Abstrak
Perdagangan barang menjadi salah satu bagian terpenting dalam pendidikan bisnis, terutama bagi mahasiswa ataupun mahasiswi yang baru memulai dunia industri. Logo tidak sekadar menggunakan simbol merek kemasan untuk mengatasi makna reputasi barang pada pandangan pembeli. Berdasar pendapat Keller (2013), pencitraan berdaya menghasilkan keyakinan kesetiaan pembeli pada komoditas. Pada sebuah program Inkubator Bisnis Unikom atau yang biasa disingkat sebagai INBISKOM, berperan sarana fasilitator kewirausahaan mahasiswa lewat pelatihan asistensi kolaborasi bersama skema P2MW aktivitas Bussines Matching. Tulisan ini mempunyai maksud mengulas taktik pencitraan barang untuk mahasiswa pada peranan skema INBISKOM pada dukungan pembentukan jati diri barang berkompetisi. Teknik penyusunan memakai metode pemaparan bersumber telaah pustaka seputar pencitraan kewirausahaan. Temuan kajian memperlihatkan pemakaian taktik pencitraan barang akurat disokong program inkubasi usaha kampus mampu menaikkan harga pasar kapabilitas kompetisi barang mahasiswa.
Kata kunci : Branding Produk, Kewirausahaan, INBISKOM, Mahasiswa P2MW.
Pendahuluan
Kewirausahaan mahasiswa telah menjadi salah satu fokus pengembangan pendidikan tinggi dalam menciptakan lulusan yang mandiri dan inovatif. Mahasiswa tidak hanya diharapkan untuk memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan untuk menciptakan peluang usaha yeng berkelanjutan. Menurut Suryana (2017), menciptakan nilai melalui pengelolaan aset keuangan merupakan proses kreatif dan inovatif bagi pemilik bisnis.
Sebagai bagian terpenting dari proses pengembangan bisnis, branding produk menetapkan identitas yang membedakan satu produk dari produk lainnya. Kotler dan Keller (2016), menjelaskan bahwa branding membantu konsumen dalam menggali, mengingat, serta membentuk persepsi terhadap suatu produk. Oleh karena itu, pemahaman mengenai strategi branding produk menjadi hal yang penting bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha sejak dini. Yakni sejak awal terbentuknya ide untuk mulai membuka usaha bisnis tersebut.
Konsep Branding Produk dalam kewirausahaan mahasiswa
Branding produk tidak hanya mencangkup elemen visual seperti nama merek, logo, dan kemasan, tetapi juga melibatkan nilai, pesan, serta pengalaman yang dirasakan konsumen. Sebagai ekuitas merek yang memberikan keunggulan kompetitif bagi pelaku, seperti yang dikatakan Keller (2013).
Salah satu aspek branding produk bagi mahasiswa adalah mengembangkan konsep bisnis, mengidentifikasi pasar sasaran, dan menyelaraskan identitas individu dengan kebutuhan konsumen. Kreativitas mahasiswa sangat penting dalam menciptakan branding yang unik dan relevan. Menurut Rangkuti (2015), strategi branding yang efektif akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat posisi produk.
Peran INBISKOM dalam Pengembangan Branding Produk Mahasiswa
Salah satu program dari Universitas Komputer Indonesia, yakni INBISKOM berfungsi sebagai landasan bagi pengembangan bisnis yang dijalankan mahasiswa. Mahasiswa dapat memperoleh bimbingan tentang perencanaan bisnis, pengembangan produk, dan pengembangan identitas profesional melalui program ini.
Menurut kemendikbudristek (2023), INBISKOM juga bermitra dengan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), yang menyediakan pendampingan dan pembinaan kepada mahasiswa dengan potensi ide bisnis. Sebagai bonus tambahan, kegiatan pencocokan bisnis yang memfasilitasi membantu mahasiswa memahami saling ketergantungan antara bisnis dan industri. Lingkungan ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan branding produk secara lebih aktif dan menyeluruh.
