PENGEMBANGAN ALAT PENGERING SEPATU PORTABLE BERBASIS SIRKULASI UDARA UNTUK KEBUTUHAN MAHASISWA

8–13 minutes

ABSTRAK

Sepatu merupakan barang penting dalam aktivitas sehari-hari dan seringkali terpapar air hujan, genangan air, atau lingkungan basah. Jika tidak dikeringkan dengan benar, sepatu dapat menghasilkan bau tidak sedap, mempercepat pertumbuhan mikroorganisme, dan mengurangi kualitas serta masa pakainya. Metode pengeringan konvensional, seperti pengeringan di bawah sinar matahari atau menggunakan alat pemanas, memiliki kelemahan karena bergantung pada kondisi cuaca dan dapat merusak bahan sepatu akibat paparan suhu tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini menciptakan alat pengering sepatu portabel yang tidak menggunakan panas berlebihan, memanfaatkan sistem sirkulasi udara berdaya rendah dan bahan penyerap kelembapan. Pengeringan dilakukan secara bertahap melalui aliran udara yang diarahkan ke bagian dalam sepatu, sehingga lebih aman untuk berbagai jenis bahan. Hasil uji menunjukkan bahwa alat ini dapat mengeringkan sepatu dalam waktu 6 hingga 8 jam, membantu mengurangi tingkat kelembapan dan bau tidak sedap, serta memiliki konsumsi energi yang rendah. Oleh karena itu, alat ini berpotensi menjadi solusi pengeringan sepatu yang praktis, aman, dan ekonomis bagi masyarakat luas.

  1. PENDAHULUAN

Sepatu merupakan elemen krusial dalam rutinitas harian yang mudah basah karena aktivitas di luar ruangan atau kondisi iklim, terutama di daerah dengan kelembapan tinggi dan curah hujan yang signifikan. Kegiatan seperti berjalan kaki, menggunakan sepeda motor, serta mobilitas intens di area urban memperbesar risiko sepatu terkena air hujan atau genangan. Kelembapan yang terperangkap di dalam sepatu tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan dan aroma yang tidak menyenangkan, tetapi juga membentuk kondisi yang mendorong perkembangan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas, kenyamanan, serta masa pakai sepatu, sehingga pengeringan yang efisien dan aman menjadi prioritas bagi pemakainya dalam kegiatan sehari-hari.

Cara pengeringan konvensional, seperti mengeringkan di bawah sinar matahari dan menggunakan perangkat pemanas, masih lazim digunakan, tetapi keduanya memiliki kekurangan yang mencolok. Pengeringan di bawah sinar matahari sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, memakan waktu yang cukup lama, serta kurang optimal di lingkungan dengan kelembapan udara yang tinggi. Di sisi lain, perangkat pemanas berisiko merusak konstruksi sepatu, mengurangi kekuatan perekat lem, serta mengubah sifat bahan seperti kanvas, suede, dan kulit buatan. Lebih lanjut, penggunaan suhu tinggi juga memerlukan energi yang cukup besar, sehingga tidak efisien untuk pemakaian rutin di rumah tangga atau asrama mahasiswa.

Salah satu alternatif yang potensial adalah penerapan prinsip adsorpsi melalui sirkulasi udara dan penggunaan media desikan seperti silica gel. Sistem adsorpsi unggul karena tidak memiliki komponen bergerak, tahan terhadap korosi dan kristalisasi, serta performanya stabil meskipun suhu sumber panas berfluktuasi, sehingga cocok untuk aplikasi dengan energi rendah. Silica gel dikenal sebagai agen pengering dengan luas permukaan spesifik yang luas dan kapasitas adsorpsi tinggi terhadap uap air, sehingga sering digunakan dalam berbagai aplikasi penghilang kelembapan. Karakteristik ini membuka kemungkinan pemanfaatannya dalam merancang perangkat pengering sepatu yang tidak bergantung pada suhu tinggi, namun tetap mampu menurunkan kadar kelembapan secara efektif. (Ibrahim et al., 2025)

