Oleh: Rafa Fauziah S
Di tengah geliat dunia usaha yang semakin kompetitif, muncul sebuah kedai kopi yang membawa semangat kewirausahaan segar ke tengah masyarakat. Shoreline Coffee, coffee shop lokal yang berlokasi di Bandung Selatan lebih tepat nya di Kabupaten Bandung, Di balik setiap cangkir kopi, ada cerita. Dan Shoreline Coffee-sebuah coffee shop rumahan yang berdiri sejak 2019- adalah bukti nyata bahwa mimpi, kerja keras, dan keberanian untuk memulai kembali bisa meracik kesuksesan baru meskipun dari nol.
Awal yang Tak Mudah: Gagal, Belajar, Bangkit
Stephen Putra Wijaya, pendiri Shoreline coffee, bukanlah pemula dalam dunia kopi. Sebelum memulai bisnis ini, ia sempat memiliki coffee shop pertamanya di kota Bandung. Namun, bisnis itu harus kandas karena perbedaan visi dan dinamika kerja sama dengan teman bisnis.
Kegagalan itu bukan akhir, justru menjadi bahan bakar untuk bangkit. Stephen sadar, meskipun usahanya gagal, ia masih memegang inti dari semua yang ia bangun: resep, keahlian dan semangat. Kali ini, ia memilih untuk merintis kembali-dengan pendekatan berbeda: skala kecil, modal terbatas, tapi dengan kontrol penuh atas kualitas dan operasional.
Shoreline Coffee: Kopi dari Rumah, Rasa Profesional
Berlokasi di Kabupaten Bandung, Shoreline Coffee mengusung sistem rumahan dan hanya melayani pemesanan online. Namun jangan salah, kualitas yang di sajikan jauh dari kata seadanya. Salah satu daya tarik utamanya adalah komitmen terhadap kesegaran dan kualitas penyeduhan: setiap espresso selalu digiling dan ditakar secara langsung sebelum diseduh. Tidak ada stok espresso yang tinggal tuang-semuanya fresh brew.
Dengan sistem coffee to go, Shoreline menawarkan pengalaman minum kopi yang cepat, praktis, tapi tetap berkualitas. Baik melalui layanan pesan antar maupun ambil langsung, pelanggan bisa menikmati kopi khas Shoreline di mana pun mereka berada.
Inovasi dalam Kesederhanaan
Meski dijalankan dari rumah, Shoreline Coffee terus berinovasi. Jam operasionalnya mencengangkan: 18 jam non-stop, sebuah komitmen untuk tetap hadir bagi pecinta kopi di berbagai waktu. Dari kemasan unik, bentuk es batu yang tidak biasa, hingga pendekatan personal dalam layanan pelanggan, semua dirancang agar pelanggan merasakan “kopi rumahan
“ dengan sentuhan profesional.
Pelajaran Berharga: Bisnis Bukan Sekedar Soal Produk
Bagi Stephen, Kegagalan masa lalu justru menjadi guru terbaik. Ia menyadari bahwa membangun bisnis bukan hanya soal rasa kopi atau teknik penyeduhan, tapi juga tentang memilih orang yang tepat untuk berada di sekitar kita. Tidak semua orang bisa menjadi rekan bisnis yang baik-kadang, yang dibutuhkan hanyalah dukungan dari orang-orang yang percaya, bahkan saat keputusan yang kita ambil belum tentu benar.
“Bergaullah dengan orang yang mendukung, Bukan menjatuhkan. Gagal itu biasa, tapi dukungan yang tulus itu luar biasa,
” ujar Stephen.
Menuju Masa Depan
Kini, Shoreline Coffee bukan sekedar tempat beli kopi. Ia menjadi simbol keberanian untuk memulai ulang, tempat di mana luka dari masa lalu diubah menjadi semangat baru. Meskipun hanya lewat layanan takeaway, kopi dari shoreline menyeduh lebih dari sekedar rasa-ia menyeduh harapan, keberanian, dan mimpi yang terus diracik dengan penuh semangat dari balik dapur rumah.
Kesimpulan Shoreline Coffee
Kisah Shoreline Coffee mencerminkan inti dari kewirausahaan sejati: berani bangkit dari kegagalan, mampu beradaptasi dengan sumber daya yang terbatas, dan terus berinovasi untuk menciptakan nilai baru. Memulai pendekatan rumahan, sistem online, dan fokus pada kualitas, pendirinya berhasil membuktikan bahwa bisnis yang sederhana pun bisa menjadi kuat jika dibangun dengan visi yang jelas dan dukungan yang tepat. Shoreline Coffee tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga menginspirasi- bahwa setiap orang punya kesempatan kedua untuk membangun kembali mimpi, asalkan mau belajar dan terus melangkah.