Peran Key Opinion Leader (KOL) dalam Meningkatkan Brand Engagement pada Brand Fashion Lokal Prelude Choir

6–9 minutes

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam strategi pemasaran perusahaan, khususnya dalam pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi yang efektif antara brand dan konsumen. Transformasi ini mendorong perusahaan untuk beradaptasi dari pola pemasaran konvensional menuju pendekatan yang lebih interaktif, berbasis data, dan berorientasi pada pengalaman pengguna. Digital marketing kemudian menjadi strategi utama yang digunakan oleh berbagai brand karena mampu menjangkau audiens secara lebih luas, cepat, dan terukur, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.


Keberadaan media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta berbagai platform e-commerce, telah membawa perubahan mendasar dalam perilaku konsumen, khususnya dalam proses mengenal, menilai, hingga memutuskan pembelian suatu produk. Konsumen kini tidak lagi hanya bergantung pada iklan konvensional atau rekomendasi dari lingkungan terdekat, tetapi lebih banyak memperoleh informasi melalui konten digital yang mereka konsumsi setiap hari. Media sosial memungkinkan konsumen untuk melihat langsung bagaimana sebuah produk digunakan, dinilai, dan direkomendasikan oleh pengguna lain maupun figur publik.

Dalam perkembangannya, media-media tersebut tidak lagi hanya berfungsi sebagai kanal distribusi dan penjualan, tetapi juga sebagai ruang interaksi dua arah yang aktif antara brand dan konsumen. Melalui konten visual, video pendek, fitur live streaming, serta kolom komentar, konsumen dapat memberikan respons secara real-time, mengajukan pertanyaan, hingga menyampaikan pendapat secara terbuka. Di sisi lain, brand memiliki kesempatan untuk membangun kedekatan emosional dengan audiens, memperkuat citra merek, serta menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih personal. Interaksi yang konsisten dan autentik ini berperan penting dalam membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap suatu brand.


Selain itu, media digital memungkinkan brand untuk menyampaikan pesan pemasaran secara lebih personal melalui segmentasi audiens yang spesifik berdasarkan minat, perilaku, dan preferensi konsumen. Hal ini menjadikan digital marketing sebagai strategi yang tidak hanya efektif dalam meningkatkan visibilitas merek, tetapi juga dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam strategi pemasaran perusahaan, khususnya dalam pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi dengan konsumen. Digital marketing menjadi strategi utama yang digunakan oleh berbagai brand untuk menjangkau audiens secara lebih luas, cepat, dan terukur. Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan platform e-commerce tidak hanya berfungsi sebagai kanal distribusi produk, tetapi juga sebagai ruang interaksi antara brand dan konsumen.

Dalam konteks ini, keberadaan Key Opinion Leader (KOL) menjadi salah satu strategi digital marketing yang semakin populer. KOL dinilai mampu memengaruhi opini dan perilaku audiens melalui konten yang bersifat personal, autentik, dan relevan. Dibandingkan dengan iklan konvensional, promosi melalui KOL dianggap lebih efektif dalam membangun engagement dan kepercayaan konsumen (Paramasari, 2024).

Fenomena ini juga dimanfaatkan oleh brand fashion lokal, khususnya UMKM, untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri fashion. Salah satu brand UMKM asal Bandung yang menerapkan strategi ini adalah Prelude Choir, sebuah brand fashion yang mengusung konsep minimalis dan timeless. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana KOL berperan sebagai strategi digital marketing yang efektif dalam mempromosikan produk Prelude Choir serta meningkatkan engagement konsumen.

Digital marketing merupakan bentuk pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital dan internet untuk menyampaikan pesan promosi kepada target audiens. Dalam industri fashion, digital marketing berperan penting karena karakteristik produknya yang sangat visual dan dipengaruhi oleh tren serta gaya hidup. Media sosial menjadi platform utama bagi brand fashion untuk menampilkan identitas merek, membangun citra, serta berinteraksi langsung dengan konsumen.

Menurut Syah dan Rasmini (2023), digital marketing memungkinkan brand untuk menjangkau konsumen secara lebih spesifik melalui segmentasi audiens berbasis minat, perilaku, dan demografi. Hal ini membuat strategi pemasaran menjadi lebih efisien dan tepat sasaran. Selain itu, digital marketing juga memberikan peluang bagi brand untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui konten yang konsisten dan relevan. Bagi brand UMKM seperti Prelude Choir, digital marketing menjadi solusi strategis karena keterbatasan anggaran promosi. Dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital, brand dapat tetap bersaing dengan brand besar tanpa harus mengeluarkan biaya iklan yang tinggi.

Key Opinion Leader (KOL) adalah individu yang memiliki pengaruh terhadap audiens tertentu karena kredibilitas, keahlian, atau popularitas yang dimilikinya. KOL tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan promosi, tetapi juga sebagai figur yang dipercaya oleh pengikutnya dalam memberikan rekomendasi produk. Paramasari (2024) menyatakan bahwa KOL memiliki peran strategis dalam komunikasi pemasaran karena mampu membangun kesadaran merek (brand awareness) melalui pendekatan yang lebih personal dan persuasif. Audiens cenderung mempercayai rekomendasi KOL karena dianggap sebagai pengalaman nyata, bukan sekadar iklan.

Syah dan Rasmini (2023) menambahkan bahwa efektivitas KOL dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu trustworthiness (kepercayaan), expertise (keahlian), dan relevance (kesesuaian dengan audiens). Ketika KOL memiliki keselarasan nilai dengan brand, pesan yang disampaikan akan terasa lebih autentik dan berdampak pada peningkatan engagement.

