Strategi Komunikasi Bisnis Digital Dalam Pengembangan Usaha Kuliner

9–14 minutes

(Studi Kualitatif pada Dida Wareg Resto)

Dida Ananda

Program Studi Akuntansi,fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Komputer Indonesia dida.21123037@mahasiswa.unikom.ac.id

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi antara pelaku usaha dan konsumen, khususnya pada sektor usaha kuliner. Perubahan ini menuntut pelaku usaha untuk mengembangkan strategi komunikasi bisnis yang adaptif dan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Dida Wareg Resto menerapkan strategi komunikasi bisnis digital dalam mendukung pengembangan usahanya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi kegiatan usaha dan analisis praktik komunikasi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital, pembentukan identitas usaha, serta pengelolaan pengalaman konsumen menjadi elemen penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Strategi komunikasi bisnis yang terintegrasi terbukti mampu meningkatkan daya saing usaha kuliner di tengah persaingan yang semakin kompetitif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha dan mahasiswa dalam mengembangkan strategi bisnis berbasis komunikasi digital.

Kata Kunci: komunikasi bisnis, usaha kuliner, pemasaran digital, perilaku konsumen

1         Pendahuluan

 Usaha kuliner merupakan salah satu sektor bisnis yang memiliki tingkat persaingan tinggi dan sangat bergantung pada efektivitas komunikasi dengan konsumen. Komunikasi bisnis dalam konteks usaha kuliner tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi mengenai produk, harga, maupun promosi, tetapi juga berperan strategis dalam membangun citra usaha, membentuk persepsi konsumen, serta menciptakan hubungan jangka panjang yang berkelanjutan. Hubungan yang baik antara pelaku usaha dan konsumen menjadi faktor penting dalam menciptakan loyalitas pelanggan, khususnya di tengah banyaknya pilihan produk kuliner yang tersedia di pasar.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pola komunikasi bisnis mengalami pergeseran signifikan dari komunikasi konvensional menuju komunikasi berbasis media digital. Jika sebelumnya interaksi antara pelaku usaha dan konsumen lebih banyak terjadi secara langsung di lokasi usaha atau melalui media promosi tradisional, saat ini komunikasi digital menjadi saluran utama dalam menyampaikan pesan bisnis. Media sosial, aplikasi pesan instan, serta platform digital lainnya memungkinkan proses komunikasi berlangsung secara cepat, luas, dan tanpa batasan ruang maupun waktu.

Media digital tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai ruang interaksi dua arah antara pelaku usaha dan konsumen. Konsumen tidak lagi berada pada posisi pasif sebagai penerima pesan, melainkan turut berperan aktif dalam membentuk citra dan reputasi usaha melalui berbagai bentuk partisipasi, seperti memberikan ulasan, komentar, penilaian, serta membagikan pengalaman mereka kepada pengguna lain. Ulasan positif dapat meningkatkan kepercayaan dan minat beli konsumen potensial, sementara ulasan negatif dapat berdampak pada penurunan citra usaha apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, kemampuan pelaku usaha dalam mengelola komunikasi digital menjadi faktor yang sangat menentukan keberlangsungan usaha kuliner.

Dalam konteks tersebut, strategi komunikasi bisnis digital menjadi aspek krusial dalam pengelolaan dan pengembangan usaha kuliner. Strategi komunikasi yang efektif tidak hanya berfokus pada penyampaian pesan promosi, tetapi juga mencakup konsistensi identitas merek, pemilihan media yang tepat, gaya bahasa yang sesuai dengan karakter konsumen, serta respons yang cepat dan solutif terhadap umpan balik konsumen. Strategi ini penting untuk menciptakan pengalaman positif bagi konsumen sekaligus memperkuat posisi usaha di tengah persaingan pasar.

Dida Wareg Resto sebagai salah satu usaha kuliner dengan konsep makanan keluarga menunjukkan upaya adaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis tersebut. Pemanfaatan media digital oleh Dida Wareg Resto menjadi sarana strategis dalam memperkenalkan produk, membangun kedekatan dengan konsumen, serta memperkuat identitas usaha sebagai restoran yang mengedepankan kenyamanan dan kebersamaan keluarga. Melalui komunikasi digital, Dida Wareg Resto berupaya menciptakan citra usaha yang ramah, terpercaya, dan relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Namun demikian, pemanfaatan media digital dalam komunikasi bisnis tidak lepas dari berbagai tantangan, seperti konsistensi pesan, pengelolaan konten, serta kemampuan dalam merespons dinamika perilaku konsumen yang terus berubah. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang lebih mendalam untuk memahami bagaimana strategi komunikasi bisnis digital diterapkan secara konkret oleh Dida Wareg Resto serta bagaimana implikasinya terhadap pengembangan usaha, khususnya dalam meningkatkan daya saing, loyalitas konsumen, dan keberlanjutan bisnis.

Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi bisnis digital yang diterapkan oleh Dida Wareg Resto serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan usaha kuliner. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam bidang komunikasi bisnis dan menjadi referensi praktis bagi pelaku usaha kuliner dalam merancang strategi komunikasi digital yang efektif.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih untuk memahami secara mendalam strategi komunikasi bisnis yang diterapkan oleh pelaku usaha dalam konteks nyata, khususnya pada usaha kuliner. Metode studi kasus digunakan karena penelitian ini berfokus pada satu objek penelitian secara spesifik, yaitu Dida Wareg Resto, sehingga memungkinkan peneliti untuk mengkaji fenomena komunikasi bisnis secara kontekstual dan holistik.

Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aktivitas operasional Dida Wareg Resto. Observasi mencakup pola pelayanan kepada konsumen, bentuk interaksi antara karyawan dan pelanggan, serta praktik komunikasi pemasaran yang diterapkan, baik secara langsung maupun melalui media digital. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh studi literatur yang bersumber dari buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan komunikasi bisnis, komunikasi pemasaran, dan pemasaran digital. Studi literatur digunakan untuk memperkuat landasan teoretis dan membantu peneliti dalam menginterpretasikan temuan lapangan.

Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Tahapan analisis meliputi reduksi data untuk memilih informasi yang relevan dengan fokus penelitian, penyajian data dalam bentuk uraian naratif, serta penarikan kesimpulan berdasarkan pola dan makna yang ditemukan. Analisis difokuskan pada proses dan strategi komunikasi bisnis digital yang diterapkan oleh Dida Wareg Resto serta implikasinya terhadap pengembangan usaha.

Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menerapkan triangulasi teori dengan membandingkan temuan lapangan dan konsep-konsep yang dikemukakan dalam literatur terkait. Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang akurat mengenai praktik komunikasi bisnis digital pada usaha kuliner dan relevansinya dalam menghadapi persaingan bisnis di era digital.

2    Hasil dan Pembahasan

Dida Wareg Resto menerapkan strategi komunikasi bisnis yang berorientasi pada kedekatan dan keterlibatan konsumen. Strategi ini didasarkan pada pemahaman bahwa komunikasi bisnis dalam usaha kuliner tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi produk, tetapi juga sebagai upaya membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Oleh karena itu, komunikasi yang dilakukan bersifat persuasif, informatif, dan interaktif.

Komunikasi bisnis di Dida Wareg Resto dilakukan melalui dua saluran utama, yaitu komunikasi langsung dan komunikasi berbasis media digital. Komunikasi langsung berlangsung di lokasi usaha melalui interaksi antara karyawan dan konsumen, khususnya dalam proses pelayanan, penyampaian informasi menu, serta penanganan keluhan. Pola komunikasi ini menekankan sikap ramah, responsif, dan personal guna menciptakan pengalaman positif bagi konsumen serta memperkuat citra usaha sebagai restoran keluarga.

Selain komunikasi langsung, Dida Wareg Resto juga memanfaatkan media digital sebagai bagian dari strategi komunikasi bisnisnya. Media digital digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai produk, promosi, serta aktivitas usaha kepada konsumen secara lebih luas dan cepat. Melalui media digital, usaha tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan, tetapi juga membuka ruang interaksi dua arah dengan konsumen melalui komentar, pesan, dan umpan balik. Interaksi ini memungkinkan pelaku usaha untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen secara lebih baik.

Strategi komunikasi bisnis yang diterapkan oleh Dida Wareg Resto juga menunjukkan upaya dalam membangun konsistensi identitas usaha. Pesan komunikasi yang disampaikan, baik secara langsung maupun melalui media digital, diarahkan untuk menegaskan citra usaha sebagai tempat makan keluarga yang nyaman dan terjangkau. Konsistensi pesan ini penting dalam membentuk persepsi positif konsumen serta meningkatkan kepercayaan terhadap usaha.

