Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media promosi dan branding produk. Dalam konteks kuliner, khususnya jajanan tradisional, media sosial memiliki peran strategis dalam memperkenalkan kembali produk-produk lokal agar tetap relevan di tengah dominasi makanan moder, instan dan kekinian.
Media sosial berperan penting dalam membangun citra dan identitas jajanan tradisional. Melalui konten visual dan narasi yang menarik, pelaku usaha dapat menampilkan keunikan produk, mulai dari bahan alami, proses pembuatan tradisional, hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Media sosial memungkinkan jajanan tradisional dikenal tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya. Selain itu, media sosial mempermudah komunikasi antara produsen dan konsumen. Interaksi melalui komentar, pesan langsung, dan ulasan pelanggan membantu membangun kedekatan emosional serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk jajanan tradisional.
Bagi pelaku UMKM jajanan tradisional, media sosial menjadi media pemasaran yang efektif dan berbiaya rendah. Platform seperti Instagram dan TikTok memungkinkan promosi produk melalui foto, video pendek, dan konten kreatif yang mampu menjangkau audiens lebih luas. Strategi ini sangat membantu dalam meningkatkan brand awareness serta memperluas pasar, bahkan hingga ke luar daerah. Konten promosi yang dikemas secara modern, seperti storytelling nostalgia atau video proses pembuatan jajanan, dapat menarik minat konsumen, terutama generasi muda yang sebelumnya kurang familiar dengan jajanan tradisional.
Pemanfaatan media sosial memberikan berbagai manfaat, antara lain meningkatkan popularitas produk, membangun komunitas pelanggan, serta memperkuat loyalitas konsumen. Media sosial juga memberi ruang bagi pelaku usaha untuk mengekspresikan identitas merek secara kreatif dan konsiste. Selain itu, media sosial berperan dalam pelestarian jajanan tradisional. Dengan memperkenalkan jajanan lokal secara luas, media sosial membantu menjaga eksistensi makanan tradisional agar tidak tergeser oleh produk modern.
Meskipun memiliki banyak manfaat, pemanfaatan media sosial juga menghadapi tantangan, seperti kurangnya kemampuan digital pelaku usaha, konsistensi dalam pembuatan konten, serta persaingan dengan produk kuliner modern. Oleh karena itu, diperlukan strategi branding yang tepat agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Sehingga, kita bisa menghasilkan strategi yang terbaik, sebagai berikut:
- Menajamkan Fokus
Menajamkan fokus merupakan tahap yang sangat penting dalam proses branding karena berpengaruh terhadap seluruh elemen pembentukan merek. Fokus yang jelas membantu brand memiliki arah, identitas, dan pembeda yang kuat dibandingkan dengan pesaing. Proses menajamkan fokus dimulai dengan memahami visi dan misi perusahaan, budaya organisasi, target pasar, segmen konsumen, serta jenis produk atau layanan yang ditawarkan. Selanjutnya dilakukan analisis lingkungan bisnis yang mencakup strategi pemasaran, tingkat persaingan, harga, distribusi, serta kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi. Setelah itu, nilai-nilai merek ditetapkan melalui penentuan identitas, atribut, serta keunggulan brand. Tahap berikutnya adalah menentukan brand positioning dan membangun inspirasi merek yang meliputi ide, konsep, bahasa, dan desain, sehingga brand memiliki fokus yang tajam, konsisten, dan mudah dikenali oleh konsumen.
2. Membuat Brand Positioning
Membuat brand positioning merupakan proses strategis untuk merancang penawaran dan citra perusahaan agar memperoleh tempat yang khas di benak target pasar. Brand positioning bertujuan menunjukkan bagaimana suatu merek berbeda dari para pesaingnya serta menentukan posisi yang ingin ditanamkan dalam pikiran pelanggan. Proses ini menekankan pada penciptaan persepsi yang jelas dan konsisten mengenai nilai, keunggulan, dan karakter merek sehingga konsumen dapat mengenali, mengingat, dan mengaitkan merek tersebut dengan manfaat tertentu. Dengan brand positioning yang tepat, sebuah merek mampu membangun identitas yang kuat dan relevan sesuai dengan kebutuhan serta harapan target konsumennya.
