form[name=loginform] p { display: block !important; } form[name=loginform] .user-pass-wrap { display: block !important; } .wp-login-lost-password { display: inline !important; }
Kumpulan Artikel dari Para Mahasiswa Unggul
Universitas Komputer Indonesia
Coba deh perhatiin sekeliling kita sekarang. Warung kopi kecil punya akun instagram dengan follower ribuan. Tukang jahit rumahan jualan lewat TikTok Shop. bahkan mahasiswa semester 3 udah punya “Brand” clothing sendiri yang closing-nya lewat DM. ini bukan kebetulan. ini yang namanya kewirausahaan digital, dan mau nggak mau, ini jadi arena baru buat siapa aja yang
10123013 – DHAFFA KHAIRU MIKHAIL RAMADHANA TANGAHU Banyak orang ketika memulai sebuah bisnis entah itu kedai kopi kekinian, merek pakaian lokal, atau jas desain langsung terburu – buru memesan atau membuat sebuah logo. Dalam pikiran banyak pemula didunia kewirausahaan, “Saya sudah punya logo, berarti saya sudah punya brand.” Padahal, kenyataannya sama sekali tidak demikian. Logo
Abstrak Di era dimana kini globalisasi berkembang dengan sangat masif, penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional telah menjadi salah satu menjadi kompetensi krusial yang perlu diimplementasikan kepada setiap anak sejak usia dini. Namun, di Indonesia, metode pembelajaran yang diterapkan di lingkungan sekolah masih sangat konvensional dan konservatif, membuat hasil pembelajaran menjadi terlalu kaku dan seringkali
Awalnya cuma iseng. Saya sering dititipin teman untuk beliin sepatu limited edition saat rilis, karena kebetulan saya cukup update dengan jadwal drop sepatu-sepatu baru dan langganan di beberapa toko online luar negeri. Lama-lama, dari yang tadinya cuma “titip beliin dong” jadi ada yang menawarkan fee, dan dari situ saya sadar ini bisa dikembangkan jadi bisnis
Pendahuluan Cara kita mencari informasi dan belanja sehari-hari sudah jauh berubah gara-gara teknologi digital. Kalau dulu kita tahu sebuah produk lewat iklan TV, radio, koran, atau selebaran di jalan, sekarang internet sudah jadi pelarian utama sebelum kita memutuskan buat beli sesuatu. Kehadiran media sosial, Google, dan berbagai platform digital otomatis mengubah kebiasaan konsumen, yang akhirnya
Pendahuluan Pernahkah membayangkan bisa mengurus persiapan pernikahan, menjaga keharmonisan keluarga, hingga meningkatkan keterampilan digital semuanya hanya melalui satu platform seluler? Nah, hal ini benar-benar ada. Melalui Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah secara aktif mempromosikan sebuah inovasi bernama SAKINA (SuperApps Keluarga Indonesia). Kedengarannya memang sangat keren kan?, tapi dari kecanggihan itu ada pertanyaan yang sangat sulit untuk dilewatkan yaitu
Pentingnya Identitas Visual dan Media Sosial di Era Digital Perkembangan tren kuliner di Indonesia saat ini bergerak sangat dinamis, didorong oleh pergeseran perilaku konsumen generasi muda yang aktif di dunia maya. Di era digital yang serba cepat, sebuah produk kuliner tidak lagi hanya dinilai dari seberapa lezat atau nikmat rasanya saja. Lebih dari itu, aspek
Ditulis oleh Achilles Build Nurahman Mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Program Studi Sistem Informasi Di tengah laju industri mode yang semakin bergerak cepat, muncullah sebuah fenomena yang tidak hanya memberikan cara berpakaian yang berbeda, tetapi juga membuka jalan bagi peluang bisnis yang menjanjikan, yaitu usaha thrifting. Dalam beberapa tahun terakhir, istilah thrifting semakin melekat di benak masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan anak muda. Aktivitas menjual dan membeli pakaian bekas yang berkualitas ini bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Sebelumnya, barang
Oleh: Fawnia Fikrah RizkidyaMahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Di zaman ekonomi kreatif saat ini, terdapat banyak kesempatan untuk memulai usaha dari hal-hal yang sederhana. Produk yang awalnya hanya dihasilkan dari hobi dapat berkembang menjadi sumber pendapatan jika dikelola dengan strategi yang tepat. Salah satu contohnya adalah bisnis gelang buatan tangan. Dengan
Coba pikirkan satu merek lokal yang langsung kamu ingat saat mendengar nama produknyaentah itu kopi, skincare, atau makanan ringan. Kenapa merek itu yang muncul duluan di kepalamu, padahal ada ratusan kompetitor lain yang menjual produk serupa? Jawabannya bukan cuma soal kualitas produk, tapi soal branding. Banyak pemula berpikir branding itu urusan perusahaan besar dengan tim
Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat ini, banyak peluang baru muncul di dunia bisnis. Mahasiswa tidak lagi hanya harus memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mmapu menciptakan peluang bisnis dan berinovasi. Perkembangan teknologi memberikan kesempatan besar bagi mahasiswa Teknik Elektro untuk mengembangkan ide-ide kreatif. Mahasiswa Teknik Elektro dapat membuat produk dan jasa yang dapat membantu
1. Ketika Produktivitas Mulai Menipu Kita Pernahkah Anda terbangun di pagi hari dengan daftar tugas yang menumpuk, tetapi tubuh dan pikiran rasanya enggan untuk bergerak? Atau, pernahkah Anda memaksakan diri duduk di depan laptop selama berjam-jam, namun tidak ada satu pun pekerjaan atau baris kode yang selesai? Di kalangan mahasiswa, kondisi ini sering kali dianggap
Selama menjadi mahasiswa, khususnya saat menginjak semester 5 di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), saya menyadari bahwa tugas di perkuliahan tidak selalu tentang menyelesaikan soal ujian, menuntaskan kode program, atau membuat laporan yang menumpuk. Ada kalanya kami sebagai mahasiswa ditantang untuk keluar dari zona nyaman, melihat permasalahan nyata yang ada di sekitar masyarakat, lalu mencoba menawarkan
Pendahuluan: Wajah UMKM di Era Digitalisasi Global Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama perekonomian nasional yang memiliki kontribusi sangat besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Namun, di tengah gelombang digitalisasi yang bergerak begitu masif, para pelaku UMKM sering kali dihadapkan pada tantangan operasional yang kompleks. Salah satu
Pernah nggak sih, lagi capek-capeknya kerja atau kuliah, terus pulang ke rumah dan lihat ada tanaman hijau segar di sudut ruangan, rasanya langsung sedikit lebih tenang? Nah, itu bukan cuma perasaan aku aja. Belakangan ini, hobi merawat tanaman hias memang lagi naik daun di mana-mana, mulai dari anak kos yang cuma punya jendela kecil, sampai