Pendampingan Branding Produk oleh INBISKOM
Penggunaan sampel acak merupakan salah satu metode utama yang digunakan oleh INBISKOM untuk mengembangkan branding produk mahasiswa. Pengembangan ini mencakup proses penciptaan konsep, penciptaan identitas visual, dan penentuan nilai serta kualitas produk sebelum dipresentasikan kepada konsumen. Berkat pelajaran ini, mahasiswa dapat memahami bahwa branding lebih dari sekadar elemen visual; branding merupakan bagian integral dari strategi bisnis apa pun. Mahasiswa dibimbing untuk bereksperimen dengan branding produk yang berkaitan dengan pasar saham melalui bimbingan dan pengalaman praktis. Hal ini sejalan dengan tesis Keller (2013) yang menyatakan bahwa kredibilitas memainkan peran kunci dalam membangun kepercayaan konsumen.
Dukungan Program P2MW terhadap Branding Produk Mahasiswa
Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), bekerja sama dengan INBISKOM, memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan branding produk mahasiswa. Mahasiswa dapat menciptakan elemen branding produk, seperti logo dan desain kemasan, dengan bantuan peluang pendanaan yang disediakan oleh P2MW. Peluang ini juga mencakup bentuk media periklanan yang lebih profesional.
Selain pekerjaan rumah, tugas-tugas yang diberikan oleh P2MW membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman mereka tentang strategi bisnis secara umum. Dengan cara ini, branding produk tidak hanya memengaruhi masa depan bisnis, tetapi juga diciptakan secara kreatif.
Penguatan Identitas Produk Melalui Pendanaan dan Pembinaan
Pendanaan dan pembinaan yang diperoleh mahasiswa melalui P2MW, memberikan peluang untuk memperkuat identitas produk secara lebih optimal. mahasiswa dapat mengimplementasikan konsep branding yang telah dirancang dengan dukungan sumber daya yang memadai. hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas tampila dan citra produk dimata konsumen.
Bussines Matching Sebagai Sarana Pengembangan Branding Produk
Untuk mengelola jaringan bisnis mahasiswa, pencocokan bisnis yang difasilitasi INBISKOM menjadi langkah penting. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan pemilik bisnis, pemimpin industri, dan calon investor. Namun, interaksi pertama-tama memberikan wawasan baru tentang kebutuhan pasar dan harapan konsumen terhadap suatu individu.
Mahasiswa memiliki kemampuan untuk menilai dan meningkatkan branding produk agar lebih relevan dan kompetitif dengan bantuan pencocokan bisnis. Proses ini membantu mahasiswa dalam mengembangkan branding produk yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga memiliki nilai dan posisi pasar yang jelas.
Tantangan dan Peluang Produk Mahasiswa
Dalam proses pengembangan bisnis, Branding Produk merupakan aspek penting yang menentukan keberhasilan sebuah usaha, adalah usaha yang dijalankan oleh mahasiswa. Branding tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, namun juga berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan kepercayaan, loyalitas, dan hubungan dengan konsumen. Namun dalam mempraktikkannya, mahasiswa menghadapi beberapa tantangan dan kendala dalam menciptakan branding produk yang efektif dan menarik.
Tantangan dalam Membangun Branding Produk Mahasiswa
Dalam proses pengembangan branding produk, mahasiswa dihadapkan pada beberapa elemen yang dapat memengaruhi keberhasilan bisnis. Salah satu tantangan utama adalah mempertahankan kompetensi profesional melalui pengetahuan dan pengalaman. Banyak mahasiswa masih menghindari branding dan lebih memilih pembuatan logo atau tagline karena mereka gagal memahami kebutuhan untuk menjaga konsistensi antara identitas merek dan nilai yang ingin disampaikan kepada konsumen. Branding yang baik, menurut Keller (2013), harus mampu secara halus menumbuhkan koneksi emosional antara produk dan konsumen.
