INBISKOM Unikom: Digital Marketing dan Branding Produk bagi Mahasiswa Wirausaha

5–7 minutes

Program Inkubator Bisnis Komunikasi (INBISKOM) Universitas Komputer Indonesia adalah wadah pembinaan kewirausahaan yang mempersiapkan mahasiswa membangun usaha digital. INBISKOM memberikan “platform bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan, memanfaatkan peluang dalam pemasaran digital, dan menghubungkan mereka dengan mitra bisnis”. Dalam pendekatan komprehensifnya, INBISKOM menitikberatkan pelatihan digital marketing dan brand awareness, serta mendukung program business matching, P2MW (Pengembangan Mahasiswa Wirausaha), dan kreasi produk. Dengan demikian, peserta belajar tidak hanya membuat ide bisnis inovatif, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.

Pentingnya Pemasaran Digital

Di era yang serba terkoneksi, digital marketing menjadi kunci keberhasilan usaha. Inbiskom menegaskan bahwa pemasaran digital memungkinkan pelaku usaha memasarkan produk secara “lebih efisien, tepat sasaran, dan terjangkau”. Artinya, dengan platform online seperti media sosial, mesin pencari (SEO), situs web, dan email marketing, wirausahawan dapat mencapai audiens luas dengan biaya lebih kecil dibandingkan metode konvensional. Sesuai literatur UNIKOM, “platform digital memberikan peluang besar bagi UMKM untuk membangun brand awareness dengan biaya yang relatif terjangkau”. Misalnya, kampanye iklan berbayar dan konten SEO dapat menempatkan produk kita di halaman pertama pencarian, sekaligus memperkuat reputasi merek. Digital marketing juga memungkinkan analisis perilaku konsumen secara real-time, sehingga strategi promosi dapat disesuaikan untuk hasil optimal.

Beberapa strategi umum dalam pemasaran digital antara lain: optimisasi mesin pencari (SEO) untuk meningkatkan visibilitas produk secara online; content marketing untuk membangun otoritas dan kepercayaan melalui artikel, video, atau infografis berkualitas; serta iklan digital (misalnya Google Ads atau media sosial) untuk menjangkau audiens spesifik secara langsung. Inbiskom memberikan pelatihan menyeluruh mulai dari SEO, iklan berbayar, hingga perancangan kampanye digital yang efektif. Salah satu poin penting yang selalu ditekankan adalah membangun brand awareness lewat konten menarik dan relevan. Dengan konten yang tepat, calon pelanggan mengenal dan mengingat merek kita lebih kuat.

Media Sosial dan Kanal Digital Unggulan

Platform media sosial menjadi saluran utama pemasaran digital. Sesuai artikel UNIKOM, contoh platform populer untuk branding adalah Instagram, Facebook, TikTok, dan LinkedIn. Masing-masing memiliki karakteristik unik: Instagram unggul untuk visual kreatif, LinkedIn untuk jejaring profesional, sedangkan TikTok dikenal dengan konten video pendek viral. Kita dapat memanfaatkan tiap platform secara strategis. Misalnya, Instagram dan TikTok efektif untuk cerita visual produk, sedangkan LinkedIn cocok mempromosikan produk atau jasa bisnis ke segmen korporat. Inbiskom mendorong peserta memaksimalkan media sosial bukan hanya sebagai alat promosi satu arah, tetapi juga interaksi dua-arah untuk mengenal audiens lebih dekat.

TikTok khususnya kini menempati posisi strategis. Dengan lebih dari 1,5 miliar pengguna aktif, TikTok disebut sebagai “alat digital marketing yang kuat” dan dapat menyaingi jangkauan Instagram. Keunggulan TikTok untuk UMKM adalah kemampuannya menghasilkan konten cepat viral dengan biaya rendah. Seperti dijelaskan UNIKOM:

> “Viral Cepat & Biaya Rendah – Cukup dengan video HP dan ide kreatif, konten bisa menjangkau ribuan bahkan jutaan pengguna”.

Beberapa keunggulan TikTok lain bagi usaha kecil menengah adalah:

Visual Storytelling yang Kuat – video bergerak mudah menyampaikan emosi dan pesan dibanding teks.

Engagement Tinggi – fitur komentar, suka, dan bagikan mendorong interaksi dua-arah yang kuat antara merek dan konsumen.

Akses ke Gen Z dan Milenial – TikTok banyak digunakan usia 16–34 tahun, segmen pembeli muda aktif digital.

Dengan memanfaatkan fitur TikTok Business (seperti TikTok Shop, iklan In-Feed, dan livestream), UMKM dapat melakukan penjualan langsung dan membangun komunitas pengikut. Intinya, platform seperti TikTok memungkinkan pemasaran yang luas dan murah – UNIKOM bahkan menyebut TikTok sebagai “salah satu alat digital marketing paling kuat dan murah saat ini”. Namun perlu diingat, kunci sukses tetap pada kreativitas konten dan konsistensi dalam mem-posting.

