Category: Uncategorized

  • singel sofa unik, nyaman dan estetik

    Pernah kebayang nggak sih, punya kursi duduk yang nggak cuma nyaman tapi juga punya desain yang “out of the box”? Nah, salah satu contohnya adalah single sofa yang aku buat di tugas kuliah ku semester 4 ini. Kursi ini terlihat memadukan elemen modern dan minimalis, cocok banget buat jadi pusat perhatian di ruangan kamu!

    Desainnya yang melengkung dengan detail pusaran lingkar di bagian dudukannya dan penyangga atau kaki kursinya yang berbentuk bola bikin kursi ini beda dari kursi-kursi biasa. Ditambah lagi, bentuk sandarannya yang melengkung memberi kesan cheerfull namun tetep elegan. Kombinasi bahan seperti alas kayu, sandaran berbentuk melingkar, dan struktur utama yang terlihat solid benar-benar mencerminkan seni fungsional. By the way, kursi ini punya cerita sendiri lo dibaliknya bersumber dari klien yang dikaji dan jadilah desain unik ini. eits tapi aku ceritain dilain waktu aja ya…

    Selain tampilannya yang unik, kursi ini juga punya nilai praktis. Cocok banget buat ditempatkan di ruang tamu, ruang kerja, atau bahkan di sudut santai favoritmu. Nggak hanya jadi tempat duduk, kursi ini bisa jadi elemen dekorasi yang mempercantik suasana ruangan.

    Desain seperti ini biasanya diminati oleh mereka yang suka dengan perabotan unik, yang nggak cuma mengutamakan fungsi tapi juga punya estetika tinggi. Jadi, kalau kamu lagi cari inspirasi untuk menata ulang ruangan, single sofa seperti ini bisa jadi pilihan sempurna buat menambah kesan artistik dan modern. Gimana, tertarik punya? hubungi nomer dibawah ini

    081219606859 (hani)

  • REVITALISASI KAWASAN BERSEJARAH (TANTANGAN ANTARA PELESTARIAN DAN MODERNISASI)

    Revitalisasi kawasan bersejarah merupakan upaya untuk “menghidupkan kembali” area yang memiliki nilai sejarah, budaya, atau arsitektur agar tetap relevan dan bermanfaat dalam konteks kehidupan modern. Intinya, proses ini mencakup cara agar tempat-tempat bersejarah yang mungkin sudah kehilangan fungsinya bisa digunakan lagi tanpa menghilangkan nilai sejarah yang dimiliki pada sebuah Kawasan yang bersejarah. Kawasan bersejarah merupakan saksi bisu perjalanan suatu peradaban, mencerminkan nilai-nilai budaya, tradisi, dan gaya hidup masyarakat pada masa lalu. Namun, seiring berjalannya waktu kawasan ini sering kali mengalami penurunan fungsi, degradasi fisik, atau bahkan terancam oleh perubahan urbanisasi dan modernisasi. Oleh karenanya  dilakukan revitalisasi sebagai solusi untuk menjaga keberlanjutan Kawasan bersejarah tersebut dan menjadikan Kawasan bersejarah tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakan saat ini.

    Revitalisasi pada Kawasan bersejarah ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga pada upaya menghidupkan kembali aktivitas  sosial, ekonomi, dan budaya di kawasan tersebut. Revitalisasi ini dilakukan bertujuan untuk menciptakan harmoni antara pelestarian warisan sejarah dan kebutuhan perkembangan modern, sehingga kawasan tersebut dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Proyek revitalisasi biasanya melibatkan banyak pihak, seperti pemerintah, warga sekitar, arsitek, hingga pelaku usaha. Semua ini dilakukan supaya kawasan tersebut tetap mempertahankan jati diri sejarahnya dan tetap berkembang sesuai kebutuhan zaman.

    Kawasan bersejarah adalah salah satu elemen penting yang mencerminkan identitas budaya suatu bangsa. Tempat-tempat ini menyimpan jejak sejarah, tradisi, dan nilai-nilai yang menjadi warisan bagi generasi mendatang. Mulai dari arsitektur unik, tata ruang yang khas, hingga cerita-cerita yang tersimpan di dalamnya, kawasan bersejarah tidak hanya menjadi saksi perjalanan waktu tetapi juga menjadi simbol kebanggaan budaya lokal. Namun, menjaga keberlanjutan kawasan bersejarah tidaklah mudah, terutama ketika dihadapkan pada tuntutan modernisasi. Di satu sisi, pelestarian kawasan ini dianggap penting untuk mempertahankan identitas budaya dan memberikan kontribusi terhadap pendidikan sejarah serta pariwisata. Di sisi lain, kebutuhan akan pembangunan infrastruktur modern sering kali menimbulkan konflik, di mana kawasan bersejarah terancam tergeser atau kehilangan keaslian karena proses adaptasi yang kurang tepat.

    pelestarian dan modernisasi ini semakin kompleks ketika mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Kawasan bersejarah harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai autentiknya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang seimbang, di mana pelestarian dapat berjalan seiring dengan inovasi yang relevan dengan kebutuhan modern. Tujuan penulisan ini adalah untuk membahas pendekatan revitalisasi yang memungkinkan harmoni antara pelestarian dan pengembangan pada Kawasan bersejarah agar tetap relevan dengan kehidupan modern.

    KONSEP PELESTARIAN DAN MODERNISASI

    PELESTARIAN

    Pelestarian sejarah pada kawasan bersejarah merupakan upaya melestarikan, memelihara, dan melindungi komponen-komponen bersejarah agar tetap terjaga keasliannya dan memungkinkan untuk diwariskan kepada generasi yang akan datang. Karena suatu kawasan bersejarah mempunyai nilai budaya, sejarah, dan estetika yang penting, maka pelestarian bertujuan untuk melestarikan ciri khasnya tanpa merusak nilai-nilai yang dikandungnya.

    Tujuan Pelestarian:

    • Menjaga keaslian dan memastikan unsur-unsur sejarah tetap asli, baik dari segi struktur, desain, dan material.
    • Pelestarian nilai sejarah, melestarikan kawasan sebagai saksi sejarah yang mencerminkan perkembangan peradaban dan kebudayaan.
    • Pelestarian estetika, menjaga daya tarik visual dan artistik suatu kawasan bersejarah sebagai bagian dari identitas budayanya.

    Metode Pelestarian:

    • Restorasi, mengembalikan suatu bangunan atau unsur bersejarah ke kondisi semula berdasarkan bukti dan dokumentasi yang ada.
    • Konsevasi, mempertahankan dan memperlambat proses kerusakan elemen-elemen sejarah agar tetap bertahan dalam kondisi saat ini.
    • Preservasi, Melindungi sepenuhnya area atau bangunan tertentu tanpa mengubah atau menambahkan fitur baru.

    MODERNISASI

    Modernisasi dalam konteks perkotaan merupakan proses modernisasi atau pengembangan suatu kawasan untuk memenuhi kebutuhan zaman, baik dari segi teknologi, infrastruktur, maupun fungsi sosial ekonomi. Terkait  kawasan bersejarah, modernisasi kerap  dilakukan untuk mengintegrasikan fungsi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa mengorbankan nilai-nilai sejarah yang ada.

    Tujuan Modernisasi:

    • Meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi masyarakat melalui pengembangan fasilitas yang lebih baik.
    • Mengoptimalkan kawasan sebagai pusat kegiatan ekonomi, seperti pariwisata, perdagangan dan budaya kreatif.

    Aspek Modernisasi yang Relevan:

    • Infrastruktur, memperbaiki bangunan sejarah tanpa mengubah bentuk bangunan aslinya,  Peningkatan fasilitas publik seperti transportasi, aksesibilitas, dan utilitas kawasan.
    • Integrasi teknologi pintar untuk mendukung pengelolaan kawasan, seperti pencahayaan hemat energi atau sistem informasi digital untuk wisatawan.
    • Fungsi Bangunan, adaptasi bangunan bersejarah untuk memenuhi kebutuhan baru.

    TANTANGAN DALAM REVITALISASI

    Revitalisasi kawasan bersejarah sering kali menghadapi berbagai tantangan yang melibatkan konflik kepentingan, aspek teknis, dan aspek sosial-budaya. Tantangan-tantangan ini harus dikelola dengan hati-hati agar revitalisasi dapat berjalan tanpa mengorbankan nilai sejarah maupun kebutuhan modern.

    1. Konflik Kepentingan

    • Pemilik lahan mungkin lebih fokus pada keuntungan pribadi, sedangkan pemerintah memiliki prioritas untuk melestarikan nilai sejarah. Pihak swasta cenderung mencari peluang bisnis, sementara masyarakat lokal mungkin menginginkan pelestarian yang lebih mencerminkan identitas mereka.
    • Mempertahankan elemen asli sering kali membatasi kebebasan desain dan mungkin bertentangan dengan kebutuhan modern, seperti penambahan infrastruktur baru atau fitur bangunan yang lebih relevan.

    2. Aspek Teknis

    • Material bangunan lama sulit untuk diperoleh atau tidak lagi diproduksi, sedangkan teknik konstruksi tradisional memerlukan keterampilan khusus yang mungkin sudah jarang dikuasai.
    • Mengubah fungsi bangunan tanpa merusak struktur atau nilai sejarahnya sering kali menjadi tantangan besar, terutama jika desain asli tidak dirancang untuk kebutuhan modern, seperti instalasi teknologi atau sistem utilitas.

    3. Aspek Sosial Budaya

    • Masyarakat lokal seringkali khawatir bahwa revitalisasi akan mengubah karakter kawasan yang mereka anggap sebagai bagian dari identitas mereka.
    • Jika revitalisasi dilakukan tanpa mempertimbangkan nilai-nilai budaya lokal, kawasan bersejarah bisa kehilangan identitasnya, berubah menjadi area yang terlalu modern dan kehilangan keterkaitan dengan sejarahnya.

    STRATEGI REVITALISASI YANG BERKELANJUTAN PADA KAWASAN BERSEJARAH

    Pendekatan Komprehensif

    Pendekatan komprehensif dalam revitalisasi kawasan bersejarah melibatkan semua pihak terkait, seperti pemerintah, masyarakat lokal, pemilik lahan, dan sektor swasta, dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan. Kolaborasi antar pihak tersebut penting untuk memastikan kepentingan dan pandangan seluruh pemangku kepentingan terwakili, sehingga proses revitalisasi dapat berjalan lancar. Selain itu, pendekatan ini juga menekankan pentingnya menyeimbangkan pelestarian dan modernisasi. Kebijakan dan rencana revitalisasi harus mampu memadukan pelestarian keaslian kawasan dengan kebutuhan infrastruktur dan fungsi modern, tanpa mengorbankan identitas sejarah yang menjadi ciri khas kawasan.

