Author: AULIA RAMADHANI HAKIMAH

  • Dampak dan Peranan Media Sosial dalam Kehidupan Modern

    Dampak dan Peranan Media Sosial dalam Kehidupan Modern


    • Pengertian Media Sosial
    Media sosial adalah platform digital yang memungkinkan individu, kelompok, atau organisasi untuk berinteraksi, berbagi informasi, dan berkomunikasi secara online. Melalui media sosial, pengguna dapat memposting konten, seperti teks, gambar, video, dan bahkan siaran langsung, serta memberikan komentar, like, dan berbagi konten dari pengguna lain. Media sosial memiliki banyak platform yang berbeda, termasuk Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, YouTube, LinkedIn, dan banyak lagi.

    Platform-platform ini memanfaatkan teknologi internet untuk menciptakan ruang komunikasi yang sangat interaktif, memungkinkan pengguna untuk berbagi pemikiran, pengalaman, dan informasi secara real-time. Seiring dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya penggunaan internet, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

    • Jenis-Jenis Media Sosial
    Media sosial dapat dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan fungsi dan tujuan penggunaannya, di antaranya:

    1. Jejaring Sosial (Social Networking)
    Platform seperti Facebook, LinkedIn, dan Google+ (yang kini sudah tidak aktif) adalah contoh jejaring sosial. Pengguna dapat menghubungkan diri mereka dengan teman, keluarga, atau rekan kerja dan berbagi pembaruan status, foto, dan informasi lainnya.

    2. Platform Berbagi Konten (Content Sharing)
    Platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok memungkinkan pengguna untuk berbagi konten visual, seperti video dan foto. Media sosial jenis ini lebih berfokus pada produksi dan konsumsi konten multimedia.

    3. Blogging dan Mikroblogging
    Blog pribadi atau situs seperti WordPress, Tumblr, dan Medium digunakan oleh individu untuk berbagi tulisan, cerita, atau artikel panjang. Mikroblogging, seperti Twitter, memungkinkan pengguna untuk membagikan pesan singkat atau pemikiran dalam jumlah karakter terbatas.

    4. Media Sosial Berbasis Lokasi (Location-Based Social Media)
    Foursquare dan Instagram adalah contoh platform yang memungkinkan pengguna untuk berbagi lokasi mereka. Fitur ini sering digunakan untuk check-in di tempat tertentu atau berbagi pengalaman di lokasi geografis tertentu.

    5. Platform Diskusi dan Forum
    Reddit dan Quora adalah contoh media sosial berbasis diskusi dan forum. Platform ini memungkinkan pengguna untuk bertanya, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan topik tertentu dalam komunitas atau forum.

    6. Aplikasi Pesan Instan (Instant Messaging)
    WhatsApp, Telegram, dan Facebook Messenger adalah aplikasi pesan instan yang memungkinkan komunikasi pribadi maupun grup melalui teks, panggilan suara, dan video call.

    • Dampak Media Sosial
    Media sosial memiliki dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, baik itu positif maupun negatif. Berikut adalah beberapa dampaknya:

    – Dampak Positif
    1. Meningkatkan Koneksi Sosial
    Media sosial memungkinkan orang untuk tetap terhubung dengan keluarga, teman, dan rekan kerja meskipun terpisah oleh jarak geografis. Platform seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram mempermudah komunikasi tanpa batasan ruang dan waktu.

    2. Penyebaran Informasi yang Cepat
    Media sosial memungkinkan informasi untuk tersebar dengan cepat dan luas. Berita, kejadian penting, atau peringatan darurat dapat disampaikan secara real-time. Misalnya, saat bencana alam atau kejadian penting, media sosial sering digunakan untuk berbagi informasi penting yang dapat menyelamatkan nyawa.

    3. Peluang Bisnis dan Pemasaran
    Banyak perusahaan dan merek menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan pelanggan, mempromosikan produk, dan memperluas jangkauan pasar. Platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter telah menjadi saluran pemasaran yang efektif, bahkan untuk usaha kecil dan menengah.

