Nadya Thahara Yahya
51923154
Universitas Komputer Indonesia
1. Latar Belakang
Pengembangan media pembelajaran merupakan salah satu sarana guna membantu memudahkan proses pembelajaran. Media merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang dirancang sesuai dengan tuntutan kurikulum, karakteristik sarana serta tuntutan pemecahan masalah belajar, dan media tertentu yang telah dibuatkan formulanya. Penggunaan media akan membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Melalui penggunaan media yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran maka tujuan pembelajaran akan mudah tercapai.
Untuk itu dalam pengembangan media dapat dilakukan dengan cara pengemasan kembali informasi yang berasal dari buku-buku teks SD, modul, selain itu informasi dapat diperoleh melalui internet, majalah ilmiah, jurnal penelitian maupun lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi. Informasi-informasi tersebut kemudian dikemas ke dalam bentuk media yang relevan.
Guru sebagai pendidik dituntut agar mampu mengembangkan media pembelajaran. Media merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang dirancang sesuai dengan tuntutan kurikulum, karakteristik sarana serta tuntutan pemecahan masalah belajar, dan media tertentu yang telah dibuatkan formulanya. Penggunaan media akan membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Melalui penggunaan media yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran maka tujuan pembelajaran akan mudah tercapai.
Salah satu cara untuk membantu guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan penggunaan media pembelajaran. “Media pembelajaran menurut Aqid (2013:5) adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan merangsang terjadinya proses belajar pada siswa. Media digunakan untuk membantu terciptanya pembelajaran yang baik”.
Untuk itu dalam pengembangan media dapat dilakukan dengan cara pengemasan kembali informasi yang berasal dari buku-buku teks SD, modul, selain itu informasi dapat diperoleh melalui internet, majalah ilmiah, jurnal penelitian maupun lingkungan sekitar yang berhubungan dengan materi. Informasi-informasi tersebut kemudian dikemas ke dalam bentuk media yang relevan. (Sholeh, Muhammad. 2017)
Media pembelajaran berupa buku terlalu banyak memuat isi yang disajikan dalam bentuk paragraf sehingga membuat membaca menjadi membosankan bagi siswa (Kamila & Sukartono, 2023). Siswa enggan membaca karena gambar yang ditampilkan lebih sedikit. Sehingga guru perlu membuat inovasi yang dapat menarik minat siswa yaitu dengan Pop up Book. Pop up Book merupakan sebuah buku yang memiliki bagian yang dapat bergerak atau memiliki unsur tiga dimensi. Pop up Book adalah buku dengan elemen tiga dimensi yang menjadi hidup saat Anda membuka halamannya (Wulan & Mulyono, 2023); (Rizkiawan, Purnamasari, & Prasetyo, 2024).
Selain itu, buku Pop up Book dapat menampilkan dan menyimpan gambar-gambar indah (Fajriah et al., 2022). Dibandingkan dengan buku cerita biasa, Pop up Book lebih menambah daya baca anak karena ketika membaca pop-up book, mereka dapat berimajinasi dan berinteraksi dengan apa yang dibacanya dengan menyentuh gambar-gambar yang ditampilkan pada buku tersebut (Aidilafitri, Fitriani, Kosasih, & Indrianti, 2023). Selain itu, ketertarikan anak terhadap media yang dibacanya memudahkan orang tua dan guru dalam mengajarkan anak membaca. Oleh karena itu, media Pop up Book sangat cocok digunakan sebagai bahan ajar. Selain itu, penggunaan media buku bergambar Pop up Book membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (Kamal, Ali, Safitri, & Sujarwo, 2024).
Setelah diketahui penjelasan mengenai pop-up book untuk anak-anak. Kita memiliki rencana untuk memperluas manfaat pop-up book bukan hanya untuk anak-anak biasa, melainkan juga bisa di baca oleh anak-anak berkebutuhan khusus. Anak disabilitas, seperti tunanetra atau anak dengan gangguan sensorik dan motorik, membutuhkan media belajar yang berbeda dari buku biasa. Buku pada umumnya hanya mengandalkan gambar dan tulisan, sehingga sulit dipahami oleh anak-anak tersebut. Karena itu, dibutuhkan media pembelajaran yang bisa dirasakan secara langsung oleh anak-anak, bukan hanya dilihat. Buku pop-up multisensorik dibuat untuk membantu anak belajar melalui sentuhan, tekstur, dan bentuk nyata.
