Pada tanggal Senin, 10 Maret 2025 merupakan hari dimana aku menempuh semester 6 di UNIKOM (Universitas Komputer Bandung). Tak terasa kalau aku telah menjadi mahasiswa selama hampir 3 tahun. Aku pikir, semakin bertambah semester itu semakin santai, dikarenakan mata kuliah yang semakin sedikit. Tapi nyatanya, makin bertambah semester itu, semakin padat, mulai dari tugas yang sering dikasih pada saat selesai kegiatan perkuliahan, tugas projek dan tugas akhir, tugas membuat video, serta ujian tengah semester beserta akhir semester.
Hal ini membuat aku tersadar, jika semakin kesini, aku harus semakin giat dan serius dalam menyelesaikan berbagai rintangan yang didapat pada semester 6 ini. Pada saat perwalian, aku melihat bahwa semester 6 ini terdapat mata kuliah yang bernama “Kewirausahaan” yang dimana dosen pengampu pada mata kuliah ini ialah Bapak Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, MT. Hal ini membuat aku penasaran, dikarenakan Bapak Eddy atau sering dikenal Pak Rektor UNIKOM berada pada mata kuliah Kewirausahaan.
Hari pertemuan pertama mata kuliah Kewirausahaan berada pada tanggal 14 Maret 2025, tepatnya pada hari jumat. Menurut aku unik sih, karena yang biasanya selama aku belajar di kelas dan lab komputer, hanya di mata kuliah ini, kegiatan belajar nya di Auditorium UNIKOM bersama satu angkatan dari jurusan aku, yaitu jurusan Sistem Informasi. Ga hanya jurusan aku doang yang menempuh mata kuliah Kewirausahaan ini, tetapi jurusan lain, seperti jurusan Sastra Inggris, Ilmu Komunikasi, Sistem Komputer, dan yang lain pun ikut menempuh mata kuliah Kewirausahaan, sehingga dalam Auditorium UNIKOM, terdapat berbagai mahasiswa dari berbagai jurusan yang dikumpulkan dalam satu ruangan.
Pada saat pertemuan pertama mata kuliah Kewirausahaan itu membahas tentang pendahuluan dari mata kuliah ini, seperti penjelasan channel Telegram untuk pemberitahuan informasi, pengarahan dan mekanisme mata kuliah Kewirausahaan, dan penjelasan terkait dengan publikasi artikel yang aku sedang kerjakan saat ini. Ga hanya itu, aku pun diberi penjelasan terkait dengan pengertian program INBISKOM, PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa), dan DEC (Digital Entrepreneur Class). Setelah mengikuti pertemuan pertama, aku merasa bahwa mata kuliah ini membuat aku lebih produktif dengan adanya ketiga program tersebut dan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Selain itu juga, aku harus memikirkan program mana yang harus aku pilih dari ketiga program yang telah dijelaskan.
Pertemuan kedua mata kuliah pun tiba, yang dimana pada pertemuan ini membahas tentang pengertian dari BMC (Business Model Canvas) dan diberi tugas untuk membuat BMC. Selain itu, aku memutuskan untuk mengambil program PKM bersama 2 rekan aku yang bernama Windy dan Intan. Disaat itu, kami mulai membahas sedikit demi sedikit tema mana yang ingin diambil untuk PKM nantinya dengan penuh pertimbangan.
Selanjutnya, pertemuan ketiga mata kuliah membahas tentang materi “Berpiki Perubahan dan Kreativitas” yang dibawakan oleh Bapak Dr. Agus Riyanto, ST.,MT., CSBA. Menurut aku, materi ini menarik, karena praktis, mudah dipahami, dan pembawaannya yang seru, sehingga aku dapat memahami dengan materi yang dibawakan oleh Bapak Agus. Pada pertemuan 3 pun, aku bersama rekan kelompok ku akhirnya menentukan tema PKM yang akan dipilih, yaitu PKM-K atau PKM Kewirausahaan. Mengapa kami ingin memilih tema PKM-K? karena kami ingin mencoba merancang produk dengan inovasi terbaru, yang tentunya dapat memudahkan pengguna dalam melakukan aktivitasnya. Setelah itu, kami mengisi formulir kelompok pada Google Form sebagai syarat untuk mendaftar program PKM yang deadline nya pada hari Sabtu, 19 April 2025.
