POLY RECYCLE BRICK: HASIL EKSPERIMEN PRODUKLUARAN SEBAGAI INOVASI MATERIAL BANGUNANRAMAH LINGKUNGAN

8–13 minutes

Abstrak
Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan yang terus meningkat dan memerlukan solusi inovatif
serta berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan limbah plastik sebagai
material alternatif dalam sektor konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan,
karakteristik, serta potensi Poly Recycle Brick, yaitu bata bangunan berbahan dasar plastik daur ulang,
sebagai produk inovatif hasil eksperimen mata kuliah kewirausahaan. Penelitian menggunakan metode
eksperimen deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Poly Recycle Brick memiliki sifat ringan, tidak menyerap air, dan berpotensi
digunakan sebagai material bangunan non-struktural. Selain itu, produk ini memiliki nilai inovasi dan peluang
kewirausahaan yang mendukung konsep ekonomi sirkular. Penelitian ini memberikan kontribusi awal dalam
pengembangan material bangunan ramah lingkungan sekaligus produk kewirausahaan berbasis
keberlanjutan.
Kata Kunci: limbah plastic, bata plastic, material alternatif, kewirausahaan
Abstract
Plastic waste is a growing environmental problem that requires innovative and sustainable solutions. One
effort that can be made is utilizing plastic waste as an alternative material in the construction sector. This
study aims to examine the manufacturing process, characteristics, and potential of Poly Recycle Brick, a
building brick made from recycled plastic, as an innovative product resulting from an experiment in an
entrepreneurship course. The study used a descriptive experimental method with a qualitative approach
through observation, documentation, and literature review. The results show that Poly Recycle Brick is
lightweight, does not absorb air, and has the potential to be used as a non-structural building material. In
addition, this product has innovative value and entrepreneurial opportunities that support the concept of
a circular economy. This research provides an initial contribution to the development of environmentally
friendly buildings as well as desire-based entrepreneurial products.
Keyword: plastic waste, plastic bricks, alternative materials, entrepreneurship
PENDAHULUAN
Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang hingga saat ini masih menjadi
tantangan besar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Plastik banyak digunakan dalam kehidupan sehari
hari karena sifatnya yang ringan, kuat, tahan air, serta biaya produksinya relatif murah. Namun, karakteristik
plastik yang sulit terurai secara alami justru menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang. Menurut data
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK, 2021), jumlah sampah plastik di Indonesia terus
meningkat setiap tahunnya dan sebagian besar belum dikelola secara optimal. Kondisi ini menyebabkan
pencemaran tanah, air, serta ekosistem laut yang berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan
masyarakat.
Permasalahan sampah plastik tidak hanya berkaitan dengan volume limbah yang dihasilkan, tetapi
juga rendahnya tingkat pemanfaatan kembali plastik sebagai material bernilai guna tinggi. Hidayat (2018)
menjelaskan bahwa sebagian besar pengolahan limbah plastik di Indonesia masih terbatas pada proses daur
ulang sederhana, seperti biji plastik dan produk rumah tangga, yang memiliki nilai ekonomi relatif rendah.
Padahal, jika dikelola dengan pendekatan inovatif, limbah plastik memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan
sebagai bahan baku alternatif dalam berbagai sektor, termasuk sektor konstruksi.
Di sisi lain, sektor konstruksi merupakan salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan pesat dan
membutuhkan material dalam jumlah besar. Material bangunan konvensional seperti bata merah dan beton
masih menjadi pilihan utama dalam pembangunan, baik skala kecil maupun besar. Sukirman (2017)
menyebutkan bahwa produksi material bangunan konvensional membutuhkan energi tinggi serta eksploitasi
sumber daya alam yang signifikan, terutama pada proses pembakaran bata dan produksi semen. Proses
tersebut secara tidak langsung berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon dan degradasi lingkungan.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, konsep pembangunan
berkelanjutan dan green building mulai banyak diterapkan. Salah satu prinsip utama dalam konsep tersebut
adalah penggunaan material ramah lingkungan yang dapat mengurangi dampak negatif terhadap alam.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa limbah plastik dapat dimanfaatkan sebagai material alternatif dalam
konstruksi, khususnya untuk aplikasi non-struktural. Reksi et al. (2021) membuktikan bahwa plastik jenis PP,
PET, dan HDPE dapat diolah menjadi bata bangunan dengan karakteristik bobot ringan dan daya serap air
yang rendah, sehingga berpotensi digunakan sebagai material alternatif pada bangunan.
