Membangun Branding Produk Custom sebagai Bentuk Ekspresi Diri Anak Muda

4–7 minutes

Studi Kasus Produk ngegantungss pada Program INBISKOM

Di era sekarang, setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menunjukkan personality, jati diri, atau branding dirinya. Mulai dari cara berpakaian, cara berperilaku, hingga aksesoris yang digunakan sehari-hari. Bagi anak muda, hal-hal kecil seperti aksesoris justru sering menjadi media untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan karakter unik yang mereka miliki.

Melalui Program INBISKOM, saya bersama teman-teman melihat fenomena tersebut sebagai sebuah peluang. Kami memiliki satu pandangan dan tujuan yang sama, yaitu ingin menciptakan sebuah produk yang tidak hanya berfungsi sebagai aksesoris, tetapi juga mampu menjadi media ekspresi diri. Dari pemikiran tersebut, muncul ide untuk membuat sebuah produk gantungan kunci dengan konsep custom.

Produk yang kami kembangkan diberi nama ngegantungss. Produk ini merupakan gantungan kunci custom dengan target pasar utama anak muda. Pemilihan target ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pengamatan kami terhadap lingkungan sekitar. Anak muda saat ini cenderung menyukai produk yang unik, personal, dan berbeda dari produk yang bersifat pasaran.

Konsep utama dari ngegantungss adalah memberikan kebebasan kepada pembeli untuk menyesuaikan desain gantungan kunci sesuai dengan kepribadian atau hal yang mereka sukai. Selling point dari produk ini tidak hanya terletak pada customisasi desain, tetapi juga pada bentuk fisik gantungan kunci itu sendiri. ngegantungss dibuat tidak dalam satu bentuk utuh, melainkan terdiri dari beberapa bagian (per part) yang terpisah, sehingga memberikan kesan dinamis karena bagian-bagiannya dapat bergerak.

Dengan konsep tersebut, gantungan kunci ngegantungss tidak hanya berfungsi sebagai aksesoris biasa atau pelengkap fashion. Produk ini memiliki makna yang lebih, karena mampu merepresentasikan ekspresi diri penggunanya. Kami percaya bahwa sebuah produk, meskipun sederhana, dapat memiliki nilai emosional yang lebih jika dikaitkan dengan identitas dan kepribadian pemiliknya.

Dalam membangun branding ngegantungss, kami menggunakan pendekatan yang dekat dengan karakter anak muda. Mulai dari pemilihan nama brand yang santai dan mudah diingat, hingga gaya komunikasi yang tidak terlalu kaku. Kami ingin brand ngegantungss terasa lebih dekat, seperti teman, bukan sekadar sebuah produk yang dijual.

Untuk strategi marketing, kami memilih pendekatan yang relevan dengan kebiasaan anak muda, yaitu melalui media sosial. Saat ini, kami masih berfokus pada Instagram sebagai platform utama. Instagram kami gunakan sebagai media untuk memperkenalkan konsep produk terlebih dahulu kepada lingkungan terdekat, seperti teman-teman sekitar. Fokus awal ini bertujuan untuk membangun fondasi, menumbuhkan kepercayaan, serta menarik perhatian sebelum menjangkau pasar yang lebih luas.

Dalam pembuatan konten, kami mengangkat tema Y2K, yang saat ini sedang digemari oleh anak muda. Pemilihan tema ini bertujuan agar visual produk ngegantungss terasa lebih relevan dengan tren yang sedang berkembang dan sesuai dengan selera target pasar. Konten yang kami buat tidak hanya menampilkan produk jadi, tetapi juga konsep desain serta nilai di balik produk tersebut.

Ke depannya, kami berencana untuk memperluas jangkauan pemasaran ke platform lain seperti TikTok dan media sosial lainnya. Namun, saat ini kami memilih untuk fokus membangun identitas brand dan kepercayaan konsumen terlebih dahulu melalui satu platform agar arah branding tetap konsisten.

Melalui produk ngegantungss, kami tidak hanya berfokus pada tujuan menghasilkan keuntungan, tetapi juga ingin memberikan ruang bagi anak muda untuk bebas mengekspresikan diri melalui aksesoris yang mereka gunakan. Produk ini diharapkan dapat menjadi media ekspresi diri sekaligus memiliki nilai personal bagi setiap penggunanya.

