Strategi Branding Berbasis Nilai Sosial: Studi Kasus Fenomena Kuliner “Katsurupan”di Kota Cimahi

5–8 minutes

Pendahuluan

Dalam diskursus kewirausahaan modern, sebuah brand bukan sekadar logo atau merek dagang, melainkan sebuah janji nilai kepada konsumen. Ditengah padatnya kompetisi kuliner dijawa barat, muncul sebuah nama yang mencuri perhatian publik yaitu kasturupan. Secara harfiah, kata ini beresonansi dengan fenomena supranatural, namnun di tangan wirausahawan kreatif, istilah ini di ubah menjadi metafora untuk rasa yang sangat lezat hingga ” menguasai” panca indera pelanggannya.

Katsurupan bukan hanya sebuah unit bisnis yang mengejar profit, melainkan sebuah entias yang menggabungkan inovasi produk dengan misi pemberdayaan sosial. Artikel ini akan membedah bagaimana Katsurupan membangun ekosistem bisnisnya mulai dari sebuah garasi didepan rumah hingga menjadi simbol kebahagiaan bagi masyarakat Cimahi dan sekitarnya.

Profil Founder

Keberhasilan sebuah unit usaha sering kali berakar pada kompetensi pendirinya. Dani Bustaman, atau yang akrab di sapa Kang Dani, meupakan sosok dibalik layar Katsurupan. Lahir di Bandung pada tahun 1986, kang dani tumbuh besar di Cimahi, Kota yang menjadi basis utama operasional bisnisnya.

Pendidikan formalnya dibidang tata boga perhotelan sandi putra (sekarang telkom university) memberikan landasan teknis yang sangat krusial dalam dunia kuliner. Sebelum memutuskan untuk terjun sepenuhnya ke dunia bisnis pada tahun 2013, Kang Dani memiliki rekam jejak sebagai pengajar di Bandung Internasional School selama lima tahun. Transisi dari seorang pendidik menjadi seorang pengusaha menunjukkan adanya dorongan internal yang kuat untu menciptakan sesuatu yang lebih personal dan memiliki dampak langsung pada masyarakat luas.

Sejarah Berdirinya

Katsurupan memulai perjalannya pada tahun 2012 disebuah garasi rumah di bandung. pada masa itu, hidanga ayam katsu umumnya hanya dapat ditemukan di restoran restoran besar dengan harga yang relatif tinggi. Kang dani melihat peluang untuk membawa hidangan tersebut ke tingkat “street foof” atau jajanan pinggir jalan dengan konsep outlet sederhana yang terjangkau.

Nama katsurupan sendiri memiliki lapisan makna yang unik, Makna Plesetan Diambil dari kata”kesurupan” menggambarkan sensasi rasa yang membuat orang ketagihan. Makna Akronim singkatan dari “Katsu Rumah Depan”, yang merujuk pada lokasi awal dimulainya usaha ini.

Strategi penamaan ini terbukti efektif dalam menciptakan rasa penasaran di masyarakat (curiosty gap) yang kemudian dikonversi menjadi kunjungan konsumen

Inovasi Produk Sebagai Strategi Diferensiasi

Dalam dunia kewirausahaan, stagnasi adalah ancaman. Menyadari hal tersebut, kang dani melakukan inovasi produk enam bulan setelah peluncuran menu katsu dengan menghadirkan Giant Pizza. Keputusan ini menjadi titik balik penting karena pizza raksasa tersebut justru menjadi pembeda utama (key differentiator) yang membuat brand Katsurupan semakin dikenal luas.

Giant Pizza

Giant pizza katsurupan memiliki ukuran yang tidak lazim, yakni 60×40 cm dengan jumlah 35 slice. Dengan harga rp 145.000, produk ini menawarkan proporsi nilai yang sangat kuat bagi konsumen kelompok seperti acara keluarga atau gathering komunitas. Ukuran besar ini bukan sekedar taktik pemasaran, melaikan filosofi untuk menghadirkan momen kebersamaan disetiap gigitan.

kualitas bahan dan resep sendiri

rahasia daya tahan brand ini terletak pada kualitas produknya. Kang dani sangat selektif dalam memilih bahan baku dari distributor tetap berkualitas. semua resep mulai dari adonan roti hingga saus khas, dikembangkan sendiri dan tidak menggunakan bahan pabrikan. Hal ini menghasilkan tekstur roti yang tetap lembut bahkan setelah dingin, sebuah keunggulan teknis dibandingkan produk pizza komersial lainnya.

Struktur menu dan analisis harga

Katsurupan mengelola portofolio produknya dengan sangat detail untuk menjangkau berbagai segmen pasar. Berikut adalah kategorisasi menu yang ditawarkan:

A. Kategori Pizza (Main Product)

  • Baby Pizza: Ukuran 40 x 30 cm (15 slice) seharga Rp 80.000. Pelanggan dapat memilih varian saus seperti Bolognase, Cheese, BBQ, Chicken Mayo, atau Spicy BBQ.
  • Giant Pizza: Ukuran 60 x 40 cm (35 slice) seharga Rp 145.000.
  • Mongolia Pizza: Varian premium dengan topping melimpah seperti Smoke Beef, Sosis & Cheesemelt, Papperoni, dan Bratwurst.

B. Kategori Paket Kebahagiaan (Bundling Strategy) Strategi paket digunakan untuk meningkatkan nilai rata-rata transaksi (average order value). Beberapa paket populer meliputi:

  • Paket Family 1 & 2: Menggabungkan pizza, Chickpop (ayam potong kecil), dan French Fries dengan harga Rp 160.000.
  • Paket Combo: Menyediakan variasi lengkap mulai dari Pizza, Burger, hingga Wedges seharga Rp 155.000.

