
Gambar 1. Produk Soft Baked Cookies YumKies.
Pendahuluan
Di era digital, media sosial menjadi salah satu sarana pemasaran utama bagi UMKM. Instagram memungkinkan UMKM memperkenalkan produk, membangun komunikasi, dan menciptakan identitas merek dengan biaya promosi yang lebih efisien. Pergeseran ini sejalan dengan konsep Marketing 4.0 yang menekankan bahwa pemasaran modern tidak lagi hanya berfokus pada transaksi, tetapi juga pada hubungan jangka panjang antara merek dan konsumennya.
Instagram menjadi platform yang efektif bagi UMKM kuliner karena mengutamakan konten visual. Foto dan video yang menarik mampu menggambarkan kualitas produk secara lebih nyata dibandingkan media promosi berbasis teks. Selain itu, fitur seperti Reels, Stories, Highlight, dan Direct Message memungkinkan interaksi yang lebih aktif sehingga pelanggan tidak hanya mengenal produk, tetapi juga mengenal karakter sebuah merek.
Salah satu UMKM yang memanfaatkan Instagram sebagai media pemasaran adalah YumKies, usaha kuliner asal Bandung yang berfokus pada produk soft baked cookies. Melalui akun Instagram resminya, YumKies secara konsisten membagikan foto produk, video proses pembuatan, informasi menu, hingga konten yang mengikuti tren media sosial. Strategi tersebut menunjukkan bahwa Instagram digunakan bukan hanya sebagai etalase digital, tetapi juga sebagai media untuk membangun brand awareness atau kesadaran merek di kalangan konsumen.
YumKies dan Instagram sebagai Wajah Digital UMKM

Gambar 2. Profil Instagram resmi YumKies.
YumKies merupakan UMKM yang bergerak di bidang Food & Beverage dengan produk utama berupa soft baked cookies. YumKies menawarkan berbagai varian soft cookies, mini cookies, dan hampers yang dipasarkan melalui Instagram dan Shopee. Model bisnis berbasis online menjadikan media digital sebagai sarana utama memperkenalkan produk.
Salah satu hal yang langsung terlihat ketika mengunjungi akun Instagram YumKies adalah konsistensi identitas visualnya. Warna cokelat, krem, dan hijau zaitun mendominasi hampir seluruh unggahan sehingga menciptakan karakter yang mudah dikenali. Selain itu, kualitas foto produk juga dibuat seragam dengan pencahayaan yang baik dan sudut pengambilan gambar yang menonjolkan tekstur cookies.

Gambar 3. Tampilan feed Instagram YumKies yang konsisten secara visual.
Feed Instagram YumKies tidak hanya berfungsi sebagai katalog produk, tetapi juga sebagai representasi identitas merek. Setiap unggahan memiliki gaya fotografi yang serupa sehingga memberikan kesan profesional dan membantu membangun citra sebagai produk premium yang dibuat dengan kualitas tinggi. Konsistensi visual seperti ini penting karena membantu audiens mengenali suatu merek hanya melalui tampilan kontennya.
Selain visual yang menarik, YumKies juga memanfaatkan berbagai jenis konten untuk menjaga interaksi dengan pengikutnya. Tidak semua unggahan berisi promosi produk, tetapi juga terdapat video proses pembuatan cookies, konten yang mengikuti tren media sosial, hingga informasi mengenai varian produk dan paket hampers. Pendekatan tersebut membuat akun Instagram terasa lebih hidup dan tidak hanya berfungsi sebagai media penjualan.

Gambar 4. Variasi produk YumKies yang dipasarkan melalui Instagram.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Instagram dimanfaatkan sebagai media komunikasi, bukan sekadar katalog produk. Dengan menghadirkan konten yang beragam, akun Instagram mampu menarik perhatian calon pelanggan sekaligus mempertahankan ketertarikan pengikut yang sudah ada.
Strategi Instagram YumKies dalam Membangun Brand Awareness
Keberhasilan pemasaran digital tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengikut atau frekuensi unggahan, tetapi juga oleh bagaimana sebuah merek mampu menciptakan pengalaman yang konsisten bagi audiens. Dalam hal ini, YumKies menerapkan beberapa strategi yang saling mendukung untuk memperkuat brand awareness melalui Instagram.
1. Visual Branding yang Konsisten

