form[name=loginform] p { display: block !important; } form[name=loginform] .user-pass-wrap { display: block !important; } .wp-login-lost-password { display: inline !important; }
Kumpulan Artikel dari Para Mahasiswa Unggul
Universitas Komputer Indonesia
Hallo, para hustler muda dan juga agen penggerak ekonomi! Pernahkan kalian merasa bisnis yang kalian bangun hanya jalan di tempat saja? omzet stabil, tapi tidak ada lonjakan yang signifikan? Jika ya, itu tandanya bisnis kalian sudah mentok di batas kapasitas individu. Di sinilah ekosistem kewirausahaan modern menuntut satu skill yang krusial, yaitu Business Matching. Ibarat
Bayangkan Anda sedang berjalan di lorong sebuah swalayan untuk mencari sebotol air mineral. Di deretan rak tersebut, terdapat belasan botol dengan isi yang secara molekuler persis sama, yaitu air murni. Namun, selalu ada fenomena psikologis yang menarik di mana Anda atau jutaan konsumen lainnya rela membayar dua hingga tiga kali lipat lebih mahal untuk satu
Pendahuluan Lanskap dunia pascakampus telah berubah secara dramatis dan memaksa kita untuk melihat ulang arti sejati dari selembar ijazah. Jika kita mengintip ruang-ruang kelas perguruan tinggi hari ini, kita tidak lagi hanya mendengarkan deru suara dosen yang memaparkan teori-teori klasik dari buku teks tebal yang ditulis berdekade-dekade lalu. Di sudut-sudut kantin yang bising, di lorong-lorong
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mencari informasi, membandingkan produk, hingga melakukan pembelian. Jika dahulu konsumen harus datang langsung ke toko untuk melihat barang, kini hanya dengan beberapa sentuhan di layar ponsel mereka dapat menemukan ratusan bahkan ribuan produk dengan fungsi yang hampir sama. Kondisi ini menciptakan persaingan yang jauh lebih ketat bagi para
Abstrak Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia bisnis. Digitalisasi memberikan peluang yang sangat besar bagi mahasiswa untuk memulai usaha dengan modal yang relatif kecil serta jangkauan pasar yang lebih luas. Mahasiswa tidak lagi hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja setelah lulus, tetapi juga didorong menjadi individu yang mampu menciptakan lapangan
Menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah pilihan hidup yang menuntut keberanian, kreativitas, dan daya tahan tinggi. Di era digital yang bergerak begitu cepat ini, lanskap dunia bisnis telah berubah total. Hambatan untuk memulai semakin rendah, namun kompetisi justru semakin ketat. Mengubah Masalah Menjadi Peluang Inti dari kewirausahaan sebenarnya sangat sederhana,
Halo, rekan-rekan mahasiswa, calon sociopreneur, dan pegiat bisnis sekalian! Pernahkah kalian merenung sejenak saat berdiri di lorong minimarket, mengapa tangan kita secara refleks mengambil air mineral dengan merek “Aqua” meskipun ada belasan merek lain yang berjejer di rak? Atau ketika kita membicarakan mi instan, mengapa pikiran dan lidah kita secara otomatis teringat pada “Indomie”? Jawabannya
Di era digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas dapat dilakukan melalui internet. Mulai dari berbelanja, belajar, hingga mencari informasi mengenai suatu produk. Perubahan perilaku masyarakat ini menjadi peluang besar bagi para pelaku usaha untuk memasarkan produk secara lebih luas melalui digital marketing. Tidak hanya perusahaan besar, UMKM, mahasiswa, bahkan bisnis yang baru dirintis pun dapat
Dari Gagasan Dasar Menjadi Kesempatan UsahaDi zaman digital sekarang, platform media sosial telah menjadi elemen penting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir setiap individu menghabiskan beberapa jam untuk menjelajahi TikTok, Instagram, atau platform digital lainnya. Tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, platform tersebut juga telah berkembang menjadi tempat munculnya berbagai peluang usaha. Berbagai produk yang semula tidak populer, tiba-tiba viral dan mampu menarik ribuan hingga jutaan pelanggan berkat strategi pemasaran yang efektif.Fenomena itu menjadi kesempatan besar bagi siswa yang ingin memulai bisnis. Sekarang, kekurangan dana tidak lagi menjadi penghalang utama. Melalui kreativitas, pemahaman tentang perilaku pengguna media sosial, serta kemampuan menghasilkan konten yang menarik, mahasiswa bisa memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas tanpa perlu menghabiskan biaya promosi yang tinggi.Karena itu, memahami digital marketing bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan bisnis di
Bukan cari jodoh, tapi cari orang yang bisa diajak tumbuh. Kalau mendengar kata matching, sebagian orang mungkin langsung kepikiran aplikasi cari pasangan. Padahal, di dunia startup, proses “mencari yang cocok” juga tidak kalah penting. Bedanya, yang dicari bukan pasangan hidup, melainkan partner bisnis, mentor, pelanggan, atau bahkan investor yang benar-benar nyambung dengan tujuan yang ingin
Bandung Terjebak dalam Lingkaran Darurat Sampah Persoalan sampah di Kota Bandung seolah tidak pernah benar-benar selesai. Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang sudah sangat terbatas, ditambah insiden kebakaran besar dan pengurangan jatah ritase pembuangan, membuat kota ini berkali-kali harus menyandang status Darurat Sampah. Akibatnya, tumpukan sampah yang meluber ke trotoar, ruang publik, hingga jalan-jalan
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara seseorang membangun karier, identitas, dan peluang ekonomi. Dahulu, seseorang membutuhkan perusahaan besar, media televisi, atau industri profesional agar dikenal luas. Kini, setiap individu memiliki kesempatan untuk membangun audiens melalui platform seperti YouTube, Instagram, TikTok, podcast, blog, dan media sosial lainnya. Perubahan ini melahirkan profesi content creator. Banyak orang masih
Anggota: Pendahuluan: Aksesibilitas Ekonomi vs Keselamatan Kerja Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, sektor transportasi informal seperti ojek online (ojol) telah muncul sebagai salah satu pilar inklusivitas ekonomi yang paling nyata. Platform-platform besar seperti Grab, Gojek, Maxim, dan Gaspol Jek membuka peluang bagi kelompok masyarakat rentan, termasuk penyandang disabilitas pendengaran (tunarungu), untuk memperoleh
Ketika kita mendengar kata “kewirausahaan”, hal pertama yang sering terlintas di benak kita adalah menjual produk fisik seperti makanan, pakaian, atau kerajinan tangan. Pemikiran tersebut sama sekali tidak salah, tetapi di era kemajuan teknologi saat ini, ruang lingkup produk telah berkembang pesat. Kreasi produk kini tidak lagi terbatas pada barang yang bisa disentuh secara fisik,
Pendahuluan Bayangkan sebuah warung keripik singkong di sebuah gang kecil di Bandung. Sepuluh tahun lalu, pasarnya hanya sebatas tetangga dan pembeli yang kebetulan lewat. Hari ini, warung yang sama bisa menerima pesanan dari Surabaya, Medan, bahkan Malaysia—cukup lewat sebuah unggahan video di TikTok dan etalase di marketplace. Perubahan ini bukan dongeng. Inilah wajah baru Usaha