Open Commission: Pasar Illustrasi lewat Commission VS Generate A.I

6–9 minutes

Pendahuluan

Perkembangan industri illustrasi digital saat ini mengalami perubahan yang cukup signifikan, terutama dengan munculnya dua jalur utama dalam priduksi karya visual seperti illustrasi atau desain, yaitu dengan adanya open commision illustrasi dan generate Illustrasi dengan A.I. Open commission selama ini menjadi ruang interaksi langsung antara ilustrator dan klien, di mana proses kreatif melibatkan komunikasi, interpretasi ide, serta sentuhan personal dari seniman. Model ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekonomi bagi ilustrator, tetapi juga membangun nilai orisinalitas, identitas visual, dan relasi emosional antara pembuat karya dan pemesan.

Namun di sisi lain, kemajuan teknologi AI menghadirkan alternatif baru dalam pasar ilustrasi melalui sistem generate gambar yang cepat, murah, dan mudah diakses. Kehadiran AI memunculkan perdebatan mengenai efisiensi, etika, serta dampaknya terhadap profesi ilustrator manusia. Perbandingan antara open commission dan ilustrasi hasil generate AI menjadi penting untuk dikaji, terutama dalam konteks pasar kreatif saat ini, guna memahami pergeseran nilai, peluang, serta tantangan yang dihadapi oleh ilustrator di era digital.

Apa itu Open Commission?

Open commission adalah sistem pemesanan karya ilustrasi di mana ilustrator membuka jasa pembuatan karya sesuai permintaan klien, baik dari segi konsep, gaya visual, maupun kebutuhan spesifik lainnya. Dalam praktiknya, klien dan ilustrator berkomunikasi secara langsung untuk menentukan detail seperti tema, revisi, tenggat waktu, hingga harga. Sistem ini menempatkan ilustrator sebagai kreator utama yang mengandalkan keterampilan, interpretasi ide, dan sentuhan personal, sehingga hasil karya memiliki nilai orisinalitas, identitas artistik, dan hubungan emosional yang tidak bisa dipisahkan dari proses kreatif manusia.

Alternatif Tempat Open Commission:

1. Vgen: Tempat open commission yang terpercaya oleh beberapa artist karena tidak ada campur tangan dengan A.I dan seratus persen buatan artist yang profesional.

2. Instagram: Banyak ilustrator membuka open commission melalui feed, story, atau highlight, dengan portofolio yang mudah dicek dan komunikasi langsung via DM.

3. Twitter (X): Platform ini aktif untuk komunitas ilustrator, terutama melalui tagar seperti #OpenCommission atau #ArtCommission.

4. Fiverr: Marketplace freelance global yang menyediakan sistem review, rating, dan pembayaran yang relatif aman.

5. DeviantArt: Komunitas seniman yang sudah lama dikenal, cocok untuk mencari ilustrator dengan gaya spesifik dan niche tertentu.


Alasan Kenapa Orang Membeli dari Open Commission

1. Lebih aman untuk kebutuhan orisinal dan legal
Ilustrasi hasil open commission umumnya dibuat khusus dan memiliki kejelasan hak penggunaan. Hal ini penting bagi pembeli yang membutuhkan karya orisinal untuk keperluan pribadi, akademik, maupun komersial tanpa risiko pelanggaran hak cipta.

2. Hasil karya terasa lebih personal dan bermakna
Open commission memungkinkan pembeli terlibat langsung dalam proses kreatif, mulai dari diskusi ide hingga revisi. Hal ini membuat ilustrasi yang dihasilkan terasa lebih “punya cerita” dan sesuai dengan keinginan personal, bukan sekadar gambar generik.

3. Bisa menyesuaikan gaya dan kebutuhan secara spesifik
Setiap ilustrator memiliki ciri khas visual yang berbeda. Melalui open commission, pembeli dapat memilih gaya ilustrasi yang paling sesuai dengan selera, konsep proyek, atau identitas brand yang diinginkan.