    Analisis Dampak Lingkungan

    Analisis dampak lingkungan menjadi langkah penting dalam revitalisasi kawasan bersejarah untuk memastikan proses tersebut tidak merugikan lingkungan sekitar. Setiap rencana revitalisasi perlu mengevaluasi dampaknya terhadap elemen fisik lingkungan, seperti kualitas udara, air, dan keberadaan tata ruang hijau di kawasan tersebut. Selain itu, penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan harus menjadi prioritas, dengan mengutamakan efisiensi dalam penggunaan sumber daya, pengurangan limbah konstruksi, serta pengelolaan kawasan secara ramah lingkungan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan keberlanjutan kawasan bersejarah dalam jangka panjang.

    Pemanfaatan Energi

    Pemanfaatan teknologi modern dapat menjadi pendukung proses revitalisasi kawasan bersejarah agar lebih efisien dan efektif. Teknologi seperti pemindaian 3D dapat digunakan untuk mendokumentasikan kondisi bangunan bersejarah sebelum dilakukan renovasi, sehingga memudahkan proses restorasi yang presisi. Selain itu, aplikasi simulasi dapat membantu merancang penyesuaian fungsi bangunan tanpa merusak nilai sejarahnya. Penggunaan material ramah lingkungan juga menjadi bagian penting dari pemanfaatan teknologi ini. Material inovatif, seperti cat bebas bahan kimia berbahaya atau bahan daur ulang yang menyerupai material asli, dapat mendukung pelestarian sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan di kawasan tersebut.

    Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat

    Masyarakat merupakan bagian integral dalam pelestarian kawasan bersejarah, karena tanpa dukungan mereka, upaya revitalisasi sulit untuk bertahan lama. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan kawasan bersejarah perlu ditingkatkan melalui berbagai cara, seperti lokakarya, atau program komunitas yang mengedukasi mereka tentang manfaat pelestarian, baik dari aspek budaya maupun ekonomi. Selain itu, pendidikan tentang nilai sejarah dan budaya juga penting untuk ditanamkan, terutama kepada generasi muda. Program pendidikan formal dan informal yang mengenalkan mereka pada sejarah kawasan bersejarah dapat membantu menumbuhkan apresiasi dan komitmen terhadap pelestarian kawasan tersebut sebagai bagian dari identitas bangsa.

    STUDI KASUS

    Dalam memahami revitalisasi kawasan bersejarah, penting untuk melihat contoh-contoh nyata yang berhasil maupun yang tidak berhasil. Hal ini memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan suatu proyek revitalisasi.

    Kasus Revitalisasi yang Berhasil

    Salah satu contoh sukses adalah revitalisasi Kota Tua Jakarta, yang telah mengintegrasikan pelestarian sejarah dengan pengembangan modern. Pemerintah dan pihak swasta bekerja sama untuk memperbaiki infrastruktur, melestarikan bangunan-bangunan tua, dan mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata budaya. Proses perencanaan dilakukan dengan hati-hati, dengan memperhatikan karakter autentik kawasan. Keberhasilan ini juga  didukung oleh kolaborasi antarpihak, perencanaan yang matang, serta upaya meningkatkan kesadaran masyarakat lokal tentang pentingnya kawasan tersebut sebagai bagian dari identitas budaya.

    Kasus Revitalisasi yang Tidak Berhasil

    Sebaliknya, proyek revitalisasi Kawasan Bersejarah Kairo, Mesir, menunjukkan beberapa kelemahan. Proyek ini mendapat kritik karena terlalu fokus pada modernisasi dengan mengorbankan nilai-nilai otentik kawasan. Banyak bangunan tua yang dirobohkan untuk dijadikan konstruksi modern, yang pada akhirnya menghilangkan karakter sejarah kawasan tersebut. Ketidakseimbangan antara pelestarian dan modernisasi, kurangnya partisipasi masyarakat lokal, dan perencanaan yang tidak memadai menjadi faktor utama kegagalan proyek ini. Perencanaan yang tidak memadai dan ketidakseimbangan antara pelestarian dan modernisasi menjadi penyebab utama kegagalan. Akibatnya, kawasan yang seharusnya dilestarikan sebagai warisan dunia justru kehilangan jati diri dan tidak lagi mencerminkan kekayaan sejarah yang dulu menjadi daya tarik tersendiri.

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

    • Proyek revitalisasi yang melibatkan kerjasama antara pemerintah, masyarakat lokal, dan pihak swasta cenderung lebih berhasil. Pemerintah berperan dalam pengambilan keputusan, penyediaan anggaran, dan pengawasan kebijakan, sementara pihak swasta seringkali menyediakan dana dan keahlian teknis dalam pembangunan. Masyarakat lokal, sebagai pihak yang langsung terpengaruh oleh perubahan, memiliki pengetahuan dan wawasan lokal yang berharga. Kolaborasi ini memastikan adanya keselarasan kepentingan dan dukungan bersama dalam mencapai tujuan revitalisasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, proyek revitalisasi menjadi lebih mudah diterima dan lebih mungkin untuk sukses dalam jangka panjang.
    • Perencanaan yang matang adalah fondasi dari setiap proyek revitalisasi yang sukses. Hal ini meliputi penilaian yang cermat terhadap kondisi fisik kawasan bersejarah, serta pertimbangan terhadap potensi pengembangan modern yang tetap menjaga integritas sejarah. Untuk itu, perlu ada keseimbangan yang hati-hati antara pelestarian nilai sejarah dan kebutuhan akan pembangunan modern, seperti infrastruktur, teknologi, dan fungsi-fungsi baru. Jika perencanaan tidak memperhitungkan aspek-aspek ini, maka proyek revitalisasi bisa mengarah pada kerusakan yang tidak terduga atau hilangnya karakter budaya kawasan tersebut.
    • Keberlanjutan proyek revitalisasi sangat bergantung pada ketersediaan dana yang cukup serta penggunaan sumber daya yang efisien. Tanpa dukungan finansial yang memadai, revitalisasi tidak akan berjalan sesuai rencana. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa anggaran yang disediakan mencakup seluruh tahapan revitalisasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan pasca-proyek. Selain itu, pemanfaatan sumber daya yang efektif, seperti tenaga kerja terampil dan material yang sesuai, juga akan memastikan bahwa proyek dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan.
    • Proyek revitalisasi yang melibatkan masyarakat lokal dalam prosesnya cenderung lebih berhasil, karena mereka memiliki kepentingan langsung terhadap perubahan yang terjadi di sekitar mereka. Keterlibatan masyarakat dapat dilakukan melalui forum diskusi, partisipasi dalam perencanaan, atau program-program yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian kawasan bersejarah. Ketika masyarakat memahami manfaat pelestarian dan merasa dihargai dalam proses revitalisasi, mereka lebih cenderung untuk mendukung dan merawat hasil revitalisasi tersebut. Selain itu, melibatkan masyarakat juga dapat mencegah terjadinya konflik atau penolakan terhadap perubahan yang dilakukan.
    • Teknologi memainkan peran yang semakin penting dalam revitalisasi kawasan bersejarah, karena teknologi dapat membantu mempercepat proses, meningkatkan akurasi, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Misalnya, teknologi pemindaian 3D memungkinkan pendokumentasian bangunan bersejarah secara akurat sebelum renovasi, sehingga meminimalkan risiko kerusakan pada struktur asli. Selain itu, penerapan metode pembangunan yang ramah lingkungan, seperti penggunaan material daur ulang, energi terbarukan, atau teknik konstruksi yang efisien, dapat mengurangi dampak ekologis proyek revitalisasi dan memastikan bahwa kawasan bersejarah tetap bertahan dalam jangka panjang. Penggunaan teknologi ini juga dapat meningkatkan kualitas infrastruktur yang ada tanpa mengorbankan nilai estetika atau sejarah kawasan.
  • Kisah Mistis Jalan Cadas Pangeran

    Cadas Pangeran merupakan jalan yang dibangun pada tahun 1808 pada masa Gubernur Jenderal Herman Willem berkuasa. Daendels diangkat menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda oleh Louis Napoleon Bonaparte yang tidak lain adik dari Kaisar Perancis, Napoleon Bonaparte pada 1808, seperti dilansir dari Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (Pramoedya Ananta Toer, 2006).

    Tugas penting Daendels kala itu adalah mempertahankan tanah Jawa terutama Batavia sebagai ibu kota kerajaan Belanda di Asia. Salah satu yang dilakukannya yaitu membangun akses jalan penghubung di Pulau Jawa, yaitu dari Anyer sampai Panarukan, dari barat sampai ke timur. Pada masa pembangunan Cadas Pangeran, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels memerintahkan warga Sumedang, dari Garut, Tasikmalaya, Subang dan Indramayu.

    Namun karena para warga yang membangun jalan tersebut diperlakukan seperti kerja rodi atau kerja paksa, sehingga banyak korban pekerja yang tewas karena kelaparan dan juga penyakit. Dalam bukunya, Pramoedya Ananta Toer menyebut, pembuatan jalan tersebut telah memakan jumlah korban sebanyak 5.000 orang. Namun isu kerja paksa jalan Cadas Pangeran akhirnya sampai pada telinga Pangeran Kornel, hal tersebut membuat Pangeran kornel pergi untuk mendatangi kawasan tersebut dan bertemu dengan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.

    Saat pertemuan inilah terjadi peristiwa unik yang disebut, aksi heroik Pangeran Kornel, hingga momennya diabadikan menjadi monumen yang sekarang disimpan di pintu masuk Jalan Cadas Pangeran (dari arah Bandung, menuju Sumedang). Pangeran Kornel malah menerima jabatan tangan itu dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya hendak menghunus keris di pinggang bagian kanan. Ini yang membuat bangga, karena Pangeran Kornel tidak gentar meskipun yang dihadapinya saat itu merupakan Jenderal Belanda yang dikenal bengis.

    Cadas Pangeran saat ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan poros Bandung, Sumedang, Majalengka, Cirebon. Pengendara yang melintasi jalan Cadas Pangeran akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang asri, namun jalan Cadas Pangeran dipandang berbahaya oleh pengendara karena memiliki tikungan berkelok tajam dan ada tanjakan serta turunan yang cukup curam.

    Tidak hanya itu, salah satu sisi jalannya langsung menuju jurang yang sangat tinggi dengan hamparan hutan yang lebat. Sementara di sisi lainnya, berdiri tebing cadas yang ditumbuhi banyak pepohonan rindang. Ketika malam tiba, jalan tersebut terbilang sepi, karena sangat sedikit pemukiman warga di sepanjang jalan Cadas Pangeran ini. Hal – hal mistis yang beredar membuat kesan seram dari jalan Cadas Pangeran ini menjadi lebih terasa.

    Banyak kisah kisah mistis atau mitos yang beredar di masyarakat sekitar, seperti batu nisan tanpa nama, tiga siluman dalam trisula, ular raksasa, air keramat, tempat pembuangan mayat, dan masih banyak cerita mistis lainnya.

