Neng Windy Nurlaila Maulani
neng.21424012@mahasiswa.unikom.ac.id
Abstrak
Perkembangan media sosial telah mendorong munculnya konsep social commerce, yaitu aktivitas jual beli yang terintegrasi dengan platform media sosial. Salah satu inovasi yang banyak dimanfaatkan adalah fitur keranjang kuning pada TikTok, yang memungkinkan pengguna melakukan pembelian produk secara langsung tanpa harus meninggalkan aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keranjang kuning pada platform TikTok dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung efektivitas fitur tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai jurnal dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keranjang kuning berperan dalam mempermudah proses pembelian, mengurangi tahapan transaksi, serta meningkatkan minat dan keputusan pembelian melalui kemudahan akses, promosi, interaksi langsung dengan penjual, dan pengaruh konten kreator. Selain itu, kepercayaan terhadap penjual, kualitas informasi produk, serta ulasan konsumen turut memperkuat efektivitas penggunaan fitur tersebut. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, seperti informasi produk yang kurang lengkap, promosi yang berlebihan, dan potensi pembelian impulsif. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari platform, penjual, dan kreator konten untuk meningkatkan transparansi informasi serta menjaga kredibilitas promosi agar pengalaman berbelanja konsumen menjadi lebih aman dan terpercaya.
Kata kunci: keranjang kuning, TikTok Shop, keputusan pembelian, social commerce, perilaku konsumen.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi dan internet telah mengubah cara masyarakat melakukan aktivitas belanja. Munculnya konsep social commerce memungkinkan proses pemasaran dan transaksi dilakukan secara langsung melalui media sosial. Salah satu platform yang berkembang pesat adalah TikTok, yang tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana promosi dan penjualan produk melalui fitur keranjang kuning. Fitur ini memungkinkan pengguna membeli produk secara langsung dari video atau live streaming tanpa harus berpindah ke aplikasi lain.
Keberadaan keranjang kuning memberikan kemudahan bagi konsumen karena mempercepat proses pembelian serta menghubungkan promosi dengan transaksi dalam satu platform. Selain itu, konten video, siaran langsung, promo, dan interaksi dengan kreator maupun penjual dapat meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap suatu produk. Kondisi tersebut menjadikan TikTok sebagai salah satu media yang mampu memengaruhi perilaku dan keputusan pembelian konsumen.
Dalam perspektif perilaku konsumen, penggunaan keranjang kuning dapat dijelaskan melalui Technology Acceptance Model (TAM), yang menyatakan bahwa teknologi akan diterima apabila mudah digunakan dan memberikan manfaat. Selain itu, teori Electronic Word of Mouth (e-WOM) menjelaskan bahwa ulasan, komentar, serta pengalaman pengguna lain mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk. Kombinasi kemudahan bertransaksi dan informasi yang diperoleh melalui konten digital menjadikan keranjang kuning sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa fitur belanja di TikTok berpengaruh terhadap minat dan keputusan pembelian konsumen. Namun, masih terdapat tantangan, seperti pembelian impulsif, promosi yang berlebihan, serta informasi produk yang belum selalu lengkap. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keranjang kuning pada platform TikTok dalam keputusan pembelian konsumen melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pengaruh fitur tersebut serta menjadi referensi bagi pelaku usaha dalam menyusun strategi pemasaran digital yang lebih efektif.
Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penilaian produk dalam pengambilan keputusan konsumen di platform tiktok melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pengaruh penilaian produk terhadap keputusan pembelian serta menjadi referensi bagi pengembangan sistem penilaian produk yang lebih kredibel pada platform e-commerce.
Tinjauan Pustaka
Keputusan pembelian merupakan proses yang dilakukan konsumen dalam memilih dan memutuskan pembelian suatu produk atau jasa. Menurut Wibawanto (2013), keputusan pembelian dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kebutuhan, motivasi, dan pengalaman, serta faktor eksternal, seperti lingkungan, promosi, dan informasi yang diterima konsumen. Dalam konteks social commerce, proses tersebut semakin dipengaruhi oleh kemudahan teknologi dan penyajian informasi melalui media sosial.
TikTok merupakan salah satu platform social commerce yang mengintegrasikan hiburan dengan aktivitas belanja melalui fitur keranjang kuning. Fitur ini memungkinkan pengguna membeli produk secara langsung dari video atau live streaming tanpa harus berpindah aplikasi. Kemudahan tersebut dapat dijelaskan melalui Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis (1989). Menurut model ini, penerimaan teknologi dipengaruhi oleh perceived usefulness (persepsi kegunaan) dan perceived ease of use (persepsi kemudahan penggunaan). Semakin mudah dan bermanfaat fitur keranjang kuning digunakan, semakin besar kemungkinan konsumen memanfaatkannya dalam proses pembelian.
