Awal Mula
Awal mula berdirinya Tahu Putra Mandiri berasal dari sebuah peristiwa sederhana yang terjadi tanpa perencanaan. Sekitar tahun 2015, ketika tren tahu bulat tengah ramai diperbincangkan di media sosial, pendiri usaha ini secara tidak sengaja membaca sebuah komentar di Facebook yang menyebutkan kebutuhan akan pemasokan dari tahu bulat. Meskipun saat itu belum memiliki pabrik, peralatan produksi, maupun jaringan usaha, pendiri memberanikan diri merespons peluang tersebut dengan menawarkan produk yang bahkan belum sepenuhnya siap. Langkah ini diambil semata-mata berlandaskan keberanian, niat, dan keyakinan.
Peluang kecil tersebut ternyata membawa dampak yang besar. Calon pembeli yang berasal dari wilayah Cikarang bersedia mencoba produk yang ditawarkan. Sebagai langkah awal, pendiri mengirimkan dua bungkus tahu bulat, sekitar 40 butir, untuk dijadikan sampel. Di luar dugaan, tanggapan yang diterima sangat positif. Permintaan meningkat secara signifikan dalam waktu singkat, bahkan mencapai angka produksi sekitar 95.000 butir per hari. Lonjakan permintaan inilah yang kemudian mendorong pendiri untuk mulai menekuni usaha ini secara lebih serius.
Seiring meningkatnya pesanan, pendiri secara bertahap mengumpulkan modal dari hasil penjualan. Dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan produksi, menyempurnakan proses pengolahan, serta menambah mesin pendukung seperti alat pengaduk bumbu dan pencetak tahu. Meskipun sebagian besar proses masih dilakukan secara manual, komitmen untuk terus berkembang tidak pernah surut. Jumlah tenaga kerja pun bertambah hingga mencapai sekitar 60 orang, dan pada tahap ini perusahaan mulai memproduksi tahu secara mandiri.
Nama “Putra Mandiri” dipilih bukan tanpa alasan. Nama tersebut mencerminkan perjalanan hidup pendiri yang membangun usaha secara mandiri, tanpa dukungan orang tua, dengan mengandalkan ketekunan dan kerja keras. Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak usaha tahu lain yang menggunakan nama serupa, bahkan beberapa di antaranya menghasilkan produk dengan kualitas yang kurang baik. Kondisi ini secara tidak langsung berdampak pada citra Tahu Putra Mandiri yang telah lebih dahulu dikenal oleh masyarakat.
Untuk menjaga identitas dan reputasi usaha, pada akhir tahun 2024 muncul keputusan strategis untuk melakukan perubahan nama. Tujuannya adalah menciptakan identitas merek yang lebih kuat, unik, dan mudah dibedakan dari usaha lain. Setelah melalui proses pertimbangan yang matang, dipilihlah nama “SOTHU”, singkatan dari Sotong Tahu. Pemilihan nama ini mencerminkan lini produk perusahaan yang tidak hanya berfokus pada tahu, tetapi juga pada olahan sotong.
Selain sebagai singkatan, nama SOTHU memiliki makna filosofis. Kata “So” diartikan sebagai “jadi”, sementara “Thu” merujuk pada “tahu”, yang melambangkan proses panjang menuju kematangan dan pemahaman. Filosofi ini mencerminkan perjalanan usaha yang dibangun melalui pengalaman, pembelajaran, dan perjuangan yang berkelanjutan. Pada bulan September 2025, nama SOTHU secara resmi memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sehingga telah sah terdaftar sebagai merek dagang dan memiliki kekuatan hukum.
Dengan identitas baru tersebut, SOTHU melangkah maju sebagai simbol pembaruan sekaligus komitmen untuk terus menghadirkan produk tahu dan olahan pangan berkualitas. Nilai kemandirian, kejujuran, dan kerja keras tetap menjadi landasan utama dalam menjalankan usaha, sekaligus menjadi semangat yang mengiringi setiap proses pengembangan produk ke depan.