Program INBISKOM memberikan kami kesempatan untuk merealisasikan ide tersebut secara nyata. Melalui program ini, kami belajar bahwa kewirausahaan tidak hanya tentang menciptakan produk, tetapi juga tentang memahami target pasar, membangun branding, serta menyampaikan nilai produk melalui strategi marketing yang tepat.

Konsep personalisasi yang diterapkan pada produk ngegantungss menjadi salah satu hal yang cukup berpengaruh dalam menarik minat anak muda. Setiap individu memiliki karakter, selera, dan minat yang berbeda-beda, sehingga produk yang dapat menyesuaikan dengan kepribadian penggunanya cenderung terasa lebih dekat secara emosional. Dengan memberikan kebebasan kepada pembeli untuk menentukan desain gantungan kunci sesuai dengan hal yang mereka sukai, produk ngegantungss tidak hanya menjadi benda pakai, tetapi juga memiliki makna personal bagi pemiliknya.

Bagi anak muda, produk dengan sentuhan personal sering kali dianggap lebih bernilai dibandingkan produk yang diproduksi secara massal. Produk custom memberikan kesan eksklusif dan unik karena tidak semua orang memiliki desain yang sama. Hal ini membuat konsumen merasa lebih terlibat dalam proses pembuatan produk, mulai dari menentukan konsep hingga hasil akhir yang mereka terima. Keterlibatan tersebut secara tidak langsung membangun hubungan emosional antara produk dan penggunanya.

Dalam membangun branding produk ngegantungss, kami berusaha menghadirkan citra brand yang santai, dekat, dan relevan dengan kehidupan anak muda. Branding tidak hanya kami terapkan pada visual produk, tetapi juga pada cara berkomunikasi dengan konsumen. Bahasa yang digunakan dibuat lebih kasual dan tidak kaku agar brand terasa lebih ramah dan mudah didekati. Melalui pendekatan ini, kami ingin ngegantungss dipandang bukan sekadar sebagai produk, tetapi juga sebagai medium ekspresi diri.

Pendekatan marketing yang kami gunakan juga disesuaikan dengan kebiasaan anak muda yang aktif di media sosial. Instagram dipilih sebagai platform awal karena memiliki kekuatan visual yang mampu menampilkan konsep produk secara menarik. Melalui konten yang kami buat, kami tidak hanya memperlihatkan hasil akhir produk, tetapi juga proses, konsep desain, serta nilai yang ingin kami sampaikan. Interaksi dengan audiens melalui komentar dan pesan langsung menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap brand.

Sistem pre-order diterapkan sebagai salah satu strategi dalam menjalankan produk ngegantungss. Dengan sistem ini, setiap produk dibuat berdasarkan permintaan yang masuk, sehingga lebih sesuai dengan keinginan konsumen. Selain itu, sistem pre-order juga membantu kami dalam mengatur produksi dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Bagi konsumen, sistem ini memberikan kesan bahwa produk yang mereka pesan dibuat secara khusus dan tidak bersifat massal.

Dalam proses pengembangan produk, tentu terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Menyesuaikan permintaan konsumen yang beragam dengan kemampuan produksi menjadi salah satu tantangan utama. Selain itu, membangun kepercayaan terhadap brand yang masih baru juga membutuhkan konsistensi dalam penyampaian konsep dan kualitas produk. Tantangan-tantangan tersebut menjadi pengalaman berharga yang memberikan pembelajaran langsung mengenai dunia kewirausahaan.

Melalui Program INBISKOM, kami mendapatkan kesempatan untuk tidak hanya menciptakan sebuah produk, tetapi juga memahami proses di balik pengembangan bisnis, mulai dari perencanaan, branding, hingga strategi marketing. Pengalaman mengembangkan produk ngegantungss memberikan pemahaman bahwa sebuah produk sederhana pun dapat memiliki nilai lebih apabila dikemas dengan konsep yang tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan target pasar.

Secara keseluruhan, produk ngegantungss hadir sebagai contoh bagaimana sebuah produk custom dapat menjadi media ekspresi diri bagi anak muda. Dengan menggabungkan konsep personalisasi, branding yang relevan, serta pendekatan marketing yang sesuai, produk ini tidak hanya berfungsi sebagai aksesoris, tetapi juga memiliki nilai emosional bagi penggunanya. Program INBISKOM memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide kreatif sekaligus belajar memahami dinamika kewirausahaan secara nyata.