Membangun bisnis di usia muda sering kali terjebak pada tren sesaat, namun Ri_Florist mengambil pendekatan yang berbeda. Didirikan pada awal tahun 2022, bisnis yang bergerak di sektor industri jasa dan kreatif ini lahir dari kombinasi antara ketertarikan pada seni merangkai buket dan validasi bisnis yang rasional. Berawal dari ide Rani, gagasan ini kemudian dieksekusi setelah melalui kalkulasi margin dan potensi Return on Investment (ROI) yang menjanjikan. Tujuan akhirnya jelas: menjadikan Ri_Florist sebagai kendaraan finansial jangka panjang sekaligus tempat mengasah insting kewirausahaan secara nyata.
Saat ini, Ri_Florist berada pada fase bertumbuh. Meskipun sempat melewati masa trial and error selama enam bulan pertama untuk mencari standar kualitas wrapping yang ideal, bisnis ini berhasil mencetak lonjakan permintaan yang signifikan pada musim kelulusan tahun 2023. Pertumbuhan ini didukung oleh struktur manajemen yang jelas meski kedua founder-nya harus beroperasi secara Long Distance Relationship (LDR). Rani mengambil peran esensial sebagai Chief Creative dan Crafter Utama yang menjaga standar kualitas, sementara urusan arah bisnis, manajemen operasional, dan pengelolaan kas dipegang oleh Irpan. Untuk menunjang operasional, pengelolaan inventori bahan baku dan keuangan dicatat secara sistematis menggunakan Microsoft Excel.
Kekuatan utama bisnis ini ada pada sistem kedisiplinan kasnya yang sehat. Pendapatan dialokasikan dengan metrik yang proporsional: 50% dikembalikan sebagai laba ditahan untuk modal usaha, 10% untuk biaya operasional, dan 40% dialokasikan sebagai bagi hasil bagi founder. Berdasarkan estimasi per bulan, Ri_Florist mampu mencetak pendapatan kotor sebesar Rp 5.000.000 dengan laba bersih mencapai Rp 2.700.000.
Dari kacamata pasar, segmentasi Ri_Florist sangat kuat di kalangan mahasiswa dan pelajar. Demand harian tetap stabil untuk perayaan personal seperti ulang tahun, dan akan melonjak drastis saat seasonal event seperti wisuda atau Valentine. Untuk memenangkan persaingan pasar, Ri_Florist menawarkan Unique Selling Point (USP) berupa desain wrapping estetik ala Korea yang dipadukan dengan sistem fully custom. Pelanggan diberikan kebebasan penuh untuk menentukan referensi desain, jenis bunga, warna kertas, hingga isian buket, dengan harga yang tetap terjangkau untuk kantong mahasiswa.
Strategi pemasaran dikurasi agar tepat sasaran. Instagram difungsikan sebagai etalase portofolio visual, sedangkan WhatsApp Business digunakan untuk menangani pesanan custom secara lebih detail. Eksposur juga diperkuat melalui promosi word of mouth yang terbukti ampuh membangun kepercayaan pelanggan. Proses distribusi juga dibuat sefleksibel mungkin, mencakup self-pickup, pengiriman instan via ojek online, hingga ekspedisi reguler untuk jangkauan luar kota.
Di luar urusan profitabilitas, terdapat tujuan mulia (noble purpose) yang menjadi pondasi bisnis ini. Ri_Florist diproyeksikan untuk bisa memberikan dampak sosial melalui penciptaan lapangan pekerjaan. Langkah awal sudah diimplementasikan dengan merekrut tenaga freelance dari lingkungan sekitar saat menghadapi lonjakan pesanan. Target ke depannya, seiring dengan makin stabilnya modal dan tersedianya ruko fisik, Ri_Florist berencana membuka toko offline agar mampu merekrut karyawan tetap dan memberikan kontribusi ekonomi secara langsung bagi masyarakat sekitar.