Selain kemudahan teknologi, keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh informasi yang diperoleh konsumen melalui konten digital. Teori Electronic Word of Mouth (e-WOM) menjelaskan bahwa ulasan, komentar, pengalaman pengguna, serta rekomendasi dari kreator konten mampu membentuk persepsi dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap suatu produk. Informasi tersebut sering kali dianggap lebih kredibel dibandingkan promosi yang dilakukan oleh penjual sehingga berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Model perilaku konsumen dari Kotler juga menjelaskan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh proses pencarian informasi, evaluasi alternatif, dan rangsangan pemasaran. Dalam platform TikTok, konten video, live streaming, promosi, serta keberadaan keranjang kuning menjadi rangsangan yang mampu menarik perhatian konsumen dan mempercepat proses pembelian. Dengan demikian, teori keputusan pembelian, TAM, e-WOM, dan model perilaku konsumen menunjukkan bahwa keranjang kuning tidak hanya berfungsi sebagai fitur transaksi, tetapi juga sebagai media yang mempermudah pembelian dan memengaruhi keputusan konsumen dalam berbelanja melalui TikTok.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis peran keranjang kuning pada platform TikTok dalam keputusan pembelian konsumen. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang komprehensif berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang relevan.
Proses kajian literatur mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), yang meliputi tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan pemilihan artikel. Pencarian literatur dilakukan menggunakan aplikasi Publish or Perish yang terhubung dengan basis data Google Scholar menggunakan kata kunci “keranjang kuning TikTok”, “TikTok Shop”, “keputusan pembelian”, dan “social commerce“.
Pada tahap identifikasi diperoleh sebanyak 200 artikel. Selanjutnya dilakukan penyaringan berdasarkan kesesuaian judul dan abstrak dengan topik penelitian sehingga diperoleh 30 artikel yang relevan. Setelah dilakukan penelaahan lebih lanjut berdasarkan kriteria inklusi dan tujuan penelitian, sebanyak 20 artikel dipilih sebagai sumber utama dalam penyusunan Systematic Literature Review.
Melalui tahapan tersebut, artikel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan literatur yang relevan dan sesuai dengan fokus penelitian, sehingga diharapkan mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peran keranjang kuning pada platform TikTok dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis berbagai penelitian yang diseleksi menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), fitur keranjang kuning pada platform TikTok memiliki peran penting dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemudahan akses menuju halaman produk, integrasi antara konten dan transaksi, serta penyajian promosi secara langsung mampu meningkatkan minat beli konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa keranjang kuning tidak hanya berfungsi sebagai fitur transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemasaran digital yang mendorong konsumen melakukan pembelian.
Peran tersebut sejalan dengan teori pengambilan keputusan konsumen yang menjelaskan bahwa sebelum melakukan pembelian, konsumen akan melalui tahap pencarian informasi, evaluasi alternatif, dan keputusan pembelian. Pada platform TikTok, proses tersebut berlangsung lebih cepat karena konsumen memperoleh informasi produk melalui video pendek maupun live streaming yang disertai fitur keranjang kuning. Demonstrasi produk, penjelasan dari kreator, serta kemudahan mengakses produk dalam satu aplikasi mampu mengurangi keraguan konsumen dan mempercepat proses pengambilan keputusan.
Dari perspektif Technology Acceptance Model (TAM), keranjang kuning memiliki tingkat penerimaan yang tinggi karena memberikan manfaat (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaan (perceived ease of use). Konsumen tidak perlu berpindah ke aplikasi lain untuk mencari produk yang ditampilkan sehingga proses transaksi menjadi lebih praktis dan efisien. Kemudahan tersebut meningkatkan kenyamanan berbelanja dan mendorong konsumen untuk menyelesaikan pembelian secara langsung.
Selain itu, teori Electronic Word of Mouth (e-WOM) menjelaskan bahwa keputusan pembelian pada TikTok juga dipengaruhi oleh komentar pengguna, ulasan, serta rekomendasi dari kreator maupun afiliator. Informasi yang diperoleh melalui konten digital dianggap lebih meyakinkan karena disampaikan secara visual dan sering kali menunjukkan penggunaan produk secara langsung. Kondisi ini mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipromosikan melalui keranjang kuning.
Tabel 1. Faktor Keranjang Kuning yang Memengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen
| Faktor | Pengaruh terhadap Keputusan | Tingkat Pengaruh |
|---|---|---|
| Kemudahan akses produk | Sangat tinggi | Tinggi |
| Live streaming | Tinggi | Sangat tinggi |
| Promosi dan diskon | Sangat tinggi | Tinggi |
| Konten kreator/afiliasi | Tinggi | Tinggi |
| Kemudahan proses transaksi | Sangat tinggi | Sangat tinggi |
Sumber: Analisis Penulis (2026).