    4. Pemberdayaan Sosial dan Politik**
    Media sosial berfungsi sebagai alat pemberdayaan bagi individu dan kelompok untuk menyuarakan pendapat dan melakukan aksi sosial. Gerakan sosial seperti #MeToo dan #BlackLivesMatter adalah contoh bagaimana media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan kesadaran dan mendorong perubahan sosial.

    – Dampak Negatif
    1. Penyebaran Informasi Palsu (Hoaks)
    Salah satu dampak negatif yang paling signifikan dari media sosial adalah penyebaran informasi yang salah atau hoaks. Hoaks bisa sangat merusak, karena dapat memicu kepanikan, kebencian, dan bahkan kekerasan. Media sosial sering menjadi saluran utama bagi penyebaran berita palsu, karena tidak ada kontrol yang ketat terhadap informasi yang beredar.

    2. Kecanduan Media Sosial
    Media sosial dapat menyebabkan kecanduan bagi penggunanya. Pengguna yang terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial mungkin mengalami gangguan tidur, berkurangnya produktivitas, dan berkurangnya interaksi sosial secara langsung. Kecanduan ini bisa berisiko bagi kesehatan mental, karena sering kali menyebabkan perasaan cemas dan depresi.

    3. Kehilangan Privasi
    Pengguna media sosial seringkali mengungkapkan terlalu banyak informasi pribadi tanpa menyadari risiko privasi yang terlibat. Data pribadi, seperti lokasi, aktivitas, atau preferensi, dapat disalahgunakan oleh pihak ketiga. Selain itu, ada juga risiko pencurian identitas atau peretasan akun.

    4. Perundungan (Cyberbullying)
    Media sosial bisa menjadi tempat terjadinya perundungan siber (cyberbullying). Pengguna yang merasa anonimitas dapat menyerang atau mengintimidasi orang lain tanpa konsekuensi langsung. Ini bisa berdampak serius pada kesehatan mental korban, terutama di kalangan remaja.

    • Peran Media Sosial dalam Kehidupan Modern

    1. Sebagai Alat Komunikasi
    Media sosial telah menggantikan banyak bentuk komunikasi tradisional. Kini, orang lebih memilih berkomunikasi melalui platform seperti WhatsApp, Instagram, atau Telegram, daripada menggunakan saluran komunikasi konvensional seperti telepon atau surat.

    2. Sumber Hiburan
    Media sosial juga berfungsi sebagai sumber hiburan. Platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram menawarkan berbagai jenis konten yang bisa menghibur penggunanya, mulai dari video lucu, tutorial, hingga konten inspiratif.

    3. Platform Pendidikan dan Pembelajaran
    Media sosial menjadi sarana pembelajaran yang efektif. Banyak kursus online, webinar, dan tutorial tersedia di berbagai platform. Misalnya, YouTube menawarkan berbagai video pembelajaran, sementara LinkedIn Learning dan Facebook Groups menyediakan materi edukatif.

    4. Memengaruhi Opini Publik dan Politik
    Media sosial memainkan peran penting dalam dunia politik, karena memungkinkan kandidat, partai politik, dan aktivis untuk berkomunikasi langsung dengan publik. Kampanye politik, seperti yang terlihat pada pemilu-pemilu besar, sangat bergantung pada media sosial untuk menjangkau pemilih dan menyebarkan pesan mereka.

    • Tantangan dan Masa Depan Media Sosial
    Meskipun media sosial membawa banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, seperti isu privasi, penyebaran hoaks, dan pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental. Oleh karena itu, penting untuk terus mengembangkan kebijakan yang dapat mengatur penggunaan media sosial dengan lebih bijaksana dan mengedukasi pengguna tentang risiko yang mungkin timbul. Ke depan, media sosial akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Kemungkinan akan muncul lebih banyak platform dengan fitur-fitur baru, serta tren baru dalam cara orang berinteraksi online. Namun, tantangan besar seperti regulasi, etika digital, dan privasi akan tetap menjadi topik utama dalam diskusi mengenai peran media sosial di masa depan.

