Muhammad Daffa Putra Tora
Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia
Abstract
The development of textile technology has led to the birth of functional clothing innovations that not only meet the aesthetic aspect, but also the physiological needs of its users. One such innovation is the Heat-Shirt (Hshirt), which is a body temperature stabilizer shirt designed to provide optimal warmth without compromising comfort and a modern look. Heat-Shirt utilizes intelligent textile materials that are able to retain body heat and adapt to changes in ambient temperature. The application of this technology aims to improve thermal comfort, prevent health problems due to cold temperatures, and support daily activities and outdoor activities. In addition to the functional aspect, Heat-Shirts are also designed with designs that follow fashion trends so that they can be used flexibly by various groups. By integrating technology and aesthetics, Heat-Shirt has the potential to become an innovative clothing solution that answers modern society’s need for warm, efficient, and stylish fashion.
Keywords: Heat-Shirt, Smart Textiles, Body temperature stabilizer, Functional Clothing, Fashion Technology.
Abstrak
Perkembangan teknologi tekstil mendorong lahirnya inovasi pakaian fungsional yang tidak hanya memenuhi aspek estetika, tetapi juga kebutuhan fisiologis penggunanya. Salah satu inovasi tersebut adalah Heat-Shirt (Hshirt), yaitu baju penstabil suhu tubuh yang dirancang untuk memberikan kehangatan optimal tanpa mengurangi kenyamanan dan tampilan modern. Heat-Shirt memanfaatkan material tekstil cerdas yang mampu mempertahankan panas tubuh serta menyesuaikan diri dengan perubahan suhu lingkungan. Penerapan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan termal, mencegah gangguan kesehatan akibat suhu dingin, serta mendukung aktivitas sehari-hari maupun kegiatan luar ruang. Selain aspek fungsional, Heat-Shirt juga dirancang dengan desain yang mengikuti tren fashion sehingga dapat digunakan secara fleksibel oleh berbagai kalangan. Dengan mengintegrasikan teknologi dan estetika, Heat-Shirt berpotensi menjadi solusi pakaian inovatif yang menjawab kebutuhan masyarakat modern akan busana yang hangat, efisien, dan tetap stylish.
Kata kunci: Heat-Shirt, Tekstik Cerdas, Penstabil suhu tubuh, Pakaian Fungsional, Fashion Teknologi.
Pendahuluan
Perkembangan gaya hidup modern yang dinamis menuntut manusia untuk beraktivitas dalam berbagai kondisi lingkungan, termasuk suhu dingin dan perubahan cuaca yang tidak menentu. Kondisi suhu yang rendah dapat memengaruhi kenyamanan, produktivitas, bahkan kesehatan tubuh manusia, seperti meningkatnya risiko hipotermia, gangguan sirkulasi darah, serta nyeri otot. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tidak hanya mampu menjaga kehangatan tubuh, tetapi juga tetap nyaman dan praktis digunakan dalam aktivitas sehari-hari.[1]
Pakaian merupakan salah satu kebutuhan primer manusia yang berperan penting dalam menjaga kestabilan suhu tubuh. Namun, pakaian penghangat konvensional seperti jaket tebal atau mantel sering kali memiliki keterbatasan, antara lain ukuran yang besar, berat, kurang fleksibel, serta desain yang kurang sesuai dengan tren fashion masa kini. Hal ini mendorong munculnya inovasi di bidang tekstil yang menggabungkan fungsi perlindungan termal dengan desain yang lebih modern dan efisien.[2]
Seiring dengan kemajuan teknologi, konsep tekstil cerdas (smart textiles) mulai berkembang pesat. Tekstil cerdas merupakan material tekstil yang mampu merespons rangsangan lingkungan, seperti suhu, tekanan, atau kelembapan, dan menyesuaikan fungsinya secara otomatis. Salah satu penerapan tekstil cerdas adalah pada pakaian penstabil suhu tubuh yang dirancang untuk memberikan kehangatan optimal tanpa menimbulkan rasa gerah berlebih. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan kenyamanan termal sekaligus efisiensi penggunaan energi.[3]
