayakan oleh masyarakat Kyoto dengan penuh antusiasme dan kebanggaan. Dengan latar belakang historis yang kaya, ritual yang sakral, dan pawai yang meriah, Gion Matsuri menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang ingin menyaksikan keunikan budaya Jepang dari dekat.

    Baca Selengkapnya Tentang Gion Matsuri

    • Awa Odori (Tokushima)

    Awa Odori adalah festival tarian terbesar di Jepang yang diadakan di Tokushima setiap bulan Agustus. Festival ini telah ada sejak abad ke-16 dan menarik ribuan penari dan penonton setiap tahunnya. Awa Odori dikenal dengan tarian yang enerjik dan kostum berwarna-warni. Penari, yang terdiri dari berbagai kelompok, menari sepanjang jalan dengan irama musik tradisional yang dimainkan dengan shamisen, taiko, dan shinobue. Awa Odori bukan hanya tentang menari, tetapi juga tentang kebersamaan dan kegembiraan yang dirasakan oleh semua peserta dan penonton.

    Baca Selengkapnya Tentang Awa Odori

    • Nebuta Matsuri (Aomori)

    Festival Nebuta Aomori adalah festival api yang mewakili Jepang. Bersama dengan Festival Akita Kanto dan Festival Tanabata Sendai, ini disebut sebagai salah satu dari tiga Festival Tohoku. Nebuta yang glamor akan memikatmu saat berjalan-jalan di kota.

    Festival Nebuta Aomori diadakan di Prefektur Aomori yang masuk dalam wilayah Tohoku. Berlangsung selama 6 hari dari 2 Agustus hingga 7 Agustus setiap tahun. Akar dari Festival Nebuta Aomori dimulai pada awal tahun 1700-an. Konon, itu dimulai dengan berjalan dan menari dengan lentera yang meniru Festival Neputa Hirosaki.

    Kemudian, dari akhir tahun 1800-an diubah menjadi festival dengan kendaraan hias yang membawa boneka besar bernama Nebuta, dan Haneto yang melompat dan menari.

    Bintang terbesar dari Festival Nebuta Aomori adalah Nebuta. Ia adalah boneka besar dengan bola lampu dan lampu fluorescent berbentuk kawat dan benang dan direntangkan dengan kertas. Desainnya bervariasi tergantung pembuatnya, dengan motif seperti legenda Jepang dan Cina, tokoh sejarah, Kabuki (pertunjukan klasik Jepang), dewa dan mitos.

    Ukuran maksimalnya adalah lebar 9 meter, tinggi 5 meter, dan kedalaman 7 meter termasuk troli tempat boneka diletakkan. Kamu akan dibuat kewalahan oleh kemegahannya.

    Selain itu, pemandangan Nebuta yang diterangi mewarnai kota malam sangat menawan. Wajah boneka, anggota badan, dan pola kimono yang digambar dengan tinta dihiasi dengan pencahayaan, dan kamu dapat menghargai karya yang menakjubkan.

    Panduan Lengkap Festival Nebuta Aomori

    1. Matsuri Musim Dingin

    Festival musim dingin sering kali berkaitan dengan perayaan Tahun Baru atau acara terkait salju. Contohnya:

    • Sapporo Snow Festival

    Sapporo Snow Festival adalah festival salju yang paling ditunggu-tunggu oleh siapa pun yang berada di Jepang. Bahkan, turis asing pun tak segan-segan untuk terbang ke Hokkaido pada saat festival ini berlangsung. Maka dari itu, tidak heran kalau festival ini mampu menyedot perhatian setidaknya 2 juta pengunjung setiap tahunnya!

    Saking besarnya festival ini, acaranya diadakan di berbagai area di Sapporo, yakni di Taman Odori, Susukino dan Tsudome. Konsep acara dan jenis patung salju yang dipamerkan di ketiga area ini pun berbeda-beda. Untuk lebih detilnya, berikut penjelasan untuk masing-masing area:

    1. Area Taman Odori

    Di Taman Odori, kita akan dimanjakan dengan lebih dari 100 buah patung  salju dan es dari berbagai ukuran. Yang membedakan patung salju dan es adalah bahan dasar patungnya. Patung salju dibuat dengan cara membentuk tumpukan salju asli. Sementara, patung es dibuat dari balok-balok es. Ukuran terbesar dapat mencapai tinggi 15 meter, Patung-patung raksasa di area ini biasanya berbentuk bangunan-bangunan yang terkenal di Jepang atau manca negara. Dapat pula karakter atau event yang sedang hits di tahun itu.

