02 july 2026
7-8 minutes
Kue Tradisional yang Rasanya Tetap Juara
Indonesia punya banyak banget makanan tradisional yang sampai sekarang masih disukai masyarakat. Hampir setiap daerah punya makanan khasnya sendiri, salah satunya adalah kue lapis. Kue ini sudah ada dari zaman dulu dan masih sering dijumpai di pasar, acara keluarga, atau saat ada hajatan. Walaupun begitu, sekarang kue lapis mulai kalah pamor sama makanan-makanan kekinian yang sering muncul di media sosial.
Padahal kalau dipikir-pikir, kue lapis punya peluang yang besar untuk dikembangkan. Rasanya enak, teksturnya kenyal, tampilannya juga cantik karena punya banyak lapisan warna. Kalau dikemas dengan lebih menarik dan dipromosikan lewat media sosial, bukan tidak mungkin kue lapis bisa kembali populer, terutama di kalangan anak muda.
Kue Tradisional yang Rasanya Tetap Juara
Kue lapis dibuat dari bahan-bahan yang sederhana seperti tepung beras, tepung tapioka, santan, gula, dan pewarna makanan. Cara membuatnya juga lumayan unik karena adonannya dikukus sedikit demi sedikit sampai terbentuk beberapa lapisan.
Walaupun bahannya sederhana, rasa kue lapis tetap enak dan bikin nagih. Teksturnya lembut dan kenyal, jadi banyak orang yang suka. Sayangnya, masih ada anggapan kalau kue lapis itu makanan jadul yang cuma disukai orang tua. Padahal kalau tampilannya dibuat lebih menarik, anak muda juga pasti banyak yang tertarik.
Bikin Kue Lapis Jadi Lebih Kekinian
Supaya bisa bersaing sama makanan modern, sebenarnya kue lapis nggak perlu diubah total. Yang perlu diperbarui itu cara penyajian dan tampilannya.
Misalnya, selain rasa original, sekarang bisa ditambah varian seperti cokelat, matcha, red velvet, taro, kopi, atau keju. Bentuknya juga bisa dibuat lebih kecil supaya gampang dimakan dan cocok dijadikan camilan.
Kemasan juga nggak kalah penting. Daripada cuma dibungkus plastik bening, kue lapis bisa dikemas dalam kotak yang lebih rapi dan menarik. Dengan desain yang modern, produk jadi terlihat lebih premium dan cocok dijadikan oleh-oleh ataupun hadiah.
Branding Itu Penting
Sekarang orang sering beli makanan bukan cuma karena rasanya enak, tapi juga karena mereknya menarik. Makanya branding jadi salah satu hal yang penting dalam menjalankan usaha.
Misalnya menggunakan nama LapisNesia yang gampang diingat. Lalu dibuat logo yang simpel tapi menarik, ditambah kemasan yang rapi dan informatif. Di kemasan juga bisa dicantumkan tanggal produksi, komposisi bahan, dan akun media sosial supaya pelanggan lebih percaya.
Kalau produk punya identitas yang jelas, orang juga akan lebih mudah mengingatnya dibandingkan kue lapis yang dijual tanpa nama atau merek.
Manfaatkan Media Sosial
Di zaman sekarang hampir semua orang buka media sosial setiap hari. Karena itu, promosi lewat Instagram, TikTok, atau Facebook bisa jadi cara yang efektif untuk mengenalkan produk.
Pemilik usaha bisa mengunggah foto atau video proses pembuatan kue lapis. Proses mengukus lapisan satu per satu biasanya cukup menarik untuk ditonton. Selain itu, video pelanggan yang mencoba produknya juga bisa bikin orang lain penasaran.
Produk juga bisa dijual lewat ShopeeFood, GoFood, atau GrabFood supaya pembeli lebih mudah melakukan pemesanan tanpa harus datang langsung ke toko.
Peluang Usahanya Masih Besar
Saat ini banyak orang mulai tertarik lagi dengan makanan tradisional, apalagi kalau tampilannya lebih modern. Karena itu, usaha kue lapis masih punya peluang yang cukup besar.
Modal yang dibutuhkan juga tidak terlalu banyak karena bahan-bahannya mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau. Bahkan mahasiswa pun bisa mencoba memulai usaha kecil-kecilan dari rumah dengan memanfaatkan media sosial sebagai tempat promosi.
Yang penting, pemilik usaha harus terus berinovasi supaya produknya tidak terlihat itu-itu saja. Dengan begitu, pelanggan akan terus penasaran dan ingin mencoba varian baru.
Kesimpulan
Kue lapis adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang masih punya peluang besar untuk berkembang. Walaupun termasuk jajanan jadul, kue ini tetap bisa mengikuti perkembangan zaman dengan cara membuat variasi rasa baru, memperbaiki kemasan, membangun branding yang menarik, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.
Kalau semua itu dilakukan dengan baik, kue lapis bukan cuma bisa bersaing dengan makanan kekinian, tapi juga bisa membuat generasi muda lebih mengenal dan mencintai makanan tradisional Indonesia. Selain menghasilkan keuntungan, usaha ini juga ikut membantu melestarikan kuliner khas Indonesia agar tetap dikenal di masa depan.
Referensi
Kotler, P., & Keller, K. L. (2022). Marketing Management. Pearson.
Chaffey, D. (2022). Digital Marketing: Strategy, Implementation and Practice. Pearson.
Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. (2023). Laporan Perkembangan UMKM Indonesia.