    Cerita mistis Cadas Pangeran yang paling sering di dengar oleh warga adalah penampakan ular raksasa. Sosok ular ini muncul di dasar jurang Cadas Pangeran. Konon, ular raksasa ini merupakan siluman penjaga pusaka trisula yang dijadikan sebagai penyangga jalan Cadas Pangeran. Trisula itu disusupi tiga siluman, yaitu siluman ular, kera, dan harimau. Jika ada orang yang angkuh, sombong dan tidak mempercayai keberadaan mereka, maka orang itu akan didatangi oleh makhluk tak kasat mata tersebut.

    Di sekitar Cadas Pangeran terdapat batu nisan atau makom yang dipercaya sebagai patilasan Pangeran Kornel atau Pangeran Kusumadinata IX. Patilasan Pangeran Kornel tersebut dijadikan makam keramat oleh warga sekitar. Bahkan makam keramat itu sering di datangi oleh masyarakat di luar daerah cadas pangeran dengan tujuan untuk melihat makam keramat tersebut secara langsung.

    Bu Asih merupakan salah satu warga yang berjualan di pinggir jalan Cadas Pangeran, menurutnya jalan Cadas Pangeran ini memang terkenal dengan hal hal mistis. Banyak sekali kejadian kejadian yang tak masuk diakal. Bu asih juga mengatakan bahwa dulu kawasan Cadas Pangeran merupakan tempat pembuangan mayat dalam kasus pembunuhan, mayat tersebut dibuang di jurang. Oleh karena itu wajar jika jalan Cadas Pangeran memiliki suasana yang seram, terutama pada saat malam hari.

    “Sekitar setahun yang lalu ada sebuah mayat yang digantung di sebuah pohon dipinggir jalan. Kasus tersebut terlihat seperti bunuh diri, namun mayat tersebut adalah korban pembunuhan lalu mayatnya digantung di pohon pinggir jalan,” ucap bu Asih. Jadi dari dulu Cadas Pangeran terkenal dengan tempat pembuangan mayat, bahkan setahun yang lalu pun masih terjadi peristiwa tersebut.

    Bu Asih menambahkan bahwa dirinya mendengar tentang tukang ojek yang pernah mengalami kejadian mistis. Tukang ojek pangkalan tersebut sedang membawa seorang penumpang wanita di malam hari, tetapi pada saat di tengah perjalanan penumpang tersebut tiba- tiba menghilang.

    Namun, bu Asih sendiri tidak pernah mengalami kejadian mistis. “Saya sendiri belum pernah mengalaminya secara langsung, karena saya di warung hanya sampai sore terus pulang. Kalo suami saya pernah mengalaminya karena di warung sampai malam. Ketika di rumah suami saya sering menceritakan kejadian mistis tersebut”, ucapnya.

    “Kalo saya sering, seperti mendengar suara-suara aneh, melihat penampakan, bahkan melihat siluman ular yang menjadi mitos Cadas Pangeran. Bapak mah udah biasa lihat yang begituan jadi sudah ga takut lagi,” ucap Pak Tata suami dari ibu Asih.

    Jadi warung yang dikelola oleh pak Tata dan ibu Asih buka sampai larut malam, tapi ibu asih hanya sampai sore hari kemudian dijaga oleh pak Tata sampai larut malam. Pak Tata juga sering menjadi “penanyaan” bagi orang yang ingin ziarah ke patilasan atau makom Pangeran Kornel. Jadi orang yang ingin mengunjungi makom akan diantar oleh pak Tata. Penanyaan lebih dikenal dengan kuncen atau juru kunci.

    Saat ini pak Tata merupakan salah satu kuncen atau sesepuh di kampung Cijeruk. Namun menurutnya kuncen di daerah Cadas Pangeran saat ini memiliki reputasi kurang baik, akibat dari kasus Yana yang hilang secara misterius di Cadas Pangeran.
    Pak Tata berkata “Gara-gara kasus Yana yang dulu pernah viral, kini nama baik kuncen di daerah ini menjadi tercoreng”.

    Dulu ada kasus seseorang menghilang secara misterius di daeran Cadas Pangeran, jadi para kuncen di daerah itu ikut membantu mencarinya namun tidak kunjung ketemu. Pada akhirnya kasus itu terbongkar bahwa Yana yang hilang ditemukan di daerah Cirebon, dan kasus hilangnya itu merupakan akal-akalannya dengan melakukan prank kepada publik. Hal itu yang membuat reputasi kuncen tercoreng.

  • Berjumpa dengan arsitektur sebagai lingkungan yang lebih dekat

    Banyak orang didalam kehidupan kita tidak mengerti tentang apa itu arsitektur, kebanyakan orang yang kita tahu adalah arsitek. Arsitektur dan arsitek itu jauh sangat berbeda dan cara membedakannya yaitu  dengan kalimat “ur” di belakangnya. Arsitektur itu ilmu untuk mempelajari caranya menjadi arsitek. Arsitek itu banyak makna, salah satunya ialah orang yang sudah memiliki sertifikasi yang diakui masyarakat dan telah memiliki kode etik profesi arsitek. Perjalanan menjadi arsitek pun sangatlah Panjang sepanjang jalan kenangan. Back to the topic, arsitek itu sudah tentu harus menguasai ilmu tentang arsitektur. Arsitektur itu mencakup semua hal yang ada di muka bumi, semisal tentang lingkungan. Jika lingkungan di sekitar kita rusak, itu adalah contoh dari arsitek yang gagal dalam membangun jaringan di wilayah lingkungan. Alam yang hijau, air yang bersih, bahkan udara yang berpolusi pun bisa dikaitkan dengan dunia arsitektur. Arsitektur itu bukan hanya ilmu yang mempelajari tentang bangunan, tetapi arsitektur adalah ilmu yang berkelanjutan, ilmu yang memiliki cakupan yang sangat luas di dalam kehidupan. Arsitektur adalah lingkungan yang lebih dekat. Sedekat nadi kita.

    Arsitektur itu ilmu yang mempelajari tentang bangunan, keindahan, kekuatan pada bangunan dan juga fungsi untuk bangunan dan lingkungan secara keseluruhan. Ada kesamaan antara bangunan dan arsitektur, kesamaannya yaitu adanya kekuatan dan juga fungsi untuk bangunan itu sendiri. Sedangkan arsitektur dan bangunan memiliki perbedaan yang jauh untuk dibandingkan, arsitektur memiliki keindahan didalamnya, yang mana hal ini sangat membedakan antara arsitektur dan juga bangunan. Setiap bangunan pasti memiliki kekuatan dan juga fungsi, tapi arsitektur memiliki point kekuatan, fungsi, dan keindahan. Bangunan dan arsitektur itu berkesinambungan tapi juga memiliki perbedaan. Pembelajaran tentang keindahan itu bukan hanya ada didalam arsitektur, tapi mungkin ada pada jurusan lain.  Tetapi kita berfokus pada hal yang berkaitan dengan arsitektur. Arsitektur memiliki pembelajaran yang berkaitan dengan gambar, sehingga tidak lain dan tidak bukan, masyarakat akan menilai bahwa jurusan arsitektur pasti lulusnya jadi tukang menggambar. Pdahal belum tentu dapat pekerjaan yang langsung menjadi arsitek. Banyak jalan sebenernya tapi tentu tidak akan dinilai profesi arsitek jika pekerjaan dari lulusan arsitektur tidak lulus poin yang ada di Ikatan Arsitek Indonesia.

    Poin pengakuan dan diakui masyarakat untuk menjadi seorang arsitek sudah tercantum dalam Kode Etik Profesi, Etika Profesi merupakan tata laku beretika didalam profesi, yaitu contohnya arsitek. IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) memiliki Standar sendiri untuk mengakui profesi arsitek, ada pembahasannya tersendiri yang berjudul “Kode Etik Arsitek dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek.” Pekerjaan yang diakui oleh Ikatan Arsitek Indonesia yang pertama adalah membuat Konsep Rancangan, Kedua yaitu membuat Skematik atau Pra-rancangan, yang ketiga  ialah membuat pengembangan rancangan, yang keempat adalah membuat gambar kerja, yang kelima yaitu pengadaan pelaksana konstruksi dan yang keenam yang terakhir yaitu pengawasan berkala. Setiap poin diatas memiliki output yang berbeda-beda dan tidak bisa disamakan dalam setiap poinnya.

    Pembuatan Konsep rancangan menjadi tahap awal dalam pekerjaan karena kita harus menentukan tentang kebutuhan dan juga persyaratan yang akan dilakukan untuk tahap selanjutnya. Dalam Konsep rancangan, kita harus mengatur tentang persyaratan-persyaratan dan ketentuan pembangunan yang berlaku dan juga pertimbangan-pertimbangan seperti mekanikal, elektrikal, plumbing, lansekap, struktur. Mekanikal sendiri memiliki cabang ilmu yang lebih teliti lagi, seperti system ac (air conditioner). Elektrikal juga sama saja, memiliki ilmu tersendiri yang bisa membahas tentang system kelistrikan dan juga system elektronik. Jika dijabarkan, system elektrikal ada yang membahas tentang system penerangan dan juga system stop kontak, sementara untuk elektronik sendiri memiliki system seperti cctv dan matv, data dan telepon, fire alarm, dan sound system (system tata suara). Sementara untuk plumbing memiliki alur khusus dalam bidang perpipaan, semisal sistem air bersih, air bekas, air hujan dan juga system kebakaran. Untuk Lansekap sendiri memiliki ilmu khusus untuk mempercantik lingkungan yang ada di sekitar bangunan, semisal kita ingin membangun taman atau ruang terbuka hijau, maka nantinya kita membutuhkan tenaga kerja yang memiliki  kemampuan khusus di bidangnya seperti arsitek lansekap. Nantinya Arsitek Lansekap ini memiliki Ikatan Sendiri yaitu bernama IALI atau bisa kita sebut Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia. Lansekap ini berfocus untuk membangun jaringan yang bisa mempertahankan ruang hijau yang ada di dalam atau di luar bangunan. Sementara untuk struktur, membahas tentang kekuatan dan juga perhitungan tentang pondasi, kolom, balok dan juga bentangan lain yang akan dibangun tergantung dengan fungsi bangunan yang akan diresmikan nantinya. Tidak jarang nantinya ada juga jurusan arsitektur yang akan bekerja dalam lingkup struktur, tak jarang nantinya jurusan lain ikut membantu untuk membersamai pembangunan dapat diproses dan dikonstruksikan.