Berdasarkan Tabel 1, kemudahan proses transaksi, promosi, serta live streaming merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Fitur keranjang kuning memungkinkan konsumen berpindah dari tahap melihat produk menuju proses pembelian dalam waktu yang singkat. Kondisi ini memperbesar peluang terjadinya pembelian spontan (impulse buying), terutama ketika penawaran disertai potongan harga, voucher, atau promosi dengan batas waktu tertentu.
Meskipun demikian, penggunaan keranjang kuning juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satu permasalahan yang sering ditemukan adalah munculnya pembelian impulsif akibat pengaruh promosi yang intensif dan penyajian konten yang persuasif. Selain itu, tidak semua informasi produk yang disampaikan melalui video atau live streaming sesuai dengan kondisi produk yang diterima konsumen. Perbedaan tersebut dapat menurunkan tingkat kepuasan dan kepercayaan terhadap penjual maupun platform apabila ekspektasi konsumen tidak terpenuhi.
Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan keranjang kuning, diperlukan peran berbagai pihak. TikTok perlu memperkuat pengawasan terhadap konten promosi dan memastikan informasi produk disampaikan secara transparan. Penjual dan kreator juga perlu memberikan informasi yang jujur mengenai spesifikasi, kualitas, serta cara penggunaan produk. Di sisi lain, konsumen perlu bersikap lebih selektif dengan membandingkan informasi produk, membaca ulasan, serta mempertimbangkan kebutuhan sebelum melakukan pembelian agar terhindar dari keputusan yang bersifat impulsif.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil kajian literatur, dapat disimpulkan bahwa keranjang kuning pada platform TikTok memiliki peran yang signifikan dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kemudahan akses menuju produk, integrasi antara konten dan transaksi, live streaming, serta berbagai program promosi mampu meningkatkan minat beli dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keranjang kuning tidak hanya berfungsi sebagai fitur transaksi, tetapi juga menjadi salah satu strategi pemasaran digital yang efektif dalam mendorong pembelian.
Namun demikian, efektivitas fitur ini juga diikuti oleh berbagai tantangan, seperti meningkatnya pembelian impulsif dan kemungkinan informasi produk yang kurang akurat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara platform, penjual, kreator, dan konsumen untuk menciptakan proses transaksi yang lebih transparan dan terpercaya. Penyampaian informasi yang jujur, pengawasan terhadap konten promosi, serta peningkatan literasi digital konsumen diharapkan dapat meningkatkan kualitas keputusan pembelian melalui platform TikTok.
Daftar Pustaka
Sumaryo, I., & Kurniawati, M. (2025). Pengaruh shopping cart terhadap purchase intention di social commerce melalui perceived usefulness, ease of use, dan trust (Studi pada fitur keranjang kuning di TikTok Shop). Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum. DOI: https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3414
Ruqoyyah, U., & Rahmawan, G. (2023). Pengaruh copywriting promotion, online customer review, dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian melalui keranjang kuning pada aplikasi TikTok. Jurnal Edueco, 6(1). https://doi.org/10.36277/edueco.v6i1.152
Jovanka, R., & Ali Alam, I. (2025). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian di platform TikTok (Studi kasus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung). Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos, 14(1), 52–67. https://doi.org/10.30606/cano.v14i01.3715
Permatasari, S. M., Fadhil, M., Hamid, U., & Mulang, H. (2025). Model keputusan pembelian melalui kualitas layanan, harga, dan kualitas produk pada online TikTok Shop. Center of Economic Students Journal, 8(2), 708–720. https://doi.org/10.56750/csej.v8i2.1138
Kepada, D., Ekonomi, F., Bisnis, D., Uin, I., Saifuddin, K. H., Purwokerto, Z., Memenuhi, U., Satu, S., Guna, S., Gelar, M., & Ekonomi, S. (n.d.). PENGARUH PROMOSI, GAYA HIDUP DAN PENILAIAN PRODUK TERHADAP PERILAKU IMPULSE BUYING DI TIKTOKSHOP (Studi Pada Mahasiswa S1 UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto) SKRIPSI.
Novitasari, D., Maulana, R., Hastuti, H., & Puspitasari, N. (n.d.). SEMINAR NASIONAL AMIKOM SURAKARTA (SEMNASA) 2024.
Okta, R. H., Rhoma, I., & Darmeinis. (n.d.). PENGARUH PENILAIAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Survei Pada Marketplace Shopee).
Sahrudin, K., Faddil, H. P., & Faddila, S. P. (2025). Pengaruh Ulasan Produk dan Rating Pengguna terhadap Keputusan Pembelian di Platform E-Commerce. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(8), 1666–1674. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i8.4430
Yosefine Siboro, S. (2022). The Opportunity of Digital and Technology Disruption.