Pertemuan selanjutnya mata kuliah Kewirausahaan membahas tentang “Entrepreneurship” yang dibawakan oleh Bapak Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, MT atau sering disebut Pak Rektor UNIKOM. Pertemuan ini pun ga kalah menarik dengan pertemuan sebelumnya, karena pada pertemuan ini membahas tentang bagaimana cara menjadi Entrepreneur atau Pengusaha. Selain itu juga, membahas tentang perjalanan Pak Rektor sampai saat ini. Dari penjelasan Pak Rektor, membuat aku termotivasi bahwa aku harus mempunyai sikap yang berani ambil resiko, jeli terhadap peluang, realistis, komitmen yang tinggi, punya pendirian, keorisinilan, berorientasi tugas dan hasil, berorientasi masa depan dan, pandai memanfaatkan sumber daya. Pak Rektor pun menjelaskan bahwa ciri dan sifat yang harus ada untuk menjadi pengusaha yaitu, kreatif, inovatif, rajin, tekun, ulet, jujur, percaya diri, mandiri, disiplin, energik, inisiatif, imajinatif, jiwa kepemimpinan, minat yang luas. Hal itu yang membuat aku suka dengan pertemuan pada minggu ini, dikarenakan materi yang dibahas pun memotivasi dan dapat menginspirasikan orang-orang untuk menjadi pengusaha sejak dini. Tugas yang diberikan oleh Pak Rektor ini cukup menarik untuk pertemuan minggu ini, yaitu selama dua minggu, aku membuat sebuah video yang memperkenal tentang UNIKOM dan restoran milik Pak Rektor, yaitu Reveuse dan Widuri Restaurant dengan pembagian satu minggu 2 tugas, tugas minggu pertama yaitu memperkenalkan kampus UNIKOM beserta kantin UNIKOM, lalu tugas minggu kedua yaitu, memperkenalkan restoran Reveuse dan Widuri. Tugas ini bagi aku menarik, karena disini kreatifitas aku diuji dan hasil kreatifitas aku di unggah ke media sosial.
Pada pertemuan selanjutnya, lebih condong kepada program PKM, yang dimana ini adalah awal langkah aku bersama rekan aku memulai program PKM dengan tema yang dibawakan, yaitu PKM-K. Hari itu adalah hari dimana aku mengikuti sosialisasi PKM yang berlokasi sama dengan mata kuliah Kewirausahaan, yaitu Auditorium UNIKOM. Materi yang dijelaskan, yaitu mengenai “Pedoman PKM dan Template Luaran PKM” oleh Ibu Dr. Hj. Supriyati, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA., C.PI., CIAP, AMKI. Materi yang dijelaskan berupa dosen mentor pada program PKM, arahan konfirmasi dosen mentor, jenis-jenis PKM, dan informasi sekilas terkait PKM yang telah di informasikan pada grup WhatsApp. Selain itu Ibu Supriyati memberikan arahan untuk secepatnya mencari judul proposal yang sesuai dengan jenis PKM yang telah ditentukan.
Awalnya, kelompok aku telah merumuskan ide judul proposal, yaitu diantaranya membahas tentang inovasi kunci yang dapat di atur dan lacak jarak jauh ketika pengguna lupa terhadap kunci tersebut, inovasi sabun cuci piring dengan menggunakan bahan kulit jeruk atau kurma, inovasi setrika pintar, dan inovasi lampu belajar dengan teknik pomodoro. Setelah di diskusikan secara matang oleh anggota kelompok, kelompok kami memutuskan untuk mengangkat judul proposal yang membahas inovasi lampu belajar dengan teknik pomodoro dengan judul “iLamp: Lampu Belajar Berbasis IoT dengan Teknik Pomodoro untuk Meningkatkan Fokus dan Produktivitas”. Disini lah, usaha kami dimulai.