    Jurusan yang menyepelekan arsitektur itu banyak, tak jarang ketika di lapangan nantinya jurusan arsitektur akan disepelekan karena hanya bisa menggambar. Padahal jurusan arsitektur juga mempelajari tentang perhitungan bahkan banyak sekali perhitungan yang harus dikembangkan dan dijalani dalam setiap prosesnya yang terjadi nantinya. Jurusan Teknik Sipil sering sekali membuat lelucon dengan Jurusan Teknik Arsitektur karena katanya Jurusan Arsitektur gaakan bisa ngitung kolom, dan akan membuat pusing anak sipil katanya kalau ditengah bangunan gaada kolomnya. Memang perlu perhitungan untuk memasukkan kolom kedalam bangunan, maka dari itu pastinya nanti anak sipil dan anak arsitektur akan memperdebatkan beberapa hal yang diluar nalar. Tapi anak arsitektur juga tidak bisa memaksakan untuk tetap dilaksanakan imajinasinya karena nantinya aka nada jalan tengah yang akan bisa dicapai nantinya. Padahal sebelum berimajinasi, tentunya kita memikirkan hal-hal yang akan terjadi kedepannya akan seperti apa dan akan bertahan berapa lama pada fungsi bangunan tersebut.

    Semisal ada Owner (pengguna bangunan) yang akan membangun Hotel, tentu tidak akan bisa  membangun sendirian, pastinya akan ada IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau bisa disebut PBG (Persyaratan Bangunan Gedung) dan tidak akan pernah bisa  mengaturnya sendirian, aka nada keterlibatan dari pihak Lansekap, dari pihak Arsitektur, pihak Struktur, pihak Elektrikal, pihak Mekanikal dan pihak Plumbing yang akan terlibat didalam pembangunan tersebut. Nantinya akan ada kontraktor MEP (Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing) yang akan mengurusnya. Untuk Struktur nantinya ada perhitungan khusus struktur yang mana fungsinya harus bekerja sama dengan tim lain di dalam proyek agar proyek pembangunan dapat terjalin dengan baik dan sukses. Dalam pemilihan kontraktor juga nantinya akan ada tender yang akan terjadi, dengan pelelangan atau tender, nantinya akan ada pemilihan berbeda semisal dengan penunjukkan langsung oleh owner atau dengan adanya sayembara design, semuanya tergantung dari permintaan owner dan juga harus ada kesepakatan untuk dua pihak. Semisal dari penunjukkan langsung sudah siap, nantinya bakalan ada pembayaran, apakah pembayaran akan secara langsung atau langsung meminjam ke bank, dan itupun runtutannya harus secara detail, belum lagi perizinan di bank akan dipantau nantinya akan membayarnya seperti apa sistemnya.

    Untuk penataan lansekap sendiri memiliki banyak macamnya, tanaman yang akan dipilih juga banyak ragamnya, semisal tidak bisa ditanam di tanah, maka bisa dilakukan di dinnding, jika di dinding tidak bisa maka bisa dilakukan di gantung. Semuanya memiliki cara tersendiri dan ilmu tersendiri, maka dari itu cakupan dari lansekap juga sama banyaknya jika dijabarkan juga banyak dan akan sangat Panjang nantinya. Untuk itu, segala hal yang ada di dunia ini tidak bisa disepelekan karena pada dasarnya suatu ilmu itu sangatlah mahal harganya, ilmu itu sangat besar dan sangat banyak ragamnya. Tanpa ilmu, lingkungan tidak akan bisa dibentuk, tanpa ilmu kehidupan di dunia ini akan hancur dan akan terombang-ambing layaknya ombak di lautan dan air yang dalam di samudera. Kita tanpa ilmu tidak akan tahu apa-apa, kita tanpa ilmu hanyalah daun yang akan jatuh. Maka dari itu kita harus memperbanyak ilmu agar hidup kita tidak mati terbawa arus. Tapi perlu diingat, ilmu tanpa adab akan nol macamnya, adab harus sejalan dengan ilmu karena dua-duanya merupakan hal yang wajib kita tuntun dalam kehidupan agar nantinya kehidupan kita ada tujuan dan ada pencapaian. Pencapaian dalam hidup ini akan abadi dan tak akan pernah mati layaknya sang Mentari yang akan selalu muncul setiap hari. Memang capek, tapi lebih capek kalau kita tidak memiliki tujuan di dalam hidup.

    Untuk tujuan, di dalam arsitektur memiliki lingkup yang sangat banyak, sehingga nantinya jika sudah lulus, kita akan banyak melewati ketidakpastian di dalam kehidupan. Tidak semua lulusan arsitektur akan menjadi arsitek. Dan tak jarang yang menentukan semuanya tidak lain dan tidak bukan hanyalah diri sendiri yang akan menentukan, menentukan kemana arahnya akan dating. Menentukan kemana arahnya hidup ini akan berjalan. Tidak jarang lulusan arsitektur bekerja di konsultan, bahkan tidak jarang lulusan arsitektur bekerja di perusahaan kontraktor, maka dari itu lulusan arsitektur dapat banyak memilih untuk mau jadi apa nantinya jika perkuliahan di arsitektur sudah usai? Atau bahkan pertanyaan di benak sendiripun selalu muncul, bagaimana jika melanjutkan di bidang interior? atau bagaimana jika melanjutkan di bidang mekanikal? Atau bagaimana jika melanjutkan di bidang elektrikal? Atau banyak pertanyaan lainnya yang muncul di kepala tentang bagaimana kedepannya? Apakah nantinya akan menjadi arsitek? Tentu semuanya akan berjalan sejalan dengan perjuangan yang kita lakukan di detik ini, di menit ini, di jam ini, di hari ini, di minggu ini, di bulan ini, atau bahkan di tahun ini. Semua ini akan selalu ada, tentang ketakutan, tentang harapan yang akan ada di masa yang akan mendatang, atau bahkan tentang kemana arah kita melangkah dan kepada siapa nantinya kita akan berumah.

    Jika nantinya ada pembangunan, yang akan disalahkan nomor satu adalah arsiteknya jika nantinya bangunan roboh ketika terjadi gempa bumi, bagaimana strukturnya sehingga bangunannya bisa roboh, atau bagaimana bahan materialnya sampai-sampai bangunan bisa roboh, semua ini bisa dipertanggung-jawabkan asalkan ada kesepakatan di awal antara penanggung jawab dan juga pengguna bangunan di masa sebelumnya. Jika bisa tidak asal memilih konsultan untuk tender besar pembangunan karena takutnya akan ada proyek mangkrak dan proyek tidak jelas kedepannya. Dan sama saja, konsultan juga tidak bisa langsung menerima owner atau pengguna bangunan karena nantinya akan dipertanyakan kemampuan untuk membayar beberapa jenis pekerjaan yang akan dibutuhkan.

    Lingkungan sekitar juga menjadi hal yang paling penting karena nantinya satu pohon saja bisa berefek pada kehidupan di masa yang akan datang. Lingkungan alam tercipta untuk beberapa tanggapan di dalam dunia arsitektur, seorang arsitek bisa hancur reputasinya jika ia salah langkah dalam hal menebang pepohonan. Bisa jadi kita dengan pohon itu umurnya lebih tua pohon. Jadinya kita tidak bisa menebang pohon sembarangan karena nantinya akan berpolusi dan akan gersang terasa panas saat terik matahari datang. Untuk pengalaman pun bisa menjadi portofolio bagi lulusan arsitektur, dulu saat berkuliah itu sudah pernah merancang apa saja? Apa saja kebutuhan jika akan membangun bangunan A? belum lagi kita bisa menghitung RAB atau bisa disebut Rancangan Anggaran Biaya, ada juga perhitungan volume atau Bill of Quantity (BoQ) semuanya harus dipertimbangkan secara matang dan jangan sampai ada kekeliruan karena akan berefek pada bidang lain di dalam pembangunan Gedung.

    Tak jarang lulusan arsitektur dihina seperti “ah lulusan arsitektur mah cuman gambar doang.” Atau “ah kamumah lulusan arsitektur, pasti ga semuanya menjadi arsitek.” Tapinya semuanya ini telah diatur oleh yang Maha Pengatur, maka kita sebagai manusia hanya bisa berdo’a dan berusaha tentang bagaimana nantinya, kita akan menjadi apa di kehidupan selanjutnya, atau pertanyaan lain yang bisa membuat api semangat kita padam dan hilang di dalam kehidupan. Kita harus banyak berdo’a dan berusaha sekuat tenaga agar nantinya usaha kita bisa terqabul oleh Yang Maha Pencipta. Tentang pertanyaan yang dilontarkan oleh orang sekitar, harus kita jawab dengan aksi yang kita ukir di detik ini, jangan pernah menyerah terhadap lingkungan yang ada, nantinya kita akan dipeluk oleh lingkungan karena kita telah berhasil melewati badai yang ada di dalam kehidupan. Tidak boleh melupakan kepada Yang Maha Menciptakan. Kita hidup untuk hidup, lakukan sebisa mungkin tentang banyaknya tantangan dan rintangan yang ada di dalam kehidupan. Nanti kita akan bertemu di bagian kehidupan yang akan datang.

  • Tantangan dan Solusi untuk Menjaga Keberlanjutan Lingkungan Hidup

    Pendahuluan
    Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan di Bumi. Dalam beberapa dekade terakhir, dampak dari aktivitas manusia terhadap lingkungan semakin terasa, mulai dari perubahan iklim, deforestasi, hingga polusi udara dan air. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup harus menjadi prioritas bersama, baik di tingkat individu, komunitas, maupun negara. Artikel ini akan membahas tantangan-tantangan utama yang dihadapi oleh lingkungan hidup saat ini serta solusi-solusi yang dapat diimplementasikan untuk mencapai keberlanjutan lingkungan.
    Tantangan Lingkungan Hidup

    1.Perubahan Iklim
    Perubahan iklim global menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia. Aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi, telah menyebabkan peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Akibatnya, suhu global meningkat, cuaca menjadi lebih ekstrem, dan ekosistem terganggu. Fenomena ini juga menyebabkan naiknya permukaan air laut yang mengancam keberadaan daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

    2.Polusi Udara dan Air
    Polusi udara, yang sebagian besar disebabkan oleh industri, kendaraan bermotor, dan pembakaran sampah, berdampak buruk pada kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain itu, polusi air akibat limbah industri, pertanian, dan rumah tangga mengancam keberlangsungan ekosistem perairan dan mengurangi ketersediaan air bersih bagi manusia.

    3.Deforestasi dan Kehilangan Keanekaragaman Hayati
    Deforestasi, atau penggundulan hutan, terus berlangsung di banyak negara, terutama untuk membuka lahan pertanian, pertambangan, dan pembangunan infrastruktur. Hal ini menyebabkan hilangnya habitat alami bagi banyak spesies flora dan fauna, serta berkurangnya kemampuan hutan dalam menyerap karbon dioksida yang berkontribusi pada perubahan iklim.

    4.Pengelolaan Sampah yang Tidak Efektif
    Produksi sampah yang terus meningkat, ditambah dengan pengelolaan yang kurang baik, menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan. Sampah plastik yang sulit terurai mencemari lautan, dan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah dan udara.

    Solusi untuk Keberlanjutan Lingkungan

    1.Penggunaan Energi Terbarukan
    Untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan seperti energi surya, angin, hidro, dan biomassa menjadi solusi yang sangat penting. Pemerintah dan sektor swasta perlu menginvestasikan lebih banyak dalam teknologi energi bersih dan mendorong transisi ke sumber energi yang ramah lingkungan.

