Efektivitas Buku Pop-Up Sensorik sebagai Media Pembelajaran Anak Disabilitas

3–4 minutes

Di era yang serba digital sekarang, banyak sekali media pembelajaran termasuk buku berbasis online, tak terkecuali media belajar untuk anak-anak, hal tersebut menjadikan buku fisik lebih jarang dibaca dan digunakan. Seperti yang kita tahu, media pembelajaran berbasis online hanya dapat diakses sebagian orang saja, berbanding terbalik dengan media yang memiliki wujud seperti buku fisik, kita dapat melihat, dan merasakan.

Meskipun demikian, tidak semua orang bisa membaca dan menikmati sebuah buku secara langsung. Bagi anak-anak yang berkebutuhan, khususnya seperti anak-anak tuna wisma, tuna rungu, dan tuna wicara, belajar melalui sebuah buku dan merasakan langsung hal-hal yang tidak bisa mereka rasakan seperti anak-anak pada umumnya adalah sebuah keinginan dan kesenangan. 

Penting bagi kita untuk peduli terhadap kebutuhan belajar setiap anak tak terkecuali. Menanamkan minat baca kepada anak-anak sama seperti menanam benih pengetahuan yang nantinya akan menjadi bekal mereka di masa depan kelak. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sebuah inovasi dalam media pembelajaran terkhusus perihal buku. Sebuah buku akan terasa seru bila kita membacanya dan mendapat interaksi yang nyata dalam buku tersebut.

Anak-anak suka buku yang bercerita, apalagi tentang sebuah tokoh yang isinya adalah petualangan. Hal tersebut menjadikan imajinasi di kepala anak-anak bermain dan ide-ide brilian muncul dengan sendirinya.  Studi terbaru menunjukkan anak lebih senang belajar dari buku cerita. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa anak-anak lebih suka buku cerita untuk menjelaskan ilmu mengenai dunia di sekitar mereka.

Salah satu jenis buku yang menyenangkan untuk dibaca adalah buku pop-up. Buku pop-up menjadi salah satu produk populer di pasar bacaan anak-anak karena dianggap efektif sebagai media pembelajaran visual dan tiga dimensi yang menarik. Menurut statistik yang tidak lengkap, pasar buku pop-up global tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sekitar 8 persen, dan ukuran pasar global diperkirakan akan mencapai $4,5 miliar pada tahun 2018. Untuk membuatnya lebih populer lagi, akan menyenangkan bila anak-anak penyandang disabilitas dapat merasakan hal yang sama.

Adanya inovasi terhadap buku pop-up agar dapat dinikmati oleh semua anak adalah dengan tahapan pembelajaran yang sederhana, yakni sensorik. Pada masa pertumbuhan dan perkembangan, masa kanak-kanak merupakan masa emas kedua bagi anak. Golden age atau fase emas merupakan tahap di mana otak anak berkembang paling pesat. Sekitar 80% otak anak berkembang antara usia 0 dan 6 tahun. Pada usia ini, segala informasi yang berkaitan dengan perkataan atau perilaku orang sekitar disebut tahap emas tumbuh kembang anak. Kebaikan dan kejahatan akan terserap seluruhnya dan menjadi dasar pembentukan karakter, kepribadian, dan kemampuan kognitif (Nurhidayah, 2020).

          Inovasi buku pop-up sensorik untuk anak disabilitas dapat berisikan hal-hal yang dapat dirasakan, misalnya tekstur benda yang belum pernah mereka lihat atau dengar sebelumnya melalui sebuah cerita. Selain memberikan kesempatan pada mereka secara langsung, ini juga dapat mengajarkan dan meningkatkan stimulus sensorik pada anak-anak disabilitas.  Tentunya buku ini dihadirkan seiring mengikuti perkembangan zaman dimana kita dapat menggabungkan teknologi digital di dalamnya melalui scan barcode yang berisikan penjelasan dengan bahasa isyarat juga huruf-huruf braille di dalam buku guna mempermudah anak-anak.

Ini merupakan solusi yang baik untuk terus mendukung proses belajar anak, termasuk anak-anak penyandang disabilitas khususnya tuna wisma, tuna rungu, dan tuna wicara. Dengan harapan buku pop-up sensorik ini dapat membantu mereka mengenal lebih jauh tentang dunianya dan mengajarkan hal-hal yang menyenangkan pula dengan merasakan yang hal yang sama dengan anak-anak lainnya.

Sumber Jurnal

Judul                           :    Sosialisasi Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Sensoris dan Motorik Anak Usia Dini

Penulis                        :    Syifa Salsabila, Ika Kania Fatdo Wardani, Nita Khoirunisa, Rifqi Amalia Putri Yahya

Tahun Terbit, Hal       :    2024, hal 2468

Nama Jurnal               :    Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPkMN)

Volume, Nomor          :    Vol. 5, No. 2

Sumber Internet

Judul                           :    Studi Ungkap Anak Lebih Senang Belajar dari Buku Cerita

Pengarang                  :    CNN Indonesia

Sumber                       : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200415203112-284-493969/studi-ungkap-sebab-anak-lebih-senang-belajar-dari-buku-cerita

Akses                           :    10 Januari 2026

Sumber Internet

Judul                           :    Riset Pasar Pop-up Book

Pengarang                  :    Joyful Printing Net

Sumber                       :    https://id.joyful-printing.org/info/pop-up-book-market-research-85891343.html

Akses                           :    10 Januari 2026