Tag: Illustrasi

  • LANGKAH-LANGKAH DALAM PEMBUATAN ORIGINAL CHARACTER

    Halo Sobat! apakah kamu tahu mengenai OC atau Original Character? Buat yang belum tahu, Original Character adalah sebuah karakter karangan hasil dari imajinasi sorang artist. Biasanya Original Character dibuat dalam pembuatan komik, sebelum menentukan cerita dalam pembuatan komik kalian harus menentukan karakter mana yang akan dibuat menjadi tokoh utama. Nah! Dalam menciptakan karakter original dibutuhkan proses kreatif yang melibatkan perencanaan, imajinasi, dan keterampilan teknis seseorang dalam menciptakan sebuah Original Character, dan perlu diperhatikan karakter original tidak boleh mirip atau meniru karakter original dari artis lain karena itu sudah termasuk dalam plagiasi, kalian harus membuat karakter original kalian sendiri ya sobat!

    Disini saya akan memberitahu beberapa tips atau langkah-langkah penting dalam pembuatan Original Character, Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu sobat dalam pembuatan Original Character yang unik dan menarik:

    1. Tentukan Konsep dan Ide Karakter

    Nah sobat! Langkah pertama dan paling awal dalam pembuatan karakter original adalah menentukan konsep dan ide karakter, pada tahap ini biasanya artis memasuki tahap brainstorming dimana seorang artist akan menuangkan semua ide dan kreatifitas kedalam sebuah karakter yang akan dibuat. Pada tahap ini kamu diminta untuk menentukan tujuan karakter, kepribadian karakter, bentuk karakter akan seperti apa dan lingkungan karakter yang akan dibuat seperti apa.

    Pada tahap ini kalian harus menuangkan ide kalian dengan bebas, tidak usah takut untuk berlebihan karena di tahap ini ide dan kreatifitas akan menjadi factor utama dalam pembuatan karakter original yang unik.

    2. Mencari Referensi dan Inspirasi

    Sobat! apakah kalian sudah menemukan ide seperti apa untuk membuat karakter original? Kalau sudah kalian akan memasuki tahap kedua dimana kalian akan mencari Refrensi dan Inspirasi sebanyak mungkin yang kalian butuhkan. Biasanya untuk mendapatkan refrensi kalian bisa dapatkan melalui Pintrest karena disana banyak artist yang memperlihatkan karya-karya mereka kepada orang lain, refrensi yang bisa kalian kumpulkan mencakup pakaian, pose, color palette, art style, ataupun elemen desain.

    Setelah kalian mendapatkan refrensi, kalian dapat kumpulkan dan susun semua refrensi menjadi sebuah Mood Board. Mood Board ini berisi semua ide visual yang sudah kalian kumpulkan dan nantinya akan menjadi patokan dalam pembuatan karakter original. Tidak lupa sobat harus mempelajari juga desain karakter dari artist lain dan artist favorit kalian, dan harus ingat plagiasi itu dilarang keras!

    3. Sketsa Awal

    Apakah kalian sudah mendapat gambaran karakter original kalian akan seperti apa? Pada tahap selanjutnya kalian akan membuat sketsa kasar gambaran karakter original kalian dari refrensi yang sudah kalian kumpulkan. Pada tahap ini kalian akan diminta untuk membuat beberapa sektsa kasar untuk mengeksplorasi mulai dari pose, proporsi atau siluet karakter yang akan dibuat, kalian tidak perlu khawatir tentang detail pada tahap ini, kalian hanya akan focus pada komposisi dan alur visual. Fokus membuat bentuk dasar karakter original untuk memastikan karakter kalian terlihat unik dan mudah dikenali oleh orang-orang.

    Usahakan jika kalian ingin tracing pose gambar, maka gunakanlah foto orang asli jangan gunakan gambar yang sudah ada karena itu termasuk dalam plagiasi, tetapi jika kamu tracing pose orang lain yang sudah disiapkan itu tidak apa-apa karena emang itu disiapkan untuk kalian yang belum sepenuhnya mahir.