    2.Reboisasi dan Konservasi Alam
    Reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang menjadi langkah penting untuk mengembalikan ekosistem hutan. Selain itu, konservasi kawasan alam dan perlindungan terhadap spesies langka dan terancam punah harus menjadi prioritas. Pembangunan yang berkelanjutan harus mempertimbangkan pelestarian alam sebagai bagian dari proses perencanaan.

    3.Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik
    Edukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dan daur ulang sangat diperlukan untuk mengurangi jumlah sampah yang terbuang ke tempat pembuangan akhir. Pemerintah harus memfasilitasi infrastruktur pengelolaan sampah yang efisien, serta mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

    4.Penerapan Prinsip Ekonomi Sirkular
    Ekonomi sirkular adalah model ekonomi yang mengutamakan pemanfaatan kembali barang dan sumber daya secara maksimal, mengurangi limbah, dan meminimalkan penggunaan bahan baku baru. Dengan menerapkan prinsip ini, kita dapat mengurangi tekanan terhadap lingkungan dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam.

    5.Pendidikan dan Kesadaran Lingkungan
    Pendidikan tentang pentingnya menjaga lingkungan harus dimulai dari tingkat sekolah hingga masyarakat umum. Kesadaran masyarakat yang tinggi akan dampak negatif dari aktivitas mereka terhadap alam dapat mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi konsumsi energi, menggunakan transportasi umum, dan mendukung produk-produk yang berkelanjutan.

    Kesimpulan
    Lingkungan hidup yang sehat adalah pondasi bagi kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup di Bumi. Meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar, solusi-solusi yang ada dapat membantu mewujudkan keberlanjutan lingkungan. Dibutuhkan kerjasama yang erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menghadapi permasalahan ini. Melalui langkah-langkah konkret seperti penggunaan energi terbarukan, konservasi alam, pengelolaan sampah yang baik, dan pendidikan lingkungan, kita dapat menjaga kelestarian planet ini untuk generasi mendatang.
  • Hubungan Komunitas Squad 5Pokemon Game Mobile Legend: Dari Teman Virtual Menjadi Teman Real Life yang Berarti

    • Pendahuluan

      Dalam era digital yang semakin berkembang, game mobile telah menjadi salah satu bentuk hiburan yang paling diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Salah satu game yang berhasil menarik perhatian banyak pemain adalah Mobile Legends: Bang Bang. Game ini tidak hanya menawarkan pengalaman bermain yang seru dan menantang, tetapi juga menciptakan komunitas yang kuat di antara para pemainnya. Dalam komunitas ini, hubungan yang terjalin antara pemain sering kali dimulai sebagai teman virtual dan berkembang menjadi persahabatan di dunia nyata. Artikel ini akan membahas bagaimana hubungan komunitas dalam permainan Mobile Legends dapat mengubah interaksi sosial, dengan fokus pada ilmu komunikasi yang terlibat dalam proses tersebut, serta dampak yang ditimbulkan dalam kehidupan sehari-hari para pemain.

      Hubungan komunitas dalam game Mobile Legends sangat penting dan memiliki banyak dimensi. Pemain sering kali membentuk tim atau squad untuk bermain bersama, berbagi strategi, dan saling mendukung dalam mencapai tujuan permainan. Dalam proses ini, mereka tidak hanya berinteraksi melalui suara dan teks, tetapi juga membangun ikatan emosional yang dapat berlanjut ke luar permainan. Komunitas ini sering kali terdiri dari berbagai latar belakang, usia, dan budaya, yang menambah kekayaan pengalaman sosial. Melalui interaksi yang intens, para pemain dapat saling belajar dan memahami perspektif satu sama lain, yang pada gilirannya memperkaya pengalaman bermain mereka.
    • Hubungan Komunitas dalam Game Mobile Legends

      Hubungan komunitas dalam konteks di game Mobile Legends sangat penting. Pemain sering kali membentuk tim atau squad untuk bermain bersama, berbagi strategi, dan saling mendukung dalam mencapai tujuan permainan. Dalam game ini, setiap pemain memiliki peran yang berbeda, seperti tank, mage, marksman, dan lain-lain, yang memerlukan kerjasama yang baik untuk meraih kemenangan. Proses interaksi ini tidak hanya terbatas pada aspek permainan, tetapi juga menciptakan kesempatan untuk berbagi cerita dan pengalaman pribadi. Misalnya, seorang pemain yang berperan sebagai tank mungkin berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka menghadapi tantangan dalam hidupnya, dan hal ini dapat menjadi titik awal untuk membangun hubungan yang lebih dalam.

      Lebih jauh lagi, komunitas Mobile Legends sering kali menjadi tempat bagi pemain untuk menemukan teman yang memiliki minat dan hobi yang sama. Dalam banyak kasus, pemain yang awalnya tidak mengenal satu sama lain dapat menemukan kesamaan dalam hal musik, film, atau bahkan hobi lainnya, yang dapat memperkuat ikatan mereka. Misalnya, dua pemain yang menyukai genre musik yang sama mungkin memutuskan untuk berbagi playlist musik mereka, dan ini dapat menjadi jembatan untuk memperdalam hubungan mereka. Komunitas ini sering kali terdiri dari berbagai latar belakang, usia, dan budaya, yang menambah kekayaan pengalaman sosial. Interaksi lintas budaya ini tidak hanya memperkaya perspektif pemain, tetapi juga membantu mereka untuk lebih toleran dan memahami perbedaan satu sama lain.

      Di dalam game, komunikasi menjadi salah satu elemen kunci dalam membangun hubungan. Pemain yang berkomunikasi dengan baik akan lebih mudah berkolaborasi dan menciptakan strategi yang efektif. Misalnya, saat bermain dalam tim, jika seorang pemain memiliki ide untuk menyerang musuh dari sudut tertentu, kemampuan untuk menyampaikan ide tersebut dengan jelas akan sangat menentukan keberhasilan tim. Dalam konteks ini, komunikasi tidak hanya berbentuk kata-kata, tetapi juga melalui penggunaan emosi dan ekspresi yang dapat ditangkap oleh rekan-rekan tim. Hal ini menciptakan ikatan yang lebih dalam, di mana setiap anggota tim merasa dihargai dan terlibat dalam proses permainan.

    • Ilmu Komunikasi dalam Hubungan Virtual

      Ilmu komunikasi memainkan peran penting dalam membangun hubungan dalam komunitas game. Melalui komunikasi yang efektif, pemain dapat mengembangkan strategi, memberikan umpan balik, dan membangun kepercayaan satu sama lain. Dalam konteks Mobile Legends, komunikasi tidak hanya terjadi melalui platform permainan, tetapi juga melalui media sosial, forum, dan aplikasi tertentu. Ini menciptakan ruang bagi pemain untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan taktik, dan bahkan merayakan kemenangan bersama. Misalnya, banyak pemain yang menggunakan aplikasi seperti Discord atau WhatsApp untuk berkomunikasi secara real-time selama permainan, yang memungkinkan mereka untuk mengoordinasikan gerakan dan strategi dengan lebih efisien.

      Salah satu aspek penting dari komunikasi dalam komunitas game adalah kemampuan untuk memberikan umpan balik yang konstruktif. Pemain yang mampu memberikan kritik yang membangun dan menerima umpan balik dari rekan-rekannya akan lebih mudah membangun hubungan yang sehat dan produktif. Misalnya, jika seorang pemain melakukan kesalahan dalam permainan, rekan-rekannya dapat memberikan saran tanpa menghakimi, sehingga pemain tersebut merasa didukung dan termotivasi untuk meningkatkan keterampilannya. Ini menciptakan lingkungan yang positif di mana setiap anggota tim merasa dihargai dan berkontribusi pada kesuksesan bersama.

      Selain itu, komunikasi yang efektif juga mencakup kemampuan untuk mendengarkan dengan baik. Dalam konteks permainan, mendengarkan rekan tim dengan saksama dapat membantu menghindari kesalahpahaman dan konflik yang tidak perlu. Pemain yang mampu mendengarkan dan memahami perspektif orang lain akan lebih mampu menciptakan hubungan yang kuat dan saling mendukung. Dengan demikian, ilmu komunikasi tidak hanya menjadi alat untuk berinteraksi, tetapi juga sebagai fondasi untuk membangun hubungan yang kokoh di dalam komunitas. Hal ini penting karena komunikasi yang baik dapat meningkatkan rasa saling percaya, yang merupakan elemen penting dalam setiap hubungan.

      Komunikasi non-verbal juga berperan dalam membangun hubungan di dalam game. Walaupun komunikasi dalam game sering kali dilakukan secara verbal melalui suara, ekspresi dan reaksi pemain juga dapat memberikan informasi yang berharga. Misalnya, saat pemain menunjukkan emosi mereka melalui emotikon atau reaksi dalam game, hal ini dapat memperkuat hubungan sosial. Pemain yang saling memahami ekspresi non-verbal satu sama lain akan lebih mudah berkolaborasi dan menciptakan ikatan yang lebih dalam. Dalam konteks ini, komunikasi bukan hanya sekadar pertukaran informasi, tetapi juga proses membangun koneksi emosional yang dapat memperkaya pengalaman bermain.

    • Proses Transisi dari Teman Virtual ke Teman Real Life

      Transisi dari teman virtual menjadi teman di dunia nyata sering kali dimulai dengan interaksi yang intens dalam permainan. Pemain yang sering bermain bersama akan mulai mengenal satu sama lain lebih dalam, berbagi cerita pribadi, dan membahas minat di luar game. Proses ini tidak selalu instan, tetapi sering kali melibatkan serangkaian langkah yang bertahap. Salah satu faktor yang mempengaruhi transisi ini adalah keterbukaan dan kepercayaan. Pemain yang saling terbuka dan dapat dipercaya cenderung lebih mudah membangun hubungan yang lebih dalam. Keterbukaan dalam berbagi informasi pribadi, seperti hobi dan pengalaman hidup, dapat memperkuat ikatan emosional.

      Misalnya, seorang pemain yang merasa nyaman untuk membagikan cerita tentang keluarganya atau tantangan yang dihadapinya dalam hidup dapat menciptakan ruang bagi rekannya untuk melakukan hal yang sama. Ini menciptakan rasa saling memiliki yang kuat, yang menjadi dasar untuk hubungan yang lebih dalam. Selain itu, banyak komunitas Mobile Legends yang mengatur pertemuan offline, seperti turnamen, acara komunitas, atau sekadar berkumpul untuk bermain bersama. Pertemuan ini memberikan kesempatan bagi pemain untuk berinteraksi secara langsung dan memperkuat hubungan yang telah terjalin. Dalam konteks ini, pengalaman bermain game bersama di dunia nyata dapat menciptakan kenangan yang lebih mendalam dan memperkuat ikatan yang telah dibangun sebelumnya.

