PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam aktivitas pemasaran dan perdagangan. Kemajuan internet serta meningkatnya penggunaan media sosial dan platform e-commerce mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan digital marketing sebagai strategi dalam menjangkau konsumen secara lebih efektif. Digital marketing merupakan kegiatan pemasaran yang memanfaatkan media digital untuk mempromosikan produk atau jasa, membangun komunikasi dengan konsumen, serta meningkatkan penjualan.
Salah satu bentuk strategi digital marketing yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir adalah live shopping. Melalui fitur siaran langsung pada media sosial maupun marketplace, penjual dapat memperkenalkan produk secara langsung, memberikan demonstrasi penggunaan, menjawab pertanyaan konsumen secara real time, serta membangun interaksi yang lebih personal. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan penjualan, tetapi juga menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih menarik dan interaktif.
Dalam bisnis online, kepercayaan konsumen menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian. Keterbatasan konsumen dalam melihat maupun mencoba produk secara langsung sering kali menimbulkan keraguan terhadap kualitas produk maupun kredibilitas penjual. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran yang mampu menyampaikan informasi secara transparan, membangun komunikasi dua arah, dan meningkatkan keyakinan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
Artikel ini membahas strategi live shopping sebagai salah satu pendekatan digital marketing dalam membangun kepercayaan konsumen pada bisnis online. Selain itu, artikel ini juga mengulas konsep live shopping, manfaatnya bagi pelaku usaha, faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan konsumen, serta peluang dan tantangan penerapannya dalam menghadapi persaingan bisnis di era digital.
Metode Penelitian
Artikel ini disusun menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode studi literatur merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan, mengkaji, dan menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan untuk memperoleh pemahaman secara komprehensif mengenai suatu topik penelitian.
Apa Itu Live Shopping?
Live shopping merupakan salah satu strategi pemasaran digital yang menggabungkan proses promosi dan penjualan melalui siaran langsung (live streaming). Melalui fitur ini, penjual dapat memperkenalkan produk, menjelaskan manfaat dan cara penggunaannya, serta berinteraksi secara langsung dengan calon pembeli. Menurut Awlyasari dan Susilowati (2024), interaksi yang terjadi selama live shopping membuat konsumen lebih mudah memperoleh informasi mengenai produk sehingga dapat meningkatkan kepercayaan terhadap penjual.
Dibandingkan dengan promosi digital biasa, live shopping memiliki karakteristik yang lebih interaktif. Promosi melalui foto, banner, atau video yang telah direkam hanya menyampaikan informasi secara satu arah sehingga konsumen tidak dapat memperoleh jawaban secara langsung apabila memiliki pertanyaan mengenai produk. Sebaliknya, melalui live shopping, Pembeli dapat mengajukan pertanyaan secara langsung melalui kolom komentar, sedangkan penjual dapat memberikan penjelasan maupun demonstrasi produk secara real time. Kondisi ini membuat informasi yang diterima konsumen menjadi lebih jelas dan mengurangi keraguan sebelum melakukan pembelian (Awlyasari & Susilowati, 2024).
Saat ini, berbagai platform digital telah menyediakan fitur live shopping untuk mendukung aktivitas pemasaran. Platform seperti TikTok Live, Instagram Live, Shopee Live, Tokopedia Play, dan LazLive menjadi media yang banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga perusahaan berskala besar. Berbagai fitur pendukung, seperti kolom komentar, tombol pembelian langsung, voucher promosi, serta integrasi sistem pembayaran, membuat proses promosi dan transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.
Perkembangan live shopping tidak terlepas dari perubahan perilaku konsumen di era digital. Masyarakat kini cenderung mencari informasi produk melalui media sosial dan platform e-commerce sebelum melakukan pembelian. Konsumen juga menginginkan pengalaman berbelanja yang lebih interaktif, transparan, dan meyakinkan dibandingkan hanya melihat gambar atau membaca deskripsi produk. Melalui komunikasi secara langsung, penjual dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen, meningkatkan kepercayaan, serta mengurangi ketidakpastian yang sering muncul dalam transaksi online. Oleh karena itu, live shopping dipandang sebagai salah satu strategi digital marketing yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus mendorong keputusan pembelian pada bisnis online.
Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa fitur live shopping mampu meningkatkan keterlibatan (customer engagement), membangun kepercayaan konsumen, serta memberikan pengaruh positif terhadap minat dan keputusan pembelian. Hal tersebut menunjukkan bahwa live shopping tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga menjadi sarana komunikasi yang mampu memperkuat hubungan antara pelaku usaha dengan konsumen di tengah persaingan bisnis digital yang semakin kompetitif.
Mengapa Kepercayaan Konsumen Sangat Penting?
Kepercayaan konsumen merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan transaksi dalam bisnis online. Kepercayaan dapat diartikan sebagai keyakinan konsumen bahwa penjual mampu memberikan produk atau layanan sesuai dengan informasi yang disampaikan serta menjalankan transaksi secara jujur dan bertanggung jawab. Dalam lingkungan digital, kepercayaan menjadi semakin penting karena konsumen tidak dapat bertemu langsung dengan penjual maupun memeriksa kondisi produk sebelum melakukan pembelian. Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu membangun hubungan yang baik dengan konsumen agar tercipta rasa aman selama proses transaksi.
Berbeda dengan pembelian di toko fisik, transaksi secara online memiliki beberapa keterbatasan. Konsumen hanya dapat melihat produk melalui foto, video, atau deskripsi yang disediakan oleh penjual sehingga sering kali muncul keraguan mengenai kualitas maupun kesesuaian produk yang akan diterima. Selain itu, risiko penipuan, keterlambatan pengiriman, hingga perbedaan antara produk yang diterima dengan informasi yang ditampilkan juga menjadi alasan mengapa sebagian konsumen masih berhati-hati ketika berbelanja secara online. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan menjadi aspek yang harus dibangun oleh pelaku usaha agar konsumen merasa yakin dalam melakukan transaksi.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kepercayaan memiliki hubungan yang erat dengan keputusan pembelian. Penelitian Damanik dkk. (2024) menjelaskan bahwa kepercayaan konsumen memberikan pengaruh positif terhadap keputusan pembelian pada platform live streaming commerce. Semakin tinggi tingkat kepercayaan konsumen terhadap penjual maupun produk yang ditawarkan, semakin besar pula kemungkinan konsumen untuk melakukan pembelian. Hasil penelitian Slamet dan Indrawati (2024) juga menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap streamer dapat meningkatkan kepercayaan terhadap produk, yang pada akhirnya mendorong niat beli konsumen.
Berdasarkan hasil berbagai penelitian tersebut, dapat dipahami bahwa kepercayaan bukan hanya menjadi faktor pendukung dalam transaksi online, tetapi juga menjadi dasar terbentuknya keputusan pembelian. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu menerapkan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan transparansi informasi, memperkuat komunikasi dengan konsumen, serta memberikan pengalaman berbelanja yang positif agar kepercayaan konsumen dapat terus terjaga.
Live Shopping sebagai Strategi Digital Marketing
1. Interaksi Langsung antara Penjual dan Konsumen
Salah satu keunggulan live shopping dibandingkan bentuk promosi digital lainnya adalah adanya interaksi secara langsung antara penjual dan konsumen. Selama siaran berlangsung, konsumen dapat mengajukan pertanyaan mengenai spesifikasi, harga, stok, maupun cara penggunaan produk, kemudian penjual memberikan jawaban secara real time. Interaksi ini membuat komunikasi menjadi lebih terbuka dan membantu konsumen memperoleh informasi yang dibutuhkan sebelum melakukan pembelian.
Selain sesi tanya jawab, penjual juga dapat menunjukkan kondisi produk secara langsung melalui demonstrasi. Produk dapat diperlihatkan dari berbagai sudut, dijelaskan fitur-fitur yang dimiliki, hingga dicoba secara langsung agar konsumen memperoleh gambaran yang lebih jelas. Menurut Awlyasari dan Susilowati (2024), interaksi yang terjalin selama live shopping mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan karena konsumen merasa memperoleh informasi yang lebih lengkap dan transparan dibandingkan promosi biasa.
