Tidak pernah ada habisnya jika membicarakan soal isu dunia tentang sampah plastik yang secara perlahan menodai kehijauan bumi, menumpuk hingga menggunung sampai perbandingan sampah plastik yang datang lebih tinggi ketimbang pengelolaan dan pendaur ulangnya. Jika dibiarkan maka sampah plastik yang tidak terurus bisa merusak alam, memakan banyak lahan dan mengotori bumi secara perlahan. Selain itu pula sampah plastik banyak yang sampai mengotori laut, habitat makhluk laut dan mematikan banyak terumbu karang, bahkan sampai melukai hewan laut di sana. Belum lagi, sampah plastik sangat sulit untuk terurai. Jika terurai dalam waktu yang sudah lama pun tetaplah ia dapat menebarkan mikro plastik bisa terserap ataupun terhirup oleh ikan yang bisa saja kita konsumsi nantinya,
Solusi yang dibutuhkan hanyalah kesadaran manusia untuk mengelola sampah dengan benar, seperti membuang sampah pada tempatnya berdasarkan jenisnya, mengolah ulang menjadi kerajinan dan memperbanyak cabang pengelolaan sampah plastik menjadi barang yang bisa digunakan kembali. Selain itu, sangat diperlukan edukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah plastik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Namun kemampuan mendaur ulang tidak akan selalu berjalan dengan baik tanpa adanya keinginan usaha dan kreativitas.
Daur ulang tidak selalu memerlukan alat canggih atau biaya besar. Justru, langkah kecil dan konsisten dari rumah bisa memberikan dampak yang luar biasa.
Kita sebagai masyarakat tidak ada salahnya mencoba menciptakan sesuatu yang unik dengan mendaur ulang sampah ataupun membeli dan memakai barang kerajinan hasil daur ulang sampah. Akan sangat dihargai jika kita melakukan demikian karena usaha kecil bisa saja menyelamatkan puluhan orang dalam hal sekecil apa pun termasuk tentang pengelolaan sampah di dalam negeri yang darurat dalam pengelolaan sampah masyarakat yang bisa menjadi alasan mengapa mereka kesulitan mendapat kebiasaan baik dalam mengelola sampah sampai memilih mencemari lingkungan daripada menjaganya.
Sangat penting juga kita berbagi edukasi kepada mereka soal bahayanya lingkungan yang tercemar bagi kehidupan mereka sendiri seperti sungai, tanah sekitar bahkan sisi jalanan pun bisa saja mereka jadikan tempat sampah dan dibiarkan begitu saja dengan harapan kosongnya bahwa akan ada orang atau organisasi yang mau mengangkutnya? Itulah kekurangannya jika organisasi pengelola sampah tidak merata di daerah tertentu termasuk pembagian edukasi.
Sangat diperlukan juga edukasi masyarakat perihal mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna dan bisa dipakai kembali dengan tujuan menjaga kebersihan dan meningkatkan kelestarian serta kemampuan berkreativitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terhadap sampah plastik.
Kebanyakan produk wadah plastik lebih sering ditemukan dalam versi sekali pakai, seperti sendok plastik, kotak makanan, bungkus makanan, cup minuman, wadah transparan yang memiliki tutup, alas makanan dan lain-lain. sangat tidaklah asing dengan nama nama benda tersebut saking seringnya kita pakai sampai kita lupa bagaimana sampah bekas kita akan pergi dan diapakan nantinya?
Ide Produk
Maka dari itu terdapat salah satu ide yaitu dengan menciptakan sebuah lampu tidur rupa ubur-ubur dengan mengandalkan penggunaan ulang plastik dan memberikan sedikit teknologi di dalamnya. Ide lampu ubur-ubur ini tercipta dari malam yang gelap dan sepi di mana bisa saja ada orang yang sulit tidur jika ruangan gelap namun tidur tentu tidak akan berkualitas jika keadaan ruangan terang.