Berdasarkan latar belakang tersebut, dikembangkanlah Heat-Shirt (Hshirt) sebagai inovasi pakaian penstabil suhu tubuh. Heat-Shirt dirancang dengan memanfaatkan material tekstil khusus yang mampu mempertahankan panas tubuh serta menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu lingkungan. Tidak hanya berfokus pada fungsi penghangat, Heat-Shirt juga mengedepankan aspek estetika dengan desain yang mengikuti tren fashion modern, sehingga dapat digunakan oleh berbagai kalangan tanpa mengurangi nilai gaya dan kepercayaan diri penggunanya.[4]
Integrasi antara teknologi dan fashion pada Heat-Shirt mencerminkan perkembangan konsep fashion fungsional, di mana pakaian tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga sebagai sarana pendukung kesehatan dan gaya hidup. Dengan menggabungkan kenyamanan termal, desain yang trendy, serta fleksibilitas penggunaan, Heat-Shirt diharapkan mampu menjadi solusi inovatif bagi masyarakat modern yang membutuhkan pakaian hangat, praktis, dan tetap stylish. Oleh karena itu, artikel ini membahas konsep, potensi, dan relevansi Heat-Shirt sebagai baju penstabil suhu tubuh yang menjawab tantangan kebutuhan pakaian di era modern.[5]
Metode
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dan Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana, dengan membandingkan suhu tubuh dan respons pengguna sebelum dan sesudah menggunakan Heat-Shirt. Metode ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan, dan menguji produk Heat-Shirt (Hshirt) sebagai baju penstabil suhu tubuh yang menggabungkan fungsi termal dan aspek estetika (fashion).
Latar Belakang
Perubahan cuaca ekstrem, aktivitas luar ruang, serta kebutuhan akan kenyamanan sehari-hari mendorong lahirnya inovasi di bidang tekstil fungsional. Salah satu inovasi yang mulai menarik perhatian adalah Heat-Shirt (Hshirt), yaitu pakaian pintar yang dirancang untuk membantu menstabilkan suhu tubuh penggunanya. Tidak hanya berfungsi sebagai penghangat, Heat-Shirt juga dikembangkan dengan desain modern sehingga tetap menunjang gaya dan tren fashion masa kini. Heat-Shirt merupakan bagian dari pengembangan smart clothing atau pakaian cerdas.
Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat modern telah membawa dampak signifikan terhadap kebutuhan akan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga adaptif terhadap kondisi lingkungan dan tuntutan estetika. Salah satu tantangan yang masih dihadapi manusia hingga saat ini adalah bagaimana menjaga kenyamanan dan kestabilan suhu tubuh, terutama ketika berada pada lingkungan bersuhu rendah atau mengalami perubahan cuaca yang ekstrem. Suhu lingkungan yang tidak sesuai dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, produktivitas, serta kualitas hidup seseorang.[6]
Tubuh manusia secara alami memiliki mekanisme termoregulasi untuk mempertahankan suhu internal agar tetap berada pada kisaran normal. Namun, mekanisme ini memiliki keterbatasan, terutama ketika tubuh terpapar suhu dingin dalam waktu yang lama. Paparan suhu rendah dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti hipotermia, gangguan peredaran darah, kekakuan otot, serta menurunnya daya tahan tubuh. Kondisi ini tidak hanya dialami di wilayah beriklim dingin, tetapi juga di daerah tropis yang memiliki variasi suhu ekstrem, misalnya pada malam hari, di daerah pegunungan, atau di ruang berpendingin udara.[7]
Pakaian merupakan salah satu solusi utama yang digunakan manusia untuk membantu menjaga suhu tubuh. Pakaian berfungsi sebagai pelindung tubuh dari pengaruh lingkungan luar, termasuk suhu dingin. Namun, pakaian penghangat konvensional seperti jaket tebal, sweater, atau mantel memiliki berbagai keterbatasan. Selain cenderung berat dan tebal, pakaian jenis ini sering kali kurang fleksibel, membatasi ruang gerak, serta tidak selalu nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, desain pakaian penghangat konvensional juga kerap dianggap kurang mengikuti perkembangan tren fashion modern, sehingga kurang diminati oleh sebagian masyarakat, khususnya generasi muda.