2. Demonstrasi Produk yang Lebih Meyakinkan
Demonstrasi produk menjadi salah satu faktor yang membuat live shopping banyak diminati oleh konsumen. Berbeda dengan foto atau video promosi yang telah diedit, siaran langsung memungkinkan konsumen melihat kondisi produk secara nyata, seperti ukuran, warna, tekstur, kualitas bahan, hingga cara penggunaan produk. Informasi tersebut membantu konsumen memperoleh gambaran yang lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Melalui demonstrasi secara langsung, konsumen juga dapat meminta penjual memperlihatkan bagian tertentu dari produk atau membandingkannya dengan produk lain. Hal ini dapat mengurangi keraguan yang sering muncul dalam transaksi online, terutama karena konsumen tidak dapat melihat atau mencoba produk secara langsung. Penelitian Damanik dkk. (2024) menunjukkan bahwa penyampaian informasi yang jelas selama live streaming berpengaruh terhadap meningkatnya kepercayaan konsumen yang pada akhirnya mendorong keputusan pembelian.
3. Membangun Hubungan Emosional dengan Konsumen
Selain memberikan informasi mengenai produk, live shopping juga menjadi sarana untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Host atau penjual yang komunikatif, ramah, dan responsif dapat menciptakan suasana siaran yang lebih santai sehingga konsumen merasa nyaman untuk berinteraksi. Komunikasi yang berlangsung secara langsung membuat proses belanja terasa lebih personal dibandingkan hanya melihat katalog produk.
Hubungan yang terjalin selama siaran juga dapat meningkatkan customer engagement. Konsumen tidak hanya berperan sebagai pembeli, tetapi juga ikut berpartisipasi melalui komentar, pertanyaan, maupun diskusi dengan penjual dan penonton lainnya. Menurut Lisdayanti dan Nilasari (2025), interaktivitas dalam live shopping berpengaruh positif terhadap brand trust melalui peningkatan customer engagement. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi keterlibatan konsumen selama siaran berlangsung, semakin besar pula peluang terbentuknya kepercayaan terhadap merek maupun penjual.
4. Testimoni dan Bukti Sosial (Social Proof)
Faktor lain yang mendukung keberhasilan live shopping adalah adanya social proof atau bukti sosial. Selama siaran berlangsung, konsumen dapat melihat komentar dari pembeli lain, membaca pengalaman pelanggan yang telah menggunakan produk, serta mengetahui jumlah produk yang berhasil terjual. Informasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi calon pembeli dalam menilai kredibilitas penjual maupun kualitas produk yang ditawarkan.
Keberadaan testimoni dan komentar positif dapat meningkatkan rasa percaya konsumen karena produk telah digunakan oleh orang lain. Sebaliknya, apabila terdapat pertanyaan atau keluhan dari konsumen, penjual memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan secara langsung sehingga kesalahpahaman dapat diminimalkan. Penelitian Slamet dan Indrawati (2024) menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap streamer dan informasi yang disampaikan selama live commerce memiliki pengaruh terhadap kepercayaan konsumen terhadap produk, yang selanjutnya berdampak pada meningkatnya niat beli.
Tantangan dalam Penerapan Live Shopping
Meskipun live shopping memberikan banyak manfaat bagi pelaku bisnis online, penerapannya juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan yang paling sering dihadapi adalah persaingan konten yang semakin ketat. Banyaknya penjual yang memanfaatkan fitur live shopping membuat konsumen memiliki banyak pilihan untuk ditonton. Oleh karena itu, pelaku usaha dituntut untuk menyajikan siaran yang menarik, kreatif, dan mampu mempertahankan perhatian penonton agar tidak beralih ke toko lain.
Selain persaingan konten, kualitas jaringan internet juga menjadi faktor yang memengaruhi keberhasilan live shopping. Koneksi yang tidak stabil dapat menyebabkan gambar dan suara menjadi kurang jelas, bahkan siaran dapat terputus di tengah sesi. Kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan konsumen serta menurunkan minat mereka untuk melanjutkan proses pembelian.