Selain aspek teknis dan lingkungan, pemanfaatan limbah plastik juga memiliki potensi besar dari sisi
kewirausahaan. Konsep ekonomi sirkular mendorong pemanfaatan limbah sebagai sumber daya baru yang
memiliki nilai ekonomi. Tanuwijaya et al. (2025) menyatakan bahwa inovasi produk berbasis daur ulang tidak
hanya berkontribusi pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan,
khususnya pada skala usaha kecil dan menengah.
Berdasarkan permasalahan dan peluang tersebut, melalui mata kuliah kewirausahaan dikembangkan
sebuah produk inovatif bernama Poly Recycle Brick, yaitu bata bangunan yang dibuat dari material plastik
daur ulang. Produk ini dirancang sebagai hasil eksperimen produk luaran yang menggabungkan aspek
lingkungan, teknis, dan kewirausahaan. Poly Recycle Brick diharapkan dapat menjadi alternatif material
bangunan ramah lingkungan sekaligus contoh nyata penerapan konsep kewirausahaan berbasis
keberlanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan, karakteristik, serta potensi Poly Recycle Brick
sebagai material bangunan alternatif. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi
pemikiran mengenai pemanfaatan limbah plastik dalam sektor konstruksi serta pengembangan produk
inovatif yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen deskriptif yang bertujuan untuk
mengembangkan dan mengevaluasi karakteristik produk luaran berupa Poly Recycle Brick. Pendekatan ini
dipilih karena penelitian berfokus pada proses pembuatan produk, pengamatan karakteristik fisik, serta
analisis potensi produk dari sisi teknis dan kewirausahaan, sebagaimana direkomendasikan dalam studi
pengembangan produk berbasis inovasi (Hidayat, 2018).
3.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan kualitatif dan
deskriptif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan proses pembuatan dan karakteristik visual
produk, sedangkan pendekatan deskriptif digunakan untuk menginterpretasikan hasil eksperimen secara
sistematis melalui perbandingan dengan hasil penelitian sebelumnya terkait bata plastik dan material
alternatif (Reksi et al., 2021).
Penelitian ini tidak bertujuan menghasilkan data uji laboratorium skala industri, melainkan sebagai
studi awal (preliminary study) dalam pengembangan inovasi produk berbasis kewirausahaan dan
keberlanjutan.
3.3 Alat dan Bahan Penelitian
Plastik yang digunakan dipilih dari jenis yang mudah dilelehkan, seperti PP dan HDPE. Pemilihan jenis
plastik ini mengacu pada penelitian Reksi et al. (2021) yang menyatakan bahwa kedua jenis plastik tersebut
memiliki stabilitas yang baik dalam proses pelelehan dan pencetakan bata plastik.
3.3.1 Bahan
Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah plastik, antara lain:

  • Plastik kemasan makanan
  • Botol plastik bekas
  • Kantong plastik
    Plastik yang digunakan dipilih dari jenis yang mudah dilelehkan, seperti PP dan HDPE,
    sebagaimana direkomendasikan dalam penelitian sebelumnya terkait pemanfaatan limbah plastik
    sebagai material bangunan.
    3.3.2 Alat
    Alat yang digunakan dalam proses eksperimen meliputi:
  • Alat pemanas (kompor listrik atau pemanas sederhana)
  • Wadah logam tahan panas
  • Cetakan bata
  • Alat pelindung diri (sarung tangan dan masker)
  • Alat bantu perapian (spatula dan alat potong sederhana)
    3.4 Prosedur Penelitian
    Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
    3.4.1 Pengumpulan dan Pemilahan Plastik
    Plastik bekas dikumpulkan dari lingkungan sekitar dan dipilah untuk memisahkan plastik dari material
    lain. Pemilahan juga dilakukan berdasarkan jenis plastik untuk menjaga kestabilan hasil lelehan dan kualitas
    produk akhir.