Sosialisasi PKM selanjutnya membahas tentang perkenalan dosen mentor. Jumlah dosen mentor pada program PKM sebanyak sembilan orang. Pada saat perkenalan dosen mentor, kami semakin tahu bahwa dosen mentor kami ialah Ibu Dr. Henny, S.T., M.T. Kami yakin, dengan bimbingan oleh Ibu Henny, proposal kami yang bertemakan tentang lampu belajar dapat terorganisir dengan baik dan sesuai yang diharapkan.
Di hari sebelum sosialisasi PKM rutinan hari jumat dimulai, yaitu pada hari kamis, Bu Henny beserta asisten nya yaitu Kang Fauzi menyelenggarakan bimbingan yang dilaksanakan pada ruangan R.4510, membahas tentang judul yang telah dirumuskan oleh masing masing kelompok. Pada saat bimbingan, terdapat 12 kelompok yang berada pada bimbingan Bu Henny dan Kang Fauzi. Hal yang membuat saya senang, ialah judul dari proposal kami, yaitu “iLamp: Lampu Belajar Berbasis IoT dengan Teknik Pomodoro untuk Meningkatkan Fokus dan Produktivitas” diterima oleh Bu Henny, karena dibilang menarik dan bisa dikembangkan untuk menjadi produk luaran yang lebih baik, sehingga kami memutuskan untuk lanjut mengerjakan proposal sampai dengan BAB 2.
Setelah berdiskusi dengan rekan kelompok, kami memutuskan bahwa produk kami, yaitu iLamp atau lampu belajar pintar memiliki fitur-fitur yang menarik, yaitu lampu yang adaptif atau bisa berubah warna sesuai kondisi, timer yang telah disesuaikan terhadap teknik belajar pomodoro (belajar selama 25 menit), speaker, dan LED visual, sehingga membuat lampu belajar ini terlihat canggih, namun tetap fungsional. Target pasar produk kami ialah pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang membutuhkan lampu penerangan dalam menyelesaikan kebutuhannya.
Dilanjut dengan sosialisasi PKM di hari jumat pada ruang Auditorium UNIKOM yang membahas tentang Aturan dan Tips Membuat Judul Program Kreativitas Mahasiswa dan Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa, yang dimana kedua materi tersebut sangat penting bagi kemajuan kelompok kami, karena disana membahas terkait tata cara penulisan proposal sesuai dengan template yang diharapkan. Setelah itu, kami melanjutkan proposal kami kepada BAB 3, dikarenakan kami telah menyelesaikan BAB sebelumnya. Namun terdapat kendala pada saat proses pengerjaan proposal ini, yaitu jadwal bimbingan hari kamis, bertabrakan dengan mata kuliah Data Mining, sehingga kami harus mengajukan perpindahan jadwal kepada Kang Fauzi untuk tetap dapat melakukan bimbingan proposal kami dan akhirnya sepakat bahwa bimbingan kami akan dipindahkan menjadi hari selasa, karena pada hari tersebut, kami memiliki waktu luang yang panjang agar efektif dalam melakukan bimbingan.
Pada Jumat, 20 Juni 2025, kami melakukan bimbingan kepada Bu Henny mengenai BAB 1 hingga BAB 3, dikarenakan kami belum melakukan bimbingan akibat masalah bertabrakan jadwal. Pada saat bimbingan berlangsung, kami mencatat hal penting yang disampaikan oleh Bu Henny, guna perbaikan dan kemajuan dari proposal kita mulai dari BAB 1 hingga BAB 3. Terdapat banyak revisi dari proposal kami, namun bukan menjadi hambatan bagi kami untuk terus berproses dalam penyelesaian proposal ini. Kami terus melakukan kerja kelompok untuk membagi tugas-tugas yang harus diselesaikan dan harus diperbaiki, sehingga proposal dapat diselesaikan dengan secepatnya. Bu Henny memberi tahu kepada kelompok kami, bahwa kami perlu mencari dosen pembimbing untuk mendampingin sekaligus sebagai penengah dalam kelompok kami. Setelah berdiskusi akan hal itu, kami memutuskan untuk memilih Bapak Rajab Fachrizal, S. Kom., M. Kom. sebagai dosen pembimbing kami dalam penyelesaian proposal PKM-K, hingga proses penyelesaian proposal dan produk berlangsung sampai saat ini.