3. Membuat Brand Brief
Membuat brand brief merupakan langkah penting dalam proses branding karena berfungsi sebagai peta bisnis dan panduan strategis bagi tim branding maupun audiens. Brand brief bertujuan memberikan gambaran tentang bisnis secara kreatif, ringkas, jelas, dan padat agar mudah dipahami dan disepakati bersama. Brand brief yang baik bersifat strategis serta membantu menjaga konsistensi arah merek. Isinya mencakup visi dan misi perusahaan, nilai-nilai dan budaya brand, prinsip perusahaan, target pelanggan dan pasar, pesaing, keunggulan produk, brand promise, serta posisi merek yang ingin dibangun. Dengan brand brief yang jelas, proses branding dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan tujuan bisnis.
4. Melakukan Penamaan
Melakukan penamaan merupakan tahap akhir dalam memperjelas strategi branding karena nama brand berfungsi sebagai pembeda utama dari merek lain. Proses penamaan tidak bersifat sederhana, melainkan membutuhkan brainstorming, riset, observasi, dan evaluasi yang matang agar mampu merepresentasikan seluruh aspek brand. Nama brand yang baik harus mudah diucapkan, mudah dieja, mudah diingat, singkat, unik, tidak memiliki makna negatif, dapat digunakan dalam jangka panjang, serta tersedia untuk penggunaan digital seperti domain atau URL. Dengan penamaan yang tepat, brand akan lebih mudah dikenali, memiliki identitas yang kuat, dan mampu melekat di benak konsumen.
Strategi bisnis memiliki hubungan yang sangat erat dengan proses branding, karena branding merupakan representasi dari arah, tujuan, dan nilai yang ingin dicapai oleh suatu bisnis. Strategi bisnis yang jelas akan memudahkan perusahaan dalam menentukan fokus merek, membangun positioning yang tepat, menyusun brand brief yang terarah, serta menetapkan identitas dan nama brand yang konsisten. Melalui branding yang selaras dengan strategi bisnis, perusahaan dapat menciptakan citra merek yang kuat, meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen, serta memperkuat daya saing di pasar. Dengan demikian, branding tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai aset strategis yang memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis. Berikut beberapa manfaat dalam proses brandingatas suatu produk atau jasa:
- Brand diasosiasikan pada segmentasi pasar yang tepat
Branding membantu produk atau jasa ditempatkan pada segmen pasar yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan gaya hidup konsumen. Melalui identitas merek, pesan, dan citra yang jelas, perusahaan dapat menentukan apakah produknya ditujukan untuk anak muda, keluarga, kelas menengah, atau segmen premium, sehingga strategi pemasaran menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. - Memungkinkan terciptanya diferensiasi yang kuat di pasarBranding membuat produk memiliki pembeda yang jelas dibandingkan pesaing, baik dari segi nilai, kualitas, konsep, maupun citra. Diferensiasi ini penting agar konsumen tidak melihat produk sebagai sesuatu yang sama dengan produk lain, melainkan memiliki keunikan yang membuatnya lebih dipilih.
- Memungkinkan brand menembus pasar baruDengan branding yang kuat dan konsisten, sebuah produk dapat diterima oleh segmen pasar yang sebelumnya tidak terpikirkan. Citra merek yang positif dan fleksibel memungkinkan brand melakukan ekspansi pasar, baik secara geografis maupun demografis, tanpa harus mengubah inti produk secara signifikan.
- Memudahkan produk dikenali dan menjadi populerBranding yang unik dan berbeda membuat produk lebih mudah diingat oleh konsumen. Nama, logo, warna, dan pesan yang konsisten membantu meningkatkan brand awareness, sehingga produk lebih cepat dikenal dan berpotensi menjadi populer di pasar.
