Lacak Bersih: Implementasi Mobile Geografis Metode K-Means Guna Pengelolaan Sampah, Klastering Rute, Literasi Digital Dalam Revitalisasi Kebersihan PPM Minhajul Haq
Oleh:
Rizky Nugraha Kadar / 10123039
Ananda FItyan Syakur / 10123024
Edi Junaedi / 10123005
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
2026
DAFTAR ISI
2.1 Pengelolaan Sampah Berbasis Digital 2
2.2 Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Mobile dan Teknologi yang Digunakan 2
2.3 Algoritma K-Means dan Optimasi Rute 3
2.4 Literasi Digital dalam Komunitas Pesantren 3
3.1 Penetapan Dasar Kegiatan Berdasarkan Kondisi Mitra 3
3.2 Langkah Pengukuran Permasalahan dan Kebutuhan Mitra 3
3.3 Langkah Strategis Merealisasikan Gagasan 4
3.4 Rancangan Pengukuran Capaian Kegiatan 5
3.6 Pihak-Pihak yang Terlibat dan Kontribusinya 7
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 8
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Rencana Pelaksanaan Workshop Literasi Digital 5
Tabel 3.2 Kriteria dan Indikator Evaluasi Keberhasilan Program 5
Tabel 3.3 Alat dan Bahan yang Digunakan 7
Tabel 3.4 Pihak yang Terlibat dalam Pelaksanaan Program 8
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Diagram Alir Penerapan IPTEK pada Mitra 4
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Biodata Ketua dan Anggota serta Dosen Pendamping 10
Lampiran 2 Justifikasi Anggaran Kegiatan 17
Lampiran 3 Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas 19
Lampiran 4 Surat Pernyataan Ketua Tim Pengusul 21
Lampiran 5 Surat Pernyataan Kesediaan Bekerja Sama dari Mitra 22
Lampiran 6 Gambaran IPTEK yang Akan Diterapkan 23
Lampiran 7 Denah Detail Lokasi Mitra Program 23
Lampiran 8 Hasil Uji Periksa Similaritas Proposal 24
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PPM Minhajul Haq yang berlokasi di Jalan Terusan Buah Batu No. 12, Kota Bandung, Jawa Barat, merupakan Lembaga Pondok Pesantren Mahasiswa yang bergerak di bidang jasa pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter bagi mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi. Sebagai kawasan hunian komunal dengan kepadatan penghuni yang tinggi karena menampung lebih dari 250 santri aktif, tata kelola kebersihan lingkungan asrama menjadi aspek vital yang berpengaruh langsung terhadap derajat kesehatan, kenyamanan belajar, dan produktivitas santri. Aktivitas domestik harian di dalam lingkungan komunal ini menghasilkan volume sampah yang fluktuatif, dengan estimasi produksi limbah mencapai 120–150 kg per hari, sehingga memerlukan manajemen pengangkutan yang terstruktur agar limbah tidak menumpuk dan menimbulkan risiko pencemaran lingkungan (Suhardono et al., 2021). Peningkatan mutu pengelolaan limbah padat ini menjadi aspek manajemen utama yang mendasari diperlukannya intervensi teknologi guna meningkatkan kinerja operasional lingkungan mitra.
Proses identifikasi masalah dilakukan oleh tim pengusul PKM-PI melalui observasi lapangan langsung dan komunikasi awal terstruktur bersama pihak pengurus pesantren untuk memetakan alur pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Berdasarkan hasil dokumentasi interaksi tersebut, tim pengusul berhasil menangkap inti permasalahan dari kedua aspek. Di bagian hulu, sampah domestik dihasilkan secara kontinu dari aktivitas harian santri di area kamar dan fasilitas bersama. Di bagian proses, aktivitas pengangkutan harian oleh petugas kebersihan masih berjalan konvensional tanpa adanya pencatatan data digital, di mana petugas mengitari seluruh area hanya berdasarkan rute kebiasaan lama tanpa mengetahui kondisi riil volume bak sampah. Di bagian hilir, ketiadaan sirkulasi informasi membuat bak sampah sering kali terlambat dikosongkan (Pratama & Wijaya, 2020). Berdasarkan analisis hulu-hilir tersebut, tim pengusul dan mitra menyepakati satu persoalan prioritas pada aspek proses dan hilir, yaitu ketiadaan sistem pemantauan kondisi kebersihan secara real-time dan ketidakefisienan rute pengangkutan sampah harian.