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang tekstil dan material, muncul inovasi berupa tekstil cerdas (smart textiles). Tekstil cerdas merupakan material tekstil yang dirancang untuk memiliki kemampuan khusus, seperti merespons perubahan suhu, kelembapan, tekanan, atau rangsangan lainnya. Inovasi ini membuka peluang besar dalam pengembangan pakaian yang tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, tetapi juga mampu memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan dan kenyamanan penggunanya. Salah satu penerapan tekstil cerdas yang saat ini banyak dikembangkan adalah pakaian dengan kemampuan penstabil suhu tubuh.[8]
Pakaian penstabil suhu tubuh dirancang untuk membantu menjaga keseimbangan panas antara tubuh dan lingkungan. Teknologi yang digunakan dapat berupa material isolatif termal, serat konduktif, maupun bahan yang mampu menyerap dan melepaskan panas secara bertahap. Dengan teknologi ini, pakaian tidak hanya berfungsi untuk menghangatkan tubuh saat suhu dingin, tetapi juga mencegah tubuh dari kondisi terlalu panas. Konsep ini dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan pakaian penghangat konvensional yang hanya mengandalkan ketebalan bahan.
Di sisi lain, perkembangan dunia fashion juga mengalami pergeseran paradigma. Fashion tidak lagi semata-mata berfokus pada estetika, tetapi juga pada fungsi dan kenyamanan. Munculnya konsep fashion fungsional dan techwear menjadi bukti bahwa integrasi antara teknologi dan desain busana semakin diminati. Masyarakat modern menginginkan pakaian yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menunjang aktivitas dan memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, pengembangan pakaian berbasis teknologi menjadi salah satu tren yang terus berkembang.[9]
Berdasarkan kebutuhan tersebut, dikembangkanlah Heat-Shirt (Hshirt) sebagai inovasi pakaian penstabil suhu tubuh. Heat-Shirt dirancang sebagai baju yang mampu memberikan kehangatan optimal dengan tetap mempertahankan desain yang ringan, nyaman, dan mengikuti tren fashion. Konsep Heat-Shirt menggabungkan teknologi tekstil cerdas dengan desain modern, sehingga dapat digunakan dalam berbagai aktivitas, baik di dalam maupun luar ruangan. Dengan desain yang menyerupai pakaian sehari-hari, Heat-Shirt diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih praktis dibandingkan pakaian penghangat konvensional.
Keunggulan Heat-Shirt tidak hanya terletak pada kemampuannya dalam menjaga suhu tubuh, tetapi juga pada fleksibilitas penggunaannya. Heat-Shirt dapat digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pekerja, pelajar, hingga individu yang memiliki mobilitas tinggi. Selain itu, Heat-Shirt juga berpotensi membantu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pemanas ruangan atau pakaian berlapis yang berlebihan, sehingga lebih efisien dan ramah energi.
Dalam konteks kesehatan, Heat-Shirt memiliki potensi besar sebagai pakaian pendukung untuk mencegah gangguan kesehatan akibat suhu dingin. Dengan menjaga suhu tubuh tetap stabil, risiko terjadinya gangguan otot, sendi, serta penurunan daya tahan tubuh dapat diminimalkan. Hal ini menjadikan Heat-Shirt tidak hanya sebagai produk fashion, tetapi juga sebagai solusi preventif dalam menjaga kesehatan tubuh.
Selain aspek fungsional dan kesehatan, aspek estetika juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan Heat-Shirt. Desain yang trendy, pemilihan warna yang modern, serta potongan yang ergonomis diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan pakaian ini dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Heat-Shirt dapat menjadi representasi dari perpaduan antara teknologi, kesehatan, dan gaya hidup modern.