    Dengan memanfaatkan media sosial secara bijaksana, kita dapat mengoptimalkan manfaatnya sambil mengurangi potensi dampak negatifnya, menjadikannya alat yang kuat untuk komunikasi dan interaksi di dunia modern.


    Sumber-sumber Referensi:

    1. Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). “Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media.” Business Horizons, 53(1), 59-68.
    2. 2.Smith, A., & Duggan, M. (2013). “Online Dating & Relationships.” Pew Research Center
    3. 3.McQuail, D. (2010).McQuail’s Mass Communication Theory (6th ed.). SAGE Publications.
    4. 4.Fuchs, C. (2017). Social Media: A Critical Introduction. SAGE Publications.
  • Professional Public Relations

    Public Relations sesungguhnya adalah bidang baru yang mulai
    berkembang selama perang dunia kedua di era 1930-an dan 1940-an.
    Kendati sebagai bidang yang baru, saat ini kebutuhan dunia bisnis
    akan Public Relations semakin meningkat pesat, terutama karena
    Public Relations menawarkan efisiensi dan alternatif yang kredibel
    dalam mendukung dan memperkaya aspek-aspek promosi, terutama
    dalam upaya membentuk citra baik perusahaan/organisasi (Tanian,
    2005).
    Dunia bisnis juga harus menyadari bahwa, dalam berbagai
    aktivitas organisasi mereka senantiasa terhubung dengan kelompokkelompok yang terkait dan berkepentingan (stakeholder groups).
    Kelompok-kelompok ini secara umum dapat dibagi menjadi dua
    kelompok yakni internal (karyawan, serikat pekerja, pemilik
    perusahaan dan manajemen) dan eksternal (pemegang saham,
    pemerintah, supplier, mass media, pelanggan, kompetitor, lembaga
    swadaya masyarakat-LSM, auditor, masyarakat umum dan lain-lain).
    Suatu organisasi (atau individu) pasti memiliki Public
    Relations atau public image, baik secara sengaja ataupun tidak
    sengaja. Sebagai contoh, kesan ini dapat kita tangkap dari kegiatankegiatan organisasi dalam berkomunikasi dengan para pelanggannya
    dan bagaimana organisasi tersebut terlibat dalam memberikan
    kontribusi kepada masyarakat di lingkungan sekitar organisasi.

    Public Relations dalam makna yang sederhana adalah tatap
    muka (hubungan) antara kelompok-kelompok dalam suatu tatanan
    masyarakat. Hubungan ini terjadi antara kelompok-kelompok atau
    asosiasi dan para anggotanya, antara organisasi dan pihak-pihak
    terkait, antara pemerintah dengan dengan para pemilih, antara
    perusahaan dengan para pemegang saham, dan antara satu
    Public Relations
    3
    organisasi dengan organisasi lainnya. Secara lebih khusus, menurut
    para profesional di bidang Public Relations, Public Relations adalah
    manajemen dari berbagai hubungan antara suatu lembaga dengan
    publiknya.
    Public Relations dewasa ini bukan lagi sekadar gambaran
    tentang berbagai jenis hubungan yang telah ada, namun merupakan
    aktivitas praktik me-manage dan bekerja dengan legitimasi dan
    meningkatkan (memperbaiki) hubungan-hubungan tersebut. Produk
    ataupun hasil dari kegiatan PR ini sendiri sering disebut image
    (citra). Citra sebuah organisasi sangat penting artinya dalam
    memperoleh dukungan dari masyarakat terutama dalam rangka
    mendukung tujuan yang telah ditetapkan. Image secara sederhana
    adalah gambaran dari mayarakat dan organisasi terhadap/tentang suatu organisasi itu sendiri.
    a. Menurut kamus Institut of Public Relations (IPR) terbitan
    bulan November 1978, disebutkan bahwa, “Praktik humas
    atau Public Relations adalah keseluruhan upaya yang
    dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam
    rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling
    pengertian antara suatu organisasi dengan segenap
    khalayaknya”. Defenisi ini sama persis dengan defenisi yang
    dikeluarkan oleh Public Relations Institute of Australia
    (PRIA). (MacNamara, 1990).
    b. Menurut Frank Jefkins dalam bukunya “Public Relations”,
    “Humas adalah sesuatu yang merangkum keseluruhan
    komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar,
    antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya dalam
    rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan
    pada saling pengertian.”
    c. Setelah mengkaji kurang lebih dari 472 lebih defenisi Public
    Relations, DR Rex Harlow dalam bukunya berjudul “A Model
    for Public Relations Education for Professional Practices” yang
    diterbitkan oleh International Public Relations Association
    (IPRA) menyatakan bahwa defenisi Public Relations adalah
    “Fungsi manajemen yang khas dan mendukung pembinaan,
    pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan
    publiknya, menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian,
    penerimaan dan kerja sama; melibatkan manajemen dalam
    menghadapi persoalan/permasalahan, membantu manajemen
    dalam menghadapi opini publik; mendukung manajemen
    dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif;
    bertindak sebagai sistem peringatan dini dalam
    Bab 1. Pendahuluan
    4
    mengantisipasi kecenderungan penggunaan penelitian serta
    teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama”.
    (Ruslan, 2003)
    d. Sedangkan menurut The Mexican Statement (Agustus 1978)
    yang merupakan forum pertemuan asosiasi-asosiasi Public
    Relations di seluruh dunia, disepakati bahwa, “Praktik
    kehumasan adalah suatu seni sekaligus suatu disiplin ilmu
    sosial yang menganalisis berbagai kecenderugan,
    memperkirakan setiap kemungkinan konsekuensi darinya,
    memberi masukan dan saran-saran kepada para pemimpin
    organisasi, serta menetapkan program-program tindakan
    yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi atau
    kepentingan khalayaknya.” (Ruslan, 2003)

    Perbedaan Public Relation dengan Terminologi Terkait
    a. Perbedaan Public Relation dengan Periklanan
    Menurut Institute of Practitioners in Advertising (IPA),
    “Periklanan mengupayakan suatu pesan penjualan yang
    sepersuasif mungkin kepada calon pembeli yang paling tepat
    atas suatu produk berupa barang atau jasa tertentu dengan
    biaya semurah-murahnya.”
    Salah satu hubungan pokok antara Public Relations dengan
    periklanan adalah: upaya-upaya periklanan (advertising) akan
    jauh lebih berhasil apabila didahului oleh kegiatan Public
    Relations. Melalui Public Relations masyarakat akan lebih
    mengetahui keberadaan dan kegunaan produk atau jasa yang
    ditawarkan. Usaha ini sering disebut sebagai usaha mendidik
    pasar (market education). (Jefkins, 1992:10).
    Public Relations bukanlah salah satu bentuk periklanan, lebih
    dari itu Public Relations bahkan merangkum kegiatan-kegiatan
    yang jauh lebih luas daripada kegiatan-kegiatan periklanan. Ini
    karena Public Relations menyangkut seluruh komunikasi yang
    berlangsung pada suatu organisasi, sedangkan periklanan,
    meskipun terkadang anggaran biayanya seringkali lebih besar
    dari pada alokasi dana untuk kegiatan Public Relations, hanya
    terbatas pada bidang atau fungsi pemasaran saja.
    Iklan tidak dilakukan oleh semua organisasi, namun semua
    organisasi tidak dapat lepas dari aktivitas Public Relations.
    Sebagai contoh dinas kesehatan sama sekali tidak pernah
    mengiklankan jasa layanan kesehatan yang bisa dilayaninya,
    Public Relations
    5
    namun lembaga ini kerap melakukan komunikasi kepada
    masyarakat sekitar, baik untuk menciptakan good image
    maupun sikap saling pengertian.
    b. Perbedaan PR dengan Pemasaran
    Menurut (British) Chartered Institute of Marketing (CIM),
    “Pemasaran adalah suatu proses manajemen yang
    bertanggungjawab mengenali, mengantisipasi, dan memuaskan
    keinginan atau kebutuhan pembeli demi meraih laba.” (Jefkins,
    1992).
    Penekanan pada pemasaran adalah bertanggung jawab untuk
    mengetahui secara persis apa saja yang dibutuhkan oleh pasar
    (mungkin itu berupa kelangkaan atau bahkan ketiadaan suatu
    barang atau jasa yang dibutuhkan oleh konsumen; seandainya
    barang dan jasa itu telah tersedia maka konsumen sudah pasti
    membelinya) serta memenuhinya guna memperoleh laba.
    Persoalannya, dalam mengejar laba, para marketer juga harus
    memperhatikan kepentingan konsumen, bukan justru
    memanipulasi dan mengorbankannya, di sinilah dibutuhkan
    peranan Public Relations.
    Lebih jauh dari itu fungsi-fungsi Public Relations dapat
    diterapkan dalam rangka menunjang suatu paduan strategi
    pemasaran (marketing mix), di mana kegiatan-kegiatan
    periklanan merupakan salah satu unsurnya. Paduan strategi
    pemasaran ini meliputi segenap elemen dari strategi
    pemasaran, antara lain bagaimana memilih nama produk,
    metode dan gaya kemasan, riset pasar, penentuan harga,
    penjualan, distribusi serta penyediaan jasa purna jual. Dan
    seluruh elemen tersebut membutuhkan komunikasi dan niat
    baik (good will).
    Sementara arti penting dari Public Relations itu sendiri terletak
    pada kemampuannya dalam menunjang pendidikan pasar
    (market education), yakni menjadikan khalayak mengetahui
    keberadaan serta kegunaan produk-produk dari perusahaan
    yang bersangkutan, dan hal ini ternyata sangat menentukan
    keberhasilan upaya-upaya periklanan yang dijalankan oleh
    perusahaan.
    c. Perbedaan PR dengan Promosi Penjualan
    Promosi penjualan (sales promotion) terdiri dari aneka skema
    dan langkah jangka pendek, biasanya dilakukan tepat ditengahtengah penjualan atau dalam menanggapi tuntutan pasar

    6.secara langsung, dalam memperkenalkan produk baru, serta
    mempertahankan dan mempertinggi tingkat dan volume
    penjualan. (Jefkins, 1992:13).
    Contoh-contoh dari promosi penjualan antara lain demonstrasi
    produk secara teratur (dengan memajang suatu jenis barang di
    depan toko), pemberian diskon, hadiah tambahan, sisipan
    kupon berhadiah, kemasan yang bisa dipakai berulang-ulang,
    atau boleh ditukar dengan uang tunai dan sebagainya. Dan
    kegiatan ini bisa dilakukan dengan bantuan media majalah,
    surat kabar, radio ataupun TV.
    Istilah Public Relations terkadang dikacaukan dengan istilah
    promosi penjualan. Ini terutama dikarenakan promosi
    penjualan juga mampu membawa dampak positif seperti yang
    dihasilkan Public Relations, yakni semakin dekatnya produsen
    dengan konsumennya.

    Mengunanakan PR Secara Efektif
    a. Lingkungan yang Lebih Kompleks
    Lingkungan dimana organisasi dan perusahaan beroperasi
    saat ini telah berkembang dengan pesat dan semakin
    kompleks. Perusahaan, organisasi, serta berbagai institusi
    beroperasi di lingkungan sosial maupun politis. Hal ini lebih
    Public Relations
    9.Jauh akan memberikan implikasi bagi keberadaan dan
    keseimbangan organisasi. Beberapa hal yang harus dicermati
    Public Relations agar menjadi lebih efektif terkait dengan
    semakin kompleknya lingkungan adalah:
    1) Semakin banyaknya perusahaan yang memasuki
    pasar;
    2) Perusahaan sekarang tidak hanya bersaing dengan
    kompetitor lokal, namun juga akan bersaing pada
    tingkat nasional dan internasional;
    3) Perusahaan harus mempertimbangkan kebutuhan
    para pekerja dan memenuhi hak-hak mereka;
    4) Saat ini pengetahuan konsumen telah semakin
    meningkat mereka telah menyadari hak-hak mereka
    sebagai konsumen;
    5) Masyarakat kini lebih perduli terhadap lingkungan
    sekitar dan mengharapkan industri dan bisnis juga
    memberikan perhatian yang lebih untuk lingkungan;
    6) Pemerintah mulai menerapkan kebijakan-kebijakan
    yang pro terhadap perlindungan konsumen, isu-isu
    lingkungan, teknologi dan ekonomi;
    7) Berbagai informasi dapat diperoleh dengan mudah
    dari seluruh dunia.
    b. Peran Vital PR
    Banyak manajer masih belum menyadari bahwa Public
    Relations juga dapat menjadi bagian promotional mix, tidak
    lebih dari publisitas. Namun pada prinsipnya Public Relations
    memiliki fungsi penting dalam komunikasi pemasaran dan
    promosi serta menopang penjualan:
    1) Produk dan jasa;
    2) Promosi perusahaan;
    3) Tujuan/target komuninasi internal;
    4) Membentuk citra positif perusahaan;
    5) Membangun kredibilitas; dan
    6) Mengidentifikasi isu-isu yang dapat menjadi peluang
    dan melindungi perusahaan dari krisis manajemen.
    Dalam hal ini untuk dapat menggunakan Public Relations
    secara efektif, Public Relations harus dimengerti seutuhnya.
    Public Relations yang sukses adalah:
    1) Dari sisi biaya lebih efektif ketimbang periklanan;
    2) Lebih dipercaya dan kredibel dibanding strategi
    periklanan;

    10
    3) Memiliki jangkauan yang lebih luas dari personal
    contact; dan
    4) Menyebarkan informasi secara lebih cepat
    dibandingkan dengan informasi dari mulut ke mulut
    (word of mouth).
    1.7. Ruang Lingkup Public Relations
    Adapun ruang lingkup pekerjaan yang geluti oleh praktisi Public
    Relations menurut Tanian (2005:32) antara lain adalah:
    a. Financial relations
    Terlibat dalam proses komunikasi dengan sejumlah financial
    stakeholders, sebagai contoh, menyediakan publikasi dan
    literatur khusus untuk:
    1) Floats, mergers and acquisitions;
    2) Annual report releases;
    3) Takeover strategies; dan
    4) Financial media, etc.
    b. Corporate relations
    Menciptakan image positif perusahaan melaui teknik-teknik
    Public Relations:
    1) Market place;
    2) Pemerintah;
    3) Media; dan
    4) Publik
    c. Media relations
    Adalah elemen Public Relations yang terkonsentrasi pada halhal yang terkait dengan publikasi media massa.
    d. Government relations ( lobbying)
    Juga disebut dengan public affairs, kegiatannya secara
    spesifik berbungan dengan seluruh lembaga pemerintahan.
    e. Community relations
    Target program terutama ditujukan untuk menjalin
    hubungan baik dengan masyarakat, atau komunitas tertentu
    di suatu wilayah, seperti perusahaan kimia yang harus
    menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat di sekitar
    pabrik.
    f. Employee relations
    Komunikasi dengan para karyawan, termasuk:
    1) Newsletters and gazettes;
    2) Pertemuan/rapat;
    Public Relations
    11
    3) Video;
    4) E-mail;
    5) Teknik-teknik public relations lainnya.
    g. Marketing support
    Teknik-teknik PR yang secara spesifik digunakan untuk
    menunjang kegiatan promosi. Internally: Public Relations
    berperan sebagai mesin komunikasi untuk menciptakan
    hubungan antar karyawan (antar departemen) yang
    harmonis. Externally: PR berperan sebagai regular timetable
    organisasi yang bertugas untuk mempertahankan
    komunikasi dua arah yang harmonis dengan publiknya.

    RUANG LINGKUP PUBLIC RELATIONS

    Tujuan Pembelajaran Umum:
    Pada akhir perkuliahan ini mahasiswa diharapkan dapat mengetahui
    ruang lingkup pekerjaan dan aktivitas Public Relations.
    Tujuan Pembelajaran Khusus
    Pada akhir perkuliahan ini diharapkan mahasiswa dapat:

    1. Mengetahui fungsi dan peran Public Relations
    2. Memaparkan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Public
      Relation Officer (PRO)
    3. Mengetahui syarat-syarat untuk dapat menjadi Public
      Relation Officer (PRO).
    4. Mengetahui keuntungan dan kelemahan keberadaan Public
      Relation Officer (PRO)di suatu perusahaan.

    Peran dan Fungsi PR
    Secara umum peran Public Relations adalah menjalankan
    fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan
    hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik
    yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut
    (Scott M. Cutlip, 2007:6).
    Peran profesi Public Relations semakin bias tanpa adanya
    spesialisasi profesi sehingga diharapkan seorang praktisi PR
    memahami perannya dengan baik, bukan hanya sekedar pelengkap
    kerja dan pekerjaan rangkap seorang sekretaris direksi. Konsep,
    peranan petugas PR yang dikembangkan oleh Broom, kemudian
    dikembangkan oleh Bromm dan Smith (Dozier, 1992) Peran PR
    merupakan salah satu kunci penting untuk pemahaman fungsi PR
    dan komunikasi organisasi. Ada beberapa fungsi dominan yang harus
    dilaksanakan seorang PR sejati antara lain berperan sebagai:

    1. Technician Communication
      Kebanyakan praktisi masuk ke bidang ini sebagai teknisi
      komunikasi. Deskripsi kerja dalam lowongan pekerjaan biasanya
      menyebutkan keahlian komunikasi dan jurnalistik, sebagai
      syarat. Teknisi komunikasi disewa untuk menulis dan mengedit
      newsletter karyawan, menulis news release dan feature,
      mengembangkan isi web, dan mengangani kontak media.
      Praktisi yang melakukan peran ini biasanya tidak hadir disaat
      manajemen mendefinisikan problem dan memilih solusi. Mereka
      baru bergabung untuk melakukan komunikasi dan
      mengimplementasikan program, terkadang tanpa mengetahui
      secara menyeluruh motivasi atau tujuan yang diharapkan.
      Meskipun mereka tidak hadir saat diskusi tentang kebijakan
      baru atau keputusan manajemen baru, merekalah yang diberi
      tugas untuk menjelaskannya kepada karyawan dan pers.
    2. Expert Prescriber Communication
      Ketika para praktisi mengambil peran sebagai pakar/ahli, orang
      lain akan menganggap mereka sebagai otoritas dalam persoalan
      PR dan solusinya. Manajemen puncak menyerahkan PR di
      tangan para ahli dan manajemen biasanya mengambil peran
      pasif saja. Praktisi yang beroperasi sebagai praktisi pakar
      bertugas mendefinisikan problem, mengembangkan program,
      dan bertanggung jawab penuh atas implemetasinya.
    3. Communication Facilitator
      Peran fasilitator komunikasi bagi seorang praktisi adalah
      sebagai pendengar yang peka dan broker (perantara)
      komunikasi. Fasilitator komunikasi bertindak sebagai perantara
      (liason), interpreter, dan mediator antara organisasi dan
      publiknya. Mereka menjaga komunikasi dua arah dan
      memfasilitasi percakapan dengan menyingkirkan rintangan
      dalam hubungan dan menjaga agar saluran komunikasi tetap
      terbuka. Tujuannya adalah memberi informasi yang dibutuhkan
      oleh baik itu manajemen maupun publik untuk membuat
      keputusan demi kepentingan bersama. Praktisi yang berperan
      sebagai fasilitator komunikasi ini bertindak sebagai sumber
      informasi dan agen kontak resmi antara organisasi dan publik.
      Mereka menengahi interaksi, menyusun agenda mendiagnosis
      dan memperbaiki kondisi-kondisi yang menganggu hubungan
      komunikasi di antara kedua belah pihak. Fasilitator komunikasi
      menempati peran di tengah-tengah dan berfungsi sebagai
      penghubung antara organisasi dan publik.
      Public Relations
    4. Fasilitator Pemecah Masalah
      Ketika praktisi melakukan peran ini, mereka berkolaborasi
      dengan manajer lain untuk mendefinisikan dan memecahkan
      masalah. Mereka menjadi bagian dari tim perencanaan
      strategies. Kolaborasi dan musyawarah dimulai dengan
      persoalan pertama dan kemudian sampai ke evaluasi program
      final. Praktisi pemecah masalah membantu manajer lain untuk
      dan organisasi untuk mengaplikasikan PR dalam proses
      manajemen bertahap yang juga dipakai untuk memecahkan
      problem organisasional lainnya.
      Spesialisasi Dunia Kerja
      Sedangkan peran dalam pekerjaan itu sendiri tidak bisa
      dianggap mudah membutuhkan adanya ketelitian dan keuletan
