Fashion menjadi senjata disaat individu ingin mengekspresikan jati diri. Seiring berkembangnya era modern saat ini dan perubahan gaya berpakaian menjadi sinyal untuk ladang bisnis. Menurut data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) pada 2021, menunjukkan bahwa sejak tahun 2011 – 2019 ekonomi kreatif adalah sektor yang terus berkembang dan meningkat memberikan kontribusi besar terhadap ekspor nasional Indonesia. Data tersebut juga menunjukkan bahwa persentase terbesar yaitu sebesar 64,02% pada subsektor Fashion. Berdasarkan data tersebut, maka tidak jarang jika top of mind dalam dunia bisnis adalah Fashion.
Tingginya kontribusi subsektor fashion tidak hanya mencerminkan kekuatan ekonomi, tetapi juga menunjukkan bahwa fashion memiliki nilai filosofis sebagai media ekspresi, identitas, dan komunikasi visual. Fashion tidak lagi sekadar pakaian, melainkan representasi ide, emosi, dan gaya hidup yang berkembang seiring perubahan zaman. Dalam konteks mahasiswa, fashion menjadi ruang eksplorasi kreatif yang mampu menggabungkan idealisme, tren global, dan nilai personal ke dalam sebuah produk yang bernilai jual.
Perkembangan tren seperti K-Pop, Y2K, dan streetwear menjadi titik temu antara kreativitas dan peluang usaha. Ketiga tren tersebut memiliki karakter yang kuat, visual yang khas, serta kedekatan dengan generasi muda. K-Pop merepresentasikan ekspresi diri yang berani dan dinamis, Y2K menghadirkan nuansa nostalgia yang playful dan eksperimental, sementara streetwear mencerminkan kebebasan, kesederhanaan, dan budaya urban. Perpaduan ini menjadi dasar filosofis dalam membangun produk fashion yang relevan dengan pasar mahasiswa saat ini.

Sumber: Instagram @l2k.studio

Sumber: Instagram @l2k.studio
Berangkat dari pemahaman tersebut, lahirlah produk fashion L2K Studio, sebuah brand kreatif mahasiswa yang mengusung konsep eksplorasi ide dan identitas anak muda. L2K merupakan singkatan dari “Line to K(c)reatifity”, yang dimaknai sebagai garis atau alur kreativitas yang terus berkembang dari satu ide ke ide lainnya. “Line” merepresentasikan proses, arah, dan perjalanan kreatif, sementara “K(c)reatifity” menggambarkan kreativitas yang tidak terbatas dan selalu berevolusi mengikuti zaman.
L2K Studio mengadopsi nuansa K-Pop dan streetwear sebagai karakter utama produknya. Nuansa K-Pop tercermin melalui pemilihan desain yang bold, modern, dan visual yang kuat, sedangkan streetwear diwujudkan dalam bentuk potongan pakaian yang kasual, nyaman, dan mudah dipadupadankan. Produk-produk L2K Studio dirancang tidak hanya sebagai fashion item, tetapi juga sebagai media ekspresi bagi mahasiswa yang ingin tampil percaya diri dan memiliki identitas unik.
Melalui konsep ini, L2K Studio berupaya menjembatani kreativitas mahasiswa dengan kebutuhan pasar fashion anak muda. Brand ini tidak hanya mengikuti tren, tetapi mengolah tren menjadi identitas baru yang relevan, autentik, dan memiliki nilai kreatif. Dengan demikian, L2K Studio menjadi contoh bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan tren K-Pop, Y2K, dan streetwear sebagai formula baru dalam usaha fashion kreatif yang berorientasi pada ide, identitas, dan keberlanjutan.
Untuk memperkuat eksistensi dan jangkauan pasar, L2K Studio memanfaatkan media sosial sebagai strategi utama dalam kegiatan promosi. Media sosial dipilih karena memiliki kedekatan yang tinggi dengan generasi muda serta mampu menyebarkan informasi secara cepat dan luas. Platform seperti Instagram, X (Twitter), dan TikTok digunakan sebagai sarana komunikasi visual, branding, dan interaksi langsung dengan audience.
Instagram dimanfaatkan sebagai etalase digital yang menampilkan visual produk, konsep desain, serta identitas brand L2K Studio. Melalui unggahan foto, video reels, dan fitur story, L2K Studio menyampaikan nilai kreatif, inspirasi desain, serta gaya berpakaian yang merepresentasikan nuansa K-Pop dan streetwear. Sementara itu, platform X digunakan untuk membangun kedekatan emosional dengan audience melalui narasi singkat, diskusi tren fashion, serta interaksi real-time yang memperkuat karakter brand sebagai usaha kreatif mahasiswa yang dinamis dan relevan.
TikTok berperan sebagai media promosi berbasis konten kreatif dan audio-visual yang mengikuti tren. Konten seperti mix and match outfit, behind the scene proses desain, hingga video pendek bertema K-Pop dan street style digunakan untuk menarik perhatian dan meningkatkan daya jangkau pasar. Pemanfaatan TikTok juga memungkinkan produk L2K Studio lebih mudah viral dan menjangkau audience yang lebih luas, khususnya generasi Z.
Selain promosi melalui media sosial, L2K Studio juga berencana membuka pasar melalui platform e-commerce sebagai sarana distribusi dan penjualan produk. Kehadiran e-commerce mempermudah konsumen dalam mengakses dan membeli produk tanpa batasan ruang dan waktu. Strategi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dari skala lokal ke nasional, sekaligus meningkatkan daya saing usaha fashion kreatif mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan industri digital.
Dengan memadukan kreativitas produk, kekuatan media sosial, dan pemanfaatan e-commerce, L2K Studio tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga pada pembangunan brand yang berkelanjutan. Strategi ini mencerminkan bagaimana usaha fashion kreatif mahasiswa dapat berkembang secara adaptif mengikuti perubahan perilaku konsumen dan ekosistem digital saat ini.