Merchandise K-Pop Fanmade: Mengubah Kegemaran Menjadi Penghasilan

4–6 minutes

Saat ini fenomena budaya K-pop telah membawa pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan, terutama di kalangan anak muda atau gen-z. Salah satu fenomenanya yang kini ramai diperbincangkan adalah Musik K-pop, hal tersebut tidak lagi sekadar menjadi hiburan, melainkan telah berkembang menjadi budaya populer yang secara tidak sadar mulai membentuk gaya hidup, cara berpakaian, hingga pola konsumsi para penggemarnya. Di tengah antusiasme serta banyaknya para penggemar K-pop yang mulai meningkat, muncul pula peluang ekonomi yang kreatif dan menarik yang bisa kita manfaatkan. Peluang ekonomi tersebut salah satunya bisa melalui usaha Menchandise K-pop fanmade. Berawal dari menggemari idol atau grup favorit, merchandise fanmade kini menjadi sarana bagi penggemar untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperoleh penghasilan.

Merchandise K-pop adalah barang-barang yang dirancang khusus untuk mendukung dan merepresentasikan grup atau idol K-pop. Fenomena ini menjadikan bisnis merchandise ini terus laris manis hingga kini. Apalagi penggemar K-Pop tak lepas dari merchandise berbau idola mereka. Walaupun harganya tak murah, penggemar sejati biasanya rela menabung untuk memilikinya. Barang ini dibuat sebagai bentuk promosi dan media penghubung antara artis dengan para penggemarnya. Selain Merchandise yang dibuat resmi dari agensi grup tertentu berasal, salah satu Merchandise k-pop juga bisa berupa Merchandise fanmade, yaitu produk buatan penggemar yang terinspirasi dari grup, Idol favorite atau konsep tertentu dalam musik atau aspek lainnya dalam dunia K-Pop. Berbeda dengan merchandise resmi, produk fanmade ini menawarkan desain yang lebih beragam dan unik, karena konsumen dan para penggemarnya bisa melakukan custom desain sesuai yang diinginkan. Produk merchandise  fanmade  ini dapat berupa keychain, stiker, poster, tote bag, pin, gantungan ponsel, boneka dengan karakter idol favorite, hingga pakaian dengan desain yang eksklusif.

Merchandise fanmade ini biasanya berawal dari penggemar yang memang tidak memiliki tujuan untuk bisnis, mereka hanya membuat dan mengoleksinya sebagai bentuk kesenangan dan bentuk ekspresi kegemarannya terhadap idol favoritenya pada grup tertentu. Namun seiring berkembangnya alat untuk interaksi dengan para penggemar lain, barang tersebut dapat menarik perhatian penggemar lain dan muncul rasa ingin memiliki atau mendapatkan barang serupa yang tidak bisa didapatkan dari membeli merchandise resmi grup tersebut. Permintaan dari sesama penggemar pun mulai bermunculan, hingga akhirnya kegiatan yang mulanya hanya sekedar kesenangan, bisa dimanfaatkan sebagai sebuah peluang usaha. Berikut beberapa faktor pendorong yang menjadikan usaha ini sangat menarik untuk dilakukan :

1. Produk lebih bervariasi

Merchandise K-pop fanmade biasanya hadir dalam berbagai macam produk. Anda tidak akan kehabisan ide dalam membuat merchandise K-pop yang menarik di kalangan penggemar. Dengan inovasi dan kreativitas, Anda bisa memperoleh sejumlah keuntungan yang menjanjikan.

2. Harga kompetitif

Dibandingkan dengan merchandise official, produk fanmade biasanya dijual dengan harga yang lebih ramah di kantong. Tidak heran, ada banyak penggemar yang lebih memilih untuk membeli fanmade karena pertimbangan harga.

3. Dapat dilakukan secara online

Dengan memanfaatkan teknologi dan beberapa platform media sosial, bisa melakukan bisnis operasional secara lebih praktis.

4. Menyalurkan hobi jadi kegiatan positif

Jika Anda seorang penggemar K-pop, bisnis satu ini bisa menjadi salah satu cara menyalurkan hobi jadi kegiatan positif bahkan menghasilkan. Sembari menjalankan hobi, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan merchandise yang dibuat sendiri.