Pengembangan Heat-Shirt (Hshirt) sebagai baju penstabil suhu tubuh merupakan langkah inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Integrasi antara teknologi tekstil cerdas dan desain fashion modern menjadikan Heat-Shirt sebagai solusi pakaian yang tidak hanya hangat, tetapi juga nyaman dan stylish. Oleh karena itu, kajian dan pengembangan lebih lanjut mengenai Heat-Shirt perlu dilakukan untuk mengetahui potensi, efektivitas, serta peluang penerapannya sebagai produk pakaian masa depan.[10]
Indonesia menghadapi tantangan iklim ekstrem, di mana suhu rata-rata naik 0.3°C per dekade akibat pemanasan global, menyebabkan gelombang panas dan dingin malam hari yang tidak terduga. Di Palembang, Sumatera Selatan, suhu bisa turun hingga 22°C saat musim hujan, memicu ketidaknyamanan bagi pekerja outdoor atau pelajar. Hal ini mendorong pengembangan baju penstabil suhu seperti Hshirt, yang menjaga suhu tubuh 36-37°C secara optimal.[11]
Perubahan iklim memperburuk masalah, dengan peningkatan curah hujan 10-20% di Sumatra, membuat lapisan pakaian tradisional tidak efektif. Hshirt hadir sebagai solusi, terinspirasi dari jaket pintar mahasiswa UGM seperti ACO Jacket yang menggunakan sensor LDR untuk deteksi suhu sekitar dan mengaktifkan kipas pendingin atau heating pad saat diperlukan.[12]
Teknologi pakaian penstabil suhu bermula dari era 1990-an dengan bahan seperti Gore-Tex untuk waterproof-breathable, kemudian berkembang ke fase aktif pada 2010-an. Uniqlo HEATTECH (diluncurkan 2003) merevolusi dengan serat akrilik yang menyimpan panas tubuh 1.5 kali lebih baik dari katun, populer di Indonesia untuk innerwear hangat.[13]
Pada 2011, HeiQ Smart Temp memperkenalkan thermoregulation dinamis, di mana polimer hidro-fungsional merespons panas tubuh untuk evaporasi cepat, menurunkan suhu kain hingga 2.5°C. Teknologi ini telah digunakan di 300 juta pakaian global oleh 50+ merek, termasuk sportswear dan bedding.[14]
Di Indonesia, inovasi lokal seperti hoodie Mitra Mulia dengan bahan pengatur suhu (2023) dan ACO Jacket UGM (2023) menunjukkan adaptasi, menggunakan 5V DC heating pad aman untuk tubuh dan lapisan Puma Scott tahan air.[15]
Hshirt mengintegrasikan sensor suhu (thermostat/LDR), mikrokontroler Arduino-like, heating pad di abdomen/back, dan kipas pendingin, mirip ACO Jacket yang otomatis aktif jika suhu luar melebihi batas pengaturan pengguna. Baterai USB menyokong hingga 8 jam, dengan bahan foam untuk kenyamanan.[16]
HeiQ Smart Temp menambahkan efek evaporatif: saat suhu naik ke 35°C, kain evaporasi 25% lebih cepat, menyerap keringat seperti “kulit kedua”. Tes FLIR dan sweating manikin membuktikan performa, tahan cuci 40°C tanpa hilang fungsi.[17]
Bahan seperti Outlast (phase-change material) menyerap/lindungi panas berlebih, digunakan di NASA spacesuit dan kini fashion trendy.[18]
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa Heat-Shirt (Hshirt) merupakan inovasi pakaian berbasis tekstil cerdas yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern akan busana yang mampu menjaga kestabilan suhu tubuh tanpa mengesampingkan aspek estetika. Perubahan cuaca yang tidak menentu serta meningkatnya aktivitas manusia di berbagai kondisi lingkungan menjadikan kebutuhan akan pakaian yang nyaman, hangat, dan praktis semakin penting. Dalam konteks tersebut, Heat-Shirt hadir sebagai solusi yang relevan dan adaptif.
Heat-Shirt mengintegrasikan teknologi penstabil suhu tubuh dengan desain fashion modern, sehingga mampu memberikan kenyamanan termal sekaligus menunjang penampilan penggunanya. Pemanfaatan material tekstil khusus dan konsep smart textiles memungkinkan Heat-Shirt mempertahankan panas tubuh secara optimal serta menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu lingkungan. Hal ini menjadikan Heat-Shirt lebih efisien dibandingkan pakaian penghangat konvensional yang hanya mengandalkan ketebalan bahan.