    Patung Hatsune Miku!

    Selain terhibur dengan patung-patung raksasa, kita juga bisa menonton pertandingan snow-board secara live! Melihat aksi para atlet snow board yang melayang-layang dan kemudian meluncur di jalur salju, bikin deg-degan sekaligus takjub.

    Arena Snow Board

    Dan yang menjadi highlight dari semua atraksi yang ada di area Taman Odori. Video mapping di salah satu karya yang dipersembahkan oleh tim dari India. Tema yang diangkat adalah ceritera mengenai burung phoenix yang sedang mengembangkan sayapnya.

    1. Area Tsudome

    Tsudome adalah tempat di mana anak-anak dan orang dewasa dapat menikmati bermain salju. Di area outdoor terdapat banyak atraksi, seperti perosotan salju, snow raft (rafting boat yang ditarik oleh snow mobile), labirin salju, dan lain-lain. Ketika masuk ke bagian indoor, kita akan disambut dengan stand-stand kuliner khas Hokkaido. Selain itu, ada juga stage event, Fuwa-Fuwa (arena bermain yang terbuat dari balon), dan banyak atraksi lainnya. Karena bermain salju di Tsudome bisa membuat pakaian jadi basah, kami menyarankan Anda untuk menyiapkan atasan dan bawahan yang hangat.

    Baca Selengkapnya Sapporo Snow Festival

    Festival Kamakura yang diadakan di Kota Yokote, Prefektur Akita, adalah tradisi yang berlangsung selama 450 tahun, menampilkan keindahan musim dingin di negara salju Jepang. Tanggal 15 Januari, menurut kalender bulan, adalah akhir dari liburan Tahun Baru, dan Dewa Air Shinto diabadikan di pondok salju (kamakura). Anak-anak masuk ke dalam kamakura dan menghidangkan amazake (anggur beras manis) serta mochi (kue beras kenyal) kepada tamu. Keindahan kamakura yang mengambang di kegelapan sangat fantastis.

    Kamakura, gubuk salju yang diterangi oleh pencahayaan oranye, menghiasi lapangan bersalju. Di dalamnya, anak-anak yang mengenakan mantel tradisional akan memberi tahu Anda, “Haitte tanse (silakan masuk).” Ketika Anda memasuki kamakura, pertama-tama Anda harus memberikan persembahan kepada altar, tempat Dewa Air Shinto diabadikan. Anak-anak akan melayani Anda dengan amazake dan yakimochi (kue beras panggang). Anda dapat menghabiskan waktu bersama anak-anak sambil menghangatkan tangan Anda di atas anglo hibachi, momen ini persis seperti dalam cerita lama. Orang-orang mulai membuat kamakura pada akhir Januari. Pada awal Februari, Anda dapat melihat proses pembuatan kamakura.

    1. Matsuri Musim Semi dan Musim Gugur

    Hanami adalah tradisi Jepang dalam menyambut musim semi. Hanami merupakan singkatan dari “Hana wo miru”, Juga dikenal sebagai “festival bunga sakura”.

    Hanami sudah lama berada di Jepang. Hanami adalah salah satu acara Musim Semi yang paling populer. kebiasaan ini sudah dijalankan sejak periode Nara, pada awalnya dulu orang jepang melakukan hanami dengan melihat bunga plum, namun pada periode Heian, bunga Sakura menjadi lebih menarik untuk dilihat dan dinikmati ketika melakukan Hanami.

    Bunga sakura awalnya digunakan untuk mengecek hari berkumpul tahunan dan musim berkembangnya padi. Orang Jepang mempercayai Essence of God di pohon ceri dan memberikan kontribusi. Kemudian orang Jepang akan minum untuk merayakannya.