2. Rumusan Masalah
– Manfaat apa yang di dapat untuk anak-anak disabilitas mengenai pop-up book multisensorik?
– Bagaimana cara anak disabilitas bisa “membaca” pop-up book ini?
3. Pembahasan
A. Deskripsi Produk
Pop up book multisensorik merupakan media pembelajaran interaktif yang dirancang khusus untuk membantu anak-anak disabilitas dalam memahami materi melalui berbagai rangsangan indra. Buku ini tidak hanya mengandalkan visual, tetapi juga mengintegrasikan unsur sentuhan, gerakan, dan dalam beberapa versi, suara, sehingga anak dapat belajar dengan cara yang lebih konkret dan menyenangkan. Setiap halaman buku dirancang dengan elemen pop up tiga dimensi yang dapat dibuka, ditarik, atau digerakkan, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih hidup dan tidak monoton.
Dari segi visual, pop up book multisensorik menggunakan warna-warna cerah, bentuk yang sederhana, serta ilustrasi yang mudah dikenali untuk membantu anak, khususnya yang memiliki hambatan kognitif atau gangguan pemrosesan visual. Ilustrasi dibuat tidak terlalu rumit agar anak tidak mudah bingung atau overstimulasi. Selain itu, ukuran objek pop up dibuat cukup besar dan jelas supaya mudah dilihat dan dipegang oleh anak dengan keterbatasan motorik halus.
Dari aspek taktil atau peraba, buku ini dilengkapi dengan berbagai jenis tekstur, seperti permukaan halus, kasar, lembut, kenyal, atau berbulu. Perbedaan tekstur ini bertujuan untuk melatih kepekaan sensorik anak serta membantu mereka mengenali konsep melalui sentuhan. Anak dapat meraba, menekan, atau menggeser bagian tertentu dari buku, sehingga proses belajar tidak hanya terjadi melalui melihat, tetapi juga melalui pengalaman fisik secara langsung.
Selain itu, pop up book multisensorik juga dirancang untuk melatih kemampuan motorik halus dan koordinasi tangan-mata. Aktivitas seperti membuka lipatan, menarik tuas kecil, memutar roda, atau menempelkan bagian tertentu membantu anak menguatkan otot jari serta meningkatkan kontrol gerak. Hal ini sangat bermanfaat bagi anak-anak dengan disabilitas fisik atau keterlambatan perkembangan motorik.
Dari sisi kognitif dan bahasa, isi pop up book multisensorik biasanya disusun dengan konsep yang sederhana dan bertahap, seperti pengenalan bentuk, warna, angka, huruf, anggota tubuh, atau aktivitas sehari-hari. Setiap halaman mendorong anak untuk mengamati, menyentuh, dan berinteraksi, sehingga membantu meningkatkan pemahaman, daya ingat, serta kemampuan berbahasa melalui proses belajar yang lebih kontekstual dan bermakna.
Secara emosional dan psikologis, buku ini juga berperan dalam meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri anak. Karena disajikan dalam bentuk permainan yang menyenangkan, anak tidak merasa sedang “dipaksa belajar”, melainkan sedang bereksplorasi. Keberhasilan anak dalam menyelesaikan aktivitas kecil di setiap halaman dapat menumbuhkan rasa pencapaian dan mengurangi rasa frustrasi yang sering muncul dalam metode pembelajaran konvensional.
Dengan demikian, pop up book multisensorik bukan hanya berfungsi sebagai media baca, tetapi sebagai alat terapi edukatif yang mendukung perkembangan sensorik, motorik, kognitif, dan emosional anak-anak disabilitas secara terpadu. Produk ini sangat relevan digunakan baik di sekolah luar biasa, pusat terapi, maupun di rumah dengan pendampingan orang tua atau guru, karena mampu menjembatani kebutuhan belajar anak-anak berkebutuhan khusus dengan pendekatan yang lebih humanis, interaktif, dan inklusif.