Berdasarkan potensi tersebut, artikel ini bertujuan untuk menciptakan perangkat pengering sepatu portabel yang berfungsi mengeringkan sepatu basah secara bertahap dan aman, mengurangi aroma tidak sedap yang disebabkan kelembapan, serta mempertahankan kondisi dan masa pakai sepatu. Manfaat yang diantisipasi adalah sepatu kering lebih cepat, tidak lembap, tidak berbau, serta tahan lama meskipun sering terpapar hujan atau digunakan harian. Produk ini khususnya ditujukan untuk mahasiswa, penghuni kos, dan masyarakat di wilayah dengan curah hujan tinggi, yaitu kelompok yang paling sering mengalami masalah sepatu basah dan memerlukan solusi yang praktis, terjangkau, serta aman untuk penggunaan sehari-hari. (Musa, 2025)

Selain komponen inti tersebut, sistem ini juga dirancang dengan material casing yang ringan namun memiliki isolasi termal yang baik untuk meminimalkan hilangnya panas selama proses pengeringan. Ruang pengering dibuat tertutup secara ketat guna menjaga stabilitas sirkulasi udara serta meningkatkan efektivitas silica gel dalam menyerap uap air. Dengan konstruksi yang kompak dan portabel, perangkat ini mudah dipindah-pindah dan digunakan di berbagai tempat, seperti kamar kos, asrama, atau rumah tinggal, tanpa memerlukan pemasangan khusus atau konsumsi listrik yang tinggi. (Asa et al., 2024)

  1. METODE DAN MATERIAL

2.1 Metode Pengering Sepatu

Penelitian ini menciptakan ruang pengering sepatu portabel yang beroperasi berdasarkan prinsip adsorpsi, dirancang untuk mengeringkan sepatu secara efisien tanpa menggunakan panas tinggi. Sistem ini mengintegrasikan desikan silica gel, aliran udara terkontrol, dan elemen pemanas suhu rendah untuk memastikan keamanan berbagai bahan sepatu, termasuk bahan sensitif seperti kanvas dan suede. Pendekatan ini bertujuan untuk menghindari kerusakan struktural, degradasi perekat, dan perubahan tekstur yang sering terjadi dengan metode pengeringan suhu tinggi. (Rafat et al., 2025)

Sistem ini dibangun menggunakan konfigurasi sistem kipas ganda, dengan dua kipas DC berdaya rendah yang ditempatkan di sisi kanan dan kiri ruang pengering. Konfigurasi ini dipilih untuk menciptakan distribusi aliran udara yang seragam di seluruh bagian dalam sepatu, memungkinkan udara kering mencapai area yang lebih dalam seperti sol dalam dan bagian depan sepatu. Kipas bekerja secara bersamaan untuk mempercepat penguapan kelembapan dari permukaan dan pori-pori bahan sepatu.

Sistem ventilasi udara dirancang secara sistematis melalui saluran aliran internal yang mengarahkan udara lembap keluar dari ruang pengering dan menggantinya dengan udara kering dari lingkungan sekitar. Saluran ini memungkinkan pertukaran udara terus menerus sehingga kelembapan tidak terperangkap di dalam ruang pengering. Dengan cara ini, proses pengeringan menjadi lebih stabil dan efektif.

Untuk meningkatkan kontrol proses pengeringan, sistem ini dilengkapi dengan modul pengatur waktu manual yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan waktu pengeringan berdasarkan tingkat kelembapan sepatu. Selain itu, elemen pemanas berdaya rendah digunakan untuk mempercepat laju penguapan tanpa meningkatkan suhu hingga tingkat yang dapat merusak sepatu. Filter karbon aktif kecil dipasang di saluran keluar udara untuk menyerap bau tidak sedap dan partikel mikro, sehingga sepatu yang telah dikeringkan menjadi lebih bersih dan nyaman untuk digunakan kembali.

2.2 Material dan Komponen

1. Komponen Elektronik

 • Kipas DC 5 V (2 unit)

 • Heating element low watt (warm air)

 • Modul timer manual

 • Filter karbon aktif mini

 • Kabel USB dan adaptor

 2. Material Struktur

 • Box berbahan plastik daur ulang hasil proses daur ulang tutup botol plastik (dipilah, dicacah, dan dicetak ulang menjadi lembaran plastik)

 • Pipa PVC kecil sebagai jalur aliran udara

 • Kantong kain tipis untuk silica gel

 3. Material Desikan

 • Silica gel-Blue sebagai media utama penyerap kelembapan

 4. Material Pendukung

 • Lem epoxy, baut, dan alat press cetak manual

 • Cat pelapis dan coating doff untuk finishing visual

2.3 Proses Pembuatan Produk

1. Persiapan Box Pengering

Wadah utama untuk ruang pengering terbuat dari kotak plastik tebal dengan tutup kedap udara. Kotak ini berfungsi sebagai ruang tertutup tempat sirkulasi udara dan penyerapan kelembapan terjadi. Beberapa lubang ventilasi ditempatkan di sisi kotak untuk memungkinkan udara segar masuk, sementara satu lubang utama dibuat di bagian belakang kotak untuk memungkinkan udara lembap keluar. Lubang-lubang ini dirancang dengan diameter tertentu untuk menjaga laju aliran udara yang stabil dan menghindari turbulensi berlebihan di dalam ruang pengering.