Akibat dari adanya persoalan prioritas tersebut, terjadi ketidakefisienan jarak operasional serta waktu tempuh armada pengangkut karena petugas harus mendatangi bak sampah yang ternyata masih kosong, sedangkan titik dengan produksi limbah tinggi berisiko mengalami overload sebelum jadwal pengangkutan rutin tiba (Wibowo & Santoso, 2022). Hambatan manajemen operasional ini sangat kontradiktif dengan profil SDM pesantren, di mana pengurus dan santri sebetulnya sangat aktif menggunakan gawai dan media komunikasi digital dalam aktivitas harian mereka. Penerapan teknologi tepat guna diyakini mampu memperbaiki kualitas pola interaksi SDM antara santri selaku produsen sampah dan petugas selaku pengelola limbah. Atas dasar itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat mengintegrasikan partisipasi aktif warga pesantren melalui fitur pelaporan cepat guna memotong rantai keterlambatan pengangkutan dan mengoptimalkan perutean armada di lapangan.
Solusi tepat guna yang diterapkan untuk menyelesaikan masalah prioritas mitra adalah aplikasi mobile berbasis Android bernama “Lacak Bersih”. Aplikasi ini mengintegrasikan Google Maps SDK untuk visualisasi lokasi titik-titik sampah secara real-time, dengan backend Python Flask yang menjalankan algoritma Weighted K-Means Clustering untuk mengelompokkan titik sampah berdasarkan bobot volume limbah dan Nearest Neighbor Heuristic untuk merekomendasikan rute perjalanan paling efisien bagi petugas kebersihan (Hidayat & Ramadhan, 2023). Demi menjaga rencana keberlanjutan program (sustainability) setelah masa PKM-PI selesai tanpa membebani anggaran mandiri mitra, seluruh sirkulasi data disinkronisasikan melalui database Firebase Firestore paket Spark yang bersifat serverless dan bebas biaya operasional server bulanan. Keberlanjutan program juga didukung melalui penguatan literasi digital warga pesantren lewat pelatihan intensif bermetode Experiential Learning (Kolb, 1984) serta penyerahan dokumen Buku Panduan Pengguna cetak sebagai rujukan teknis mandiri bagi mitra.
1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimana mengimplementasikan aplikasi mobile “Lacak Bersih” untuk mengelompokkan lokasi sampah dan menentukan rute pengangkutan yang paling efisien di PPM Minhajul Haq?
- Bagaimana melatih santri dan pengurus PPM Minhajul Haq agar cakap menggunakan aplikasi tersebut dalam menjaga kebersihan pesantren secara mandiri?
1.3 Tujuan
- Membuat aplikasi “Lacak Bersih” berbasis Android untuk membantu petugas kebersihan memantau posisi tempat sampah dan mengetahui rute pengangkutan terbaik.
- Meningkatkan keterampilan digital warga pesantren melalui pelatihan terstruktur agar mampu mengelola sistem kebersihan berbasis aplikasi secara berkelanjutan.
1.4 Target Luaran
Target luaran program ini meliputi:
- Laporan Kemajuan.
- Laporan Akhir.
- Buku Pedoman Mitra.
- Akun Sosial Media.
1.5 Manfaat Program
Manfaat program bagi mitra meliputi:
- Efisiensi operasional: menghemat waktu, jarak, dan tenaga petugas melalui rute terpendek terstruktur.
- Peningkatan sanitasi: mencegah penumpukan sampah (overload) sehingga lingkungan lebih sehat dan bebas bau.
