Korelasi Kenaikan Harga RAM Dengan Artifical Intelligence

4–5 minutes

Random Access Memory atau yang biasa dikenal dengan istilah RAM adalah suatu komponen yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara bagi perangkat elektronik seperti komputer, laptop, hingga smartphone. RAM bekerja menyimpan data sementara agar perangkat elektronik dapat membuka aplikasi ataupun file saat sedang mengoperasikan perangkat elektronik. Dengan sifatnya yang sementara ini, maka apabila pengguna mematikan daya dari perangkat elektronik yang digunakan, data yang disimpan oleh RAM akan hilang (Zhang 2010).

Untuk memahami lebih mendalam bagaimana cara RAM bekerja, kita dapat mengasumsikan RAM sebagai sebuah “meja” bagi aplikasi ataupun file sebagai sebuah “barang” yang akan kita letakkan pada meja, semakin besar kapasitas sebuah RAM, maka semakin banyak pula barang yang dapat kita letakkan pada meja (Kessler 2011).

Pada umumnya RAM terbagi menjadi 2 jenis antara static RAM (SRAM) atau dynamic RAM (DRAM). SRAM sendiri merupakan sebuah memori semi-konduktor yang menggunakan sebuah saklar elektronik untuk menyimpan data, SRAM tidak memerlukan proses refreshing yang membuatnya lebih cepat serta efisien, sedangkan DRAM selalu membutuhkan proses refreshing. DRAM sendiri sering dimanfaatkan untuk menyimpan kode program yang mana dibutuhkan oleh central processing unit (CPU) untuk bekerja (Yuvaraj, Padmanaban, PraveenKumar, Sahu, Umida & Yokeshwaran 2023).

Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman, RAM yang dibutuhkan dalam sebuah perangkat elektronik juga membutuhkan ukuran yang lebih besar demi kenyamanan pengguna perangkat. Perkembangan zaman ini sendiri menandakan bahwa demand dari komponen elektronik seperti RAM meningkat tajam untuk memenuhi pasar pengembangan perangkat yang ada. Namun sejak AI mulai lumrah dimanfaatkan dimulai dengan datangnya ChatGPT pada November 2022 dan dengan berkembangnya industri AI sampai artikel ini ditulis, demand mengenai komponen RAM meningkat drastis, mengapa demikian?

Dalam beberapa bulan belakangan, harga dari komponen RAM telah melambung tinggi dikarenakan alasan pihak industri AI yang membangun data center dalam jumlah raksasa yang mengakibatkan supply terbatas pada pasokan RAM yang ada, dibalik itu pula, industri AI menggunakan RAM dengan jumlah yang tinggi untuk melatih model AI (Landymore 2025).

Sebelum masuk lebih mendalam, kita harus memahami bahwa RAM memiliki hal yang disebut dengan double data rate (DDR). Jenis DDR RAM yang umum dijumpai di pasaran untuk sekarang adalah RAM dengan DDR4 dan DDR5, jadi apa itu DDR? DDR adalah sebuah tipe memori teknologi yang digunakan pada sistem komputer untuk meningkatkan kinerja serta performa yang berarti memori dari RAM tersinkronisasi dengan sistem dan memungkinkan untuk mengakses lokasi memori dalam urutan yang acak.

Dengan demand dari kebutuhan RAM yang tinggi dari industri AI terjadi kekurangan supply dari RAM DDR5 yang menjadi pilihan utama industri AI dikarenakan kecepatannya yang tinggi melampaui DDR4, maka dari itu terjadi lonjakan harga pada RAM dikarenakan keterbatasan supply yang ada. Lantas kenapa hal ini pula ikut memengaruhi DDR4?

RAM dengan tipe DDR4 pada umumnya telah mengalami pemotongan jumlah produksi dari pihak manufaktur dikarenakan kalah dalam hal performa dari DDR5. Dengan pemotongan produksi ini menjadikan RAM DDR4 kalah dalam supply pula dikarenakan menjadi opsi tambahan dari industri AI dan masih lumrah digunakan dalam pembangunan komputer dikarenakan harganya yang pada awalnya relatif terjangkau (Williams 2025).

Kita ambil kasus pada Oktober tahun 2025. Open AI, salah satu tombak utama dalam industri AI mengakuisisi kesepakatan dengan Samsung dan SK Hynix (salah dua dari industri manufaktur ram terbesar) sebanyak 900.000 RAM perbulan yang secara kasarnya telah mencapai 40% supply RAM yang ada sekarang. Untuk produk RAM secara langsung, kita ambil kasus pada RAM Team Delta RGB 64GB DDR5-6400 yang harga pada Agustus 2025 berada pada kisaran 3 jutaan melonjak tinggi pada November 2025 yakni kisaran 11 jutaan (Brown 2025).

Lantas mengapa industri manufaktur RAM tidak memproduksi jumlah RAM yang lebih banyak saja apabila supply dalam industry sedikit sedangkan demandnya tinggi? Diketahui bahwa industri manufaktur RAM membatasi jumlah modal yang dikeluarkan dalam membangun kapasitas tambahan untuk menambah jumlah produksi RAM, melainkan memfokuskan dana dalam melakukan pengembangan proses teknologi high bandwith memory (HBM) yang lebih ideal untuk dimanfaatkan pada AI.

Tiga industri raksasa dalam manufaktur RAM yaitu Micron, SK Hynix, dan juga Samsung telah diantisipasi untuk menggelontorkan dana sebesar 54 miliar dolar, namun hal ini berfokus dalam meningkatkan performa dari HBM untuk chip AI, jadi walaupun terdapat peningkatan pertahun sebesar 14% dalam industri manufaktur RAM, pihak manufaktur tidak akan meningkatkan skala dalam jumlah produksi RAM (Morales 2025).

Jadi pada akhirnya, siapa yang menang dalam pertempuran pembelian RAM ini? tentu jawabannya adalah para industri AI dan juga manufaktur RAM, dan kita sebagai pengguna perangkat elektronik yang membutuhkan RAM adalah pihak yang kalah dikarenakan harga yang sudah jauh terlampau tidak realistis dibandingkan sebelum kiamat supply ini berlangsung, harga RAM pula diprediksi tidak akan turun hingga pada tahun 2027 atau 2028.

Referensi

Zhang P (2010) Advanced Industrial Control Technology. https://doi.org/10.1016/C2009-0-20337-0.

Kessler T (2011) Understanding RAM Versus Hard-Drive Space Via an Analogy. CNET, 4 Maret 2011, dilihat 9 Januari 2026.

Yuvaraj S, Padmanaban D, PraveenKumar G, Sahu S, Umida M & Yokeshwaran R (2023) Performance Analysis Of SRAM and Dram in Low Power Application. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202339901014.

Landymore F (2025) AI Data Centers Are Making RAM Crushingly Expensive, Which Is Going to Skyrocket the Cost of Laptops, Tablets, and Gaming PCs. Futurism, 4 Desember 2025, dilihat 9 Januari 2026.

Williams W (2025) Why is RAM so Expensive Right Now? It’s Way More Complicated Than You Think. techradar, 18 Desember 2025, dilihat 9 Januari 2026.

Brown R (2025) The Great RAM Raid: How One AI Deal Broke the Consumer Memory Market. IMPLICATOR, 26 November 2025, dilihat 9 Januari 2026.

Morales J (2025) Memory Makers Have No Plans to Increase RAM Production Despite Crushing Memory Shortages — ‘Modest’ 2026 Increase Predicted as DRAM Makers Hedge Their AI Bets. tom’s HARDWARE, 13 November 2025, dilihat 9 Januari 2026.