Alpukat Mentega

Alpukat mentega adalah buah alpukat yang berasal dari amerika, alpukat ini biasa di sebut dengan nama alpukat Guatemala. Alpukat ini mendapat kan nama mentega karena memiliki daging buah yang sangat lembut dan tebal dibandingkan dengan alpukat lain nya.
penemuan arkeologis menyatakan bahwa buah alpukat telah temukan dan dikonsumsi sejak 10.000 tahun silam. Suku Mesoamerika kemudian mulai membudidayakannya alpukat dari 7.000 tahun yang lalu.
Ciri-ciri Alpukat Mentega
Alpukat Mentaga memiliki kulit yang lebih lembut dari pada jenis alpukat yang lain. Semakin lembut kulitnya semakin baik kondisi buah nya.
Alpukat mentega memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan jenis yang lain. Ciri ini sangat membedakan alpukat mentega dengan yang lain.
Ketika matang kulit alpukat mentega memiliki warna yang kecoklatan, sedangkan alpukat biasa memiliki kulit yang hijau Ketika matang. Buah alpukat memiliki warna yang sama Ketika belum matang yaitu hijau, jadi untuk membedakannya hanya bisa Ketika buah itu sudah matang.
Daging alpukat mentega lebih tebal dibandingkan dengan jenis lain, dan buah ini memiliki daging yang kekuningan seperti warna mentega dengan tekstur yang lebih lembut dibandingkan alpukat biasa. Daing alpukat mentega juga tidak berair dan lebih padat sehingga bisa tahan lama dan tidak mudah busuk jika dibandingkan dengan jenis alpukat biasa. Alpukat mentega juga memiliki rasa yang lebih manis dan gurih dibandingkan dengan alpukat biasa.
Tabel Perbedaan Alpukat Mentega & Alpukat Biasa

