Menjaga Bumi, Menjaga Diri: Urgensi Kesadaran Lingkungan dalam Perspektif “One Health”

2–3 minutes

Di era modern ini, kesadaran lingkungan (environmental awareness) bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan prasyarat untuk kelangsungan hidup manusia. Krisis iklim, polusi mikroplastik, dan hilangnya keanekaragaman hayati telah mencapai titik kritis yang secara langsung mengancam kesehatan masyarakat global.

Konsep terbaru yang diusung oleh para ilmuwan dan badan kesehatan dunia adalah “One Health”, sebuah pendekatan yang mengakui bahwa kesehatan manusia sangat bergantung pada kesehatan hewan dan lingkungan kita.

1. Dampak Krisis Iklim terhadap Kesehatan Fisik
Laporan terbaru dari The Lancet Countdown on Health and Climate Change (2023) menegaskan bahwa perubahan iklim adalah ancaman kesehatan global terbesar abad ke-21. Peningkatan suhu global tidak hanya menyebabkan gelombang panas yang mematikan, tetapi juga memperluas jangkauan penyakit menular (vektor) seperti demam berdarah dan malaria ke wilayah yang sebelumnya lebih dingin.
Selain itu, polusi udara yang erat kaitannya dengan emisi karbon kini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit pernapasan kronis, penyakit jantung, dan stroke. Partikel halus (PM2.5) dapat menembus penghalang paru-paru dan memasuki aliran darah, menyebabkan peradangan sistemik.

2. Bahaya Tersembunyi: Mikroplastik dalam Tubuh Manusia
Kesadaran lingkungan kini juga menyoroti bahaya sampah plastik yang tidak terurai. Studi terbaru dalam jurnal Environment International telah mendeteksi keberadaan mikroplastik di dalam darah manusia, paru-paru, bahkan plasenta ibu hamil.
Zat kimia tambahan dalam plastik (seperti phthalates dan BPA) bersifat sebagai pengganggu endokrin (endocrine disruptors). Paparan jangka panjang terhadap zat ini dikaitkan dengan gangguan hormon, masalah kesuburan, dan peningkatan risiko kanker tertentu. Ini membuktikan bahwa membuang sampah sembarangan pada akhirnya akan “kembali” ke piring dan tubuh kita sendiri.

3. Psikologi Lingkungan dan Kesehatan Mental
Hubungan manusia dengan alam juga bersifat psikologis. Istilah Eco-anxiety (kecemasan akan kerusakan lingkungan) semakin sering dibahas dalam literatur psikologi. Namun, sebaliknya, berinteraksi dengan alam memiliki efek restoratif. Penelitian menunjukkan bahwa akses ke ruang hijau perkotaan dapat menurunkan tingkat kortisol (hormon stres), meningkatkan suasana hati, dan memperkuat fungsi kognitif.

Tips Kesehatan Ramah Lingkungan (Eco-Wellness)
Berdasarkan paparan di atas, berikut adalah langkah praktis untuk meningkatkan kesehatan pribadi sekaligus berkontribusi pada kesehatan lingkungan:

1. Diet “Planetary Health” (Kesehatan Planet)
Tindakan: Kurangi konsumsi daging merah dan perbanyak makanan berbasis nabati (sayur, buah, kacang-kacangan).
Manfaat Lingkungan: Industri peternakan adalah penyumbang besar emisi gas rumah kaca.
Manfaat Kesehatan: Menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan obesitas.

2. Transportasi Aktif
Tindakan: Pilih berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum untuk jarak dekat hingga menengah.
Manfaat Lingkungan: Mengurangi jejak karbon dan polusi udara.
Manfaat Kesehatan: Meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan menjaga berat badan ideal.

3. Hindari Plastik Sekali Pakai untuk Makanan Panas
Tindakan: Gunakan wadah kaca atau stainless steel daripada plastik, terutama untuk makanan/minuman panas.
Manfaat Lingkungan: Mengurangi limbah plastik yang sulit terurai.
Manfaat Kesehatan: Mencegah peluruhan mikroplastik dan zat kimia berbahaya ke dalam makanan Anda.

4. “Forest Bathing” (Shinrin-yoku)
Tindakan: Luangkan waktu minimal 2 jam per minggu di ruang terbuka hijau atau taman.
Manfaat Lingkungan: Menumbuhkan rasa memiliki dan keinginan untuk melindungi alam.
Manfaat Kesehatan: Meningkatkan sistem kekebalan tubuh (melalui phytoncides dari tanaman) dan menurunkan stres mental.


Kesimpulan
Menjaga lingkungan bukan hanya tindakan altruistik untuk bumi, melainkan tindakan pertahanan diri. Dengan meningkatkan kesadaran lingkungan, kita sedang membangun benteng perlindungan bagi kesehatan kita sendiri dan generasi mendatang.