      Dukungan emosional juga menjadi faktor penting dalam proses transisi ini. Dalam banyak kasus, pemain saling memberikan dukungan emosional, baik dalam konteks permainan maupun kehidupan sehari-hari. Misalnya, jika salah satu pemain mengalami masalah pribadi, rekan-rekannya dapat memberikan dukungan moral dan motivasi, yang membuat hubungan menjadi lebih berarti. Dukungan ini tidak hanya membantu pemain yang mengalami kesulitan, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas di antara anggota komunitas. Dengan demikian, proses transisi dari teman virtual ke teman nyata bukan hanya tentang bertemu secara fisik, tetapi juga tentang membangun ikatan emosional yang lebih dalam.

      Contoh lain dari transisi ini dapat dilihat ketika sekelompok pemain memutuskan untuk menghadiri acara gaming lokal atau turnamen. Di sana, mereka tidak hanya bermain bersama, tetapi juga berbagi pengalaman, cerita, dan tawa, Seperti di Squad 5Pokemon sering mengadakan makan makan bareng di suatu tempat disaat liburan sekolah jadi yg jauh juga bisa datang. Pertemuan ini sering kali menjadi momen berharga yang memperkuat ikatan mereka. Selain itu, pengalaman bersama dalam menghadapi tantangan di turnamen dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota tim. Dalam konteks ini, transisi dari teman virtual ke teman nyata menjadi lebih berarti karena mereka tidak hanya berbagi ruang fisik, tetapi juga pengalaman yang dapat dikenang seumur hidup.

    • Manfaat dari Hubungan Komunitas

      Hubungan komunitas yang terjalin dalam game Mobile Legends menawarkan berbagai manfaat, baik bagi individu maupun komunitas secara keseluruhan. Salah satu manfaat utama adalah pengembangan keterampilan sosial. Pemain belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan konflik. Keterampilan ini sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan kerja di mana kolaborasi dan komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan. Misalnya, seorang pemain yang belajar untuk berkomunikasi dengan baik dalam tim akan lebih siap untuk menghadapi tantangan di tempat kerja, di mana mereka harus bekerja dengan berbagai macam orang.

      Selain itu, memiliki teman dalam komunitas game dapat memberikan dukungan sosial yang penting, terutama bagi mereka yang merasa terasing atau kesepian. Dalam banyak kasus, pemain yang memiliki kesulitan dalam berinteraksi di dunia nyata dapat menemukan kenyamanan dan dukungan di dalam komunitas game. Misalnya, seorang pemain yang baru saja pindah ke kota baru mungkin merasa kesepian, tetapi dengan bergabung dalam komunitas Mobile Legends, mereka dapat menemukan teman baru yang memiliki minat yang sama. Dukungan sosial ini sangat berharga dalam membantu individu mengatasi rasa kesepian dan membangun jaringan sosial yang lebih luas.

      Peluang networking juga merupakan salah satu manfaat dari hubungan komunitas. Banyak pemain yang membangun jaringan profesional melalui hubungan yang terjalin dalam game, yang dapat membuka peluang kerja atau kolaborasi di bidang lain. Misalnya, seorang pemain yang memiliki keterampilan dalam desain grafis dapat menemukan rekan tim yang memiliki bisnis yang membutuhkan jasa desain, sehingga menciptakan peluang kolaborasi yang saling menguntungkan. Dengan demikian, hubungan dalam komunitas game tidak hanya terbatas pada aspek sosial, tetapi juga dapat berkontribusi pada perkembangan karir individu.

      Lebih jauh lagi, hubungan dalam komunitas game juga dapat meningkatkan kesehatan mental. Dalam banyak kasus, bermain game dapat menjadi pelarian dari stres dan tekanan kehidupan sehari-hari. Ketika pemain memiliki teman yang mendukung, mereka dapat merasa lebih nyaman untuk berbagi perasaan dan pengalaman mereka. Misalnya, seorang pemain yang merasa tertekan karena pekerjaan dapat berbagi perasaannya dengan teman-temannya dalam game, yang dapat memberikan dukungan emosional dan membantu mereka merasa lebih baik. Ini menunjukkan bahwa komunitas dalam game tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersenang-senang, tetapi juga sebagai sumber dukungan mental yang berharga.

    • Tantangan dalam Hubungan Komunitas

      Meskipun ada banyak manfaat, hubungan dalam komunitas game juga menghadapi tantangan. Beberapa di antaranya termasuk perbedaan pendapat. Dalam komunitas yang beragam, perbedaan pendapat dapat menyebabkan konflik. Penting bagi anggota komunitas untuk belajar bagaimana mengelola perbedaan ini dengan cara yang konstruktif. Misalnya, jika dua pemain memiliki pandangan yang berbeda tentang strategi permainan, mereka harus mampu berdiskusi dan mencari solusi bersama tanpa saling menyerang. Kemampuan untuk mengelola perbedaan pendapat ini akan sangat membantu dalam menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung.

      Selain itu, keterbatasan waktu juga dapat menjadi tantangan dalam hubungan komunitas. Tidak semua pemain memiliki waktu yang sama untuk berkomitmen dalam permainan atau pertemuan offline. Ini dapat menyebabkan ketegangan dalam hubungan, terutama jika salah satu pihak merasa diabaikan. Misalnya, jika seorang pemain lebih sibuk dengan pekerjaan atau studi dan tidak dapat bermain sesering rekan-rekannya, mereka mungkin merasa terasing. Oleh karena itu, penting bagi anggota komunitas untuk saling memahami dan menghargai komitmen satu sama lain.

      Keamanan dan privasi juga menjadi isu yang perlu diperhatikan dalam berinteraksi dengan orang-orang secara online. Pemain harus berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi dan memastikan bahwa mereka berinteraksi dengan orang yang dapat dipercaya. Misalnya, seorang pemain harus menghindari membagikan informasi seperti alamat rumah atau nomor telepon kepada orang yang baru dikenal secara online. Kesadaran akan pentingnya menjaga privasi ini akan membantu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua anggota komunitas.

      Tantangan lain yang sering dihadapi adalah masalah toxic behavior atau perilaku negatif dalam komunitas. Beberapa pemain mungkin terlibat dalam perilaku yang merugikan, seperti bullying atau menghina pemain lain. Hal ini dapat menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan membuat pemain merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, penting bagi komunitas untuk memiliki aturan dan mekanisme untuk menangani perilaku semacam ini, sehingga semua anggota dapat merasa aman dan dihargai.

    • Kesimpulan

      Hubungan komunitas dalam game Mobile Legends: Bang Bang merupakan fenomena yang menarik dan kompleks. Melalui ilmu komunikasi yang efektif, pemain dapat membangun ikatan yang kuat, yang sering kali berlanjut ke dunia nyata. Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, manfaat dari hubungan ini sangat berarti, baik untuk pengembangan individu maupun untuk komunitas secara keseluruhan. Dengan memahami dinamika hubungan ini, kita dapat lebih menghargai peran game dalam membentuk interaksi sosial di era digital.

      Akhir kata, komunitas Mobile Legends bukan hanya sekadar tempat untuk bermain, tetapi juga ruang untuk membangun persahabatan yang dapat bertahan seumur hidup. Melalui pengalaman bersama, dukungan emosional, dan komunikasi yang efektif, pemain dapat menciptakan hubungan yang tidak hanya bermanfaat dalam konteks permainan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, game ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga platform untuk membangun jaringan sosial yang kuat dan saling mendukung.

      Dengan semua aspek yang telah dibahas, kita dapat menyimpulkan bahwa permainan seperti Mobile Legends tidak hanya menawarkan kesenangan dan hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk membangun hubungan sosial yang bermakna. Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, penting bagi kita untuk memanfaatkan peluang yang ada untuk membangun komunitas yang positif dan mendukung, di mana setiap individu dapat merasa dihargai dan terlibat. Melalui interaksi yang sehat dan saling mendukung, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik, tidak hanya dalam konteks permainan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
  • Penerapan Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan : BUMN PTPN IV

    Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik telah menjadi isu sentral dalam dunia bisnis, khususnya di sektor perbankan. GCG yang diterapkan secara konsisten diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor, mengurangi risiko, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Good corporate governance (GCG) kini menjadi perhatian utama dalam memastikan kinerja keuangan perusahaan yang sehat dan berkelanjut

    Menurut Fakhruddin (2014:36) , good corporate goverenance dapat diartikan
    sebagai “Suatu sistem pengurusan dan pengawasan sebuah perusahaan (the way a
    company directed and controlled)”. Pengertian ini menyiratkan luasnya cakupan tata
    kelola perusahaan dan secara tidak langsung mengangkat isu tentang pentingnya
    komitmen dan kepemimpinan Board dalam implementasi GCG

    Menurut Bank Dunia (World Bank),good corporate governance adalah kumpulan hukum,peraturan dan kaidah-kaidah yang wajib dipenuhi yang dapat mendorong kinerja sumber-sumber perusahaan bekerja secara efisien,menghasilkan nilai ekonomi jangka panjanga yang berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun masyarakat sekitar secara keseluruhan.

    Good corporate governance merupakan salah satu elemen dalam meningkatkan efisiensi ekonomi yang meliputi serangkaian hubungan antara pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan(Lestari, E. D., & Muid, D. (2011)

    Prinsip-Prinsip GCG,secara umum terdapat lima prinsip dasar dari
    good corporate governance yaitu:

    1. Transparency (keterbukaan informasi), yaitu
      keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai
      perusahaan.
    2. Accountability (akuntabilitas), yaitu kejelasan
      fungsi, struktur, sistem, dan pertanggungjawaban
      organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
    3. Responsibility (pertanggungjawaban), yaitu kesesuaian (kepatuhan) di dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta
      peraturan perundangan yang berlaku.
    4. Independency (kemandirian), yaitu suatu keadaan
      dimana perusahaan dikelola secara profesional
      tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan
      dari pihak manajemen yang tidak sesuai dengan
      peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
    5. Fairness (kesetaraan da kewajaran), yaitu perlakuan yang adil dan setara di dalam memenuhi hakhak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundangan yang berlaku

    Manfaat Good Corporate Governance

    Dari pengertian di atas pula, tampak beberapa aspek penting dari GCG yang perlu dipahami beragam kalangan di dunia bisnis,yakni:

    a. Adanya keseimbangan hubungan antara organ-organ perusahaan di antaranya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), komisaris, dan direksi. Keseimbangan ini mencakup hal-hal yang berkaitan dengan struktur kelembagaan dan mekanisme operasional ketiga organ perusahaan tersebut (keseimbangan internal)

    b. Adanya pemenuhan tanggung jawab perusahaan sebagai entitas bisnis dalam masyarakat kepada seluruh stakeholder. Tanggung jawab ini meliputi hal-hal yang terkait dengan pengaturan hubungan antara perusahaan dengan stakeholders (keseimbangan eksternal). Di antaranya, tanggung jawab pengelola/pengurus perusahaan, manajemen, pengawasan,serta pertanggungjawaban kepada para pemegang saham dan stakeholders lainnya.

    c. Adanya hak-hak pemegang saham untuk mendapat informasi yang tepat dan benar pada waktu yang diperlukan

    Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon investor untuk menentukan investasi saham. Bagi sebuah perusahaan, menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan adalah suatu keharusan agar saham tersebut tetap eksis dan tetap diminati oleh investor.Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan cerminan dari kinerja keuangan perusahaan.Informasi keuangan tersebut mempunyai fungsi sebagai sarana informasi, alat pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan, penggambaran terhadap indikator keberhasilan perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Para pelaku pasar modal sering kali
    menggunakan informasi tersebut sebagai tolak ukur atau pedoman dalam melakukan transaksi jual beli saham suatu perusahaan Badan usaha milik negara.

    Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang menjamin kesejahteraan karyawannya. Sebaliknya, karyawan yang baik juga harus mempunyai rasa memiliki (sense of belonging) dan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan tempat dirinya bekerja.Konsep rasa saling membutuhkan dan memiliki ini disebut “symbiosis mutualisme”.

    Pada awalnya, PT. Perkebunan Nusantara IV adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbentuk Perseroan Terbatas (PT) (selanjutnya disebut PTPN IV). Saat ini saham negara melalui penyertaan langsung pada PTPN IV hanya sebesar 10% saja, tidak sampai 51%, sebab PTPN IV sudah menjadi anak perusahaan dari “holding company” PT. Perkebunan Nusantara III (Persero). Dihilangkannya status tersebut dilakukan dengan mengalihkan saham milik negara pada PTPN IV kepada PTPN III sebagai induk BUMN perkebunan

    Perkebunan kelapa sawit berperan penting dalam perekonomian nasional dan memiliki potensi besar dalam pembangunan ekonomi nasional, dalam rangka mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan. Minyak kelapa sawit masih menjadi salah satu komoditas andalan Indonesia dan penyumbang devisa terbesar. Berdasarkan data Kementerian Pertanian RI, produksi kelapa sawit (minyak sawit dan inti sawit) pada tahun 2018 adalah 48,68 juta ton, terdiri dari: 40,57 juta ton minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil – CPO) dan 8,11 juta ton minyak inti sawit (Palm Kernel Oil-PKO).Jumlah produksi tersebut berasal dari: perkebunan sawit rakyat sebesar 16,8 juta ton (35%), perkebunan besar negara 2,49 juta ton (5%), dan perkebunan besar swasta 29,39 juta ton (60%)

    Sektor perkebunan adalah sektor yang sangat penting dan potensial dikembangkan dalam bidang agraria,sehingga perkebunan mempunyai peranan penting. Berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan (selanjutnya disebut UU Perkebunan), menyatakan bahwa:

    Perkebunan diselenggarakan dengan tujuan:

    a. Meningkatkan pendapatan masyarakat;

    b. Meningkatkan penerimaan negara;

    c. Meningkatkan penerimaan devisa negara;

    d. Menyediakan lapangan kerja;

    e. Meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan daya saing,

    PTPN IV sebagai anak usaha BUMN yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dan bergerak dalam bidang agroindustri perkebunan kelapa sawit, mempunyai peranan yang sangat penting dan potensial berkonstribusi kepada negara dalam pembangunan. Oleh karenanya, PTPN IV diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada pemangku kepentingan demi kesejahteraan umum.

    Adapun instrumen bagi PTPN IV untuk memberikan kontribusi kepada stakeholders (pemangku kepentingan) guna menjamin terwujudnya kesejahteraan umum adalah dengan diterapkannya good corporate governance (GCG). Selain itu, dalam penerapan GCG perlu juga menerapkan good corporate culture (GCC), karena GCG dengan GCC mempunyai hubungan yang sangat erat. Dapat dikatakan bahwa GCG merupakan sisi yang tampak dari perusahaan, yang dapat dilihat dari nilai-nilai pokok yang dirumuskan Forum GCG Indonesia tentang GCG, yaitu TIARF (Transparency, Independency, Accountability, Responsibility, dan Fairness). Sementara, good corporate culture merupakan sisi dalam, atau sisi nilai dari pengelolaan perusahaan (value). Dengan kata lain, GCC menjadi bagian hulu dari GCG dengan muatannya yang fokus pada basic value (nilai-nilai dasar) dari pengelolaan perusahaan yang kemudian diturunkan melalui sistem.”

    Good corporate culture merupakan “inti” dari organisasi perusahaan. Dapat pula dikatakan sebagai roh atau jiwa dari suatu lembaga. Lebih fokus lagi, GCC merupakan inti dari GCG. Hal ini sesuai dengan pendapat Cartwright bahwa budaya perusahaan adalah “a powerful determinant of people’s beliefs, attitudes, and behaviour.” Budaya perusahaan yang baik atau good corporate culture menjadi determinan dari tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Hal tersebut diwujudkan dengan terbentuk dan berkembangnya manajemen yang profesional, kuatnya komitmen tanggung jawab sosial dari perusahaan terhadap lingkungannya, dan semangat untuk menjaga keunggulan korporasi.”

    Perubahan ekonomi dunia saat ini berdampak langsung terhadap kondisi perekonomian rakyat Indonesia. Daya beli masyarakat terhadap kebutuhan hidup semakin melemah karena harga kebutuhan hidup semakin melambung tinggi, sedangkan pendapatan masyarakat Indonesia tidak seimbang dengan pengeluaran akan kebutuhan hidup, sehingga terjadi desakan kebutuhan ekonomi. Hal ini memicu terjadinya penyimpangan sosial. Penyimpangan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat lebih mengarah pada tindakan kriminal yang melanggar hukum. Pada kenyataannya, kehadiran PTPN IV belum dinikmati oleh semua masyarakat sehingga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya pencurian TBS kelapa sawit di perkebunan-perkebunan kelapa sawit PTPN IV.

    Secara umum, faktor-faktor penyebab terjadinya tindakan- tindakan penyimpangan sosial tersebut, yaitu:

    1. Faktor ekonomi, ini menjadi penyebab utama timbulnya penyimpangan-penyimpangan sosial di tengah masyarakat, masalah sosial yang bersumber dari faktor ekonomis seperti kemiskinan dan pengangguran.
    2. Faktor sosiologis, yaitu masalah sosial yang bersumber dari faktor sosiologis yang menyangkut kependudukan dan keharusan biologis lainnya. Kekurangan atau tergoncangnya faktor biologis ini, seperti bertambahnya umur manusia dan keharusan pemenuhan kebutuhan makanan, dapat mendorong manusia kepada tindakan- tindakan penyimpangan sosial

    Banyak ditemukan pencurian yang terjadi di seluruh aspek ruang lingkup kehidupan, tak terkecuali pada ruang lingkup perkebunan. Hal ini dikarenakan perkebunan merupakan bidang usaha yang memiliki banyak aset berharga, ditambah lagi dengan komoditas perkebunan seperti kelapa sawit yang di masa sekarang ini perkembangannya semakin pesat, sedangkan masyarakat sekitar perkebunan tidak ikut merasakan dampak kesejahteraan dari usaha perkebunan tersebut. Ini merupakan faktor daya tarik masyarakat untuk dapat memiliki aset-aset perkebunan dengan cara-cara kriminal.

    Dalam kaitannya dengan kajian ini, bahwasanya terdapat permasalahan yang harus diselesaikan di dalam PTPN IV, yaitu: terkait dengan adanya pencurian-pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada setiap kebun. Sebagaimana diketahui bahwasanya PTPN IV bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit. Saat ini, usaha kebun kelapa sawit yang dimiliki PTPN IV sebagai perpanjangan tangan negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ada sebanyak 30 (tiga puluh) unit usaha. Selain itu, juga terdapat 1 (satu) unit usaha perkebunan teh, 1 (satu) unit usaha kebun plasma kelapa sawit, dan 1 (satu) unit usaha perbengkelan.

    Perusahaan sekelas PTPN IV yang menyandang status anak usaha BUMN yang mempunyai total aset per per Desember 2017 sebesar Rp. 14,61 triliun, terdiri dari: aset lancar sebesar Rp. 1,86 triliun dan aset tidak lancar Rp. 12,75 trilun, tidak terlepas dari permasalahan- permasalahan hukum yang dihadapi.” Aset dengan nilai total lebih dari Rp. 14 triliun tersebut harus diamankan guna keherlangsungan dan keberlanjutan roda usaha perusahaan.

    Banyak anggapan masyarakat sering dilakukan oleh ninja sawit (kejahatan sederhana), namun kenyataannya pencurian oleh “ninja sawit” hanya sekitar 10% s/d 15% saja. Dalam kenyataannya, ada mafia sawit beroperasi di kebun-kebun PTPN IV yang menampung hasil dari pencuri-pencuri sawit tersebut hingga 85% s.d. 90% (kejahatan terorganisir/serius).Tindak pidana pencurian dan penggelapan TBS kelapa sawit di area PTPN IV ini bersifat massif dan dapat dikategorikan sangat genting (state of civil emergency). Pencurian dan penggelapan TBS kelapa sawit ini dapat diibaratkan sebagai penyakit kanker stadium IV yang sudah menjalar pada setiap organ penting.

    Salah satu terobosan penerapan GCG yang akan dilaksanakan pada PTPN IV untuk mengamankan aset guna meminimalisir pencurian TBS kelapa sawit adalah penerapan teknologi, informasi, dan komunikasi di PTPN IV dalam bentuk sistem aplikasi “Smart Security of Integrity”.Smart Security of Integrity akan memberikan informasi secara otomatis kepada Satuan Pengamanan apabila terdapat orang-orang yang akan atau sudah mencuri TBS kelapa sawit tersebut. Kajian ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan genting tersebut dengan menerapkan good corporate governance (GCG) pada PTPN IV dalam bidang pengamanan aset, Harapannya, minimal dapat mengurangi kejahatan pencurian dan penggelapan TBS kelapa sawit di PTPN IV.

    Aset merupakan bagian penting bagi perusahaan, tak terkecuali bagi PTPN IV. Aset perusahaan yang terjaga dengan baik memungkinkan perusahaan tersebut mampu melakukan kegiatan produksi secara terus-menerus. Sebaliknya, jika ada aset yang hilang, maka perusahaan akan merugi, dan jika dibarkan berlarut-larut tidak menutup kemungkinan akan bangkrut. Untuk itulah, PTPN IV perlu lebih serius menangani pencurian aset di wilayah kerjanya yang bisa mengancam eksistensi perusahaan berpelat merah itu. Penerapan GCG bisa menjadi salah satu solusinya.

    Persoalannya adalah good corporate governance (GCG) yang bagaimana sehingga dapat mengamankan aset PTPN IV, guna meminimalisir pencurian TBS kelapa sawit di PTPN IV Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, maka pokok pembahasan buku ini akan mengacu pada bagaimana penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di bidang pengamanan aset untuk meminimalisir pencurian Tandan Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), Corporate Governance adalah serangkaian mekanisme yang mengarahkan dan mengendalikan suatu perusahaan agar operasional perusahaan berjalan sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan (stakeholders).

    Corporate Governance adalah rangkaian proses terstruktur yang digunakan untuk mengelola serta mengarahkan atau memimpin bisnis dan usaha-usaha korporasi dengan tujuan untuk meningkatkan nilai-nilai perusahaan serta kontinuitas usaha. Good corporate governance merupakan struktur, sistem, dan proses yang digunakan oleh organ-organ perusahaan sebagai upaya untuk memberi nilai tambah perusahaan secara berkesinambungan dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya, berlandaskan moral, etika, budaya dan aturan berlaku lainnya.

    Kesimpulan

    Penerapan Good Corporate Governance (GCG) di PT. Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) merupakan langkah strategis yang krusial dalam mengatasi permasalahan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.Penerapan GCG di PTPN IV merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan memberikan manfaat bagi seluruh stakeholder. Namun, masih banyak tantangan yang harus diatasi. Dengan komitmen yang kuat dari seluruh pihak yang terlibat, penerapan GCG di Indonesia dapat berjalan lebih efektif dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan ekonomi nasional.

    ref:

    Buku Penerapan Good Corporate Governance untuk Pengamanan Aset Perusahaan oleh Dr.A.Junaedi,S.H.,M.Si.

  • The Greatest Architecture in Mesopotamia

    Written by Diva Ariella

    Humans have been in love with creating, from little games to the greatest buildings for centuries. The purpose was mainly based on what they needed to something to show off. From a temple to a mere house. Even the materials were used to show how the temple was the greatest.

    Mesopotamian innovation was started by creating the wheel — although the wheel was not only invented in Babylon. Not only wheels but Mesopotamia was also known for its cuneiform in its literature. The most popular literature in the Mesopotamia era was The Epic of Gilgamesh. The Epic of Gilgamesh was a historical literature poem about the King of Uruk, Gilgamesh, and his friend, Enkidu.

    The Epic of Gilgamesh (http://www.archaiacreations.com/)

    Furthermore, Mesopotamia has another invention. They already know the calendar and it was known as the first 12-month calendar. Mesopotamia too was the first to be known to divide time from 1 day to 24 hours, an hour to 60 minutes, to one minute to 60 seconds.

    Uruk to be known for not having any wood and stone available in the area, so they were created Terracotta (baked clay) and using it as the brick structure for their building it means they were the first to have mass brick-making and the first to create lamps and glass. They were made the brick with clay and sun-dried them. The bricks was usually flat on the bottom and curved on the top, often called plano-convex mud bricks.

    The Mesopotamians was using the mud-brick more often because of how easy they could found the material and the durability of its structure. The brick itself was made with clay, water and other materials and be dried in the sun. The brick then were held together by mud mortar and then the walls were became thick and solid, even it was a great thing in the Mesopotamia era for providing them insulation against the harsh climate.

    Mud Brick (https://www.greenprophet.com/)

    The Mesopotamia has evidence that their invention was the earliest, around 5.500 years ago. The wheels were used as a potter’s wheels and was made by solid wooden with a hole in the center. Later, in 3500-3300 BCE, the Mesopotamian people were using the wheels as their transportation and attached it to their carts to transport people and goods. The innovation was the revolution of the growth of civilizations.

    Mesopotamia Inventions (http://interestingengineering.com)

    Now, the Mesopotamian era had a lot of buildings made of jewels and rare stones to show how great the king was. We could see what the Gate of Ishtar was made of. It used over 20.000 clay bricks as the walls, and then it glazed with lapis lazuli to gold with its own story. The gate itself was decorated with over 120 sculptures of lions, flowers, and enamel yellow tiles. The path itself was paved by red and yellow stones that have an inscription of King Nebuchadnezzar. The people believed that the gates represented dragons, bulls, and lions, which means the dragon represented Marduk, the patron god of the city. The bulls represent Adad, and the Lion represents Ishtar.

    Ishtar Gate Wall – Lemonade1000

    Ishtar Gate was purposedly to protect the city of Babylon with the decoration representing the gods and goddesses of the Babylonian people. The lions that were associated with Ishtar have a role as a goddess of love, war, and fertility. Bulls that were associated with Adad were the god of weather, and dragons that were associated with Marduk were the patron deity of Babylon.

    The Ishtar Gate – Homocosmicos

    The gate itself was meant to display the power and wealth of the Babylonian Empire or to be a ritual as a procession for kings from the city to the temple. The Ishtar Gate was originally built by King Nebuchadnezzar II in the 6th century BCE and is considered one of the Wonders of the World.

    Not only the gate, Uruk has a Ziggurat. In ancient Mesopotamia, the ziggurat was a temple tower built with a pyramidal structure, with stages outside staircases and a shrine at the top of the temple. The ziggurat itself has a great means as the temple on the top of the building is closer to the heavens and has access from the ground. It was built with mud-brick construction, and the structure rose to the top with each stage smaller than the below, creating a stepped platform. Babylonian people believed that the ziggurat was a pyramid temple that connected heaven and earth. The higher platform was a place where the Mesopotamian people worshiped their god as it was called Etemenanki which means “the House of the foundation of Heaven and Earth”.

    The Ziggurat (http://www.ancient-origins.net/)

    The ziggurat itself was a place where Sumerians and Akkadian people did their religious practice as the purpose was built for worship, dedicated to the moon god, Nana. It was known that the place provided a comprehensive understanding of the governance with the guide of the religion. The Ziggurat also yielded economic aspects, political, and military, which means the governor or the king at that time lived there as the guide of the Mesopotamian people.

    We could know who has taken their part as the one who built the Ziggurat by the foundation cylinder and the royal stamp on the clay even when they were built the Ziggurat they were re-used some part of the walls. Some knows that the lowest stage were built by Ur-Engur and the above it was by Nabonidus even when we now couldn’t see what the upper part of the Ziggurat.

    The Ziggurat was made of mud brick and covered by baked bricks. With no internal chambers and usually the temple is usually square or rectangular. But even so, the Ziggurat was beautifully decorated by the tree or shrubs, known as The Hanging Gardens of Babylon. King Nebuchadnezzar created it for his beloved wife. At that time, Queen Amytis missed her homeland, which has green hills and valleys. But the Hanging Garden of Babylon was associated with Queen Semiramis, and it is also known as the Hanging Gardens of Semiramis as its alternative name.

    The Hanging Garden of Babylon (https://www.nationalgeographic.com/)

    The Hanging Garden of Babylon itself is a great invention. The question is, how can the trees bloom so beautifully? How can Babylonian people water it? The answer is that The Hanging Garden of Babylon has a great irrigation system. The water could be transferred from below the Ziggurat to the top of the Ziggurat. The creator built an irrigation system with chained pumps that take water from the Euphrates River. Still, some speculated that the water was transferred because the terrace of the Ziggurat was spiral-shaped, so it was easy to transfer water from the highest terrace.

    Despite the name being “Hanging Garden,” it was not actually a hanging garden. The garden was built on a terrace. In reality, the garden itself became a symbol of prosperity and power for Babylonian people at that time. Truthfully, the garden’s existence couldn’t be found where exactly they were. Some speculated that the garden was near the capital of the Assyrian Empire and others say that the garden was just only Greek imagination.

    Hammurabi, the King of Babylon, ordered the Babylonian people to rebuild Babylon. He asks to reconstruct the temples, city walls, public spaces, and even the canals. The Babylon urban was known for its large and wide streets, intersected at the right angle and paved with bitumen and bricks.

    Ur’s city plan (https://www.penn.museum/)

    As we can see, the area of Ur consists of 50 buildings at once, has five neighborhoods, and is centered around the local temple. The maps show who lived in the neighborhood and that they have certain names on their houses to tell who lived there and the temple in the area.

    The house itself has a courtyard type of house that was popular in that era. The residence was designed centered around an open courtyard, providing light and ventilation. The room of the house was open to the courtyard and create a private and secure living environment. The exterior of the house often had no windows to create thing more inward focus. The courtyard type of house is suitable for Mesopotamia because it was in hot and arid area. The courtyard could give a cooling effect to the convection currents and this concept has spread to influence other cities with similar climates in Middle East and North Africa.

    Some of their courtyard houses were multi-story, with rooms built on top of each other around the courtyard. The ciurtyard itself has multiple purposes to be a living space, ventilation, water collection and even a religious significance with altars and even shrines placed within it.

    Mesopotamia Houses Floor Plan – Al-Dawoud, 2006

    Conclution

    Mesopotamia left a indelible mark on human history as the cradle of civilization. The Architectural marvels, innovative technologies on its era, and their cultural heritage continue to inspire and intrigue lots of people. The Mesopotamians were the pioneers in lots of the fields, they were invented the wheel, a fundamental in revolution for transportation and trade. Their Cuneiform writing system and their timekeeping system now was still be used by a lot of us today.

    As it was written here, we know the Mesopotamians was a great builders for making a brick-mud and could transform it into a magnificent temples, city walls, or even their residence. They purposedly using the material near them and create the mud-brick under the sun and create a durable also functional structures even that withstood the test of time.

    The most iconic architectural achievement of The Mesopotamians is their Ziggurat. It was the massive stepped pyramid temple and the structure was believed to connect them to heaven and earth, serve as a sacred place to worships. Their Hanging Garden of Babylon was the another wonder of the ancient time, a testament to the Mesopotamian ingenuity in their irrigation and horticulture.

    They also excel their urban planning design by how well organized their cities with intricate networks of streets and canals. Their knowledge of hydraulic engineering allow them to control the flow of water, irrigate their fields and manage the flood risks.

    Their greatness extend far beyond its architectural and the technologies achievements. They has The Epic of Gilgamesh, the one of the world’s oldest literature. The contents was offer profound insight of the human condition, explore love, loss, and mortality. The Mesopotamians has Hammurabi too as their king who has influence the legal system throughout the history and their urban cities with his emphasis on justice and retributions.

    Mesopotamia contribution to the civilization are immeasurable from its inventions, innovations, and cultural expression that have shaped the human history. By studying the ancient time of Mesopotamia, we could gain deeper meaning and understanding of our own origins and could appreciate the remark of achievement of our ancestors.

    Source

    Woolley, C. Leonard. “The Ziggurat of Ur.” The Museum Journal XV, no. 2 (June, 1924): 107-114. Accessed November 29, 2024. https://www.penn.museum/sites/journal/1235/

    Hafford, William B.. “Mesopotamian City Life.” Expedition Magazine 60, no. 1 (May, 2018): -. Accessed November 29, 2024. https://www.penn.museum/sites/expedition/mesopotamian-city-life/

    Lloyd, S. H.F. (2019, October 30). Mesopotamian art and architectureEncyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/art/Mesopotamian-art

    Jacobsen, T. (2024, November 26). Mesopotamian religionEncyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/topic/Mesopotamian-religion