- Kemudahan komunikasi internal: wadah pelaporan cepat bagi santri sehingga koordinasi dengan petugas lebih responsif.
- Kemandirian tata kelola digital: meningkatkan literasi digital warga agar mampu merawat sistem secara mandiri jangka panjang.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
- Pengelolaan Sampah Komunal Berbasis Digital dan Sistem Informasi Geografis Mobile
Manajemen kebersihan pada kawasan hunian komunal berkepadatan tinggi menghasilkan volume limbah harian yang fluktuatif, sehingga rawan memicu penumpukan lokal jika dikelola secara manual tanpa pencatatan digital (Pratama and Wijaya, 2020). Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, kebutuhan utama mitra adalah adanya platform pemantauan sanitasi yang cepat untuk mendukung koordinasi kebersihan asrama. Pengelolaan berbasis digital dengan melibatkan partisipasi aktif warga (santri) menjadi materi pendukung utama bagi mitra untuk mewujudkan manfaat peningkatan sanitasi lingkungan pesantren agar terbebas dari penumpukan limbah berbahaya dan bau tidak sedap (Suhardono, 2021).
Guna memfasilitasi sirkulasi informasi yang tersumbat antara santri dan pengurus, mitra membutuhkan media komunikasi internal berbasis seluler yang responsif (Hidayat and Ramadhan, 2023). Kebutuhan ini diwujudkan melalui pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) mobile pada aplikasi “Lacak Bersih” yang didukung oleh tiga komponen arsitektur utama:
a. Google Maps SDK: Berfungsi sebagai antarmuka spasial digital untuk membantu petugas kebersihan memantau posisi letak koordinat tempat sampah secara akurat di area pesantren.
b. Firebase Firestore (Spark Plan): Bertindak sebagai database cloud real-time gratis untuk mewujudkan kemudahan komunikasi internal berupa wadah pelaporan kondisi bak sampah dari santri langsung ke gawai petugas.
c. Python Flask: Berperan sebagai micro-framework backend penunjang untuk menjembatani pengiriman data pelaporan dan komputasi sistem.
- Komputasi Optimasi Rute Armada dan Penguatan Literasi Digital Pesantren
Aktivitas pengangkutan harian petugas kebersihan mitra yang masih bergerak manual mengikuti kebiasaan lama memicu masalah ketidakefisienan jarak dan waktu operasional. Untuk mengatasi hal tersebut, mitra membutuhkan kecerdasan komputasi yang dapat mengotomatisasi jalur perjalanan armada secara efektif berdasarkan kondisi keterisian bak sampah di lapangan (Wibowo and Santoso, 2022). Penyelesaian tantangan intelektual operasional ini disinkronisasikan melalui dua metode algoritma matematis:
- Weighted K-Means Clustering: Berfungsi untuk mengelompokkan lokasi tempat sampah ke dalam beberapa zona prioritas berdasarkan jarak geografis dan bobot kepenuhan volume sampah yang dilaporkan santri.
- Nearest Neighbor Heuristic: Berfungsi untuk menentukan rute pengangkutan yang paling efisien (terpendek) dari satu titik ke titik berikutnya, sehingga merealisasikan manfaat efisiensi operasional waktu dan tenaga kerja petugas.
Meskipun profil SDM pesantren sangat aktif menggunakan gawai, kecakapan tersebut belum diarahkan untuk tata kelola sanitasi. Oleh sebab itu, mitra membutuhkan program edukasi terstruktur agar warga pesantren cakap menggunakan aplikasi baru dan tidak terjadi penolakan teknologi. Kebutuhan transfer iptek ini diselesaikan melalui workshop interaktif bermetode Experiential Learning yang melatih masyarakat lewat simulasi pengalaman langsung (Kolb, 1984). Pendampingan ini didukung oleh penyerahan Buku Pedoman Mitra cetak dan publikasi konten edukatif pada Akun Sosial Media kelompok, guna menjamin manfaat kemandirian tata kelola digital mitra dalam merawat sistem kebersihan ini secara jangka panjang.
