Belakangan ini, makanan manis benar-benar lagi naik daun dan jadi perbincangan banyak orang. Kalau kita scroll media sosial sebentar saja, pasti ada konten tentang dessert yang muncul. Mulai dari video review, rekomendasi tempat jajan, sampai konten sederhana yang cuma menampilkan makanan manis dengan visual yang menggoda. Fenomena ini bukan hal baru, tapi intensitasnya sekarang terasa jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Hal ini juga bukan menjadi fenomena yang aneh lagi karena hal ini akan terus berkembang ke arah yang lebih baik, apa lagi hal-hal yang berkaitan dengan makanan akan selalu di gandrungi oleh masyarakat.
Media sosial seperti TikTok dan Instagram punya peran yang sangat besar dalam membentuk tren makanan manis saat ini. Bisa kita lihat dari platfrom TikTok, misalnya, konten dessert sering masuk ke FYP karena visualnya yang menarik, mulai dari kue kue cantik dan makanan yang estetik ini akan menjadi hal yang menarik. Saat kue dibelah dan isinya meleleh, atau ketika krim terlihat lembut dan penuh, penonton langsung tergoda. Banyak orang akhirnya penasaran dan ingin mencoba makanan tersebut secara langsung. Dari sinilah tren mulai menyebar dengan cepat. Apa lagi pada saat ini ke fomo an kita selalu di uji dengan beragam konten yang selalu menarik, baik dari makanan, cafe dan masih banyak lagi.
Begitu juga dengan platfrom Instagram yang tidak kalah ramai. Foto-foto dessert dengan tampilan estetik, warna yang cantik, dan kemasan yang lucu sering menghiasi feed dan story. Bagi sebagian orang, makanan manis sekarang bukan cuma soal rasa, tapi juga soal tampilan. Dessert yang cantik sering dianggap lebih menarik dan “layak” untuk dibagikan ke media sosial. Hal ini membuat makanan manis semakin punya nilai lebih, bukan hanya sebagai makanan, tapi juga sebagai bagian dari gaya hidup.
Kaum hawa biasanya jadi salah satu kelompok yang paling cepat mengikuti tren ini. Mereka cenderung lebih update dengan makanan-makanan yang sedang viral. Tidak sedikit juga yang menjadikan mencoba dessert baru sebagai agenda sendiri, entah itu untuk sekadar menikmati atau membuat konten. Dari satu unggahan ke unggahan lain, tren makanan manis terus berkembang dan menjangkau lebih banyak orang.
Karena minat masyarakat terhadap dessert semakin tinggi, peluang usaha di bidang ini pun ikut terbuka lebar. Banyak orang yang akhirnya tertarik untuk mencoba berjualan makanan manis. Tidak sedikit yang memulainya dari rumah, dengan peralatan sederhana dan modal yang terbatas. UMKM dan usaha rumahan mulai bermunculan dan ikut meramaikan dunia kuliner, khususnya dessert, apa lagi kan dessert itu mudah digemari oleh masyarakat dan sering kali dibutuhkan pada kegiatan kegiatan yang dilakukan di masyarakat, mulai dari syukuran atau arisan biasanya itu menjadi peluang bagi seseorang yang ingin memulai berbisnis kecil kecilan.
Sebagian besar usaha rumahan ini masih menggunakan sistem PO atau pre order. Sistem ini dianggap paling aman, terutama untuk usaha yang masih baru. Dengan sistem PO, penjual bisa menyesuaikan jumlah produksi dengan pesanan yang masuk, sehingga risiko kerugian bisa diminimalkan. Selain itu, sistem ini juga memudahkan pengelolaan waktu dan bahan baku agar bisa dimaksimalkan pada saat pembelian bahan produksi dan lain-lain.
Salah satu usaha rumahan yang ikut berkembang di tengah tren makanan manis ini adalah Dressert. Dressert merupakan usaha rumahan yang fokus menjual makanan manis, khususnya kue sus. Usaha ini mulai muncul dan dikenal sekitar pertengahan tahun 2024. Jika dilihat dari usianya, Dressert memang masih tergolong baru, tetapi sudah mulai menarik perhatian para pecinta dessert.
Yang menarik dari Dressert adalah cerita awal berdirinya yang cukup sederhana. Menurut cerita pemiliknya, Dressert tidak lahir dari rencana bisnis yang matang atau target besar sejak awal. Justru, Dressert muncul dari keisengan. Pemilik Dressert memang sudah lama suka memasak, terutama membuat makanan manis. Kegiatan memasak ini awalnya hanya dilakukan untuk keluarga di rumah dan orang orang terdekat saja.
Namun, tanpa disangka, hasil masakan yang dibuat sering mendapat banyak pujian. Kue sus buatan pemilik Dressert dianggap enak, teksturnya lembut, dan isinya tidak pelit dan ini sangat berbeda dengan kue sus yang sering di temukan di lingkungan sekitar yang biasanya isinya tidak creamy, sedikit dan keras jadi hal ini membuat kue sus dressert berbeda dengan kue sus yang lain. Keluarga dan teman-teman yang mencobanya sering meminta dibuatkan lagi. Dari situ, pesanan kecil mulai berdatangan, walaupun awalnya masih sebatas orang-orang terdekat.
