Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya strategis untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan anak sekolah. Namun, kualitas makanan yang baik harus diimbangi dengan penerapan standar kebersihan yang , terutama pada alat makan yang digunakan setiap hari. Alat makan yang terlihat bersih belum tentu bebas dari mikroorganisme berbahaya jika tidak melalui proses pembersihan dan sanitasi yang benar.
Kurangnya kebersihan alat makan dapat menjadi salah satu penyebab utama terjadinya keracunan makanan di lingkungan sekolah. Sisa makanan yang menempel pada piring, sendok, dan gelas dapat menjadi media tumbuh bakteri seperti E. coli dan Salmonella. Jika alat makan tersebut digunakan kembali tanpa sterilisasi yang memadai, bakteri dapat berpindah ke makanan dan masuk ke tubuh anak-anak.
Pencegahan awal keracunan makanan dimulai dari proses pencucian alat makan yang benar. Alat makan harus dicuci menggunakan air bersih mengalir dan sabun, serta disikat hingga tidak ada sisa makanan yang tertinggal. Proses ini penting karena sterilisasi lanjutan tidak akan efektif jika permukaan alat masih kotor atau berminyak.
Setelah dicuci, alat makan perlu dikeringkan dengan baik untuk mencegah kelembapan. Kondisi lembap merupakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Oleh karena itu, pengeringan alami dengan udara bersih atau menggunakan rak pengering yang dirancang khusus sangat dianjurkan dibandingkan mengelap alat makan dengan kain yang belum tentu higienis.
Selain pencucian dan pengeringan, penyimpanan alat makan juga berperan penting dalam menjaga kebersihan. Alat makan yang telah bersih sebaiknya disimpan di rak tertutup agar terlindung dari debu, serangga, dan kontaminasi silang. Penataan yang rapi juga memudahkan pengawasan kebersihan dan mengurangi risiko alat jatuh atau tersentuh tangan yang kotor.
Penerapan teknologi sterilisasi, seperti sinar UV-C, dapat menjadi solusi tambahan dalam program MBG. Sterilisasi UV-C efektif menonaktifkan bakteri dan virus pada permukaan alat makan tanpa menggunakan bahan kimia. Jika dirancang dengan sistem tertutup dan aman, teknologi ini dapat meningkatkan standar higienitas alat makan secara konsisten dan efisien di lingkungan sekolah.
Dengan menerapkan rangkaian pencegahan sejak tahap awal—mulai dari pencucian, pengeringan, penyimpanan, hingga sterilisasi ,resiko keracunan makanan dalam program MBG dapat ditekan secara signifikan. Langkah-langkah ini tidak hanya melindungi kesehatan anak-anak, tetapi juga mendukung keberhasilan jangka panjang program MBG sebagai upaya peningkatan kualitas hidup dan pendidikan generasi muda.