Jadikan Kamar Tidur sebagai Tempat yang Kondusif untuk Istirahat
Tidak hanya itu, banyak juga mereka yang bisa saja mengalami insomnia atau kesulitan tidur dalam suasana ataupun keadaan ruangan tertentu seperti ruangan yang terlalu sunyi, tidak ada riasan yang menenangkan, kesan kamar monoton dan tidak ada hiburan kecil untuk menemani malam.
Dari masalah demikian maka kerajinan lampu ubur-ubur bisa menjadi solusi untuk membantu mereka dengan desain lampu yang lucu, cahaya berwarna nan redup, tenang, bahkan bisa dipasangkan musik dari lampu tersebut. Lampu ini juga dapat ditaruh di mana saja, didesain dengan estetika ala lautan yang tenang, dibuat dengan kawat bulu yang lembut sehingga menampilkan gaya halus serta hiasan tambahan untuk memanjakan mata.
Mengapa Ubur-ubur?
Ubur-ubur merupakan jenis makhluk hidup yang bergerak hanya mengikuti arus laut, hanya memiliki tulang lunak, payung yang menutupi organnya dan sirip di sekeliling ujungnya. Mereka hanya hidup bermodalkan pergerakan arus, jumlah mikroorganisme di sekitarnya sebagai makanan, bergerak lamban, lembek namun menyengat dan hidup sebergeraknya.
Biasanya melihat ikan akuarium yang berenang mengambang bebas di air membuat kita terasa tenang namun jauh lebih tenang jika melihat ubur-ubur yang berenang lamban namun lebih bebas di bawah laut sana. Tidak jauh pula dari kecenderungan manusia yang mengenal ubur-ubur melalui foto mereka yang di mana mereka terlihat bercahaya dan jiggly seperti agar atau puding jeli dengan latar polos dan gelap di belakangnya. Begitu terlihat menenangkan, bukan?
Namun jangan disalah-artikan bahwa ubur-ubur bergerak hanya mengikuti arus itu adalah ‘pasrah’, bukan. Justru kita perlu melihat dari sisi segi visualnya dan merasakan efeknya setelah melihat hal demikian. Betapa dahsyatnya pengaruh visual terhadap kehidupan sehari-hari yang di mana keberadaan mereka sangat berpengaruh dan perlu dijaga kelestariannya termasuk dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah tadi.
Karakteristik itulah yang membuat ubur-ubur lebih cocok sebagai visual estetika ruangan dengan tujuan menenangkan dan menemani di tengah malam yang sunyi. menciptakan ruangan yang kondusif, sepi, tenang, redup, suasana itulah yang cocok untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.
Kita membutuhkan tidur yang berkualitas supaya kita dapat menjalani hari dengan baik di keesokannya seperti lancar dalam mengerjakan pekerjaan, melakukan hobi dengan baik dan mencegah insomnia. Tentu saja hal itu harus dibarengi dengan tidur yang terjadwal, pola tidur dan total jam tidur yang cukup. Tidak lupa menjaga kesehatan dengan memperhatikan asupan makanan dan aktivitas sehari-hari yang penuh gerak.
Apa Saja yang Dibutuhkan?