4. Kualitas artistik dan sentuhan manusia lebih terasa
Karya dari open commission lahir dari interpretasi, emosi, dan pengalaman ilustrator. Sentuhan manusia ini sering dianggap memberikan kedalaman visual dan ekspresi yang sulit ditiru oleh sistem otomatis.

5. Mendukung karya dan penghidupan seniman
Membeli open commission berarti secara langsung mendukung ilustrator sebagai pekerja kreatif. Banyak orang memilih jalur ini karena ingin menghargai proses kreatif dan kerja keras di balik sebuah karya.

Apa itu Image Generate by A.I

Image generate by Artificial Intelligence (AI) adalah proses pembuatan gambar menggunakan sistem kecerdasan buatan yang bekerja berdasarkan perintah teks (prompt) atau data visual tertentu. Teknologi ini memanfaatkan model pembelajaran mesin yang dilatih dari kumpulan data gambar dalam jumlah besar untuk menghasilkan ilustrasi secara otomatis. Dengan hanya memasukkan deskripsi singkat, pengguna dapat memperoleh gambar dalam berbagai gaya, tema, dan komposisi tanpa harus memiliki keterampilan menggambar secara manual.

Kehadiran image generate AI menawarkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam produksi visual, sehingga banyak digunakan untuk kebutuhan konsep awal, konten media sosial, hingga eksplorasi ide kreatif. Namun, di balik kemudahannya, teknologi ini juga memunculkan berbagai diskusi mengenai orisinalitas, etika, serta dampaknya terhadap peran ilustrator manusia. Oleh karena itu, image generate AI tidak hanya dipandang sebagai alat bantu visual, tetapi juga sebagai fenomena baru yang mengubah cara masyarakat memandang proses dan nilai sebuah karya ilustrasi.

Alasan Mengapa Image Generate by A.I Kurang Peminat bagi Banyak Orang

Meskipun menawarkan kemudahan dan kecepatan, image generate by A.I masih kurang diminati oleh sebagian orang karena hasil visualnya sering dianggap kurang memiliki sentuhan emosional dan makna personal. Banyak pengguna merasa bahwa gambar yang dihasilkan A.I cenderung bersifat generik dan berulang, meskipun secara teknis terlihat menarik. Ketidakhadiran proses dialog kreatif antara pembuat dan pemesan membuat karya A.I terasa seperti produk instan, bukan hasil dari interpretasi ide yang mendalam. Hal ini membuat sebagian orang lebih menghargai karya ilustrasi yang lahir dari pengalaman, emosi, dan intuisi manusia daripada sekadar hasil algoritma berbasis machine learning.

Selain itu, kekhawatiran terkait orisinalitas dan etika juga menjadi alasan utama mengapa image generate A.I kurang diminati. Banyak pengguna mempertanyakan sumber data pelatihan A.I dan potensi pelanggaran hak cipta yang mungkin terjadi. Isu seperti copyright, data scraping, dan style imitation menimbulkan rasa ragu, terutama bagi mereka yang membutuhkan karya visual untuk keperluan resmi atau komersial. Ketidakjelasan aspek legal ini membuat sebagian orang memilih jalur yang dianggap lebih aman dan bertanggung jawab, yaitu bekerja langsung dengan ilustrator melalui sistem open commission.