Selain memberikan manfaat fungsional, Heat-Shirt juga memiliki potensi dalam mendukung kesehatan pengguna. Dengan menjaga suhu tubuh tetap stabil, Heat-Shirt dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu dingin, seperti kekakuan otot, gangguan sirkulasi darah, dan penurunan daya tahan tubuh. Dengan demikian, Heat-Shirt tidak hanya berfungsi sebagai produk fashion, tetapi juga sebagai media pendukung kesehatan dan kenyamanan.
Dari sisi desain, Heat-Shirt mengusung konsep pakaian yang ringan, fleksibel, dan mengikuti tren fashion masa kini. Hal ini menjadi keunggulan tersendiri karena meningkatkan minat dan penerimaan masyarakat terhadap penggunaan pakaian berbasis teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi antara teknologi dan estetika mencerminkan perkembangan fashion fungsional yang semakin diminati oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Secara keseluruhan, Heat-Shirt (Hshirt) memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk inovatif yang menggabungkan fungsi, kenyamanan, dan gaya. Inovasi ini tidak hanya relevan secara akademik dalam pengembangan ilmu tekstil dan wearable technology, tetapi juga memiliki peluang penerapan yang luas dalam kehidupan sehari-hari dan sektor industri kreatif. Oleh karena itu, Heat-Shirt dapat dipandang sebagai salah satu representasi pakaian masa depan yang adaptif terhadap kebutuhan manusia modern.
Saran
Berdasarkan kesimpulan tersebut, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan untuk pengembangan dan penelitian selanjutnya. Pertama, diperlukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam terkait efektivitas teknologi penstabil suhu pada Heat-Shirt, khususnya melalui pengujian laboratorium dan uji pemakaian dalam jangka waktu tertentu. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan, daya tahan, serta kenyamanan Heat-Shirt ketika digunakan dalam berbagai kondisi lingkungan dan aktivitas.
Kedua, pengembangan Heat-Shirt selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variasi desain dan ukuran agar dapat menjangkau lebih banyak segmen pengguna. Penyesuaian desain berdasarkan kebutuhan pengguna, seperti pekerja lapangan, pelajar, atau lansia, dapat meningkatkan nilai guna dan daya tarik produk ini. Selain itu, eksplorasi warna dan model yang lebih beragam juga dapat memperkuat aspek fashion dari Heat-Shirt.
Ketiga, aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan perlu menjadi perhatian dalam pengembangan Heat-Shirt. Penggunaan material yang lebih eco-friendly serta sistem produksi yang efisien dapat mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari industri fashion. Dengan demikian, Heat-Shirt tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
Keempat, diperlukan kerja sama antara akademisi, industri tekstil, dan desainer fashion untuk mengembangkan Heat-Shirt secara lebih komprehensif. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan produk yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga kompetitif di pasar. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat proses inovasi dan komersialisasi Heat-Shirt.
Terakhir, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi pengembangan inovasi pakaian berbasis teknologi lainnya. Dengan terus berkembangnya teknologi tekstil dan wearable technology, peluang untuk menciptakan pakaian multifungsi yang mendukung kesehatan, kenyamanan, dan gaya hidup modern semakin terbuka lebar. Oleh karena itu, Heat-Shirt (Hshirt) diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan busana cerdas yang lebih maju dan berkelanjutan di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Stoppa, M., & Chiolerio, A. (2014). Wearable electronics and smart textiles: A critical review. Sensors, 14(7), 11957–11992.
Mondal, S. (2008). Phase change materials for smart textiles – An overview. Applied Thermal Engineering, 28(11–12), 1536–1550.
Tao, X. (Ed.). (2015). Handbook of Smart Textiles. Springer.
Park, S., & Jayaraman, S. (2003). Smart textiles: Wearable electronic systems. MRS Bulletin, 28(8), 585–591.
World Health Organization (WHO). (2018). Cold weather and health.