    4. Kembangkan Detail Desain

    Sobat! Bagaimana? Jika kalian sudah membuat siluet karakter kalian, di tahap ini kalian akan mengembangkan detai pada karakter kalian, tidak usah khawatir terlalu rapih karena pada tahap ini kalian masih mengerjakan sketsa kasar. Hal yang perlu ditambahkan adalah beberapa detail seperti menambahkan elemen pada karater original kalian seperti ekspresi wajah, pakaian, aksesori, dan ciri khas karakter original kalian, pastikan karakter kalian sesuai denga kepribadian dan latar belakang karakter yang akan kalian buat. Misalnya, karakter petualang mungkin memiliki pakaian yang praktis dan peralatan yang menempel pada pakaiannya.

    Jika kalian merasa kesusahan maka buatlah sesimple mungkin mengikuti art style yang kalian inginkan tidak usah terlalu rumit, karena detail seperti itu tidak baik dalam sebuah gambar. kalian harus memastikan gambar kalian memiliki white space agar orang lain yang ingin melihatnya tidak bingung karena terlalu banyak detail.

    5. Pilih Palet Warna

    Pada tahap ini kalian akan memilih dan menentukan palet warna untuk karakter original kalian. Kalian bisa mencoba mencari palet warna yang popular, pada pemilihan palet warna kalian harus memilih warna yang mencerminkan suasana dan kepribadian karakter original kalian. Kalian juga diharuskan untuk menggunakan kombinasi warna yang harmonis tetapi kontras untuk menonjolkan elemen penting.

    cobalah mencari refrensi color palette yang populer atau menggunakan color palette sesuai tema yang sudah di siapkan dalam mood board. Jangan gunakan warna terlalu banyak karena akan membuat karakter original kalian susah untuk di identifikasi usahakan gunakan warna seminimal mungkin atau menggunakan warna masih dalam lingkungannya.

    6. Mulai Line Art

    Kemudian kalian diharuskan untuk mulai merapihkan sketsa kasar yang sudah kalian buat, perbaiki sketsa awal kalian dengan garis yang lebih bershin dan jelas, jika kalian ingin melanjutkannya dengan menggunakan digital maka gunakanlah tool digital yang kalian kuasai, kalian juga bisa menggunakan cara tradisional sesuai preferensi anda. Usahakan line art yang ada buat harus jelas jika tradisional gunakan lah drawing pen.

    Pada tahap ini juga diharuskan menggunakan garis yang tegas yang dimaksudkan untuk memisahkan setiap bagian mulai dari kepala hingga ujung kaki, kemudian untuk bagian Out Line diharuskan garis lebih tebal dari biasanya agar memiskan karakter kalian dengan background nantinya.

     7. Menambahkan Warna Dasar

    Sobat! Progres karakter original kalian sudah sampai setengahnya nih. Karakter kalian sudah detail dan jelas, saatnya masuk pada proses pewarnaan. Pada proses ini kalian akan menambahkan warna dasar pada karakter kalian, palet warna yang sudah kalian pilih coba kalian implementasikan kedalam karakter original kalian, mulai dari warna kulit, warna rambut, warna baju, hingga warna-warna detail seperti aksesoris yang terdapat pada karakter original kalian.

    8. Berikan Shading dan Highlight

     Nah! Jika kalian merasa warna kalian terlalu flat, coba berikan shading dan highlight pada karakter original kalian untuk mendapatkan dimensi seolah olah karakter kalian 3D. sebelum menentukan shading dan highlight tentukan dahulu sumber cahaya utama kalian untuk memastikan pencahayaan konsisten, setelah itu kalian boleh menambahkan highlight dan shading sesuai sumber cahaya yang telah kalian tetapkan. Tambahkan dimensi kepada karakter dengan bayangan lembut dan sorotan cahaya. jangan takut untuk memberikan shading, kebanyakan pemula masih ragu-ragu untuk menambahkan shading pada karakter original kalian. coba tegaskan lagi mana bagian yang gelap dan mana bagian yang terang.

    9.Tambahkan Tekstur dan Detail Akhir

    Apakah kalian sudah menambah dimensi pada karakter original kalian? jika sudah mungkin ini lagkah terakhir kalian dalam pembuatan karakter original, di tahap ini kalian diminta untuk menambahkan sentuhan terkahir untuk karakter kalian, seperti menambahkan detail akhir aksesoris atau pola ornament yang ingin ditambahkan pada karakter original kalian. kalian juga bisa menambahkan tekstur seperti kain, kulit, ataupun benda-benda yang memiliki tekstur agar mendapatkan kesan realisme dan daya Tarik pada karakter.

    Saran untuk sobat! coba pelajari dulu macam-macam texture sebelum menambahkan texture pada karakter original kalian, coba pelajari yang paling utama adalah texture pada rambut, kemudian texture pada pakaian dan juga texture pada aksesoris yang ingin kalian gunakan pada karakter orginal kalian. Jika ingin mempelajari texture coba pelajari dengan memperhatikan objek asli dari texture yang ingin kalian gunakan seperti texture pada baju maka pelajari gimana cara baju itu bergerak, kemudian gimana lipatan pada baju itu seperti apa, dan lain sebagainya.

    10. Beri Latar Belakang (Opsional)

    Nah! Pada tahap ini sebenarnya opsional. Kalian boleh menambahkan latar belakang atau background untuk karakter kalian juga kalian bisa tidak menambahkan background untuk karakter original kalian. Banyak artist yang juga tidak menggunakan background untuk pengenalan karakter mereka. Biasanya artist akan menggunakan background putih agar detail dalam karakter mereka terlihat, banyak juga para artist menggukanan warna dasar pada background mereka sesuai kepribadian karakter yang mereka buat, jadi sesuaikan saja keinginan kalian ya sobat.

    Jika belum mahir sebaiknya jangan dulu memberikan background, lebih baik jika ingin memberikan background gunakanlah warna yang lebih simple, karena menggambar background bukanlah hal yang mudah dilakukan untuk seorang pemula. Perbaiki dulu saja karakter original kalian jika dirasa sudah mampu untuk membuat background maka buatlah.

    11. Finalisasi dan Simpan dalam Format Tepat

    Akhirnya sobat sudah mencapai tahap terakhir. Nah! tahap ini kalian akan menyimpan hasil karya kalian dalam bentuk format berkualitas tinggi, jika kalian menggunakan tradisional kalian bisa scan karya kalian agar kalian memiliki hasil karya kalian dalam digital, jika kalian menggunakan ditigal dari awal kalian bisa mengeksportnya dalam format JPG ataupun PNG untuk transparansi background. Simpan juga hasil karya kalian agar dapat memudahkan untuk merevisi karya kalian dimasa depan. Semangat mengerjakan kalian semua!  

    12. Upload Karya dan Printing

    Sobat! setelah kamu menyimpan hasil karya kalian sesuai format cobalah untuk upload karya kalian di media sosial seperti Instagram ataupun X, jangan takut untuk memamerkan karya kalian ke sosial media karena ini langkah pertama mu untuk menjadi seorang artist yang terkenal. coba lah konsisten untuk upload karya kamu sesering mungkin, dan sebelum meng-upload karya kalian usahakan karya kalian beri watermark atau tanda bahwa itu karya kalian sehingga karya kalian tidak dapat diambil oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

    Jika kalian ingin mencetak karya kalian usahakan resolusi karya kalian besar agar mencetak karya tidak rusak ketika dibesarkan atau dikecilkan, usahakan karya kalian dalam ukuran paling besar dengan kertas yang akan kalian cetak, misalnya kalian ingin mencetak dalam kertas A4 kalian harus membesarkan resolusi gambar dua kalinya yaitu A3.

    Tips Tambahan

    Sebelum kita mengakhiri ini, saya akan memberikan kalian beberapa tips tambahan agar kalian bisa upgrade skill gamabar kalian semakin bagus, berikut 3 tips untuk upgrade skill gambar kalian:

    • Latihan Secara Rutin:

    Jika kalian mau gambar kalian semakin bagus, cobalah kalian rutin Latihan menggambar karena skill semua orang bisa bagus dalam menggambar jika kalian terus berlatih menggambar. Coba untuk melihat banyak refrensi dari artist lain dan selalu konsisten.

    • Jelajahi Gaya Baru:

    Sobat! Coba kalian jangan takut untuk bereksperimen dengan art style baru, banyak refrensi art style artist lainnya coba lah bereksperimen untuk mengikuti art style mereka dengan menggambar karater original kalian, siapa tau kalian menemukan art style original kalian sendiri dimasa depan.

    • Gunakan Alat yang Tepat:

    Cobalah untuk memilih perangkat dan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan kalian Sobat, seperti Procreate, Adobe Illustrator, Clip studio paint, atau jika kalian punya device yang bagus cobalah gunakan Ibish Paint pada perangkat android kalian. Jika kalian menggunakan alat tradisional maka gunakanlah alat dengan kualitas yang bagus seperti pensil faber castle, pensil warna, cat air dan alat tradisional lainnya.

    Nah sobat akhirnya kita sudah selesai, apakah kalian paham? Membuat OC atau karakter original adalah proses kreatif yang melibatkan beberapa langkah penting, dimulai dari menentukan konsep, mencari referensi, membuat sketsa awal, hingga mengembangkan detail desain. Dalam proses ini, kalian juga perlu memilih palet warna yang mencerminkan karakter original kalian, membuat line art, menambahkan warna dasar, serta memberikan shading dan highlight untuk menciptakan dimensi. Sentuhan akhir seperti tekstur, pola, dan aksesoris akan memperkuat karakter original kalian.

    Opsionalnya, Anda bisa menambahkan latar belakang yang mendukung kepribadian karakter. Akhirnya, simpan karya Anda dalam format berkualitas tinggi. Selain itu, rutin berlatih, bereksperimen dengan gaya baru, dan menggunakan alat yang tepat akan membantu meningkatkan keterampilan Anda dalam menggambar OC yang unik dan menarik.

    Tetap semangat untuk upgrade skill menggambar kalian agar kalian bisa menjadi artist yang baik dan dikenal banyak orang, sekian dari saya semoga kalian terus berusaha untuk mengupgrade skill kalian dimasa depan, selamat tinggal!.

  • Mengenal Karier di Bidang DKV: Desainer dan Ilustrator, Dua Dunia yang Saling Melengkapi

    Sebagai mahasiswa/i program studi Desain Komunikasi Visual (DKV), pasti kamu sering mendengar istilah “desainer” dan “ilustrator”. Terkadang, banyak orang menganggap keduanya merupakan hal yang sama, padahal sebenarnya keduanya punya peran yang sangat berbeda, lho! Meskipun keduanya bekerja dengan elemen visual, cara kerja dan tujuan mereka bisa sangat berbeda. Kalau kamu tertarik untuk berkarier di industri kreatif, penting banget untuk memahami perbedaan antara desainer dan ilustrator. Yuk, kita bahas lebih lanjut supaya kamu bisa lebih paham!


    Siapa Itu Desainer?

    Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan profesi desainer, kan? Secara sederhana, desainer adalah seseorang yang menciptakan elemen visual untuk tujuan tertentu, seperti menyampaikan pesan, mempromosikan merek, atau menciptakan pengalaman pengguna yang menyenangkan. Mereka bekerja dengan berbagai elemen visual, mulai dari teks, gambar, hingga warna, untuk menghasilkan desain yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional. Jadi, tugas desainer bukan hanya sekadar membuat sesuatu yang “indah”, tapi juga memastikan desainnya dapat berfungsi dengan baik sesuai tujuannya.

    Jenis-jenis Desainer

    Profesi Desainer itu luas banget, lho! Ada beberapa jenis yang masing-masing punya spesialisasi yang berbeda:

    1. Desainer Grafis

       Mereka menciptakan materi visual untuk media cetak dan digital, seperti logo, poster, kemasan produk, dan banyak lagi. Intinya, mereka membuat desain yang membantu perusahaan atau brand untuk berkomunikasi dengan audiensnya. Jadi, kalau kamu suka mengatur elemen visual supaya tampak harmonis dan mudah dipahami, mungkin jadi desainer grafis cocok untuk kamu.

    2. Desainer UI/UX (User Interface/User Experience)

       Kalau kamu suka dunia digital, desainer UI/UX mungkin menjadi pilihan yang menarik. Mereka berfokus pada desain aplikasi atau website agar mudah digunakan. Desainer UI bekerja dengan tampilan visual, sementara desainer UX memastikan pengalaman pengguna (user experience) berjalan lancar dan menyenangkan.

    3. Desainer Produk

       Desainer produk menciptakan barang fisik, seperti gadget, furnitur, atau bahkan alat rumah tangga yang nggak hanya praktis, tapi juga punya daya tarik visual. Mereka memperhatikan detail dan ergonomi produk agar bisa dipakai dengan nyaman.

    4. Desainer Branding

       Desainer branding menciptakan identitas visual untuk suatu merek atau perusahaan. Mulai dari logo, palet warna, hingga elemen desain lainnya yang mencerminkan karakter dan nilai merek tersebut. Jika kamu suka dengan dunia pemasaran dan ingin menciptakan citra merek yang kuat, mungkin ini adalah bidang yang cocok buat kamu.

    Apa yang Dilakukan Desainer?

    Tugas utama seorang desainer itu adalah menciptakan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tapi juga efektif. Desainer harus bisa menyampaikan pesan lewat desain mereka, baik itu untuk iklan, produk, atau bahkan tampilan sebuah website. Mereka akan bekerja dengan berbagai elemen seperti tipografi, gambar, dan warna, untuk menciptakan desain yang bisa mengomunikasikan ide dengan jelas. Dan tentunya, desain itu harus fungsional, artinya bisa digunakan dengan nyaman oleh audiens atau pengguna.

    Desainer biasanya menggunakan alat seperti Adobe Photoshop, Illustrator, atau aplikasi desain lainnya untuk membuat karya mereka. Selain itu, mereka juga perlu memahami prinsip-prinsip desain, seperti komposisi, proporsi, dan keseimbangan visual, agar hasil karyanya benar-benar efektif.


    Siapa Itu Ilustrator?

    Nah, kalau desainer lebih fokus pada elemen visual yang komunikatif dan fungsional, ilustrator punya pendekatan yang sedikit berbeda. Ilustrator biasanya bekerja untuk menciptakan karya seni visual yang punya cerita atau makna. Jadi, pekerjaan mereka lebih bersifat artistik dan ekspresif, dengan tujuan untuk menggambarkan ide, emosi, atau cerita melalui gambar.

    Jenis-jenis Ilustrator

    Ilustrator juga punya berbagai macam spesialisasi, lho:

    1. Ilustrator Editorial

       Mereka menciptakan ilustrasi untuk artikel di majalah, koran, atau blog. Gambar-gambar ini membantu memperkaya tulisan dengan memberikan visual yang mendalam dan sering kali menyampaikan pesan atau nuansa yang lebih dalam.

    2. Ilustrator Buku Anak

       Kalau kamu suka dunia anak-anak, mungkin ilustrator buku anak bisa jadi pilihan karier yang menyenangkan. Mereka menciptakan gambar yang mendukung cerita dalam buku anak-anak, dengan gaya yang ceria, penuh warna, dan imajinatif.

    3. Ilustrator Konsep

       Bekerja di industri hiburan, terutama film atau video game, ilustrator konsep menciptakan gambar-gambar awal untuk karakter, latar belakang, atau suasana. Ilustrasi ini membantu tim produksi dalam merancang tampilan visual proyek mereka.

    4. Ilustrator Komik dan Manga

       Kamu pasti pernah melihat komik atau manga, kan? Nah, ilustrator komik dan manga inilah yang menciptakan gambar berurutan untuk menceritakan sebuah cerita. Gaya mereka bisa sangat beragam, mulai dari yang realistis hingga yang sangat fantasi.

    Apa yang Dilakukan Ilustrator?

    Tugas seorang ilustrator adalah menciptakan gambar yang tidak hanya indah, tapi juga mengandung cerita atau makna. Mereka bekerja untuk menggambarkan ide atau emosi yang ingin disampaikan lewat karya seni mereka. Beberapa ilustrator masih menggambar secara manual dengan pensil atau cat air, tetapi banyak juga yang menggunakan aplikasi desain digital seperti Adobe Photoshop atau CorelDRAW untuk menciptakan ilustrasi mereka.