Detail Usaha
Usaha Tahu Bulat SOTHU merupakan unit usaha kuliner yang bergerak di bidang produksi tahu bulat dan telah beroperasi sejak Januari 2015. Usaha ini dimiliki dan dikelola oleh Agus Hendar, dengan lokasi produksi yang berada di Kabupaten Ciamis. Lokasi tersebut dipilih karena strategis dan mendukung proses produksi yang berkelanjutan, sekaligus memudahkan distribusi produk ke berbagai wilayah pemasaran.
Dalam menjalankan kegiatan produksinya, Tahu Bulat SOTHU menggunakan kacang kedelai sebagai bahan baku utama, yang dipadukan dengan penyedap rasa untuk menghasilkan cita rasa gurih yang menjadi ciri khas produk. Bahan baku kedelai diperoleh dari pemasok lokal, yaitu Toko Sumber Tiga Jaya, sebagai upaya menjaga kualitas bahan sekaligus mendukung perekonomian lokal. Pemilihan pemasok dilakukan secara selektif untuk memastikan bahan baku yang digunakan memiliki mutu yang stabil dan sesuai dengan standar produksi yang ditetapkan.
Proses produksi Tahu Bulat SOTHU didukung oleh berbagai peralatan produksi yang meliputi timbangan untuk menjaga ketepatan takaran bahan, mesin penggiling untuk menghaluskan kedelai, saringan untuk memastikan tekstur tahu tetap lembut, serta alat pencetak tahu guna menghasilkan ukuran produk yang seragam. Penggunaan peralatan ini bertujuan untuk menjaga konsistensi kualitas produk, meskipun sebagian tahapan produksi masih dilakukan secara manual dengan mengutamakan ketelitian dan kebersihan.
Kegiatan operasional usaha ini melibatkan 26 orang tenaga kerja yang memiliki peran masing-masing dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku, proses pencetakan, penggorengan, hingga pengemasan dan distribusi. Keberadaan tenaga kerja ini tidak hanya mendukung kelancaran produksi, tetapi juga menjadi kontribusi usaha SOTHU dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Dari sisi pemasaran, produk Tahu Bulat SOTHU tidak hanya dipasarkan di wilayah sekitar tempat produksi, tetapi juga menjangkau pasar luar kota. Strategi pemasaran ini dilakukan untuk memperluas jangkauan konsumen serta meningkatkan volume penjualan. Dengan menjaga kualitas produk dan konsistensi rasa, SOTHU mampu mempertahankan kepercayaan konsumen di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat.
Keunggulan produk Tahu Bulat SOTHU terletak pada rasa gurih yang khas, proses penggorengan yang dilakukan secara dadakan, serta harga yang terjangkau bagi berbagai kalangan. Selain itu, kualitas produk selalu dijaga melalui pemilihan bahan baku yang baik dan proses produksi yang terkontrol. Kombinasi antara cita rasa, kualitas, dan harga tersebut menjadikan Tahu Bulat SOTHU memiliki daya saing yang kuat dan tetap diminati oleh konsumen dari waktu ke waktu.
Secara keseluruhan, Tahu Bulat SOTHU merupakan usaha kuliner yang berkembang melalui pengelolaan yang konsisten, pemanfaatan bahan baku lokal, serta komitmen untuk menjaga kualitas produk. Dengan dukungan tenaga kerja yang memadai dan strategi pemasaran yang menjangkau pasar lebih luas, SOTHU memiliki potensi untuk terus berkembang dan memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen tahu bulat yang berkualitas.
Tahu Bulat SOTHU memiliki ciri khas yang membedakannya dari produk sejenis di pasaran. Produk ini menggunakan bahan baku kedelai pilihan tanpa tambahan bahan pengawet, sehingga kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga. Proses pengolahan dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan dan higienitas, mulai dari pemilihan bahan hingga tahap akhir produksi.