Salah satu faktor yang bisa menjadi dorongan dalam berkembangnya bisnis merchandise fanmade ini adalah perkembangan teknologi di masa kini. Perkembangan teknologi tersebut memberikan  kemudahan dalam berinteraksi antar penggemar, apalagi para pecinta k-pop ini tentu saja sangat melek akan hal ini, karena sebagai akses untuk melihat dan mendukung para idolanya. Media sosial seperti Instagram, Tiktok memberikan ruang untuk promosi dan menjangkau konsumen secara luas dan mudah. Dengan banyakya tren-tren yang bermunculan saat ini, bisa dimanfaatkan sebagai sebuah konten visual yang dapat menarik minat para konsumen. Pada akhirnya, keberadaan teknologi digital saat ini sangat membawa banyak pengaruh positif. Seperti halnya transaksi jual-beli di online, pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi tersebut melalui media digital salah satunya adalah media sosial sebagai upaya pemasaran produk atau digital marketing yang berpengaruh terhadap keunggulan bersaing. Selain itu, penggunaan media sosial tersebut dinilai lebih cepat untuk memasarkan produk dikarenakan pengikutnya dapat melihat berbagai barang yang dijual dan terdapat informasi penting.

Dalam menjalankan usaha merchandise fanmade ini dibutuhkan kreativitas, karena kita harus mampu dalam menciptakan sebuah desain unik dan menarik yang dapat menarik minat para penggemarnya. Selain itu kreativitas dibutuhkan guna menciptakan sebuah merchandise yang memang dalam proses pembuatannya membutuhkan keterampilan tangan. Selain aspek kreatif, usaha merchandise fanmade juga melatih keterampilan dalam mngelola usaha. Pelaku usaha harus belajar mengelola keuangan, menentukan harga jual, mengatur stok, hingga mengelola pesanan konsumen. Proses ini memberikan pengalaman nyata dalam dunia bisnis, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Bagi mahasiswa dan generasi muda, usaha ini dapat menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan yang aplikatif dan relevan dengan minat mereka.

Namun dibalik itu semua, usaha merchandise K-Pop fanmade ini juga memiliki beberapa tantangan. Persaingan pasar yang semakin ketat karena terus berkembangnya budaya k-pop ini menjadikan  pelaku usaha untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produk. Selain itu, kesadaran akan hak cipta menjadi hal yang perlu diperhatikan, karena agensi hiburan Korea dinilai sangat ketat. Seorang pelaku usaha harus memahami batasan penggunaan elemen yang terinspirasi dari idol atau agensi tertentu agar tidak melanggar aturan yang berlaku. Pendekatan kreatif yang mengutamakan interpretasi dan orisinalitas menjadi solusi untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Merchandise K-Pop fanmade ini memiliki peluang dan potensi yang besar. Karena popularitas K-Pop yang terus berkembang pada saat ini, ditambah dengan regenerasi penggemar yang selalu terjadi, membuat permintaan terhadap produk kreatif seperti merchandise ini tidak pernah benar-benar turun. Merchandise K-Pop fanmade ini menunjukkan bahwa kewirausahaan tidak selalu harus dimulai dari ide yang besar dan kompleks. Justru, suatu usaha dapat berawal dari kegemaran kita terhadap sesuatu dan memiliki suatu kedekatan emosional yang berpeluang besar untuk berkembang. Passion yang kuat membuat pelaku usaha lebih tahan terhadap tantangan dan lebih konsisten dalam menjalankan bisnisnya. Melalui Fenomena budaya K-pop ini, generasi muda yang banyak mendapat pengaruh dari budaya tersebut dapat melihat peluang di sekitar mereka, bahkan berawal dari hobi dan kegemaran sekalipun. Sesuatu yang selama ini hanya dianggap sekadar hobi ternyata dapat menjadi pintu masuk dan peluang suatu usaha yang menghasilkan. Merchandise K-Pop fanmade bukan hanya tentang menjual produk, tetapi juga tentang menciptakan suatu nilai, membangun komunitas, dan membuktikan bahwa passion dan hobi dapat menjadi kekuatan ekonomi yang nyata.

Referensi

https://www.kompasiana.com/nisakhrnsa/677f5f7134777c669824a162/mengenal-merchandise-k-pop-jadi-incaran-kpopers

https://blog.kredivo.com/yuk-dulang-cuan-dengan-berbisnis-merchandise-k-pop

https://www.fortuneidn.com/business/bisnis-merchandise-kpop-00-fykp7-c4j2ys

Media Sosial sebagai Strategi Digital Marketing Merchandise K-Pop di Indonesia Halaman 1 – Kompasiana.com