BAB 3. METODE PELAKSANAAN
- Penetapan Dasar Kegiatan Berdasarkan Kondisi Mitra
Kegiatan PKM-PI ini ditetapkan berdasarkan kondisi nyata di PPM Minhajul Haq. Pengelolaan kebersihan mitra saat ini masih berjalan konvensional tanpa pencatatan data: petugas mengangkut sampah mengikuti rute kebiasaan lama tanpa mengetahui bak mana yang sudah penuh atau masih kosong, sehingga jarak dan waktu tempuh tidak efisien dan titik berproduksi sampah tinggi berisiko mengalami overload. Saluran pelaporan dari santri pun belum tersedia secara sistematis. Atas dasar kondisi tersebut, kegiatan difokuskan pada satu persoalan prioritas, yaitu optimalisasi rute pengangkutan sampah dan pemantauan kondisi kebersihan secara real-time berbasis partisipasi warga melalui penerapan aplikasi mobile “Lacak Bersih”.
Program diawali survei lapangan di PPM Minhajul Haq: (a) wawancara pengurus, petugas, dan santri untuk memahami permasalahan; (b) pencatatan koordinat GPS seluruh titik sampah; (c) pendataan volume harian, jenis sampah dominan, dan frekuensi pengangkutan sebagai baseline; serta (d) penilaian awal literasi digital santri via kuesioner.
- Langkah Pengukuran Permasalahan dan Kebutuhan Mitra
Program diawali survei lapangan di PPM Minhajul Haq: (a) wawancara pengurus, petugas, dan santri untuk memahami permasalahan; (b) pencatatan koordinat GPS seluruh titik sampah; (c) pendataan volume harian, jenis sampah dominan, dan frekuensi pengangkutan sebagai baseline; serta (d) penilaian awal literasi digital santri via kuesioner.
- Langkah Strategis Merealisasikan Gagasan
- Diagram Alir Penerapan Iptek Pada Mitra

Gambar 3.1 Diagram Alir Penerapan IPTEK pada Mitra
- Pengembangan dan Distribusi Aplikasi
Aplikasi Lacak Bersih dikembangkan sesuai rancangan teknis pada subbab 3.5, kemudian dikompilasi menjadi berkas aplikasi (APK) dan didistribusikan langsung ke perangkat pengurus, petugas, dan santri melalui tautan atau berkas untuk dipasang. Karena aplikasi mobile berjalan langsung di perangkat pengguna, mitra dapat mengoperasikannya tanpa memerlukan hosting, hanya basis data dan layanan backend yang berada di cloud untuk berbagi data antarpengguna.
- Pelaksanaan Program Literasi Digital
Program literasi digital dilaksanakan dalam dua sesi pada Bulan ke-3 bersamaan dengan uji coba aplikasi, menggunakan pendekatan Experiential Learning (Kolb, 1984) agar santri tidak hanya memahami teori tetapi juga mempraktikkannya langsung. Tiap sesi berlangsung 90 menit pada waktu luang santri; peserta memperoleh buku panduan cetak A5 dan mengisi kuesioner pre-post test sebagaimana
Tabel 3.1 Rencana Pelaksanaan Workshop Literasi Digital
| Sesi | Materi / Nama Kegiatan | Waktu & Durasi | Target & Output Pelatihan |
| Sesi 1 | Sosialisasi Aplikasi Lacak Bersih dan Fitur Pelaporan Masalah Sampah | Bulan ke-3, Sore Hari (90 Menit) | Santri memahami pentingnya data spasial sampah dan mampu menggunakan fitur pelaporan masalah secara real-time. |
| Sesi 2 | Workshop Manajemen Dashboard Admin dan Pembaruan Sistem Kendali Rute | Bulan ke-3, Malam Hari (90 Menit) | Pengurus internal dan petugas kebersihan mahir melakukan monitoring, validasi data Firebase, serta optimasi rute via K-Means. |
- Pendampingan, Dampak, dan Keberlanjutan
Selama penerapan, tim melakukan pendampingan dan monitoring agar mitra terbiasa menggunakan sistem. Penerapan Lacak Bersih memberikan dampak nyata: pengelolaan kebersihan yang sebelumnya tanpa data menjadi terekam otomatis, status titik sampah, laporan santri, dan riwayat rute tersimpan sehingga pengurus dapat memantau tanpa inspeksi keliling manual, sementara keterlibatan santri menumbuhkan tanggung jawab kolektif sekaligus meningkatkan literasi digital mereka.