C. Menu Pelengkap dan Minuman Untuk melengkapi pengalaman makan, tersedia berbagai menu satuan seperti Chicken Katsu (Rp 11.000), Spaghetti Bolognase (Rp 15.000), hingga Milk Shake dengan berbagai varian rasa (Rp 13.000 – Rp 15.000)

Sosial Entepeneurship

Katsurupan melampaui batas bisnis kuliner konvensional dengan mengadopsi model sosial entrepreneurship. kang dani memiliki prinsip bahwa usaha bukan hanya tentang materi, tetapi harus memiliki arti bagi sesama.

  1. Sister brand bergerak

Lahir pada masa pandemi tahun 2020 sebagai respon terhadap banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan, brand Bergerak didirikan dengan misi yang sangat spesifik: seluruh keuntungannya didonasikan untuk kegiatan sosial. Melalui Bergerak, hasil usaha disalurkan untuk membantu pesantren, anak yatim, dan masyarakat terdampak ekonomi. Nama “Bergerak” sendiri bermakna semangat hidup untuk terus bergerak melakukan kebaikan.

Beberapa menu andalan dari brand ini antara lain:

  • BergeRak Terus (17K): Burger dengan melted cheese dan daging halal.
  • BergeRak 2 & 3 Dimensi (25K-35K): Menawarkan sensasi double/triple patty dan cheese.
  • Chicken BergeRak (15K): Menu varian ayam terbaru.

2. Tagline

Evolusi branding Katsurupan mencapai puncaknya pada perubahan tagline menjadi “Solusi Berbagi Kebahagiaan”. Tagline ini bukan sekadar kata-kata, melainkan janji bahwa setiap pembelian di Katsurupan memberikan rasa kenyang sekaligus kontribusi bagi keberlangsungan kegiatan sosial. Filosofi dasar yang ditanamkan adalah “Murah, Mewah, Ngenah (Enak), dan Berkah”.

Strategi pemasaran dan operasional yang unik

Katsurupan menerapkan strategi operasional yang melawan arus tren digital saat ini untuk menjaga orisinalitas dan hubungan personal dengan pelanggan.

menolak aplikasi pesan antar daring

Hingga saat ini, produk Katsurupan tidak tersedia di platform seperti GoFood atau GrabFood. Keputusan strategis ini diambil karena beberapa alasan krusial:

  • Hubungan Personal: Agar terjalin komunikasi langsung antara produsen dan konsumen melalui admin WhatsApp (0813 2230 4499).
  • Efisiensi Harga: Menghindari potongan komisi dari pihak ketiga sehingga harga tetap rendah bagi konsumen.
  • Pemberdayaan Lokal: Pengiriman dilakukan menggunakan kurir internal, yang sebagian besar merupakan warga sekitar Cimahi yang diberdayakan secara ekonomi.

Produksi fresh by order

Setiap pizza diproduksi di dapur utama (Cimahi Padasuka) hanya setelah ada pesanan masuk (fresh by order). Kang Dani bahkan sering turun langsung ke dapur untuk memastikan standar tekstur dan aroma tetap terjaga.

Analisis Keunggulan kompetitif (Competitive Advantage)

Berdasarkan data operasionalnya, Katsurupan memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh pesaing:

  1. Nilai Sosial Tinggi: Kepercayaan pelanggan meningkat karena mereka merasa ikut berdonasi melalui pembelian produk.
  2. Otentisitas Rasa: Penggunaan saus racikan sendiri dengan perpaduan gurih-manis yang khas menciptakan loyalitas rasa.
  3. Tekstur Produk: Kemampuan roti pizza yang tetap lembut meski sudah dingin menjadi standar kualitas yang tinggi.
  4. Skalabilitas Harga: Porsi melimpah dengan harga terjangkau menjadikannya pilihan utama bagi segmentasi komunitas.

Jaringan Cabang dan Rencana ekspansi

Dari satu dapur kecil, Katsurupan kini telah memiliki empat titik layanan utama:

  1. Cimahi Padasuka: Sebagai rumah produksi sekaligus outlet utama.
  2. Cimahi Cipageran.
  3. Jalan Dadali Rajawali, Bandung.
  4. Muara Rajeun.

Melihat respon pasar yang sangat positif, rencana ekspansi ke wilayah Soreang, Garut, Lembang, dan Cibiru pun mulai dipersiapkan. Ekspansi ini bukan sekadar mengejar cakupan pasar, tetapi bertujuan untuk memperluas dampak pemberdayaan ekonomi dan lapangan kerja di wilayah baru

Kesimpulan

Kisah perjalanan Katsurupan memberikan pelajaran berharga dalam dunia kewirausahaan bahwa kesuksesan finansial dan tanggung jawab sosial dapat berjalan beriringan. Dengan strategi penamaan yang unik, inovasi produk yang konsisten, dan komitmen untuk tetap dekat dengan pelanggan melalui layanan personal, Kang Dani berhasil membangun brand yang tidak hanya “menularkan” kelezatan tetapi juga kebaikan bagi banyak orang.Katsurupan telah membuktikan bahwa bisnis yang dikelola dengan hati akan selalu menemukan jalannya di hati para pelanggan.

Referensi

Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of Marketing.

Dees, J. G. (1998). The Meaning of Social Entrepreneurship.

Porter, M. E. (1985). Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance.

Aaker, D. A. (1996). Building Strong Brands.

Data wawancara owner katsurupan. (2025)