Selain itu, pengembangan branding produk mahasiswa juga melibatkan keterbatasan modal dan sumber daya. Pengelolaan branding setelah menjadi prioritas utama karena mahasiswa harus membagi waktu untuk kegiatan akademik dan usaha yang dijalankan. Menurut Rangkuti (2015), bahkan jika suatu produk memiliki kualitas yang baik, produk tersebut mungkin masih mengalami masalah branding yang buruk. Karena itu, perlu ada pemahaman yang lebih baik tentang strategi branding yang sesuai dengan karakteristik produk dan target pasar mahasiswa.
Keterbatasan Pengetahuan dan Pengalaman
Akibat bias kognitif dan kurangnya motivasi, siswa tidak sepenuhnya memahami branding. Akibatnya, strategi branding yang diterapkan gagal konsisten dan gagal menciptakan emosi konsumen yang kuat.
Keterbatasan Modal dan Manajemen Waktu
Salah satu komponen kunci dalam membangun citra merek adalah fluktuasi dana dan integrasi antara kegiatan akademik dan bisnis. Akibatnya, mahasiswa tidak mampu mengembangkan citra merek produk mereka secara maksimal.
Peluang Pengembangan Branding Produk Mahasiswa
Bagian selanjutnya menawarkan kesempatan signifikan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan branding produk mereka. Area strategis untuk evaluasi produk dan pengembangan tanaman awal adalah lingkungan sekolah. Siswa memiliki akses ke beragam komunitas dan potensi berdasarkan produk yang ditawarkan. Sebagai bonus tambahan, kemampuan siswa untuk beradaptasi dan berkreasi merupakan komponen kunci dalam mengembangkan branding yang unik dan inovatif.
Lingkungan Kampus Sebagai Pasar Awal
Kehidupan kampus memberi mahasiswa kesempatan untuk memamerkan produk dan mengembangkan merek sejak awal. Mahasiswa dapat menggunakan sandal jepit sebagai alat untuk introspeksi diri melalui interaksi langsung dengan konsumen.
Kreativitas Mahasiswa Sebagai Keunggulan Branding
Konsep branding yang inovatif mungkin lebih mudah dikembangkan oleh mahasiswa yang kreatif dan memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam pelatihan. Dalam hal bersaing dengan harga pasar, ini bisa menjadi keunggulan kompetitif.
Peran INBISKOM dalam Menjawab Tantangan dan Memaksimalkan Peluang
Untuk memperkecil jumlah tersebut dan memaksimalkan modal yang tersedia, maka dilaksanakan program INBISKOM. Melalui diskusi dan penulisan, siswa mempelajari pentingnya branding produk sejak awal proses bisnis. Program dukungan P2MW juga memberi siswa kesempatan untuk mengembangkan produk branding secara lebih optimal melalui bantuan pendanaan dan pelatihan kewirausahaan (Kemendikbudristek, 2023). Tantangan dalam branding produk dapat dimitigasi dan peluang pengembangan bisnis dapat dimaksimalkan apabila ada sinergi antara kreativitas mahasiswa dan program inkubator bisnis.
Kesimpulan
Dalam proses mengembangkan bisnis berbasis pelanggan, branding produk merupakan strategi penting. Identitas produk yang baik tidak hanya meningkatkan penjualan; tetapi juga menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap produk akhir. Implementasi strategi branding yang tepat juga dapat bermanfaat bagi bisnis mahasiswa, seperti yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2016) dan Keller (2013).
Bagian penting dalam membantu mahasiswa mengembangkan branding produk yang profesional dan sukses adalah kolaborasi, pendampingan, dan promosi silang program INBISKOM dengan program P2MW dan kegiatan pencocokan bisnis. Melalui tantangan ini, siswa didorong untuk memahami tidak hanya proses manufaktur tetapi juga strategi branding sebagai bagian dari pengembangan perusahaan secara keseluruhan.
Daftar Pustaka
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
Keller, K. L. (2013). Strategic Brand Management: Building, Measuring, and Managing Brand Equity. Pearson Education.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Rangkuti, F. (2015). The Power of Brands: Teknik Mengelola Brand Equity dan Strategi Pengembangan Merek. PT Gramedia Pustaka Utama.
Suryana. (2017). Kewirausahaan: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Salemba Empat.