Gambar 5. Visual produk YumKies yang menonjolkan tekstur dan kualitas soft baked cookies.
Kesan pertama yang diterima pengguna Instagram berasal dari tampilan visual sebuah akun. Oleh karena itu, YumKies menjaga konsistensi penggunaan warna, komposisi foto, serta desain kemasan agar seluruh unggahan memiliki karakter yang seragam. Strategi ini membantu audiens mengenali konten YumKies meskipun belum melihat nama akunnya.
Visual produk menonjolkan tekstur cookies, isian yang meleleh, dan kesan fresh from oven. Teknik ini efektif untuk membangkitkan selera sekaligus memberikan gambaran mengenai kualitas produk kepada calon konsumen.
2. Mengutamakan Content Marketing daripada Hard Selling
Berbeda dengan banyak akun UMKM yang didominasi unggahan promosi, YumKies menghadirkan variasi konten yang lebih luas. Foto produk memang tetap menjadi bagian utama, tetapi diimbangi dengan video proses pembuatan, cerita di balik produk, konten yang mengikuti tren media sosial, serta informasi ringan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa YumKies menerapkan konsep content marketing, yaitu menyampaikan nilai kepada audiens melalui konten yang relevan dan menarik. Strategi tersebut lebih efektif dibandingkan hard selling karena membangun hubungan dengan pelanggan secara bertahap, bukan sekadar mendorong transaksi.
| Strategi Konten | Implementasi YumKies | Tujuan |
|---|---|---|
| Product Showcase | Foto close-up produk | Menarik perhatian |
| Behind the Scene | Proses baking & packing | Membangun kepercayaan |
| Storytelling | Konten mengikuti tren | Meningkatkan engagement |
| Promotional Content | Menu & hampers | Mendorong pembelian |
| Reels | Video singkat produk | Memperluas jangkauan |
Melalui kombinasi berbagai jenis konten tersebut, YumKies tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga membangun karakter merek yang lebih dekat dengan target pasar, terutama generasi muda yang aktif menggunakan media sosial.
3. Memanfaatkan Instagram Reels untuk Memperluas Jangkauan
Selain unggahan pada feed, YumKies juga aktif memanfaatkan fitur Instagram Reels. Video berdurasi singkat digunakan untuk menampilkan proses pembuatan cookies, tekstur produk, hingga momen ketika cookies dibelah sehingga memperlihatkan isian cokelat yang meleleh. Konten seperti ini memiliki daya tarik visual yang tinggi karena mampu memberikan pengalaman yang lebih nyata dibandingkan foto statis.

Gambar 6. Pemanfaatan Instagram Reels untuk menampilkan proses pembuatan dan kualitas produk YumKies.
Reels juga memiliki peluang lebih besar untuk muncul pada halaman Explore, sehingga memungkinkan konten menjangkau pengguna yang belum mengikuti akun YumKies. Strategi ini penting dalam membangun brand awareness karena semakin sering sebuah merek muncul di hadapan calon pelanggan, semakin besar pula peluang merek tersebut diingat ketika konsumen membutuhkan produk sejenis.
4. Storytelling yang Membangun Kedekatan dengan Audiens
Salah satu hal yang membedakan YumKies dari sekadar akun penjualan adalah penggunaan storytelling dalam beberapa unggahannya. Konten tidak selalu berfokus pada produk, tetapi juga dikaitkan dengan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti aktivitas mahasiswa, pekerja, atau tren yang sedang ramai di media sosial.
Pendekatan ini membuat komunikasi terasa lebih personal. Audiens tidak hanya melihat YumKies sebagai penjual cookies, tetapi juga sebagai merek yang memahami gaya hidup target pasarnya. Hubungan emosional seperti ini membantu konsumen lebih mudah mengingat merek.
5. Membangun Kepercayaan melalui Social Proof
Brand awareness yang baik perlu didukung oleh kepercayaan konsumen. Untuk itu, YumKies memanfaatkan beberapa bentuk social proof, salah satunya melalui Story Highlight yang berisi testimoni pelanggan, menu produk, dan informasi penting lainnya.

Gambar 7. Story Highlight YumKies yang berisi menu, testimoni pelanggan, dan informasi produk.
Selain Instagram, YumKies juga memiliki toko resmi di Shopee dengan penilaian positif dari pelanggan.

Gambar 8. Toko resmi YumKies di Shopee sebagai bentuk social proof.
Keberadaan ulasan pelanggan memberikan keyakinan kepada calon pembeli bahwa produk telah diterima dengan baik oleh konsumen lain. Bagi UMKM, kombinasi antara media sosial dan marketplace menjadi strategi yang efektif karena Instagram berfungsi menarik perhatian, sedangkan marketplace membantu membangun kepercayaan melalui sistem penilaian dan ulasan.
Hubungan Strategi Instagram dengan Brand Awareness
Berdasarkan hasil observasi, strategi yang diterapkan YumKies menunjukkan bahwa setiap jenis konten memiliki peran yang saling melengkapi. Identitas visual yang konsisten menarik perhatian pengguna, konten yang bervariasi meningkatkan interaksi, sementara testimoni pelanggan memperkuat kepercayaan terhadap produk.