    Hanami pada awalnya terbatas pada ujung atas kekaisaran, namun seiring berjalannya jaman Hanami atau festival bunga sakura ini dinikmati oleh seluruh orang.

    perayaan ini dilakukan pada akhir bulan maret hingga bulan mei, dan berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.

    ada beberapa jenis bunga sakura yang mekar ketika musim semi,

    pertama ada Someiyoshino, yaitu jenis bunga sakura yang paling banyak terlihat di Jepang. Bunga ini merupakan jenis bunga sakura yang dikembangkan di Tokyo sekitar tahun 1860

    kedua adalah Satozakura. Bunga ini disebut juga Yaezakura karena kelopak bunganya yang bertumpuk-tumpuk. Dibandingkan dengan Someiyoshino, waktu mekar Satozakura lebih lambat. Untuk wilayah Tokyo dan sekitarnya diperkirakan akan mekar sekitar pertengahan hingga akhir bulan April.

    dan yang terakhir adalah  Shidarezakura. Bunga ini mekar dalam keadaan batang cabangnya menggantung ke bawah. Bunga ini dapat tumbuh dalam jangka panjang, waktu mekarnya 1 bulan lebih cepat daripada Someiyoshino.

    Jidai Matsuri adalah festival yang diadakan setiap tahun pada tanggal 22 Oktober, sebagai peringatan berdirinya Kyoto. Festival ini biasanya terdiri dari parade besar yang diadakan dengan berjalan dari Istana Kekaisaran ke Kuil Heian. Jidai Matsuri adalah bahasa Jepang untuk “Festival”.  Ada sekitar 2000 peserta yang mengikuti festival.

    Jidai Matsuri diadakan oleh Kuil Heian. Festival serta kuil ini sendiri didirikan pada tahun 1895 untuk merayakan sejarah dan budaya Kyoto. Beberapa tahun sebelumnya pada tahun 1868, ibu kota negara Jepang dipindahkan ke Tokyo setelah berada di Kyoto selama lebih dari seribu tahun. Meskipun sejarahnya singkat, Jidai Matsuri adalah salah satu dari tiga festival paling terkenal di Kyoto. Selain itu ada juga festival lainnya seperti Gion Matsuri yang diadakan pada bulan Juli dan Aoi Matsuri pada bulan Mei setiap tahunnya.

     peserta kehormatan festival, termasuk gubernur prefektur Kyoto, walikota dan ketua dewan kota

    Di dalam parade festival ini ditampilkan berbagai karakter dan kostum dari tokoh yang terkenal dalam sejarah Jepang yang panjang (sekitar 1100 tahun). Dimana Kyoto merupakan ibu kota nasional Jepang sebelum akhirnya pindah ke Tokyo. Prosesi ini dibagi-bagi menjadi era sejarah dan kemudian dipisahkan lagi menjadi tema, yang kesemuanya ada sekitar dua puluh bagian.

    Yang menempati urutan pertama adalah karakter dari Restorasi Meiji pada tahun 1868, yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan sejarah ke jaman dahulu hingga awal Periode Heian pada tahun 781.

    Di bagian paling depan pawai ini biasanya ditempati oleh komisioner kehormatan festival yang menunggangi kereta kuda dengan gaya pertengahan 1800-an. Para komisaris tersebut terdiri dari tokoh-tokoh seperti gubernur Prefektur Kyoto, walikota Kota Kyoto dan ketua dewan kota. Turut dimeriahkan juga oleh penampilan marching band dengan drum dan seruling. Kemudian ada juga tentara yang akan bertarung dengan pasukan kekaisaran, serta beberapa tokoh paling terkenal di era itu, seperti Sakamoto Ryoma.

    Kelompok marching band yang berasal dari masa restorasi Meiji.

    Struktur dan Kegiatan dalam Matsuri

    Setiap matsuri memiliki struktur dan kegiatan uniknya sendiri. Meskipun bervariasi dari satu festival ke festival lainnya, beberapa elemen umum sering ditemukan:

    • Mikoshi: Kuil miniatur portabel yang dipercaya membawa dewa selama perayaan. Mikoshi biasanya diarak oleh peserta festival melalui jalanan.
    • Parade: Banyak matsuri menampilkan parade besar dengan kereta hias (floats) yang dihias indah dan penampilan seni tradisional seperti tarian dan musik.
    • Makanan Tradisional: Selama festival, berbagai stan makanan menyediakan kuliner khas Jepang seperti yakisoba (mi goreng), takoyaki (bola-bola gurita), dan okonomiyaki (pancake gurih).

    Makna Budaya Matsuri

    Matsuri bukan hanya sekadar perayaan; mereka juga mengandung makna budaya yang dalam. Beberapa nilai penting yang terkandung dalam matsuri meliputi:

    • Kebersamaan: Matsuri menjadi ajang bagi masyarakat untuk berkumpul dan merayakan bersama, memperkuat ikatan sosial antarwarga.
    • Pelestarian Tradisi: Melalui matsuri, generasi muda belajar tentang budaya dan tradisi nenek moyang mereka.
    • Spiritualitas: Banyak festival mengandung unsur spiritualitas, di mana masyarakat berdoa untuk kesehatan, keselamatan, dan keberuntungan.