2. Pemasangan Kipas DC

Kipas DC berdaya rendah dipasang di bukaan belakang kotak, menghadap ke luar, untuk menarik udara lembap dari ruang pengering. Ini menciptakan tekanan negatif di dalam kotak, menarik udara masuk melalui bukaan samping. Kipas tersebut dibaut dan diperkuat dengan epoksi untuk memastikan stabilitas mekanis dan mencegah kebocoran udara. Kipas kemudian dihubungkan ke kabel USB untuk daya utama, memungkinkan perangkat dioperasikan menggunakan adaptor USB, laptop, atau power bank.

3. Pembuatan dan Pemasangan Jalur Udara ke Dalam Sepatu

Pipa PVC berdiameter kecil dipotong sesuai panjang sepatu, kemudian beberapa lubang kecil dibor di ujungnya untuk berfungsi sebagai saluran udara. Pipa ini ditempatkan dan diarahkan ke dalam sepatu sehingga aliran udara langsung mencapai area terdalam, seperti bagian depan dan sol dalam, yang biasanya membutuhkan waktu paling lama untuk kering. Desain ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengeringan dengan memastikan distribusi udara yang merata di seluruh sepatu.

4. Penempatan Media Silica Gel

Silica Gel ditempatkan dalam kantung kain tipis dan berpori untuk memfasilitasi aliran udara melalui media penyerap. Kantung gel silika kemudian ditempatkan di bagian bawah kotak sebagai penyerap utama uap air yang dihasilkan selama proses pengeringan. Selain mengurangi kelembapan relatif di ruang pengering, silica gel juga membantu mengurangi bau tidak sedap yang disebabkan oleh aktivitas mikroba pada sepatu basah.

5. Prosedur Pengujian Produk

Pengujian ini melibatkan menempatkan sepasang sepatu basah di dalam kotak, menutup kotak dengan rapat, dan mengaktifkan kipas angin menggunakan sumber daya USB. Proses pengeringan memakan waktu 6–8 jam pada suhu ruangan. Selama proses ini, udara terus mengalir ke dalam sepatu, dan uap yang dibawa oleh sepatu diserap oleh silica gel dan dikeluarkan melalui kipas angin. Setelah periode pengeringan selesai, kondisi sepatu dievaluasi berdasarkan tingkat kekeringan, bau, dan kenyamanan permukaan bagian dalam.

2.4 Estimasi Harga Jual

Berdasarkan perhitungan biaya komponen dan proses perakitan, perkiraan biaya produksi pengering sepatu ini sekitar Rp 300.000–Rp 350.000 per unit. Biaya ini termasuk pembelian kotak plastik tebal, kipas DC, pipa PVC, silica gel, kabel USB, dan bahan pendukung seperti lem dan baut. Kisaran biaya ini relatif terjangkau karena perangkat dirancang menggunakan komponen sederhana yang mudah didapatkan secara lokal.

Harga jual yang direncanakan untuk produk ini adalah antara Rp 400.000–Rp 500.000 per unit. Penetapan harga ini memperhitungkan nilai fungsional produk sebagai pengering sepatu yang aman tanpa panas tinggi, efisiensi energi, dan penggunaan praktis di rumah tangga dan rumah kos. Dengan harga ini, produk tetap kompetitif dibandingkan dengan pengering sepatu komersial, yang umumnya menggunakan sistem pemanas dan mengkonsumsi lebih banyak daya.

Dengan selisih antara biaya produksi dan harga jual, produk ini memiliki potensi keuntungan sekitar Rp 100.000–Rp 150.000 per unit. Margin keuntungan ini cukup menarik untuk bisnis skala mahasiswa, karena dapat menutupi biaya operasional sekaligus memberikan margin keuntungan yang layak. Oleh karena itu, produk ini dianggap memiliki peluang ekonomi yang baik untuk dikembangkan sebagai usaha kecil berbasis inovasi teknologi sederhana.