Dari segi karakteristik produk, Tahu Bulat SOTHU memiliki tekstur lembut di bagian dalam dan renyah di bagian luar, dengan cita rasa gurih yang konsisten. Proses penggorengan dilakukan secara tepat sehingga menghasilkan tahu yang matang merata dan tetap nikmat saat dikonsumsi. Produk dikemas secara praktis dan siap goreng, sehingga memudahkan proses penjualan kembali dan memberikan nilai tambah bagi mitra maupun konsumen.
Karakter Usaha Tahu Bulat SOTHU
Karakter usaha Tahu Bulat SOTHU dibangun atas nilai kemandirian dan ketangguhan. Usaha ini dirintis dari nol oleh pendirinya melalui perjuangan panjang tanpa dukungan pihak lain, sehingga setiap proses pengembangan usaha dijalani dengan kerja keras dan ketekunan. Nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menjalankan operasional usaha hingga saat ini.
Selain itu, SOTHU memiliki karakter inovatif, dengan terus berupaya menghadirkan ide-ide baru agar produk tetap relevan dan diminati oleh masyarakat. Meskipun skala produksi terus berkembang, usaha ini tetap konsisten dalam menjaga kualitas, baik dari segi rasa, proses produksi, maupun pelayanan kepada konsumen. Orientasi usaha tidak semata-mata pada keuntungan, melainkan pada kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama. Sikap adaptif terhadap tren pasar juga tercermin dari lahirnya merek baru “SOTHU” yang memiliki identitas lebih modern, kuat, dan mudah diingat.
Unique Selling Proposition (USP)
Keunggulan utama atau Unique Selling Proposition (USP) dari Tahu Bulat SOTHU terletak pada proses penyajian produk yang digoreng secara dadakan dan disajikan dalam kondisi hangat. Hal ini membuat tahu tetap renyah di luar dan gurih saat dikonsumsi. Selain itu, SOTHU menggunakan resep bumbu khas racikan sendiri yang tidak dimiliki dan tidak ditiru oleh merek lain, sehingga menciptakan cita rasa yang unik dan mudah dikenali oleh konsumen.
Konsep produksi yang diterapkan juga menjadi nilai pembeda, di mana seluruh proses — mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan — dikelola secara mandiri. SOTHU bukan hanya menjual produk makanan, tetapi juga menghadirkan sebuah merek yang lahir dari perjuangan pribadi, sebagai simbol ketekunan dan kemandirian, bukan hasil dari warisan usaha maupun dukungan investor besar.
Emotional Selling Proposition (ESP)
Selain keunggulan produk, Tahu Bulat SOTHU juga memiliki Emotional Selling Proposition (ESP) yang kuat. Usaha ini dibangun dari kisah inspiratif seorang individu yang hidup mandiri dan berjuang tanpa dukungan siapa pun hingga mampu membangun merek yang dikenal luas. Cerita tersebut menjadi nilai emosional yang memperkuat kedekatan antara produk dan konsumen.
SOTHU membangun kepercayaan melalui nilai kejujuran, ketulusan, dan konsistensi kualitas rasa. Produk ini juga menghadirkan pengalaman emosional berupa kenangan rasa masa kecil, yaitu tahu hangat yang sederhana namun penuh makna. Dengan demikian, SOTHU tidak hanya diposisikan sebagai makanan, tetapi juga sebagai simbol perjuangan bahwa siapa pun dapat berhasil melalui ketekunan dan kejujuran. Di sisi lain, SOTHU turut membawa nilai lokal dan kebanggaan daerah sebagai produk tahu buatan anak bangsa yang kini semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Informasi Operasional Usaha
Dalam mendukung kegiatan operasional, Tahu Bulat SOTHU beroperasi setiap hari Senin hingga Minggu pukul 07.00–17.00 WIB. Sistem pembayaran yang diterapkan bersifat fleksibel, yaitu tunai dan non-tunai, sehingga memudahkan konsumen dalam bertransaksi. Harga produk ditetapkan secara terjangkau, yakni Rp200 per butir, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.