    Dampak Ekonomi dari Matsuri

    Festival matsuri juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah penyelenggara. Dengan menarik wisatawan domestik maupun internasional, matsuri membantu meningkatkan pendapatan lokal melalui sektor pariwisata. Beberapa dampak ekonomi dari matsuri meliputi:

    • Peningkatan Kunjungan Wisatawan: Festival menarik ribuan pengunjung setiap tahun, memberikan peluang bagi bisnis lokal seperti hotel, restoran, dan toko suvenir.
    • Penciptaan Lapangan Kerja: Persiapan dan pelaksanaan festival menciptakan lapangan kerja sementara bagi penduduk setempat.
    • Promosi Budaya Lokal: Matsuri membantu mempromosikan budaya lokal kepada pengunjung luar daerah atau negara lain.

    Kesimpulan

    Festival matsuri merupakan cerminan kekayaan budaya Jepang yang tidak hanya menawarkan hiburan tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai tradisional. Dengan keunikan masing-masing festival yang mencerminkan sejarah dan kebudayaan lokal, matsuri menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan serta sarana bagi masyarakat untuk merayakan kehidupan bersama.

    Menghadiri matsuri adalah pengalaman tak terlupakan bagi siapa saja yang ingin merasakan langsung keindahan tradisi Jepang sambil menikmati suasana ceria penuh warna dari setiap perayaan. Bagi para pengunjung yang tertarik dengan budaya Jepang, tidak ada cara yang lebih baik untuk memahami masyarakatnya selain melalui partisipasi dalam festival-festival ini

    Pages: 1 2

  • Musik dalam Kehidupan Orang Jepang: Perasaan dan Realita dalam Lagu Jepang Populer

    Musik di zaman sekarang sudah menjadi bagian dari hidup seorang individu dalam keseharian nya. Terutama pada anak-anak generasi muda atau Gen Z, mereka menganggap bahwa lagu merupakan hal penting sebab dengan musik bagi mereka merupakan bagian penting dari identitas diri mereka, entah itu untuk mengekspresikan perasaan nya atau untuk menyuarakan suatu isu yang sedang hangat di perbincangkan (isu sosial).

    Pengertian musik itu sendiri menurut Jamalus dalam Panduan Pengajaran buku Pengajaran Musik melalui Pengalaman Musik (1988), musik adalah bentuk suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu, dan ekspresi sebagai satu kesatuan.

    Musik ini tidak hanya di gunakan sebagai suatu hiburan saja, melainkan sebagai cara seorang individu menyalurkan emosi, cerita atau pesan tertentu. Para pembuat atau penyanyi lagu ini menyalurkan emosi mereka dalam bentuk seni yang bertujuan agar orang lain atau khalayak ramai dapat menikmati dan merasakan apa yang mereka ingin sampaikan dalam bentuk sebuah alunan elemen-elemen lirik, melodi dan sebuah dinamika.

    Musik berkembang dengan sangat cepat seiring dengan perkembangan zaman, banyak genre musik juga sekarang sudah melebur batasan genre sebab anak zaman sekarang sudah banyak sekali mencoba banyak eksperimen menciptakan berbagai hal baru dalam bidang musik.

    Salah satu faktor yang membuat musik makin terkenal adalah dengan adanya promosi melalui media sosial. Media sosial memainkan peran sangat penting dalam penyebaran nya, bisa di bilang bahwa meskipun seseorang tidak mengetahui arti dari bahasa yang ada di lagu itu, selama lagu itu terasa enak di dengar maka orang yang mendengarnya akan tetap menyukainya. Hal ini sama seperti jepang dengan Jpop nya.

    Musik di jepang sudah sangat terkenal di mancanegara, siapa yang tidak tau lagu jepang? Seperti Summertime dari Cinnamons x Evening Cinema, Idol dari Yoasobi, Baby you dari Yuka dan masih banyak lagi lagu-lagu viral yang pastinya kalian tau kalau itu berasal dari negara jepang.