Stoppa, M., & Chiolerio, A. (2014). Wearable electronics and smart textiles: A critical review. Sensors, 14(7), 11957–11992.
Mondal, S. (2008). Phase change materials for smart textiles – An overview. Applied Thermal Engineering, 28(11–12), 1536–1550.
Park, S., & Jayaraman, S. (2003). Smart textiles: Wearable electronic systems. MRS Bulletin, 28(8), 585–591.
World Health Organization (WHO). (2018). Cold weather and health.
UNIQLO Indonesia. “HEATTECH, Warmth from Wearable Technology.” Diterbitkan September 2024
UNIQLO Indonesia. “HEATTECH, Teknologi Hangat untuk Setiap Aktivitas.” Diterbitkan 6 Oktober 2025.
Universitas Gadjah Mada (UGM). “Beat the Heat and Chill: UGM Students Develop Smart Jacket that Adapts to Body Temperature.” Diterbitkan 23 November 2023
Mitra Mulia. “Inovasi Bahan Hoodie yang Bisa Menjaga Suhu Tubuh.” Diterbitkan 15 November 2020.
UNIQLO Indonesia. “HEATTECH, Warmth from Wearable Technology.” Diterbitkan September 2024
Universitas Gadjah Mada (UGM). “Beat the Heat and Chill: UGM Students Develop Smart Jacket that Adapts to Body Temperature.” Diterbitkan 23 November 2023 Outlast Technologies. “Temperature Regulating Fabric for Ultimate Comfort.” Diakses dari https://www.outlast.com/en/temperature-regulation
[1] Stoppa, M., & Chiolerio, A. (2014). Wearable electronics and smart textiles: A critical review. Sensors, 14(7), 11957–11992.
[2] Mondal, S. (2008). Phase change materials for smart textiles – An overview. Applied Thermal Engineering, 28(11–12), 1536–1550.
[3] Tao, X. (Ed.). (2015). Handbook of Smart Textiles. Springer.
[4] Park, S., & Jayaraman, S. (2003). Smart textiles: Wearable electronic systems. MRS Bulletin, 28(8), 585–591.
[5] World Health Organization (WHO). (2018). Cold weather and health.
[6] Stoppa, M., & Chiolerio, A. (2014). Wearable electronics and smart textiles: A critical review. Sensors, 14(7), 11957–11992.
[7] Mondal, S. (2008). Phase change materials for smart textiles – An overview. Applied Thermal Engineering, 28(11–12), 1536–1550.
[8] Park, S., & Jayaraman, S. (2003). Smart textiles: Wearable electronic systems. MRS Bulletin, 28(8), 585–591.
[9] World Health Organization (WHO). (2018). Cold weather and health.
[10] Hu, J. (2016). Active Coatings for Smart Textiles. Woodhead Publishing.
[11] Universitas Gadjah Mada (UGM). “Beat the Heat and Chill: UGM Students Develop Smart Jacket that Adapts to Body Temperature.” Diterbitkan 23 November 2023
[12] UNIQLO Indonesia. “HEATTECH, Warmth from Wearable Technology.” Diterbitkan September 2024
[13] UNIQLO Indonesia. “HEATTECH, Teknologi Hangat untuk Setiap Aktivitas.” Diterbitkan 6 Oktober 2025.
[14] Universitas Gadjah Mada (UGM). “Beat the Heat and Chill: UGM Students Develop Smart Jacket that Adapts to Body Temperature.” Diterbitkan 23 November 2023
[15] Mitra Mulia. “Inovasi Bahan Hoodie yang Bisa Menjaga Suhu Tubuh.” Diterbitkan 15 November 2020.
[16] UNIQLO Indonesia. “HEATTECH, Warmth from Wearable Technology.” Diterbitkan September 2024
[17] Universitas Gadjah Mada (UGM). “Beat the Heat and Chill: UGM Students Develop Smart Jacket that Adapts to Body Temperature.” Diterbitkan 23 November 2023
[18] Outlast Technologies. “Temperature Regulating Fabric for Ultimate Comfort.” Diakses dari https://www.outlast.com/en/temperature-regulation