5 Alasan Kekurangan dan Lemahnya Pasar untuk Image Generate by A.I

  1. Kurangnya nilai emosional dan keterlibatan personal
    Image generate by A.I menghasilkan gambar secara otomatis tanpa proses komunikasi atau dialog kreatif. Hal ini membuat banyak orang merasa hasilnya kurang memiliki “jiwa” dan kedalaman emosi, sehingga kalah menarik dibandingkan karya ilustrator manusia yang lahir dari pengalaman dan interpretasi pribadi.
  2. Isu orisinalitas dan kejelasan hak cipta
    Salah satu kelemahan utama image generate A.I adalah ketidakpastian terkait copyright dan kepemilikan karya. Banyak pengguna ragu menggunakan hasil A.I untuk kebutuhan resmi atau komersial karena adanya kekhawatiran mengenai data training dan potensi pelanggaran hak cipta.
  3. Hasil visual cenderung seragam dan mudah dikenali
    Meskipun terlihat menarik, gambar dari A.I sering kali memiliki pola visual yang mirip satu sama lain. Kesan repetitif ini membuat karya A.I kurang menonjol di pasar yang mengutamakan keunikan dan identitas visual yang kuat, terutama dalam industri kreatif.
  4. Keterbatasan dalam memahami konteks dan budaya
    Sistem A.I bekerja berdasarkan data dan algoritma, sehingga sering kesulitan menangkap konteks sosial, budaya, dan nilai lokal secara mendalam. Kekurangan ini membuat hasil ilustrasi A.I kurang relevan untuk proyek yang membutuhkan pemahaman spesifik, yang biasanya dapat dipenuhi melalui kolaborasi dengan ilustrator manusia.
  5. Kurangnya kepercayaan pasar terhadap proses dan etika A.I
    Banyak konsumen dan pelaku industri masih memandang image generate A.I sebagai teknologi yang belum sepenuhnya matang dari sisi etika. Isu seperti style imitation dan penggantian peran kreator manusia menimbulkan resistensi, sehingga pasar cenderung berhati-hati dan belum sepenuhnya menerima A.I sebagai solusi utama dalam produksi ilustrasi.

Pasar Lebih Cenderung Memilih Open Commission daripada Mengenerate dengan A.I

Pasar ilustrasi saat ini masih menunjukkan kecenderungan untuk memilih open commission dibandingkan menggunakan image generate A.I, terutama untuk kebutuhan yang membutuhkan kejelasan konsep dan nilai personal. Melalui open commission, klien dapat berkomunikasi langsung dengan ilustrator untuk menyampaikan ide, preferensi visual, hingga tujuan penggunaan karya. Proses ini menciptakan rasa keterlibatan yang membuat hasil ilustrasi terasa lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan, dibandingkan gambar instan yang dihasilkan oleh sistem berbasis artificial intelligence.

Selain aspek komunikasi, faktor kepercayaan dan kualitas juga menjadi alasan penting mengapa pasar lebih memilih open commission. Ilustrator manusia dinilai mampu menyesuaikan detail, emosi, dan konteks budaya yang sering kali sulit ditangkap oleh sistem otomatis. Bagi banyak pelaku pasar, terutama di bidang kreatif dan komersial, karya hasil open commission dianggap memiliki nilai estetika dan keunikan yang lebih kuat. Hal ini membuat open commission tidak hanya dipandang sebagai jasa pembuatan gambar, tetapi sebagai kolaborasi kreatif yang bernilai jangka panjang.

Di sisi lain, penggunaan image generate A.I masih menghadapi berbagai keraguan, mulai dari isu orisinalitas hingga kejelasan hak cipta. Ketidakpastian mengenai copyright dan sumber data pelatihan membuat banyak pihak berhati-hati dalam menggunakan A.I untuk kebutuhan resmi. Oleh karena itu, pasar cenderung memilih open commission sebagai pilihan yang lebih aman, bertanggung jawab, dan mampu menjamin keaslian karya, sekaligus mendukung keberlangsungan profesi ilustrator di tengah perkembangan teknologi digital.

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa open commission masih menjadi pilihan utama dalam pasar ilustrasi dibandingkan image generate A.I, terutama karena nilai personal, orisinalitas, dan kejelasan proses kreatif yang ditawarkan. Meskipun teknologi A.I memberikan kemudahan dan efisiensi dalam menghasilkan visual, keterbatasan dalam aspek emosi, komunikasi, serta isu copyright dan etika membuat banyak orang lebih percaya pada karya ilustrator manusia. Open commission tidak hanya berfungsi sebagai layanan pembuatan ilustrasi, tetapi juga sebagai bentuk kolaborasi kreatif yang menghargai proses, identitas artistik, dan keberlangsungan profesi ilustrator di era digital.

Referensi

  1. Manovich, L. (2018). AI Aesthetics. Moscow: Strelka Press.
  2. Boden, M. A. (2016). AI: Its Nature and Future. Oxford: Oxford University Press.
  3. The Verge.com & Wired.com