    Jepang merupakan negara yang sangat aktif dalam menciptakan berbagai lagu-lagu yang populer, semenjak dahulu seperti lagu Kokoro No Tomo dari Mayumi Itsuwa, Mayonaka No Door dari Miki Matsubara dan First Love dari Utada Hikaru, meskipun lawas tapi tetap di kenal sampai saat ini.

    Musik yang di nyanyikan oleh penyanyi di jepang memiliki ciri khas suara yang lebih tinggi dan logatnya juga khas, hal ini menjadi daya tarik tersendiri untuk industri musik jepang.

    Namun, selain dari lagu-lagunya jepang juga terkenal sebagai negara dengan tingkat depresi nya tinggi. Setiap tahun banyak sekali masyarakat nya yang memutuskan untuk mengakhiri dirinya di karenakan berbagai faktor dan mental health mereka akibat stress tekanan pekerjaan yang berat.

    Sebagian besar dari mereka tidak tau cara mengungkapkan perasaan mereka, mereka juga memilih menahan apapun yang mereka rasakan sendiri hingga pada akhirnya daripada terus terusan merasakan hal itu mereka memilih bunuh diri.

    Oleh karena itu banyak penyanyi atau pembuat lagu jepang terinspirasi dari keadaan yang mereka alami atau lingkungan nya yang pada saat itu tidak baik. Mereka membuat suatu karya seni berupa musik untuk mencurahkan keluh kesah nya mengenai keadaan yang mereka alami.

    Berikut 3 lagu jepang yang mengungkapkan perasaan / keluh kesah orang jepang mengenai kehidupannya:

    1.「酔いどれ知らず」• Kanaria feat.GUMI
    Yoidore Shirazu atau dalam bahasa indonesia berarti Pemabuk yang Tidak Sadar. Lagu ini terdengar melankolis nan misterius dengan suara AI yang sangat kuat. Lagu ini di unggah ke kanal youtube 2 Mei 2022 dan telah di tonton 48 juta kali.

    夢が覚めた」 「酔いどれ知らず」「争いごとは夜が明けるまで」「くたびれては酷く見える」「 一千の声は声が枯れるまで

    「yume ga sameta」 「yoidore shirazu」「arasoigoto wa yoru ga akeru made」「kutabirete wa hidoku mieru」「 issen no koe wa koe ga kareru made」

    Yang memiliki arti “Saya terbangun sebagai pemabuk yang tidak sadar. Semua pertengkaran ini berlangsung hingga fajar tiba. Lelah, kita semua terlihat mengerikan. Hingga ribuan suara menjadi serak.”

    Dan bait pada lirik ini.

    いっかの幸せきっと晴れないで」 「あなたのそばに耳を貸す時まで」「屈する態度で 言葉さえなくて」「心を染めて

    「ikka no shiawase kitto harenaide」 「anata no soba ni mimi o kasu toki made」「kussuru taido de kotoba sae nakute」「kokoro o somete」

    Artinya Tolong jangan biarkan kebahagiaan sesaat ini hilang. Sampai aku bisa mendengarkan di sisimu. Aku menyerah padamu, tapi kamu bahkan tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Dan hatiku diwarnai


    Lagu ini sangat mengacu pada perasaan mabuk dan berpaling dari kenyataan dan hanya mencari kebahagiaan yang nyaman. Sebab seperti yang kita tau orang jepang sangat sering mabuk untuk melepaskan perasaan yang mengganjal dalam hatinya, saking mabuknya terkadang mereka bisa kehilangan kendali.

    Kalau berwisata di jepang tak jarang wisatawan akan melihat orang jepang dengan pakaian kerja nya yang sempoyongan mabuk berjalan di pinggir jalan, entah mereka terlihat pasif atau agresif. Pasif biasanya mereka hanya akan berjalan tanpa menganggu orang lain, kalau agresif biasanya mereka berteriak-teriak mengeluhkan tentang hidupnya.

    Meskipun begitu orang-orang di sana tampaknya sudah terbiasa dan tidak memperdulikan para orang mabuk itu dan memilih mengurusi hidupnya masing-masing.

    Kurang lebih itulah gambaran yang ingin di beritahu dari lirik lagu Yoidore Shirazu ini, gambaran keras orang mabuk yang tidak mengigat apa apa akibat sesuatu tekanan yang ia rasakan.