  1. KEUNGGULAN PRODUK

Keunggulan utama pengering sepatu ini terletak pada metode pengeringannya yang bebas panas. Tidak seperti banyak pengering sepatu portabel di pasaran yang mengandalkan elemen pemanas untuk mempercepat proses pengeringan, perangkat ini menggunakan sirkulasi udara dan silica gel sebagai mekanisme utama untuk mengurangi kelembapan. Pendekatan ini membuat proses pengeringan lebih aman karena tidak berisiko merusak lem, deformasi, atau degradasi bahan sensitif seperti suede dan kanvas, sehingga memastikan sepatu tetap berkualitas dalam jangka panjang. (Safwan et al., 2021)

Keunggulan kedua adalah efisiensi energi dan tidak memerlukan sumber daya listrik. Produk ini dirancang untuk beroperasi menggunakan sumber daya USB standar, sehingga menghilangkan kebutuhan akan stopkontak khusus atau konsumsi daya tinggi dari pengering sepatu konvensional. Hal ini memungkinkan perangkat untuk digunakan dengan power bank, adaptor laptop, atau port USB lainnya, sehingga sangat praktis untuk asrama, rumah kos, dan ruang terbatas lainnya.

Selain itu, desain produk ini berfokus pada kebutuhan mahasiswa dan masyarakat umum yang sering melakukan aktivitas luar ruangan. Kelompok-kelompok ini, seperti mahasiswa, pengendara sepeda motor, dan orang-orang di daerah dengan curah hujan tinggi, adalah yang paling sering menghadapi masalah sepatu basah. Dengan desainnya yang ringkas, portabel, dan aman untuk penggunaan sehari-hari, produk ini menawarkan solusi yang lebih relevan dan terjangkau dibandingkan produk komersial, yang umumnya berorientasi pada segmen harga menengah hingga tinggi.

Keuntungan lainnya adalah penggunaan komponen yang sederhana dan mudah didapat. Tidak seperti banyak pengering sepatu di pasaran yang menggunakan sistem elektronik kompleks dan elemen pemanas khusus, perangkat ini dirancang menggunakan komponen dasar seperti casing plastik, kipas USB, dan silica gel sebagai media adsorpsi. Hal ini menyederhanakan perakitan, menyederhanakan perawatan, dan menurunkan biaya produksi, sehingga lebih layak untuk pengembangan skala mahasiswa dan komunitas.

Secara keseluruhan, pengering sepatu ini menonjol karena kombinasi keamanan bahan sepatu, efisiensi energi, penggunaan agregat, dan biaya produksi rendah dalam satu sistem terintegrasi. Dibandingkan dengan pengering sepatu konvensional yang memprioritaskan kecepatan selama panas musim panas yang tinggi, produk ini menekankan pentingnya keterjangkauan, daya tahan sepatu, dan aksesibilitas pengguna, sehingga lebih cocok untuk penggunaan jangka panjang dalam kehidupan sehari-hari.

Ditulis Oleh:

Khanaya Olivia Iriawan

51923131

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual

Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

DAFTAR ISI

Asa, F. N., Yunianto, B., Jurusan, M., Mesin, T., Teknik, F., Diponegoro, U., Jurusan, D., Mesin, T., Teknik, F., & Diponegoro, U. (2024). Online : https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm DEHUMIDIFIKASI UDARA TERTUTUP Online : https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm. 12(1), 19–24.

Ibrahim, A. S., Al-samari, A., Nayyef, M. A., & Ismael, M. A. (2025). Experimental Study on Dehumidification by Silica Gel Blue Using Dehumidification. 7(4), 43–52.

Musa, A. A. (2025). Equilibrium Moisture Effects in Silica Gel Adsorption / Desorption. 15(1), 19282–19287.

Rafat, M., Chandrasekaran, G., Shrivastava, S., Farsad, A., Ananpattarachai, J., Qiu, A., Sinha, S., Westerhoff, P., & Phelan, P. (2025). Assessment of Beaded , Powdered and Coated Desiccants for Atmospheric Water Harvesting in Arid Environments.

Safwan, M., Ramli, A., Misha, S., Haminudin, N. F., Afzanizam, M., & Rosli, M. (2021). Review of Desiccant in the Drying and Air-Conditioning Application. 39(5), 1475–1482.