Kandungan Gizi Pada Buah Alpukat
Mengutip dari Data Komposisi Pangan Indonesia atau DKPI , dalam 100 gram buah alpukat mengandung komposisi gizi sebagai berikut :
Air : 84,3 gram. Seng (Zn) : 0,4 mg.
Natrium (Na) : 2 mg. Protein : 0,9 gram.
Beta-Karoten : 189 mcg. Energi : 85 Kalori.
Thamin (Vit. B1) : 0,05 mg. Lemak : 6,5 gram.
Tembaga (Cu) : 0,20 mg. Abu : 0,6 gram.
Vitamin C : 13 mg. Niasin (Niacin) : 1,0 mg.
Fosfor (P) : 20 mg. Karoten Total (Re) : 180 mcg
Riboflavin (Vit. B2) : 0,08 mg. Karbohidrat : 7,7 gram.
Vitamin E : 2,07 mg. Zat Besi (Fe) : 0,9 mg.
Kalium (K) : 278,0 mg. Kalsium (Ca) : 10 mg.
Selain Kandunga itu Alpukat juga mengandung beberapa gizi yang sangat penting untuk Kesehatan yaitu asam folat. Dari 100gr buah alpoukat mengandung sekitar 0,0081 mg asam folat. Alpukat juga diketahui kaya akan antioksidan seperti lutein. Karena, dalam 100 gram buah alpukat, mengandung sekitar 0,271 mg lutein.
Manfaat Mengkonsumsi Buah Alpukat pada Kesehatan tubuh
- Menjaga Kesehatan jantung
Kadar Lemak tak jenuh yang dimiliki buah alpukat berfungsi mengurangi LDL atau kolesterol jahat pada tubuh. Dengan mengkonsumsi nya harian akan membantu menurunkan kadar kolesterol pada penderita obesitas atau kekurangan berat badan.
- Mengontrol Tekanan Darah
Buah Alpukat juga dapat mengontrol tekanan darah. Hal ini karena alpukat kaya akan kalium. Manfaat dari Mineral ini adalah untuk mengontrol tekanan darah, sehingga terhindar dari hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kalium juga baik untuk membantu mengatur irama jantung supaya tetap teratur.
- Memelihara Kesehatan Mata
Kandungan zeaxanthin dan lutein dibuah alpukat memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan mata. Kedua zat tersebut berperan sebagai antioksidan yang bisa memperbaiki dan mencegah kerusakan mata.
- Baik Untuk Kesehatan Ibu Hamil Dan Janin
Buah Alpukat mengandung asam folat yang tinggi, dan zat ini sangat penting untuk ibu hamil.Asam folat adalah zat gizi yang paling penting untuk pencegahan bayi lahir cacat, seperti cacat tabung saraf dan mengalami spina bifida.
- Meningkatkan Kesehatan Otak
Vitamin E dalam buah alpukat juga dapat melindungi kita dari penyakit alzheimer. karena, kandungan alpukat tinggi akan antioksidan dalam vitamin-E.
Senyawa antioksidan sendiri dapat melawan kerusakan sel tubuh akibat paparan radiasi sinar ultraviolet dan polusi lingkungan.
Pohon Alpukat
Nama Ilmiah dari alpukat adalah Persea Americana. Berasal dari keluarga Lauraceae atau tumbuhan yang berbunga dan termasuk pada rempah rempah berbentuk pohon seperti kayu manis. Berasal dari Amerika Tengah dan Selatan tetapi sudah mulai banyak ditemukan di wilayah tropis seperti Indonesia.
Tumbuhan alpukat diperkirakan berasal dari Lembah Tehuacan di negara bagian Puebla, Meksiko. Dugaan ini didasarkan pada penemuan fosil buah dari spesies yang sama. Avokad adalah flora yang telah tersebar sejak jutaan tahun lalu.
Penemuan lubang bekas tumbuhnya pohon avocado paling tua berada di Gua Coxcatlan. Lubang ini diperkirakan berasal dari 9.000 hingga 10.000 tahun yang lalu. Beberapa gua di Lembah Tehuacan dari periode yang sama juga menunjukkan adanya bukti bahwa alpukat sudah di konsumsi sejak lama.
Nama avocado berasal dari kata dalam bahasa Spanyol, yaitu aguacate. Kata dalam bahasa Inggris modern yang digunakan saat ini berasal dari penyebutan avogato pear sejak tahun 1697 yang disalahgunakan menjadi “alligator pear”.


Karakteristik Pohon:
Pohon alpukat dapat tumbuh hingga mencapai 20 meter, namun biasanya dipotong agar tetap pendek untuk memudahkan saat panen. Memiliki daun yang berwarna hijau mengkilap, berbentuk lonjong, dan selalu hijau atau evergreen dengan ukuran panjang sekitar 12 cm hingga 25 cm.
memiliki Bunga kecil berwarna kehijauan yang muncul dalam bentuk malai atau bercabang banyak. Bunga ini bersifat hermafrodit (memiliki organ jantan dan betina). Memiliki buah yang berukuran besar dengan kulit yang tebal, daging buah bertekstur lembut seperti mentega, dan biji tunggal besar di tengahnya.
Cara Berkembang Biak


Pohon alpukat berkembang biak dengan dua cara yaitu vegetatif dan generatif.
Cara berkembang biak secara generatif memerlukan biji pada buah. Biji buah yang matang dikeringkan lalu ditanam pada tanah. Dengan cara berkembang biak ini pohon akan lebih lama berbuah sekitar 5-10 tahun dan akan berdeda beda sifat nya tergantung induk nya. Tetapi hal ini bisa lebih murah dibandingkan dengan vegetatif.
Sedangkan dengan cara vegetatif kita memerlukan sebuah cabang dengan dipotong sedikit kulit nya lalu kita beri media tanam sampai muncul nya akar. Setelah itu dipisahkan dari induk nya dan akan menjadi pohon baru. Cara ini memiliki kelebihan yaitu pohon akan tumbuh lebih cepat.