Membangun Branding Produk yang Kuat

Selain promosi digital, setiap bisnis perlu menciptakan identitas merek (branding) yang unik. Branding produk adalah proses menciptakan identitas khusus yang membedakan produk/jasa dari kompetitor. Ini bukan sekadar logo atau nama saja, melainkan keseluruhan pengalaman yang dirasakan konsumen saat berinteraksi dengan produk. UNIKOM menegaskan, branding penting untuk menciptakan kepercayaan dan nilai lebih di mata konsumen. Produk dengan branding kuat memungkinkan UMKM menetapkan harga premium dan mengurangi perang harga. Selain itu, konsumen yang terhubung secara emosional pada sebuah brand cenderung menjadi pelanggan setia.

Beberapa elemen fundamental branding yang dipelajari peserta INBISKOM antara lain:

Brand Identity: Cakupan visual dan verbal seperti logo, palet warna, tipografi, dan suara merek (tone of voice). Konsistensi penerapan identitas ini di semua media meningkatkan pengenalan merek oleh konsumen.

Brand Positioning: Cara sebuah brand ditempatkan di benak konsumen relatif terhadap pesaing. Positioning menjelaskan keunikan nilai yang ditawarkan produk kita.

Brand Personality: Karakteristik manusiawi yang melekat pada brand, misalnya ‘friendly’ atau ‘inovatif’. Ini membantu konsumen terhubung secara emosional.

Brand Promise: Janji pengalaman yang konsisten kepada konsumen. Memenuhi janji ini membangun kepercayaan (trust) dan kredibilitas merek.

Dengan elemen branding yang kuat di atas, brand akan mudah dikenali dan diingat (brand awareness tinggi). Misalnya, kitakan lebih percaya produk dengan logo profesional dan desain kemasan menarik, karena hal itu menambah persepsi nilai. INBISKOM mengajarkan cara menceritakan brand story yang menarik, mulai dari cerita pendiri hingga nilai-nilai perusahaan, sehingga tercipta ikatan emosional dengan konsumen. Kombinasi cerita (storytelling), visual identitas konsisten, dan tone komunikasi yang sesuai juga dipraktikkan agar brand kita punya kepribadian unik di mata pasar.

Sinergi Digital Marketing dan Branding

Pemasaran digital dan branding saling berkaitan. Konten digital yang dipromosikan harus mencerminkan identitas brand agar pesan konsisten. Inbiskom menekankan agar setiap kampanye digital tak hanya mempromosikan fitur produk, tetapi juga memperkuat citra merek. Misalnya, melalui media sosial kita tidak hanya iklan, tapi juga berbagi kisah di balik produk, testimoni pelanggan, atau video behind-the-scenes yang menunjukkan nilai dan keunikan brand. Hal ini selaras dengan strategi content marketing yang meningkatkan otoritas brand.

Dukungan program lain seperti Business Matching dan P2MW juga memperkuat sinergi ini. Melalui business matching, wirausahawan muda berkesempatan bertemu investor dan mitra potensial yang bisa membantu branding dan pemasaran produk mereka. Sementara itu, program P2MW memberikan pendampingan dan dana hibah bagi mahasiswa yang ingin menguji serta mengembangkan ide usahanya. Pendanaan ini bisa digunakan misalnya untuk riset pasar digital atau mendesain kemasan inovatif, yang keduanya penting dalam menghadirkan produk yang sesuai keinginan pasar.

Kesimpulan

Berkat pembinaan di INBISKOM Unikom, mahasiswa wirausaha mendapat gambaran lengkap bagaimana digital marketing dan branding bekerja bersama. Pemasaran digital membuka pintu ke pasar luas dengan biaya terjangkau, sementara branding kuat menciptakan hubungan emosional dan kepercayaan konsumen. Kedua elemen ini mempercepat pertumbuhan bisnis: konten daring membantu produk dikenal lebih luas, dan identitas merek mempermudah konsumen mengenali produk kita di antara banyak pilihan. Untuk pelaku usaha di bidang otomotif seperti suku cadang motor atau aksesoris mobil, misalnya, strategi ini berarti membuat konten menarik soal fitur produk sekaligus menjaga citra profesional brand. Dengan pemahaman serta implementasi teknik-teknik digital marketing (termasuk penggunaan TikTok atau Instagram) dan aturan branding yang dipelajari di INBISKOM, mahasiswa diharapkan bisa membangun usaha yang sukses dan tahan lama. Selalu ingat, inovasi konten dan adaptasi teknologi adalah kunci agar produk kita tidak hanya “kekinian”, tetapi juga dikenal luas dan tetap dipercaya pelanggan di era digital yang dinamis.

Penulis: Aa Ridwan Fauzi

Referensi: UNIKOM, “Membangun Kewirausahaan Digital yang Terintegrasi dengan Digital Marketing, Business Matching, P2MW, dan Kreasi Produk” (2025); UNIKOM, “Strategi Branding Produk untuk UMKM di Era Digital: Membangun Identitas yang Kuat dalam Persaingan Global” (2025); UNIKOM, “Menggali Potensi TikTok: Inovasi Digital Marketing untuk Usaha Mikro di Era Digital” (2025).