Dalam konteks digital marketing, KOL juga berperan sebagai penghubung antara brand dan konsumen. Interaksi yang terjadi di kolom komentar, fitur live, maupun konten video pendek memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah yang dapat memperkuat hubungan emosional antara konsumen dan brand.

Prelude Choir merupakan brand fashion UMKM asal Bandung yang diluncurkan pada akhir tahun 2023. Brand ini mengusung tagline “Keep Stylish with Monochrome”, yang mencerminkan identitas visual dan konsep desain yang dihadirkan. Prelude Choir mengedepankan gaya minimalis dan timeless dalam setiap produknya, dengan fokus pada warna monokrom serta desain yang sederhana namun elegan.

Konsep timeless yang diusung Prelude Choir bertujuan untuk menciptakan produk yang tidak lekang oleh tren. Setiap koleksi dirancang agar tetap relevan digunakan dalam berbagai situasi dan waktu, sehingga konsumen tidak hanya membeli produk fashion, tetapi juga nilai keberlanjutan gaya.

Dalam hal distribusi, Prelude Choir memanfaatkan platform digital seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. Selain itu, brand ini juga aktif di media sosial sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan audiens. Namun, di tengah persaingan konten yang semakin padat, penggunaan KOL menjadi strategi yang dinilai lebih efektif dalam meningkatkan engagement dan awareness secara cepat.

Penggunaan KOL oleh Prelude Choir difokuskan pada kolaborasi dengan figur yang memiliki citra selaras dengan nilai brand, yaitu minimalis, elegan, dan modern. Pemilihan KOL tidak semata-mata didasarkan pada jumlah pengikut, tetapi juga pada kesesuaian gaya, karakter audiens, serta tingkat interaksi yang dimiliki.

Hal ini sejalan dengan pendapat Paramasari (2024) yang menekankan bahwa keberhasilan strategi KOL tidak hanya ditentukan oleh popularitas, tetapi juga oleh kesesuaian pesan dan karakter KOL dengan brand. KOL yang mampu menyampaikan pesan secara natural akan lebih mudah memengaruhi persepsi audiens.

Melalui konten seperti foto OOTD, video try-on, hingga ulasan produk, KOL membantu menampilkan produk Prelude Choir dalam konteks penggunaan sehari-hari. Konten semacam ini memberikan gambaran nyata kepada konsumen mengenai kualitas dan fleksibilitas produk, sehingga meningkatkan minat beli.

Selain itu, interaksi yang terjadi antara KOL dan pengikutnya di kolom komentar turut mendorong engagement. Audiens dapat mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan, serta berbagi opini, yang secara tidak langsung memperkuat kehadiran brand di ruang digital.

Salah satu keunggulan utama dari penerapan strategi Key Opinion Leader (KOL) dalam digital marketing adalah kemampuannya dalam meningkatkan engagement konsumen secara signifikan. Engagement tidak hanya diukur melalui indikator kuantitatif seperti jumlah likes, views, atau followers, tetapi juga dilihat dari kualitas interaksi yang terbangun antara audiens dengan konten yang disajikan. Bentuk interaksi tersebut dapat berupa komentar, shares, diskusi, hingga respons audiens terhadap ajakan atau rekomendasi yang disampaikan oleh KOL.

Syah dan Rasmini (2023) menjelaskan bahwa promosi melalui KOL cenderung lebih efektif dalam mendorong engagement karena audiens merasa memiliki kedekatan emosional dengan figur yang mereka ikuti. Hubungan yang terbangun secara berkelanjutan antara KOL dan pengikutnya menciptakan rasa kepercayaan, sehingga pesan promosi yang disampaikan tidak dianggap sebagai iklan semata. Ketika KOL merekomendasikan suatu produk, audiens menjadi lebih terbuka, responsif, dan tertarik untuk berinteraksi maupun mencari informasi lebih lanjut, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan minat beli terhadap produk tersebut.

Bagi Prelude Choir, strategi ini membantu membangun kepercayaan konsumen terhadap brand yang relatif baru. Kredibilitas KOL menjadi jembatan bagi brand untuk meyakinkan audiens mengenai kualitas produk. Dengan demikian, KOL tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai pembentuk citra merek.

Kepercayaan yang terbentuk melalui KOL berpotensi menciptakan loyalitas konsumen. Ketika konsumen merasa puas dengan produk yang direkomendasikan, mereka cenderung melakukan pembelian ulang serta merekomendasikan brand kepada orang lain.

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Key Opinion Leader memiliki peran yang signifikan sebagai strategi digital marketing, khususnya bagi brand fashion UMKM seperti Prelude Choir. KOL mampu membantu brand dalam meningkatkan brand awareness, engagement, serta kepercayaan konsumen melalui pendekatan komunikasi yang lebih personal dan autentik.

Pemilihan KOL yang tepat, yaitu yang memiliki kesesuaian nilai dan karakter dengan brand, menjadi faktor kunci keberhasilan strategi ini. Dengan memanfaatkan strategi KOL secara optimal, Prelude Choir dapat memperkuat posisinya di pasar fashion lokal serta membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen di era digital.

Daftar Pustaka

Paramasari, S. (2024). Strategi komunikasi pemasaran menggunakan beauty key opinion leader dalam membangun kesadaran merek produk kecantikan lokal Indonesia. Kinesik: Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(2).

Syah, R., & Rasmini, M. (2023). Memanfaatkan akuisisi key opinion leader (KOL) untuk meningkatkan efektivitas program LazAffiliate di Lazada: Tinjauan dalam konteks pasar online Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(21).