Di dalam buku ini terdapat:
1. Tulisan braille untuk anak tunanetra,
2. Gambar pop-up yang bisa diraba,
3. Berbagai tekstur asli, seperti pasir, kain, dan bahan kasar atau halus lainnya.
Contohnya seperti pada halaman yang mengenalkan pasir, kami menempelkan pasir asli di buku. Dengan begitu, anak bisa merasakan langsung bagaimana tekstur pasir melalui sentuhan.
B. Tujuan Produk
Tujuan utama dari pengembangan produk pop up book multisensorik adalah untuk menyediakan media pembelajaran yang inklusif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak disabilitas. Produk ini dirancang sebagai sarana bantu belajar yang tidak hanya mengandalkan kemampuan membaca atau melihat, tetapi juga melibatkan berbagai indera seperti peraba dan gerak, sehingga anak dapat memahami materi secara lebih konkret dan menyeluruh.
Selain itu, produk ini bertujuan untuk menstimulasi perkembangan sensorik dan motorik anak, khususnya motorik halus dan koordinasi tangan-mata, melalui aktivitas membuka, menarik, menekan, dan menggerakkan elemen pop up. Dengan adanya stimulasi ini, diharapkan anak dapat meningkatkan kemampuan kontrol gerak serta kepekaan terhadap berbagai rangsangan tekstur dan bentuk.
Dari sisi kognitif dan bahasa, pop up book multisensorik bertujuan untuk membantu anak mengenal konsep-konsep dasar seperti bentuk, warna, angka, huruf, dan aktivitas sehari-hari dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Proses belajar yang disertai pengalaman langsung diharapkan dapat meningkatkan daya ingat, pemahaman, serta kemampuan komunikasi anak secara bertahap.
Lebih jauh, produk ini juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, dan kemandirian anak. Melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan tidak menekan, anak diharapkan merasa lebih nyaman, berani mencoba, dan tidak mudah frustrasi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pop up book multisensorik tidak hanya berfungsi sebagai media edukatif, tetapi juga sebagai sarana pendukung perkembangan psikologis dan emosional anak-anak disabilitas
C. Keunggulan Produk
Salah satu keunggulan utama pop up book multisensorik adalah kemampuannya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret dan interaktif dibandingkan buku konvensional. Anak tidak hanya melihat gambar, tetapi juga dapat menyentuh, menggerakkan, dan berinteraksi langsung dengan elemen buku. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih menarik, tidak membosankan, serta lebih mudah dipahami, terutama bagi anak-anak disabilitas yang membutuhkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung.
Keunggulan lainnya terletak pada penggunaan berbagai rangsangan sensorik dalam satu media, seperti visual, taktil, dan motorik. Perpaduan ini memungkinkan anak menerima informasi melalui lebih dari satu jalur indera, sehingga dapat membantu meningkatkan fokus, pemahaman, dan daya ingat. Pendekatan multisensorik ini juga sangat efektif untuk anak-anak dengan hambatan kognitif, gangguan pemusatan perhatian, atau keterlambatan perkembangan.
Dari segi fungsi terapeutik, pop up book multisensorik memiliki nilai tambah karena tidak hanya berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai alat stimulasi perkembangan. Aktivitas membuka lipatan, menarik tuas, atau menempelkan bagian tertentu dapat melatih motorik halus, kekuatan jari, serta koordinasi tangan dan mata. Dengan demikian, produk ini turut mendukung proses terapi dan rehabilitasi secara tidak langsung dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Keunggulan berikutnya adalah fleksibilitas penggunaan produk ini. Pop up book multisensorik dapat digunakan di berbagai lingkungan, seperti sekolah luar biasa, pusat terapi, maupun di rumah dengan pendampingan orang tua. Materi di dalamnya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan anak, sehingga produk ini bersifat adaptif dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif panjang.