    Ilustrator juga sering bekerja sama dengan penulis, penerbit, atau tim produksi untuk menciptakan karya yang sesuai dengan visi proyek mereka. Jadi, kalau kamu suka menggambar dan punya imajinasi yang kaya, karier sebagai ilustrator bisa sangat memuaskan!


    Apa Bedanya Desainer dan Ilustrator?

    Meskipun keduanya berurusan dengan elemen visual, desainer dan ilustrator punya perbedaan yang cukup mencolok. Berikut beberapa perbedaan utama yang perlu kamu ketahui:

    1. Tujuan Kerja

    • Desainer: Fokus utama desainer adalah menciptakan elemen visual untuk komunikasi, branding, atau pengalaman pengguna. Mereka lebih berpikir tentang fungsi dan bagaimana desain mereka bisa berfungsi dengan baik dalam konteks tertentu.
    • Ilustrator: Di sisi lain, ilustrator lebih fokus pada ekspresi seni dan menceritakan sebuah cerita atau ide melalui gambar.

    2. Pendekatan Kerja

    • Desainer: Desainer biasanya bekerja dengan batasan yang jelas, seperti panduan merek atau kebutuhan klien. Mereka harus memastikan bahwa desain mereka efektif dan bisa digunakan dalam berbagai media.
    • Ilustrator: Ilustrator sering kali lebih bebas dalam hal kreativitas dan eksplorasi. Mereka bisa berkreasi dengan berbagai gaya dan teknik, dan tidak selalu terikat pada batasan-batasan desain fungsional.

    3. Hasil Akhir

    • Desainer: Desain yang dihasilkan desainer lebih bersifat praktis dan fungsional, seperti logo, brosur, atau tampilan aplikasi.
    • Ilustrator: Ilustrator menghasilkan karya seni seperti ilustrasi buku, poster, atau gambar untuk komik yang lebih bersifat visual dan artistik.

    Kolaborasi Antara Desainer dan Ilustrator

    Meskipun berbeda, desainer dan ilustrator sering bekerja sama dalam berbagai proyek kreatif. Misalnya, dalam pembuatan buku anak, ilustrator akan menciptakan gambar, sementara desainer akan mengatur tata letak teks dan elemen visual lainnya. Begitu juga dalam pembuatan iklan, desainer bertanggung jawab membuat konsep visual keseluruhan, sementara ilustrator akan menambah elemen-elemen spesial seperti maskot atau ilustrasi yang menarik.

    Kolaborasi antara keduanya sering menghasilkan karya yang lebih kaya dan menarik, karena mereka menggabungkan kekuatan desain yang komunikatif dan seni visual yang ekspresif.


    Mana yang Cocok untuk Kamu?

    Sekarang, kamu mungkin bertanya-tanya, “Kira-kira, saya cocok jadi desainer atau ilustrator, ya?” Kalau kamu lebih suka berpikir logis dan ingin menciptakan desain yang berfungsi untuk menyampaikan pesan atau meningkatkan pengalaman pengguna, karier sebagai desainer bisa jadi pilihan yang tepat. Namun, kalau kamu lebih suka menggambar, berimajinasi, dan menceritakan cerita lewat gambar, menjadi ilustrator mungkin lebih cocok dengan passionmu.

    Yang terpenting adalah memahami bahwa baik desainer maupun ilustrator memerlukan kreativitas dan dedikasi tinggi. Keduanya memiliki peran yang sangat penting dalam dunia kreatif, dan pilihan karier kamu sangat bergantung pada minat dan keterampilan yang kamu miliki.


    Meskipun desainer dan ilustrator sering kali dianggap mirip, kenyataannya keduanya memiliki peran yang sangat berbeda dalam industri kreatif. Desainer fokus pada komunikasi visual yang efektif dan fungsional, sedangkan ilustrator berfokus pada ekspresi seni dan penciptaan cerita melalui gambar. Kedua profesi ini saling melengkapi, dan dalam banyak proyek kreatif


    Qistan Yusrina Arifah

    51922147 DKV 4

    Program Studi Desain Komunikasi Visual

    Fakultas Desain dan Seni

    kUniversitas Indonesia