- Menciptakan kesan perusahaan yang kreatif dan inovatif
Melalui branding, perusahaan dapat menunjukkan kreativitas dan inovasinya dalam mengemas produk, menyampaikan pesan, dan berkomunikasi dengan konsumen. Hal ini membangun persepsi positif bahwa perusahaan selalu berkembang dan mampu mengikuti tren serta kebutuhan pasar. - Membuat produk menjadi unik dan mudah dibedakanBranding membantu konsumen mengenali dan membedakan satu produk dengan produk lainnya, meskipun berada dalam kategori yang sama. Identitas merek yang kuat menjadikan setiap produk memiliki karakter tersendiri, sehingga konsumen dapat mengenalinya dengan mudah dan membangun keterikatan emosional terhadap brand tersebut.
Media sosial telah berkembang menjadi elemen yang sangat penting dalam strategi branding di era modern, khususnya bagi produk jajanan tradisional. Keberadaan platform digital seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media promosi, edukasi, dan pembentukan citra merek yang efektif. Dalam konteks jajanan tradisional, media sosial berperan sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan kebutuhan dan selera konsumen modern, sehingga produk tradisional tetap relevan di tengah maraknya makanan instan dan kuliner kekinian.
Melalui media sosial, pelaku usaha dapat menampilkan identitas merek secara lebih kuat dan menarik. Konten visual, video proses pembuatan, cerita sejarah, serta narasi nilai budaya memungkinkan konsumen memahami keunikan jajanan tradisional secara lebih mendalam. Interaksi yang terjalin melalui komentar, pesan langsung, dan ulasan pelanggan menciptakan hubungan emosional antara produsen dan konsumen, meningkatkan kepercayaan, serta memperkuat loyalitas terhadap merek. Hal ini menjadikan media sosial sebagai sarana branding yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga persuasif dan relasional.
Bagi pelaku UMKM, media sosial memberikan peluang besar karena dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran yang berbiaya rendah namun berdampak luas. Dengan strategi konten yang tepat, produk jajanan tradisional dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke luar daerah atau lintas generasi. Branding yang dikemas secara modern, seperti konsep nostalgia, visual estetik, dan storytelling, terbukti mampu menarik minat generasi muda yang sebelumnya kurang mengenal atau mengonsumsi jajanan tradisional. Dengan demikian, media sosial berkontribusi langsung terhadap peningkatan popularitas dan daya saing produk.
Keberhasilan branding tidak terlepas dari penerapan strategi yang terstruktur, mulai dari menajamkan fokus merek, menentukan brand positioning, menyusun brand brief, hingga melakukan penamaan yang tepat. Menajamkan fokus membantu merek memiliki arah dan identitas yang jelas, sementara brand positioning memastikan produk memiliki tempat khusus di benak konsumen. Brand brief berperan sebagai panduan strategis agar seluruh elemen branding berjalan konsisten, dan penamaan yang tepat memperkuat daya ingat serta pembeda merek di pasar. Seluruh tahapan ini saling berkaitan dan menjadi fondasi utama dalam membangun brand yang kuat.
Branding yang efektif juga memberikan berbagai manfaat strategis bagi produk atau jasa, seperti membantu merek diasosiasikan dengan segmentasi pasar yang tepat, menciptakan diferensiasi yang jelas, memudahkan produk dikenal dan diterima, serta membuka peluang ekspansi ke pasar baru. Selain itu, branding menciptakan persepsi perusahaan yang kreatif dan inovatif, sehingga produk tidak hanya dinilai dari fungsi atau rasa, tetapi juga dari nilai, cerita, dan identitas yang melekat padanya.
Meskipun demikian, pemanfaatan media sosial dalam branding juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kemampuan digital pelaku usaha, konsistensi dalam pembuatan konten, serta ketatnya persaingan dengan produk kuliner modern. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan dan strategi branding yang matang agar pesan merek dapat tersampaikan secara efektif dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, media sosial dan branding memiliki hubungan yang saling menguatkan dalam mendukung keberlanjutan jajanan tradisional. Media sosial berfungsi sebagai sarana utama penyebaran pesan merek, sementara branding menjadi strategi inti yang membentuk citra, nilai, dan keunggulan produk. Dengan penerapan branding yang tepat dan pemanfaatan media sosial yang optimal, jajanan tradisional tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang sebagai produk lokal yang bernilai budaya, kompetitif, dan berdaya saing tinggi di pasar modern.