Selain itu, dari sisi psikologis, pop up book multisensorik mampu meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri anak. Penyajian materi dalam bentuk permainan dan eksplorasi membuat anak merasa lebih nyaman dan tidak tertekan. Keberhasilan menyelesaikan aktivitas sederhana di setiap halaman dapat menumbuhkan rasa pencapaian, yang pada akhirnya mendorong anak untuk lebih aktif dan mandiri dalam proses belajar.
D. Target Pengguna
– Anak-anak disabilitas,
– Sekolah luar biasa (SLB),
– Sekolah inklusi,
– Orang tua anak berkebutuhan khusus,
– Tempat terapi anak.
E. Nilai Kewirausahaan
Pop up book multisensorik memiliki nilai kewirausahaan yang kuat karena menggabungkan unsur inovasi, kebermanfaatan sosial, dan peluang pasar yang jelas. Produk ini tidak hanya menawarkan fungsi edukatif, tetapi juga menjadi solusi atas kebutuhan nyata di bidang pendidikan inklusif dan terapi anak berkebutuhan khusus. Dengan mengangkat permasalahan yang spesifik dan penting, yaitu keterbatasan media pembelajaran yang sesuai bagi anak-anak disabilitas, produk ini memiliki nilai jual yang tinggi karena hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.
Dari sisi inovasi produk, pop up book multisensorik memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan buku anak biasa. Penggabungan unsur visual tiga dimensi, tekstur, dan aktivitas interaktif menjadikannya produk yang unik, sulit ditiru secara sederhana, dan memiliki diferensiasi yang jelas di pasaran. Inovasi ini meningkatkan nilai tambah produk, sehingga dapat diposisikan sebagai produk edukatif premium atau khusus dengan segmentasi pasar yang spesifik, seperti sekolah luar biasa, pusat terapi, dan orang tua anak berkebutuhan khusus.
Nilai kewirausahaan lainnya terlihat dari potensi keberlanjutan usaha. Produk ini dapat dikembangkan dalam berbagai seri, tema, dan tingkat kesulitan, misalnya seri pengenalan huruf, angka, aktivitas sehari-hari, atau keterampilan hidup. Dengan strategi pengembangan produk yang berkelanjutan, usaha ini tidak hanya bergantung pada satu jenis produk, tetapi dapat terus tumbuh melalui variasi dan pembaruan konten.
Dari segi pasar dan peluang bisnis, pop up book multisensorik memiliki target konsumen yang jelas dan loyal, yaitu lembaga pendidikan khusus, pusat terapi, komunitas orang tua, serta sekolah inklusif. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan inklusif turut memperbesar peluang produk ini untuk diterima di pasar. Hal ini menjadikan produk tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.
Lebih jauh, produk ini juga mencerminkan nilai kewirausahaan sosial (social entrepreneurship), karena tujuan utamanya bukan semata-mata mencari keuntungan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak disabilitas. Dengan menggabungkan orientasi bisnis dan misi sosial, pop up book multisensorik menjadi contoh usaha yang beretika, berkelanjutan, dan bermakna bagi masyarakat luas.
Dari sisi usaha, buku ini memiliki peluang yang baik karena media belajar untuk anak disabilitas masih terbatas. Selain bisa dijual, produk ini juga memiliki nilai sosial karena membantu anak disabilitas mendapatkan media belajar yang lebih layak.
Produk ini dapat dikembangkan dengan berbagai tema, seperti:
– Alam dan lingkungan
– Hewan
– Benda sehari-hari
4. Penutup
Melalui buku pop-up multisensori ini, kami berharap dapat memberikan media pembelajaran yang mudah dipahami, bermanfaat, dan inklusif bagi anak disabilitas, serta menjadi peluang usaha yang berdampak positif bagi masyarakat. Sebagai media pembelajaran yang menggabungkan unsur visual, taktil, dan interaksi, pop up book multisensorik menawarkan pendekatan yang lebih inklusif dan humanis bagi anak-anak disabilitas. Kehadirannya tidak hanya membantu proses pemahaman materi, tetapi juga mendukung perkembangan sensorik, motorik, kognitif, serta emosional anak secara terpadu. Dengan perancangan yang tepat dan penggunaan yang berkelanjutan, media ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi edukatif yang efektif dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus.