TARA DIGITAL: Menakar Kegelisahan dan Pola Adaptasi Keluarga Prasejahtera terhadap Platform SAKINA di Kota Bandung

1–2 minutes

ARA DIGITAL: Menakar Kegelisahan dan Pola Adaptasi Keluarga Prasejahtera terhadap Platform SAKINA

Perencanaan implementasi platform SAKINA oleh Kemendukbangga/BKKBN di Kota Bandung berpotensi menimbulkan risiko memperlebar kesenjangan digital bagi keluarga miskin yang secara struktural rentan terhadap inovasi teknologi akibat rendahnya literasi digital.

Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 2023, tantangan nyata ini berpusat pada lima kecamatan dengan jumlah penduduk miskin tertinggi, yaitu Bojongloa Kaler, Babakan Ciparay, Bandung Kulon, Kiaracondong, dan Batununggal.

Sejalan dengan keterbatasan pendekatan kuantitatif dalam studi penerimaan teknologi sejauh ini, makalah ilmiah PKM-RSH ini menawarkan hal baru melalui tiga poin penting:

  1. Mendekonstruksi Hambatan Psikologis:

Menyesuaikan keterbatasan model TAM/UTAUT2 dengan mengurai kecemasan teknologi (aspek kognitif, afektif, dan perilaku) serta stres teknologi yang sering menjadi hambatan utama akses bagi masyarakat dengan literasi rendah.

2. Metode Simulasi Fenomenologis:

Menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis berbasis simulasi interaktif untuk menangkap pengalaman langsung (pengalaman hidup), kecemasan, dan pola adaptasi alami secara nyata ketika pengguna pertama kali berhadapan dengan sistem.

3. Merumuskan Model DIGITAL Web:

Mengembangkan kerangka kerja Tantangan dan Respons Adopsi Digital sebagai landasan teoretis baru serta rekomendasi strategi pendampingan langsung (digital terbantu) yang inklusif bagi pembuat kebijakan.

Melalui target temuan ini, luaran riset yang mencakup laporan, artikel ilmiah, dan diseminasi media sosial diharapkan mampu memberikan solusi berbasis lapangan, bukan sekadar asumsi normatif, demi tercapainya transformasi layanan publik yang adil dan tepat sasaran


.