    3.4.2 Pembersihan dan Pengeringan
    Plastik yang telah dipilah dicuci menggunakan air bersih untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan
    zat lain yang menempel. Setelah itu, plastik dikeringkan secara alami agar tidak mengandung air saat proses
    pelelehan.
    3.4.3 Proses Pelelehan
    Plastik kering dilelehkan menggunakan alat pemanas dengan suhu terkontrol. Proses ini dilakukan
    secara bertahap sambil diaduk agar plastik mencair secara merata dan tidak mengalami pembakaran
    berlebihan.
    3.4.4 Proses Pencetakan
    Plastik cair dituangkan ke dalam cetakan bata yang telah disiapkan. Setelah cetakan terisi penuh,
    material dibiarkan hingga dingin dan mengeras secara alami.
    3.4.5 Finishing Produk
    Setelah bata mengeras, dilakukan proses finishing berupa perapian sisi dan permukaan bata agar
    bentuknya lebih presisi dan layak untuk dilakukan pengamatan.
    3.5 Teknik Pengumpulan Data
    Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui:
  1. Observasi langsung, yaitu pengamatan terhadap proses pembuatan dan karakteristik produk Poly
    Recycle Brick.
  2. Dokumentasi, berupa foto dan catatan proses eksperimen.
  3. Studi pustaka, yaitu pengumpulan data pendukung dari buku dan jurnal terkait pemanfaatan limbah
    plastik dan material bangunan alternatif.
    3.6 Teknik Analisis Data
    Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan hasil eksperimen Poly Recycle
    Brick dengan teori material bangunan dan penelitian terdahulu. Analisis ini digunakan untuk
    mengidentifikasi kelebihan, keterbatasan, serta potensi pengembangan produk, sebagaimana pendekatan
    analisis material alternatif yang disarankan oleh Sukirman (2017).
    Hasil analisis kemudian digunakan sebagai dasar dalam pembahasan mengenai nilai inovasi, peluang
    usaha, serta dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.
    HASIL DAN PEMBAHASAN
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi Poly Recycle Brick sebagai produk inovatif
    berbasis limbah plastik yang dapat diaplikasikan pada bidang arsitektur dan konstruksi non-struktural.
    Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa bata berbasis plastik daur ulang memiliki karakteristik
    fisik yang berbeda secara signifikan dibandingkan bata konvensional, baik dari segi bobot, daya serap air,
    maupun potensi pemanfaatannya sebagai material alternatif ramah lingkungan.
    4.1 Temuan Utama Penelitian
    Te Poly Recycle Brick memiliki sifat ringan dan tidak menyerap air, sehingga berpotensi digunakan
    sebagai material dinding non-struktural. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Reksi et al. (2021) yang
    menyatakan bahwa bata berbasis plastik memiliki struktur yang lebih padat dan bersifat hidrofobik
    dibandingkan bata merah konvensional.
    Berbeda dengan bata merah konvensional yang bersifat porous, Poly Recycle Brick menunjukkan
    karakteristik material yang lebih padat dan tidak menyerap air. Perbedaan ini menjadi temuan penting karena
    secara langsung memengaruhi daya tahan material terhadap lingkungan lembap serta potensi umur pakai
    produk.
    4.2 Interpretasi Ilmiah terhadap Temuan
    Sifat tidak menyerap air pada Poly Recycle Brick dapat dijelaskan secara ilmiah melalui karakteristik
    dasar material plastik yang bersifat hidrofobik. Plastik tidak memiliki pori-pori terbuka seperti material
    berbasis tanah liat, sehingga air tidak dapat meresap ke dalam struktur bata. Hal ini menjelaskan mengapa
    Poly Recycle Brick lebih tahan terhadap pelapukan akibat kelembapan dibandingkan bata konvensional.
    Bobot bata yang lebih ringan juga berkaitan langsung dengan densitas plastik yang lebih rendah
    dibandingkan material mineral. Kondisi ini menjadikan Poly Recycle Brick lebih mudah dalam proses distribusi
    dan pemasangan, serta berpotensi mengurangi beban mati pada bangunan. Namun demikian, sifat
    termoplastik pada material plastik juga menjadi keterbatasan yang perlu diperhatikan, terutama terkait
    ketahanan terhadap suhu tinggi.