Seiring waktu, permintaan semakin sering datang. Dari yang awalnya hanya sekadar iseng dan hanya untuk dikonsumsi sendiri namun, akhirnya muncul keinginan untuk mencoba menjual kue sus secara lebih serius. Dengan modal yang ada dan tidak banyak dan keberanian untuk mencoba, Dressert pun mulai menerima pesanan dari luar lingkungan terdekat. Sistem PO dipilih sebagai langkah awal agar proses produksi tetap terkontrol dan sesuai dengan modal yang tidak banyak ini.
Salah satu keunggulan Dressert yang cukup menarik perhatian pembeli adalah soal harga. Kue sus dari Dressert dijual dengan harga yang ramah di kantong. Dengan ukuran kue yang cukup besar, harganya berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per buah. Harga ini tergolong terjangkau dan bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Dan jika di bandingkan dengan pesaing ini menjadi keunggulan yang nampaknya menjadi pesaing kuat.
Meskipun harganya terjangkau, Dressert tetap berusaha menjaga kualitas rasa. Bahan yang digunakan dipilih dengan baik dan terbaik yang bisa diberikan kepada para konsumen, dan proses pembuatannya dilakukan dengan penuh perhatian. Pemilik Dressert percaya bahwa kepuasan pembeli adalah hal yang paling penting, terutama untuk usaha yang masih berkembang. Karena itulah, kualitas tetap dijaga meskipun harga tidak mahal.
Saat ini, Dressert memiliki tiga varian rasa kue sus yang menjadi andalan. Varian pertama adalah vanilla. Rasa ini bisa dibilang sebagai rasa paling aman dan paling banyak disukai. Vanilla memiliki rasa yang ringan, manisnya pas, dan mudah diterima oleh semua kalangan. Banyak pembeli yang memilih varian ini karena cocok untuk siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Varian kedua adalah cookies and cream. Varian ini biasanya menjadi favorit anak-anak. Di dalam isian krimnya terdapat remahan cookies yang memberikan sensasi renyah saat dimakan. Perpaduan antara rasa manis krim dan tekstur cookies membuat varian ini terasa lebih seru dan tidak membosankan. Tidak heran jika varian ini sering dipesan untuk camilan keluarga.
Varian ketiga adalah cheese. Varian ini memiliki karakter rasa yang sedikit berbeda dibandingkan dua varian lainnya. Rasa keju yang gurih berpadu dengan manisnya krim, menciptakan keseimbangan rasa yang menarik. Banyak pembeli yang menyukai varian ini karena tidak terlalu manis dan terasa lebih “dewasa”. Varian cheese ini juga sering jadi pilihan bagi mereka yang ingin mencoba rasa yang berbeda.
Para pembeli Dressert sering disebut sebagai Sweet Tooth atau Sweetie, yaitu sebutan untuk orang-orang yang menyukai makanan manis. Menurut pemilik Dressert, para Sweetie inilah yang menjadi penyemangat utama untuk terus berkembang. Dukungan, komentar positif, dan masukan dari pembeli menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk.
Ke depannya, Dressert memiliki rencana untuk menambah varian rasa kue sus. Hal ini dilakukan agar pembeli memiliki lebih banyak pilihan dan tidak merasa bosan. Selain itu, Dressert juga berencana menghadirkan jenis makanan manis lainnya. Tidak hanya kue sus, tetapi juga dessert-dessert lain yang masih satu konsep, yaitu makanan manis rumahan dengan rasa yang enak dan harga terjangkau.
Semua informasi mengenai menu baru, jadwal PO, serta update lainnya akan dibagikan melalui media sosial, khususnya Instagram. Media sosial menjadi sarana utama Dressert untuk berkomunikasi dengan pembeli. Bagi para pecinta dessert yang ingin selalu update, bisa mengikuti akun Instagram Dressert di @dres.sert agar tidak ketinggalan informasi terbaru.
Selain pengembangan menu, Dressert juga memiliki rencana besar untuk ke depannya. Menurut pemiliknya, pada tahun depan Dressert berharap bisa mulai berjualan secara offline di hari-hari tertentu. Dengan adanya penjualan offline, pembeli bisa lebih mudah membeli kue tanpa harus menunggu PO dibuka. Hal ini tentu akan menjadi langkah baru yang cukup besar bagi Dressert.
Penjualan offline ini juga diharapkan bisa menjadi momen peluncuran berbagai varian baru. Dengan bertemu langsung dengan pembeli, Dressert bisa mendapatkan masukan secara langsung dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan. Pengalaman ini diharapkan bisa membantu Dressert untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas produknya.
Melihat tren makanan manis yang masih terus ramai hingga saat ini, peluang Dressert untuk berkembang masih sangat terbuka. Dengan konsep usaha rumahan, rasa yang enak, harga yang terjangkau, dan semangat untuk terus berinovasi, Dressert memiliki potensi untuk tumbuh lebih besar. Perjalanan usaha ini memang masih panjang, tetapi langkah-langkah kecil yang konsisten bisa membawa Dressert ke arah yang lebih baik.
Bagi para pecinta makanan manis, Dressert bisa menjadi salah satu pilihan dessert rumahan yang patut dicoba. Dan bagi para Sweetie, perjalanan Dressert masih akan terus berlanjut dengan berbagai kejutan manis di masa depan. Selama masih ada orang-orang yang menyukai dessert, cerita tentang makanan manis dan usaha rumahan seperti Dressert akan selalu menarik untuk diikuti.
Akun Instagram
https://www.instagram.com/dres.sert?igsh=MTg5bWY1Ynp6ejVmZQ==