    2. 「うっせぇわ」• Ado
    Usseewa‘ berasal dari kata ‘Urusai‘ yang berarti ‘Diamlah’ atau menyuruh orang diam dalam bahasa jepang, namun Usseewa memiliki makna menyuruh orang diam secara kasar. Lagu ini unggah ke kanal youtube 23 Oktober 2020 dan telah di tonton 353 juta kali. Lagu ini juga di nyanyikan dengan penuh emosi dari penyanyi nya yaitu Ado seakan dia meluapkan perasaan nya yang terdalam dan terbawa emosi dari lirik yang ia nyanyikan.


    つっても私模範人間」「ったりするのはノーセンキュー」「だったら言葉の銃口をその頭に突きつけて撃てば

    「Tsutte mo watashi mohan ningen」「殴Naguttari suru no wa noo senkyuu」「Dattara kotoba no juukou wo sono atama ni tsukitsukete uteba」

    Artinya Ya, aku adalah teladan yang baik “Tidak, terima kasih” untuk memukul. Kalau begitu, bagaimana kalau aku menembakkan kata-kata itu ke kepalamu?

    Dan juga ada bait dari lirik ini.

    クソだりぃな」「酒が空いたグラスあれば直ぐに注ぎなさい」「皆がつまみ易いように串外しなさい」「会計や注文は先陣を切る」「不文律最低限のマナーです

    「Kuso dari na」「Sake ga aita gurasu areba sugu ni sosoginasai」「Minna ga tsumami yasui you ni kushi hazushinasai」「Kaikei ya chuumon wa senjin wo kiru」「Fubun ritsu saiteigen no manner desu」

    Artinya Dasar sialan. Langsung tuangkan minuman sake jika ada gelas yang kosong. Lepaskan tusuk sate agar semua orang dapat mudah memakannya. Lakukan pemesanan dan pembayaran terlebih dulu. Itulah aturan sopan santun tak tertulis yang minimal.


    Lagu ini terdapat berberapa pernafsiran tergantung dari mana sudut pandang lirik bagian mana yang ingin di bahas, namun yang paling mencolok adalah dari terdapat situasi sosial di masyarakat Jepang dimana generasi muda semakin tidak puas dengan generasi tua.

    Setiap zaman pasti memiliki situasi sosial yang berbeda, sebagai contoh umum nya Generasi Milenial dengan Generasi Z. Generasi milenial sering menganggap bahwa Generasi z merupakan generasi yang lemah sebab mereka sering mengeluh, padahal di generasi mereka mengeluh tanda orang itu bermental lembek yang menghambat berbagai hal.

    Tapi Generasi z merasa bahwa memang tuntutan kehidupan mereka kedepan lebih berat makanya mereka mengeluhkan hal itu dan Generasi milenial tidak memandang bahwa setiap generasi berganti maka tantangan standar tantangan yang di hadapi / di rasakan pun akan berbeda.

    Ado mewakili perasaan generasi muda yang tidak memiliki hal sepaham dengan generasi yang lebih tua mengenai berberapa isu sosial di jepang.

    3. 「LOSER」• Kenshi Yonezu
    ‘loser’ atau dalam bahasa indonesia berarti ‘Pecundang’ Karya ini dirilis sebagai single pada bulan September 2016, dan juga dimasukkan dalam album “BOOTLEG” yang dirilis pada tahun 2017 dan telah di tonton 340 juta kali di kanal youtube. Lagu dengan irama yang lebih bersemangat dan tidak menunjukan nada melankolis sama sekali.


    アイムアルーザー なんもないならどうなったっていいだろう」「うだうだして フラフラしていちゃ 今に 灰 左様なら」「アイムアルーザー きっといつかって願うまま」「進め ロスタイムのそのまた奥へ行け

    「Aimu a ruuzaa nanimo nai nara dou nattatte ii darou」「Udauda shite furafura shiteicha ima ni hai sayonara」「Aimu a ruuzaa kitto itsuka tte negau mama」「Susume rosutaimu no sono mata oku e ike」

    Artinya Aku adalah pecundang, ku tak punya apapun, jadi mau bagaimana lagi. Menggumam terus menerus tanpa tau apa yang kulakukan, ya selamat tinggal. Aku adalah pecundang, sambil berharap ‘tolong suatu hari’. Maju terus, maju terus hingga melewati batas akhir waktu.