Untuk menjamin keberlanjutan, setelah program selesai tim menyerahkan seluruh source code dan dokumentasi kepada mitra. Penggunaan Firebase paket Spark yang gratis menghilangkan biaya operasional bulanan. Tim admin internal yang telah dilatih mengelola operasional harian, didukung buku pedoman mitra cetak dan konsultasi daring tiga bulan pasca-program, serta komitmen pengurus mengintegrasikan aplikasi ke prosedur kebersihan resmi.
- Rancangan Pengukuran Capaian Kegiatan
Capaian kegiatan diukur secara bertahap selama program menggunakan instrumen yang disesuaikan dengan kondisi mitra, mencakup indikator kualitatif dan kuantitatif sederhana dengan prioritas pada adopsi awal yang berkelanjutan.
Tabel 3.2 Kriteria dan Indikator Evaluasi Keberhasilan Program
| No. | Aspek yang Diukur | Aspek yang Diukur | Indikator Keberhasilan |
| 1 | Efisiensi rute pengangkutan dan partisipasi pelaporan santri | Functional testing oleh tim PKM-PI (akhir Bulan ke-2); kuesioner kepuasan Likert 1–5 oleh petugas dan pengurus (akhir Bulan ke-3) | Seluruh fitur utama berjalan tanpa gangguan kritis; rata-rata skor kepuasan pengguna mencapai minimal 3,5 dari skala 5,0 |
| No. | Aspek yang Diukur | Aspek yang Diukur | Indikator Keberhasilan |
| 2 | Efisiensi rute pengangkutan dan partisipasi pelaporan santri | Perbandingan jarak rute konvensional vs. rute K-Means; rekap laporan masuk di Firebase Firestore (Bulan ke-4) | Terdapat perbedaan jarak tempuh yang teridentifikasi antara rute konvensional dan rute rekomendasi; minimal ada laporan santri masuk setiap minggu selama periode monitoring |
| 3 | Peningkatan literasi digital santri | Kuesioner pre-post test yang dikembangkan tim PKM-PI (sebelum Sesi 1 dan sesudah Sesi 2) | Rata-rata skor post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test pada sebagian besar peserta pelatihan |
| 4 | Kemandirian dan keberlanjutan pasca-program | Checklist kemampuan admin dan wawancara singkat pengurus (akhir Bulan ke-4) | Tim admin internal mampu mengoperasikan dan memperbarui data aplikasi secara mandiri; pengurus menyatakan komitmen melanjutkan penggunaan aplikasi pasca-program |
- Solusi Yang Diusulkan
- Arsitektur Sistem Lacak Bersih
Lacak Bersih dibangun dengan arsitektur tiga lapis: (a) Lapisan Presentasi berupa aplikasi Android (Java) dengan Google Maps SDK untuk peta interaktif dan rute real-time; (b) Lapisan Logika Bisnis berupa REST API Flask (Python) untuk pemrosesan data dan eksekusi K-Means (scikit-learn, NumPy); serta (c) Lapisan Data berupa Firebase Firestore paket Spark (gratis, serverless) yang menyimpan koordinat titik sampah, laporan santri, dan log klasterisasi. Antarlapisan berkomunikasi via HTTPS dengan format JSON. Firebase Firestore dipilih karena paket Spark gratisnya memadai untuk skala pesantren, tanpa VPS berbayar sehingga memperkuat keberlanjutan, dan terintegrasi baik dengan Android.
- Implementasi K-Means Clustering
Implementasi menggunakan Weighted K-Means: tiap titik diberi bobot berdasarkan rata-rata volume hariannya. Klasterisasi dijalankan otomatis oleh backend secara periodik sehingga rekomendasi rute selalu mencerminkan kondisi terkini. Nilai optimal K ditentukan melalui metode Elbow sesuai distribusi spasial titik di lokasi mitra. Setiap cluster mewakili rute yang dikunjungi bergiliran dengan prioritas pada cluster bervolume besar; urutan kunjungan ditentukan Nearest Neighbor Heuristic untuk meminimalkan jarak tempuh.
- Fitur Utama Aplikasi
Aplikasi Lacak Bersih memiliki tiga fitur utama yang dapat diakses oleh dua jenis pengguna, yaitu pengurus/admin dan santri sebagai pengguna umum. Pertama, Peta Titik Sampah: menampilkan seluruh titik penghasil sampah pada peta Google Maps; tiap penanda dapat ditekan untuk melihat status dan diperbarui pengurus secara real-time melalui Firestore. Kedua, Rekomendasi Rute: menampilkan urutan kunjungan hasil Weighted K-Means sebagai garis rute per klaster, hanya diakses pengurus atau petugas melalui akun admin. Ketiga, Pelaporan Kondisi Sampah: santri melaporkan tempat sampah yang perlu segera ditangani di luar jadwal rutin (deskripsi singkat, foto opsional), yang dipantau dan ditandai selesai oleh pengurus.
- Alat dan Bahan yang Digunakan
Alat dan bahan yang digunakan dalam pengembangan dan implementasi Lacak Bersih.
Tabel 3.3 Alat dan Bahan yang Digunakan
| No | Alat / Bahan | Fungsi dalam Program |
| 1 | Laptop | Pengembangan seluruh komponen aplikasi Lacak Bersih: frontend Android (Java/Android Studio), backend REST API (Python/Flask), dan implementasi algoritma K-Means (scikit-learn + NumPy) |
| 2 | Smartphone Android | Pengujian fungsional aplikasi di lapangan bersama petugas kebersihan dan santri PPM Minhajul Haq; pencatatan koordinat GPS titik penghasil sampah sebagai data baseline |
| 3 | Google Maps SDK for Android+ Firebase Firestore | Visualisasi peta interaktif, penanda titik sampah, dan tampilan rute klaster; penyimpanan data koordinat, laporan santri, dan log klasterisasi secara serverless tanpa biaya VPS |
| 4 | Android Studio + Flask Framework | IDE utama pengembangan aplikasi Android dan kerangka kerja REST API backend sebagai jembatan antara aplikasi mobile dan modul K-Means |
| 5 | Modul pelatihan & buku pedoman | Panduan penggunaan aplikasi Lacak Bersih untuk santri, pengurus, dan petugas kebersihan; mendukung keberlanjutan mandiri mitra pasca-program |
- Pihak-Pihak yang Terlibat dan Kontribusinya
Keberhasilan implementasi gagasan didukung oleh beberapa pihak dengan peran dan kontribusi masing-masing sebagaimana disajikan pada table 3.4.
Tabel 3.4 Pihak yang Terlibat dalam Pelaksanaan Program
| No | Pihak yang Terlibat | Peran dan Kontribusi |
| 1 | Tim Pelaksana PKM-PI | Merancang dan mengembangkan aplikasi Lacak Bersih, melaksanakan survei dan pendataan, menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan, serta menyusun luaran dan laporan. |
| 2 | Mitra (PPM Minhajul Haq) | Menyediakan data dan akses lokasi, terlibat dalam identifikasi masalah, mengikuti pelatihan, serta mengoperasikan dan memelihara aplikasi secara mandiri pasca-program. |
| 3 | Dosen Pendamping | Membimbing arah keilmuan dan teknis, mengawasi pelaksanaan kegiatan, serta memvalidasi luaran dan laporan. |
| 4 | Petugas Kebersihan Mitra | Menggunakan rekomendasi rute pengangkutan, memperbarui status titik sampah, dan memberikan umpan balik lapangan untuk perbaikan sistem. |
| 5 | Perguruan Tinggi | Memberikan dukungan administratif, pembinaan, dan dana pendamping bagi pelaksanaan program. |
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
Tabel 4.1 Anggaran Biaya
| No | Jenis Pengeluaran | Sumber Dana | Besaran Dana (Rp) |
| 1. Bahan habis pakai: | Belmawa | 3.600.000 | |
| Perguruan Tinggi | – | ||
| Instansi Lain | – | ||
| 2. Sewa dan jasa | Belmawa | 1.200.000 | |
| Perguruan Tinggi | |||
| Instansi Lain | |||
| 3.Transportasi Lokal | Belmawa | 2.000.000 | |
| Perguruan Tinggi | 500.000 | ||
| Instansi Lain | – | ||
| 4.Lain-lain | Belmawa | 1.200.000 | |
| Perguruan Tinggi | – | ||
| Instansi Lain | – | ||
| Jumlah: | Rp. 8.500.000 | ||
4.2 Jadwal Kegiatan
Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan
| No. | Jenis Kegiatan | Bulan | Penanggung Jawab | |||
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 1 | Survei & pendataan | Rizky Nugraha | ||||
| 2 | Perancangan sistem | Ananda FityanEdi Juaedi | ||||
| 3 | Pengembangan app | Rizky NugrahaAnanda FityanEdi Juaedi | ||||
| 4 | Uji coba lapangan | Rizky NugrahaAnanda FityanEdi Juaedi | ||||
| 5 | Pelatihan literasi | Rizky NugrahaAnanda FityanEdi Juaedi | ||||
| 6 | Monitoring evaluasi | Rizky NugrahaAnanda Fityan | ||||
| 7 | Penyusunan laporan | Rizky NugrahaAnanda FityanEdi Juaedi | ||||
DAFTAR PUSTAKA
Budiman, & Rosyid. (2022). Implementasi Firebase Firestore sebagai basis data cloud serverless pada aplikasi mobile. Jurnal Teknologi Informasi.
Fauzi, dkk. (2022). Optimasi rute pengangkutan sampah menggunakan algoritma K-Means clustering. Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems.
Gunawan, dkk. (2023). Pemanfaatan Google Maps SDK for Android dalam pengembangan sistem informasi geografis. Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi.
Hidayat, dkk. (2023). Analisis dominasi platform Android pada pasar perangkat mobile di Indonesia. Jurnal Sistem Informasi.
Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2022). Status Literasi Digital di Indonesia 2022. Jakarta: Kominfo.
Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Englewood Cliffs: Prentice Hall.
Kurniawan, dkk. (2026). Pendekatan experiential learning dalam peningkatan literasi digital di lingkungan pesantren. Jurnal Informatika.
Nugroho, & Santoso. (2023). Penerapan algoritma K-Means clustering untuk pengelompokan data spasial. Jurnal Sains dan Teknologi.
Pratama, & Rini. (2022). Integrasi sistem informasi geografis berbasis mobile untuk pengelolaan lingkungan. Jurnal Geoinformatika.
Rahman. (2025). Penyelesaian vehicle routing problem untuk efisiensi rute pengangkutan sampah. Jurnal Riset Operasi.
Ramadhan, dkk. (2024). Pengembangan antarmuka aplikasi Android dengan paradigma pemrograman berorientasi objek. Jurnal Rekayasa Perangkat Lunak.
Sari, & Utama. (2021). Kesiapan pengguna dalam adopsi teknologi digital secara berkelanjutan. Jurnal Teknologi dan Masyarakat.
Susanti. (2021). Digitalisasi pengelolaan sampah untuk percepatan pelaporan dan penanganan limbah. Jurnal Lingkungan Hidup.
Wijaya, & Kusuma. (2024). Pencatatan volume sampah terstruktur pada kawasan padat penghuni. Jurnal Kesehatan Lingkungan.