Secara keseluruhan, strategi komunikasi bisnis yang dijalankan oleh Dida Wareg Resto berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat hubungan dengan konsumen sekaligus mendukung pengembangan usaha. Pendekatan komunikasi yang terintegrasi antara komunikasi langsung dan digital memungkinkan usaha untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen serta meningkatkan daya saing di sektor kuliner.

2.1         Identitas Usaha sebagai Media Komunikasi

Identitas usaha merupakan elemen penting dalam strategi komunikasi bisnis karena berfungsi sebagai simbol yang merepresentasikan nilai, karakter, dan positioning usaha di benak konsumen. Dalam konteks usaha kuliner, identitas usaha tidak hanya tercermin dari nama dan logo, tetapi juga dari konsep restoran, suasana tempat, serta cara usaha berinteraksi dengan konsumen. Identitas yang kuat dan konsisten dapat membantu usaha membedakan diri dari pesaing serta membangun persepsi yang positif di kalangan pelanggan.

Dida Wareg Resto memanfaatkan identitas usaha sebagai bagian dari strategi komunikasinya dengan menonjolkan nilai kekeluargaan. Nama usaha, konsep makanan rumahan, serta penataan ruang yang sederhana dan nyaman digunakan sebagai bentuk komunikasi simbolik yang menyampaikan pesan kedekatan dan kebersamaan kepada konsumen. Simbol-simbol tersebut secara tidak langsung mengomunikasikan bahwa Dida Wareg Resto merupakan tempat makan yang cocok untuk keluarga dan berbagai kalangan.

Identitas usaha juga diperkuat melalui konsistensi penyampaian pesan dalam berbagai saluran komunikasi. Baik melalui interaksi langsung di lokasi usaha maupun melalui media digital, pesan yang disampaikan tetap selaras dengan konsep dan nilai yang diusung. Konsistensi ini penting untuk membentuk kesan yang mudah dikenali serta meningkatkan daya ingat konsumen terhadap usaha. Semakin sering konsumen menerima pesan yang konsisten, semakin kuat pula asosiasi mereka terhadap identitas usaha tersebut.

Dalam konteks komunikasi bisnis, identitas usaha yang jelas dan konsisten berperan dalam membangun kepercayaan konsumen. Konsumen cenderung lebih mudah mengingat dan memilih usaha yang memiliki karakter dan citra yang kuat. Dengan demikian, identitas usaha tidak hanya berfungsi sebagai pembeda, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk memperkuat hubungan emosional dengan konsumen dan mendukung keberlanjutan usaha kuliner.

2.2         Media Digital dan Interaksi Konsumen

Pemanfaatan media digital, khususnya media sosial, menjadi bagian penting dalam strategi komunikasi bisnis Dida Wareg Resto. Media sosial berfungsi sebagai sarana komunikasi yang memungkinkan usaha untuk menjalin interaksi langsung dan berkelanjutan dengan konsumen. Melalui media digital, proses komunikasi tidak hanya bersifat satu arah, tetapi berkembang menjadi komunikasi dua arah yang melibatkan partisipasi aktif konsumen.

Dida Wareg Resto menggunakan media sosial untuk menyampaikan berbagai informasi terkait produk, menu, harga, serta program promosi. Penyampaian informasi dilakukan secara rutin dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga dapat menjangkau berbagai segmen konsumen. Selain itu, konten yang disajikan juga berfungsi untuk memperkuat citra usaha sebagai restoran keluarga yang ramah dan dekat dengan pelanggan.

Interaksi dengan konsumen melalui media sosial juga diwujudkan dalam bentuk respons terhadap komentar, pesan, dan masukan pelanggan. Respons yang cepat dan komunikatif menunjukkan keterbukaan usaha terhadap umpan balik konsumen serta mencerminkan komitmen dalam memberikan pelayanan yang baik. Interaksi ini berperan penting dalam membangun kepercayaan konsumen, karena konsumen merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam komunikasi usaha.

Dalam konteks komunikasi bisnis, kehadiran aktif di media digital memberikan peluang bagi Dida Wareg Resto untuk membangun loyalitas konsumen. Konsumen yang terlibat secara interaktif cenderung memiliki kedekatan emosional dengan usaha, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian ulang dan rekomendasi kepada pihak lain. Dengan demikian, pemanfaatan media digital tidak hanya mendukung kegiatan promosi, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan hubungan jangka panjang antara usaha dan konsumen.