    ああだのこうだの知ったもんか幸先の空は悪天候」「ほら窓から覗いた摩天楼 からすりゃ塵のようイアンもカートも昔の人よ中指立ててもしょうがないの 今勝ち上がるためのお勉強 朗らかな表情

    「Aa da no kou da no shitta mon ka saisaki no sora wa akutenkou」「Hora mado kara nozoita matenrou kara surya chiri no you Ian mo kaato mo mukashi no hito yo nakayubi tatetemo shou ga nai no」

    Artinya Ahh, ku tak peduli dengan ini itu, langit pun mendung karenanya. Lihat, bahkan dari jendela tampak pencakar langit yang banyaknya seperti debu. Ian, Kurt, semuanya dari jaman dulu: Mengacungkan jari tengah tidak akan mengubah apapun.

    Ada nama Ian dan Kurt, sebenarnya siapa mereka? Kenapa tercantum di lirik lagunya Kenshi Yonezu?

    Ian adalah Ian Curtis yang aktif sebagai vokalis Joy Division , dan Kurt adalah Kurt Cobain yang terkenal sebagai vokalis Nirvana.

    Untuk sekedar informasi mereka berdua telah tewas bunuh diri di usia muda yaitu sekitar 20an. Ian di usia 23 dan Kurt di usia 27 tahun. Penyebab utama tewasnya mereka karena adanya penyakit mental yang mereka alami.

    Ya, Kenshi Yonezu juga memiliki penyakit autisme dan juga depresi di masa lalunya. Jadi, menyebut Ian dan Kurt di lagunya merupakan salah satu bentuk empati terhadap keputusasaan Iam dan Kurt dalam memilih jalan bunuh diri nya.

    Padahal masih ada cara lain untuk tetap bangkit dan tidak menyerah atas keadaan yang memojokkan nya, namun kembali lagi kepada kepribadian individu masing-masing tentang bagaimana orang bisa menerima atau menyikapi masalah yang dia hadapi.

    Alias, tidak semua orang kuat menerima realita yang akan dia hadapi dan tau apa yang harus dia lakukan untuk menghadapi masalah tersebut.


    Lagu tersebut menggambarkan perasaan rendah diri dan mentalitas pecundang yang dirasakan Yonezu terhadap dirinya sendiri, namun juga sikapnya yang berusaha maju seperti seorang pecundang dibandingkan berpuas diri menjadi pecundang, serta pesan penyemangat bagi mereka yang merasakan hal yang sama.

    Sebenarnya lagu ini lebih di tujukan pada diri Kenshi Yonezu itu sendiri, mengenai perasaan nya bahwa dia merasa pecundang. Namun lagu ini juga bisa bagi siapapun yang merasa senasib atau memiliki situasi yang sama dengan yang di alami penyanyi nya.

    Terkadang seseorang pernah di posisi terendah dan saking rendahnya merasa bahwa dia tidak bisa melakukan apapun tapi percayalah selama berusaha dan tetap maju semuanya pasti akan baik-baik saja, jadi jangan pernah menyerah dengan apapun rintangan yang menghalangi.

    Capek boleh, nyerah jangan.


    Ketiga lagu ini menggambarkan realita sosial dan emosi manusia yang mendalam, lagu ini secara sadar tak sadar di buat untuk menyadarkan bahwa bertapa keras nya realita hidup dan penting nya validasi perasaan seseorang yang berhak mendapatkan suatu dukungan nya.

    Melalui musik kita bisa tau bahwa banyak cara seseorang untuk mengungkapkan perasaan nya, bisa dari membuat / menyanyikan suatu lagu, bisa juga hanya sebagai pendengarnya saja. Ini menunjukan bahwa Seni merupakan jembatan untuk memahami suatu karakter manusia melalui apa yang dia buat atau dia tulis.

    Lagu-lagu Jepang seperti Yoidore Shirazu, Usseewa, dan Loser adalah pengingat bahwa di balik setiap nada dan lirik terdapat cerita yang berharga, cerita tentang manusia yang mencoba menemukan makna dan tujuan dalam hidup mereka.


    Dengan demikian bisa di simpulkan bahwa setiap lagu ada makna nya tersendiri, meskipun alunan musiknya terkadang berkebalikan dengan makna lagu nya tetapi itu merupakan cara kreatif seorang penyanyi untuk menyampaikan atau memasarkan karya nya.


    —-
    Sumber:
    https://utaten.com/specialArticle/index/7493
    https://kozuehinatsu.com/ado-usseewa-review
    https://media.framu.world/media-considerations/963fe204-6f81-416e-abbd-f83ca021676d/