Pembuatan lampu ubur-ubur membutuhkan sedikit lebih banyak bahan dari pada kerajinan biasanya dikarenakan menggunakan lampu dan kawat bulu sebagai pembungkus. Bahan utama yang dibutuhkan adalah:
- Tutup cup plastik
- Kawat bulu
- Pita untuk aksesoris tambahan
- Benang wol
- Kawat tebal untuk penyangga
- Lampu kawat baterai
- Wadah plastik (boleh cup, bungkus makanan, dll. asalkan yang kaku)
- Kertas krep
Selain itu terdapat alat yang dibutuhkan:
- Gunting
- Cutter
- Lem tembak
- Spidol warna
Jika sudah menyiapkan alat dan bahan demikian, kita bisa melanjutkan ke tahap proses pembuatan dengan mengandalkan ide dan kreativitas kita untuk mengolah sampah plastik yang telah disebutkan dan selamat mencoba dengan panduan berikut ini:
- Tutup permukaan tutup plastik dengan kawat bulu secara horizontal, tidak dengan cara memutar namun dari tengah ke sisi. Sedikit membutuhkan effort untuk melalui proses ini dan menghabiskan lebih banyak kawat bulu dari yang diperkirakan. Namun banyaknya kawat bulu terpakai tergantung dari ukuran tutup cup;
- Disarankan menggunakan lem tembak supaya kawat dan plastik menempel kokoh;
- Jika permukaan tutup cup sudah tertutup sempurna dengan kawat bulu, pastikan semua kawat bulu menempel sempurna dan rapi;
- Kawat bulu sisa dibuat mengeriting atau bergelombang seperti tentakel ubur-ubur, lalu tempelkan salah satu ujungnya ke bagian tengah dalam tutup cup tadi;
- Selain kawat bulu bergelombang tadi, lebih bagus lagi jika pita hiasan tadi dibuat bergelombang juga dan ditempelkan sama seperti kawat;
- Selain pita, sisa wadah plastik yang kaku tadi juga dipotong dengan berbagai bentuk, diwarnai dengan spidol dan dilubangi untuk benang supaya bisa menggantung seperti hiasan origami burung di jendela kelas sekolah dasar;
- Tidak lupa lampu kawat yang memiliki baterai dipasangkan di tempat yang sama dengan tentakel-tentakel tadi, lalu pastikan posisi saklar lampu kawat lebih mudah diraih dan tidak terhalangi.
- Jika sudah dipastikan lampu kawat menempel dengan baik dan kokoh, maka lanjut dengan membuat bagian untuk menggantungkan ubur-ubur tersebut dengan mengikat benang pada dua titik kawat bulu untuk dijadikan penopang antara ubur-ubur dengan benang wol;
- Buatlah bagian kaki dan penyangga lampu dengan menggunakan kawat tebal dan agar rapi, tutupi permukaan kawat dengan kertas krep yang dipotong panjang seperti mi namun tebal. Ditutup dengan cara mengelilingi permukaan kawat sampai bagian penggantung antara kawat dengan lampu ubur-ubur.
- Supaya mendapatkan hasil yang maksimal, perhatikan kerapihan dan kekokohan selama proses pembuatan kerajinan.
Keberhasilan usaha apa saja tergantung pada niatnya. Sekalipun modal usaha tidak seberapa, tetapi oleh karena didorong oleh niat yang kuat, maka usaha itu akan berhasil.
Jangan berkecil hati jika hasil menghianati usaha, hasil tidak serapi ekspektasi, tidak sebagus yang pernah dilihat karena hal itu merupakan sebuah pembelajaran yang bisa kita ambil untuk ke depannya, karena pengalaman adalah pelajaran paling penting dalam hidup.
Kita bisa mencoba lagi sampai kita memahami di mana kesalahan kecil yang tidak sempat kita tahu sampai kita bisa menciptakan hal itu lebih baik dari ekspektasi yang dimiliki, namun. jangan lupa untuk menurunkan ekspektasi tersebut untuk mengurangi risiko kekecewaan.
Kesimpulan
Sudah tahap akhir saya menulis artikel ini dan dapat saya simpulkan bahwa kita sangat perlu memiliki kompetensi dasar dalam mengelola cara membuang sampah dan membaca ke mana sampah akan diproses besoknya dan apakah pengelola sampah dapat kita percayai jikalau sampah itu dikelola dengan baik tanpa menciptakan penyakit?
Tidak perlu juga memikirkan berat hal itu jika kita punya kompetensi dalam mengolahnya seperti menjadikannya kerajinan atau seni yang indah, barang yang lebih berguna, mendukung penghijauan dengan daur ulang yang baik dan benar. Maka cobalah menjadi salah satu dari mereka yang rajin mengolah sampah plastik dan mendukung penuh sistem daur ulang serta pengrajin daur ulang sampah plastik menjadi barang yang berestetika ataupun berguna.
Daftar Pustaka
https://www.tebingtinggikota.go.id/berita/artikel/mengapa-daur-ulang-sampah-rumah-tangga-itu-penting
https://www.halodoc.com/artikel/8-cara-agar-bisa-cepat-tidur-untuk-pengidap-insomnia