2.3         Dampak Strategi Komunikasi terhadap Pengembangan Usaha

Strategi komunikasi bisnis digital yang diterapkan oleh Dida Wareg Resto memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha kuliner. Pemanfaatan media digital memungkinkan informasi mengenai produk, promosi, dan aktivitas usaha dapat diakses dengan mudah oleh konsumen. Akses informasi yang cepat dan terbuka membantu meningkatkan kesadaran konsumen terhadap usaha serta memperluas jangkauan pasar tanpa keterbatasan ruang dan waktu.

Konsistensi citra usaha yang dibangun melalui komunikasi digital juga berperan penting dalam meningkatkan daya saing. Pesan yang selaras antara komunikasi langsung dan media digital memperkuat persepsi konsumen terhadap identitas usaha sebagai restoran keluarga yang nyaman dan terpercaya. Konsistensi ini membantu menciptakan posisi usaha yang jelas di tengah persaingan sektor kuliner yang semakin kompetitif.

Selain itu, strategi komunikasi bisnis digital berkontribusi dalam menciptakan pengalaman konsumen yang positif. Interaksi yang responsif, penyampaian informasi yang jelas, serta keterlibatan konsumen dalam komunikasi usaha meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan. Pengalaman positif tersebut mendorong loyalitas konsumen, yang pada akhirnya berdampak pada keberlanjutan dan pertumbuhan usaha.

Dalam konteks yang lebih luas, strategi komunikasi bisnis digital yang diterapkan oleh Dida Wareg Resto memiliki relevansi dengan pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Pemanfaatan teknologi digital dalam komunikasi bisnis mencerminkan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam mengelola usaha di era digital. Strategi ini dapat menjadi contoh praktik kewirausahaan yang adaptif, khususnya bagi mahasiswa yang didorong untuk mengembangkan usaha berbasis teknologi, kreativitas konten, dan pemahaman terhadap perilaku konsumen.

Dengan demikian, strategi komunikasi bisnis digital tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai faktor strategis dalam meningkatkan daya saing usaha serta mendukung pengembangan kewirausahaan yang berorientasi pada inovasi dan pemanfaatan teknologi digital.

3         Kesimpulan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi bisnis digital memiliki peran yang signifikan dalam pengembangan usaha kuliner. Dida Wareg Resto mampu memanfaatkan media digital dan identitas usaha sebagai sarana komunikasi yang efektif untuk membangun dan mempertahankan hubungan dengan konsumen. Komunikasi yang terintegrasi antara interaksi langsung dan media digital memungkinkan usaha untuk menyampaikan informasi secara konsisten sekaligus menciptakan kedekatan dengan pelanggan.

Pemanfaatan media digital tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai media interaksi dua arah yang mendukung pembentukan kepercayaan dan loyalitas konsumen. Identitas usaha yang jelas dan konsisten turut memperkuat citra Dida Wareg Resto sebagai restoran keluarga, sehingga memudahkan konsumen dalam mengenali dan mengingat usaha di tengah persaingan bisnis kuliner. Integrasi antara komunikasi bisnis, pemasaran digital, dan pengalaman konsumen menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan.

Temuan penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan akademik. Secara praktis, hasil penelitian dapat dijadikan referensi bagi pelaku usaha kuliner dalam merancang strategi komunikasi bisnis digital yang adaptif dan berorientasi pada konsumen. Secara akademik, penelitian ini relevan bagi pengembangan kewirausahaan mahasiswa, khususnya dalam membangun model bisnis berbasis komunikasi digital yang menekankan kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, strategi komunikasi bisnis digital dapat dipandang sebagai elemen strategis dalam pengembangan usaha kuliner di era digital.

4         Daftar Pustaka

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.

Lovelock, C., & Wirtz, J. (2016). Services marketing: People, technology, strategy. Pearson Education.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Morissan. (2014). Teori komunikasi individu hingga massa. Kencana.

Rangkuti, F. (2018). Strategi promosi yang kreatif dan analisis kasus. Gramedia Pustaka Utama.

Tjiptono, F. (2019). Pemasaran jasa: Prinsip, penerapan, dan penelitian. Andi Offset.