Gambar 9. Alur strategi pemanfaatan Instagram dalam membangun brand awareness YumKies.
Diagram tersebut menggambarkan bahwa brand awareness tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses yang dimulai dari penyajian konten yang menarik, dilanjutkan dengan interaksi bersama audiens, hingga akhirnya menciptakan kepercayaan yang dapat memengaruhi keputusan pembelian.
Peluang Pengembangan Strategi Digital Marketing
Secara umum, strategi digital marketing YumKies telah berjalan dengan baik. Namun, masih terdapat beberapa peluang yang dapat dikembangkan agar efektivitas pemasaran semakin meningkat.
YumKies dapat menambah konten edukatif, seperti proses pembuatan, bahan baku, atau karakteristik setiap varian rasa. Konten semacam ini tidak hanya memberikan informasi kepada pelanggan, tetapi juga meningkatkan persepsi terhadap kualitas produk.
Kedua, pemanfaatan User Generated Content (UGC) dapat menjadi strategi yang menarik. YumKies dapat mendorong pelanggan untuk membagikan pengalaman mereka saat menikmati produk, kemudian mengunggah ulang konten tersebut pada Stories atau feed. Konten pelanggan dinilai lebih autentik dan mampu meningkatkan kepercayaan calon konsumen.
Ketiga, penggunaan Call to Action (CTA) pada setiap unggahan masih dapat diperkuat. Ajakan sederhana seperti “Bagikan ke temanmu”, “Pesan melalui link di bio”, atau “Komentarkan varian favoritmu” dapat meningkatkan interaksi sekaligus membantu memperluas jangkauan konten.
Keempat, kolaborasi dengan micro influencer atau food reviewer lokal juga dapat dipertimbangkan. Micro influencer umumnya memiliki komunitas yang lebih spesifik dengan tingkat interaksi yang tinggi.
| Aspek | Kondisi Saat Ini | Rekomendasi |
|---|---|---|
| Visual Branding | Konsisten | Dipertahankan |
| Variasi Konten | Baik | Tambahkan konten edukatif |
| Reels | Aktif | Tingkatkan frekuensi unggahan |
| Story Highlight | Informatif | Tambahkan FAQ dan promo |
| CTA | Cukup | Gunakan ajakan yang lebih jelas |
| Testimoni | Tersedia | Perbanyak UGC pelanggan |
| Kolaborasi | Belum terlihat | Bekerja sama dengan micro influencer |
Kesimpulan
Instagram telah menjadi salah satu media digital marketing yang penting bagi UMKM dalam membangun hubungan dengan pelanggan sekaligus memperkuat identitas merek. Melalui studi kasus YumKies, terlihat bahwa pemanfaatan Instagram tidak hanya berfokus pada promosi produk, tetapi juga pada penyampaian konten yang mampu menciptakan pengalaman positif bagi audiens.
Konsistensi identitas visual, variasi content marketing, penggunaan Reels, storytelling, serta pemanfaatan social proof menjadi strategi yang saling mendukung dalam membangun brand awareness. Strategi tersebut membantu YumKies tampil lebih mudah dikenali, meningkatkan interaksi dengan pengikut, serta memperkuat kepercayaan calon pelanggan terhadap produk yang ditawarkan.
Meskipun demikian, peluang pengembangan masih terbuka melalui penambahan konten edukatif, pemanfaatan User Generated Content, penguatan Call to Action, serta kolaborasi dengan micro influencer. Dengan inovasi yang konsisten, YumKies berpeluang memperluas pasar dan memperkuat posisinya sebagai UMKM kuliner yang memanfaatkan media sosial secara efektif.
Signature
Rafly Rayhasyah
NIM : 10123218
Program Studi : Teknik Informatika
Program INBISKOM – Mata Kuliah Kewirausahaan UNIKOM
Daftar Pustaka
Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2017). Marketing 4.0: Moving from Traditional to Digital. John Wiley & Sons.
Lieb, R. (2012). Content Marketing: Think Like a Publisher. Que Publishing.
Rizkiani, P. E. (2025). Strategi Digital Marketing Melalui Instagram untuk Meningkatkan Omset Penjualan UMKM. Jurnal Ilmiah Bisnis Digital (BISNISTEK), 1(2), 102–109.
Zarrella, D. (2010). The Social Media Marketing Book. O’Reilly Media.
Artikel Strategi Content Marketing Instagram dan Tantangannya (2025).
Encyclopedia of Brand Awareness.