      sehingga menghasilkan pencapaian yang maksimal yang antara lain:
    5. Menulis dan Mengedit:
      Menyusun rilis berita dalam bentuk cetak atau siaran, cerita
      feature, newsletter untuk karyawan dan stakeholders ekternal,
      korespondesi, pesan website dan pesan media online lainnya,
      laporan tahunan shareholders, pidato, brosur, film dan scripts
      slide-slow, artikel publikasi perdagangan, iklan institusional,
      dan materi-materi pendukung teknis lainnya.
    6. Hubungan Media dan Penempatan Media:
      Mengkontak media koran, majalah, suplemen mingguan,
      penulis freelance, dan publikasi perdagangan agar mereka
      mempublikasikan atau menyiarkan berita dan feature
      tentang organisasi yang ditulis oleh organisasi itu sendiri
      atau oleh orang lain. Merespons permintaan infromasi oleh
      media, memverifikasi berita, dan membuka akses ke sumber
      otoritatif.
    7. Riset:
      Mengumpulkan informasi tentang opini publik, tren, isu yang
      sedang muncul, iklim politik dna peraturan-peraturan
      perundangan, liputan media, opini kelompok kepentingan
      dan pandangaan-pandangan lain berkenaan dengan
      stakeholder organisasi. Mencari database di internet, jasa
      online, dan data pemerintah elektronik. Mendesain riset
      program, melakukan survei, dan menyewa perusahaan riset.
    8. Manajemen dan Administrasi:
      Pemrograman dan perencanaan dengan bekerja sama
      manager lain; menentukan kebutuhan, menentukan prioritas,
      mendefinisikan publik, setting dan tujuan, dan
      mengembangkan strategi dan taktik. Menata personel,
      anggaran, dan jadwal program.
    9. Konseling:
      Memberi saran kepada manajemen dalam masalah sosial,
      politik, dan peraturan, berkonsultasi dengan tim manajemen
      mengenai cara menghindari atau merespons krisis; dan
      bekerja bersama pembuat keputusan kunci untuk menyusun
      strategi untuk mengelola atau merespons isu-isu yang sensitif
      dan kritis.
    10. Special Event:
      Mengatur dan mengelola konferensi pers, lomba lari 10K,
      konvensi, open house, pemotongan pita dan grand opening,
      perayaan ulang tahun, acara pengumpulan dana,
      mengunjungi tokoh terkemuka, mengadakan kontes, program
      penghargaan, dan kegiatan khusus lainnya.
    11. Pidato:
      Tampil di depan kelompok, melatih orang untuk memberikan
      kata sambutan dan mengelola biro juru bicara untuk
      menjelaskan platform organisasi di depan audiens penting.
    12. Produksi:
      Membuat saluran komunikasi dengan menggunakan keahlian
      dan pengetahuan multimedia, termasuk seni, tipografi,
      fotografi, tata letak, dan computer desktop publishing;
      perekaman audio dan video dan editing, dan menyiapkan
      presentasi audiovisual.
    13. Training:
      Mempersiapkan eksekutif dan juru bicara lain untuk
      menghadapi media dan tampil di hadapan publik. Memberi
      petunjuk kepada orang lain dalam organisasi untuk
      meningkatkan keahlian menulis dan berkomunikasi.
      Membantu memperkenalkan perubahan kultur, kebijakan,
      struktur, dan proses organisasional.