    4.3 Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya
    Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu mengenai bata plastik, namun berbeda dalam
    pendekatan pengembangannya. Penelitian ini tidak hanya berfokus pada karakteristik teknis material, tetapi
    juga pada nilai inovasi produk dan potensi kewirausahaan, sebagaimana ditekankan dalam konsep ekonomi
    sirkular oleh Tanuwijaya et al. (2025).
    Jika dibandingkan dengan penelitian lain yang menitikberatkan pada uji kuat tekan laboratorium,
    penelitian ini lebih menekankan pada konteks aplikatif dan kelayakan produk sebagai hasil eksperimen
    kewirausahaan mahasiswa. Dengan demikian, penelitian ini melengkapi studi terdahulu dengan sudut
    pandang praktis dan kontekstual, khususnya dalam pengembangan produk berbasis ekonomi sirkular.
    4.4 Implikasi terhadap Tujuan Kewirausahaan
    Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Poly Recycle Brick memiliki nilai jual tidak hanya dari sisi
    fungsional, tetapi juga dari aspek lingkungan dan sosial. Produk ini berpotensi diposisikan sebagai material
    alternatif ramah lingkungan yang mendukung konsep bangunan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tujuan
    awal tim dalam mengembangkan produk yang tidak hanya inovatif secara teknis, tetapi juga relevan secara
    ekonomi.
    Keunikan visual dari bata plastik, yang berasal dari warna alami limbah plastik, juga membuka peluang
    diferensiasi produk di pasar. Diferensiasi ini menjadi keunggulan kompetitif dibandingkan bata konvensional
    yang cenderung memiliki tampilan seragam.
    4.5 Sintesis dan Kontribusi Penelitian
    Secara keseluruhan, hasil dan pembahasan ini menunjukkan bahwa Poly Recycle Brick mampu
    menjawab permasalahan limbah plastik sekaligus menawarkan solusi material alternatif untuk bidang
    arsitektur non-struktural. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi antara eksperimen produk,
    analisis material, dan perspektif kewirausahaan.
    Meskipun penelitian ini masih memiliki keterbatasan, terutama pada tidak dilakukannya uji mekanik
    lanjutan secara laboratorium, hasil yang diperoleh sudah cukup untuk menunjukkan potensi awal Poly
    Recycle Brick sebagai produk inovatif. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan pengujian
    teknis yang lebih mendalam guna memperkuat validitas produk.
    SIMPULAN
    Penelitian ini menunjukkan bahwa Poly Recycle Brick berpotensi menjadi material bangunan non
    struktural berbasis limbah plastik yang mendukung konsep keberlanjutan dan ekonomi sirkular. Studi ini
    memajukan pengetahuan dengan menempatkan bata plastik tidak hanya sebagai inovasi material, tetapi
    juga sebagai produk kewirausahaan yang aplikatif. Temuan ini memberikan justifikasi ilmiah bahwa limbah
    plastik dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Ke depan, diperlukan pengujian mekanik
    dan termal lebih lanjut serta eksplorasi skala produksi untuk memperkuat kelayakan teknis dan komersial
    produk.
    DAFTAR PUSTAKA
    [1] Hidayat, R. (2018). Pengelolaan dan pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan alternatif ramah lingkungan.
    Jurnal Teknik Lingkungan, 12(2), 85–94.
    [2] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2021). Statistik pengelolaan sampah
    nasional. Jakarta: KLHK.
    [3] Reksi, A., Pratama, D., & Wibowo, T. (2021). Pemanfaatan limbah plastik jenis PP, PET, dan HDPE
    sebagai bahan bata alternatif. Jurnal Rekayasa Material, 9(1), 45–53.
    [4] Sukirman. (2017). Teknologi bahan bangunan. Bandung: Penerbit ITB.
    [5] Tanuwijaya, F., Santoso, A., & Lestari, M. (2025). Inovasi produk daur ulang dalam perspektif ekonomi
    sirkular dan kewirausahaan berkelanjutan. Jurnal Kewirausahaan dan Inovasi, 5(1), 22–31.