Pendahuluan
Pernahkah membayangkan bisa mengurus persiapan pernikahan, menjaga keharmonisan keluarga, hingga meningkatkan keterampilan digital semuanya hanya melalui satu platform seluler?
Nah, hal ini benar-benar ada. Melalui Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah secara aktif mempromosikan sebuah inovasi bernama SAKINA (SuperApps Keluarga Indonesia). Kedengarannya memang sangat keren kan?, tapi dari kecanggihan itu ada pertanyaan yang sangat sulit untuk dilewatkan yaitu bagaimana nasib keluarga-keluarga yang sampai selama ini sulit untuk menggunakannya?, apakah mereka sungguh siap untuk terus melangkah bersama teknologi tersebur?.
Dari titik ini pendekatan TARA DIGITAL (Tangangan dan Respon Adopsi Digital) datang untuk menjawab pertanyaan tersebut. Artikel ini akan menjelaskan lebih apa itu SAKINA, tantangan apa yang berpotensi akan muncul saat di lapangan, dan sekaligus mengukur sejauh mana TARA DIGITAL dihadapkan dengan kesiapan masyarakat Kota Bandung terutama bagi keluarga sejahtera.
Mengenal SAKINA: Aplikasi Edukasi dan “Siap Menikah”
Sebelum membahas lebih jauh, kita kenalan dulu yuk sama SAKINA. Eits, buat yang belum tahu, SAKINA ini bukan sekadar aplikasi pendataan birokrasi kependudukan yang kaku, lho!
SAKINA justru dirancang sebagai aplikasi edukasi keluarga dan panduan “Siap Menikah” yang sangat interaktif. Lewat aplikasi ini, berbagai pengetahuan penting dari masa muda, pranikah, sampai berumah tangga bisa diakses dengan mudah dalam satu genggaman.
Tiga Fitur Andalan Platform Sakinah yang Wajib Tahu:
Beberapa fitur unggulan yang ditawarkan meliputi:

SIAP IMPACT; ruang bagi generasi muda untuk siap berkembang dan tumbuh di masa depan. Dari fitur ini, nantinya ngebantu buat lebih cakap digital biar ga ketinggalan sama teknologi baru

SIAP MANTEN; fitur ini cocok banget buat yang baru mau nikah karena bakal bantu buat nyiapin mental dan urusan-urusan teknis atau logistik dalam pernikahan nanti.

SIAP LANGGENG; nah kalo fitur ini buat yang udah lama nikah, dan nantinya bakal ngebantu pasangan suami istri jadi lebih harmonis dan tumbuh makin kuat untuk menghadapi tantangan besar ke depan.
Bukan Cuma Tiga Program Utama, SAKINA Juga Dibekali Fitur-Fitur Pendukung
Ternyata, SAKINA bukan cuma punya tiga fitur andalan utama. Platform ini juga punya banyak program fitur pendukung yang tentunya edukatif dan bakal seru banget yang bikin pengalaman jadi lebih hidup ga monoton. Jadi, gaakan bosen buat baca-baca doang intinya.
Coba bayangin di fitur pendukung ini nantinya bakal bisa cobain simulasi lewat game virtual buat nanti gambaran persiapan sebelum nikah. Terus ada juga ruang diskusi buat nanti para pengguna bisa saling curhat cerita satu sama lain. Banyak juga akses pustaka digital buat dibaca-baca dan yang lebih serunya ada podcast juga lohh cocok banget buat yang males baca dan pengennya rebahan. Biar lebih jelas, berikut dibahas satu persatu fiturnya.

Metaverse Pranikah
Fitur pendukung ini bakalan seru banget, karena konsepnya kaya simulasi dunia virtual gitu main game dan bakal lamgsung ngerasain nanti pengalaman menuju pernikahan jadi ga bosen baca-baca teori aja tapi bisa langsung dipraktekin lewat Metaverse Pranikah. Bagusnya juga kamu gaakan bingung saat simulasinya karena nanti ada avatar Mentri Kependudukan yang bakal nemenin dan ngarahin buat lewatin tiap tahapan pernikahan. Jadi semuanya serba digital tinggal mainin dan rebahan aja bisa simulasiin persiapan buat nilah tanpa harus ribet kesana kesini.

Fiture BISIK
Kalau fitur pendukung yang satu ini konsepnya mirip banget kaya forum-forum komunitas gitu, nanti bisa bebas buat nanya atau cerita apa aja tentang dunia pernikahan dan keluarga. Serunya lagi jawaban yang didapetin itu jawaban dari pengguna lain juga yang pastinya berdasarkan pengalaman pribadi dan rasanya jauh lebih personal, relate, dan ga kaku, berasa curhat bareng temen deket gitu.

Pustaka Digital & Podcast Keluarga
Fitur pendukung ini cocok buat yang tipenya pengen belajar tanpa ribet, dan nanti ada banyam pustaka digital yang isinya artikel tematik ataupun infograsis yang visualnya bagus sama menarik banget buat dibaca jadi ga bikin sepet bacanya. Nah ga cuma itu, ada juga siaran podcast keluarga yang pas banget kalo lagi sibuk atau lagi males sama gaada waktu bisa didenger dan ditonton di mana aja. Obrolannya pun dikemas dengan bahasa yang ringan tapi tetep berbobot, karena langsung narasumbernya dengan tokoh para ahli dan publik figur yang inspiratif.
Intinya, dari semua fitur pendukung ini keliatan banget kalo SAKINA bukan cuma jadi platform yang kaku atau searah, tapi juga pengen buat ruang interaksi jadi seru, hidup, dan pastinya deket banget sama keseharian.
Tantangan Digitalisasi: Kesenjangan di Depan Mata
Fitur-fitur tersebut memang kedengerannya sangat berkesan dan banyak inspirasi, tapi ada realita di lapangan yang harus selalu diperhatikan. Transfortasi digital ini juga sangat berpotensi memperlebar kesenjangan sosial, apalagi programnya sebatas ada di platform saja tanpa diikuti dengan upaya nyata untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.
Berikut beberapa hal penting soal kesenjangan digital yang memungkinkan terdapat di lapangan:
- Keluarga penghasilan rendah lebih rentan merasakan cemas dan canggung ketika harus dihadapkan dengan platform digital baru yang belum familiar bagi mereka.
- Bahkan di kota-kota besar, tingkat literasi digital rata-rata di kalangan penerima bantuan masih rendah. Akibatnya, mereka sering kali menjadi terlalu bergantung pada orang lain atau pihak perantara untuk menyelesaikan tugas-tugas digital.
- Jika layanan digital diluncurkan tanpa mempertimbangkan kapasitas pengguna, hal itu dapat membuat desain sistem itu sendiri secara struktural menghalangi kelompok rentan untuk mengakses hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan.
Memotret 5 Kecamatan Lewat Kacamata TARA DIGITAL
Rencana penerapan aplikasi SAKINA di Kota Bandung ini targetnya kepada lima kecamatan yang jumlah keluarga prasejahteranya terbanyak menurut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 20243 yang diantaranya:
- Bojongloa Kaler, dengan 23.439 keluarga.
- Babakan Ciparay, dengan 22.776 keluarga.
- Bandung Kulon, dengan 22.373 keluarga.
- Kiaracondong, dengan 20.384 keluarga.
- Batununggal, dengan 19.229 keluarga.
Agar dapat dipahami sama yang dihadapi masyarakat di lapangan, TARA DIGITAL tidak hanya menyebar kuesioner saja tetapi juga dengan metode simulasi langsung untuk mengetahui ekspresi dan kebingungan masyarakat serta mengetahui bagaimana perjuangan mereka pertama kali beradaptasi dengan platform SAKINA ini.
Kesimpulan
Platform edukasi keren seperti SAKINA ini memang sangat potensial untuk menaikan kesejahteraan dan keharmonisan keluarga di Indonesia. Tetapi biar dampaknya terasa untuk ke semua masyarakat , jangan abai dengan satu hal yaitu, pahami dulu hambatan emosional dam teknis yang dihadapi pengguna saat awal menggunakan platform tersebut.
Dari kerangka kerja TARA DIGITAL inilah dapat mengetahui langsung kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Jadi, strategi pemerintah di masa mendatang terkait jangkauan layanan dan dukungan teknologi akan menjadi jauh lebih menyeluruh dan tepat sasaran.
21224151 | Sofie Aprilia Putri | PKM-RSH
Referensi
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung. (2023). Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Bandung Berdasarkan Kecamatan.
Kemendukbangga/BKKBN. (2025). Platform SuperApps Keluarga Indonesia (SAKINA): Fitur SIAP IMPACT, SIAP MANTEN, dan SIAP LANGGENG.
Kemendukbangga/BKKBN. (2025). Pengenalan SAKINA: Pedoman Layanan Publik Digital Terpadu untuk Keluarga Indonesia.
Pratiwi, S. R., Fakhruroji, M., & Fajar, M. (2023). Dimensi kecemasan teknologi pada kelompok prasejahtera dalam adopsi layanan digital pemerintah. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, 27(1), 14–29.
Syamsu, J. (2025). Analisis kebijakan bantuan sosial terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di era digital Kabupaten Sijunjung. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 7688–7696.