Tantangan berikutnya adalah kemampuan host dalam membawakan siaran. Host tidak hanya dituntut memahami produk yang dijual, tetapi juga harus mampu berkomunikasi dengan baik, menjawab pertanyaan konsumen secara cepat, dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Menurut Awlyasari dan Susilowati (2024), pengetahuan produk yang dimiliki host berpengaruh terhadap meningkatnya kepercayaan pelanggan selama sesi live shopping. Oleh karena itu, pemilihan host menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha.
Konsistensi jadwal siaran juga menjadi tantangan tersendiri. Pelaksanaan live shopping yang dilakukan secara rutin dapat membantu membangun kebiasaan konsumen untuk mengikuti siaran. Sebaliknya, jadwal yang tidak menentu membuat konsumen kesulitan mengetahui waktu siaran berikutnya sehingga jumlah penonton dapat menurun.
Di samping itu, pelaku usaha perlu memastikan bahwa produk yang dipromosikan selalu tersedia dan proses pelayanan dapat berjalan dengan baik. Persiapan stok, pengemasan, serta pengiriman harus dilakukan secara maksimal agar pesanan konsumen dapat diproses sesuai harapan. Apabila pelayanan yang diberikan kurang memuaskan, kepercayaan konsumen yang telah dibangun melalui live shopping dapat berkurang.
Tips agar Live Shopping Lebih Efektif
Agar live shopping memberikan hasil yang optimal, pelaku usaha perlu memahami siapa target konsumen yang ingin dijangkau. Dengan mengetahui karakteristik audiens, penjual dapat menentukan gaya komunikasi, waktu siaran, serta jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan calon pembeli.
Selama siaran berlangsung, produk sebaiknya ditampilkan secara jelas. Penjual dapat memperlihatkan ukuran, warna, bahan, maupun cara penggunaan produk agar konsumen memperoleh gambaran yang lebih lengkap. Informasi yang disampaikan secara terbuka dapat membantu mengurangi keraguan konsumen sebelum melakukan pembelian.
Pemberian promo, seperti potongan harga, voucher, atau bonus pembelian, juga dapat dimanfaatkan untuk menarik perhatian konsumen. Namun, promo sebaiknya diberikan secara wajar dan disesuaikan dengan kemampuan bisnis agar tetap memberikan keuntungan bagi pelaku usaha.
Respons yang cepat terhadap pertanyaan konsumen juga menjadi salah satu faktor penting dalam live shopping. Konsumen umumnya mengharapkan jawaban yang cepat ketika menanyakan spesifikasi produk, stok, maupun proses pengiriman. Semakin cepat pertanyaan dijawab, semakin besar peluang konsumen untuk melanjutkan pembelian.
Selain itu, penggunaan host yang komunikatif dapat membuat suasana siaran menjadi lebih menarik. Host yang ramah, percaya diri, dan mampu menjelaskan produk dengan baik akan lebih mudah membangun kedekatan dengan penonton. Penelitian Slamet dan Indrawati (2024) menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap host dapat memengaruhi kepercayaan terhadap produk yang dipromosikan.
Setelah sesi live shopping selesai, pelaku usaha sebaiknya melakukan evaluasi terhadap hasil siaran. Evaluasi dapat dilakukan dengan melihat jumlah penonton, tingkat interaksi, produk yang paling banyak terjual, hingga komentar dari konsumen. Informasi tersebut dapat menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan live shopping berikutnya sehingga strategi pemasaran yang diterapkan menjadi lebih efektif.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil studi literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa live shopping telah berkembang menjadi salah satu strategi digital marketing yang banyak dimanfaatkan oleh pelaku bisnis online. Strategi ini tidak hanya digunakan sebagai media promosi, tetapi juga menjadi sarana komunikasi yang memungkinkan penjual dan konsumen berinteraksi secara langsung selama proses pemasaran berlangsung.
Melalui interaksi secara real time, demonstrasi produk, serta kesempatan bagi konsumen untuk mengajukan pertanyaan secara langsung, live shopping mampu memberikan informasi yang lebih jelas dan transparan. Kondisi tersebut dapat mengurangi keraguan konsumen dalam berbelanja secara online, sehingga kepercayaan terhadap penjual maupun produk yang ditawarkan dapat meningkat.
Meningkatnya kepercayaan konsumen memberikan dampak positif terhadap keputusan pembelian. Konsumen yang merasa yakin terhadap kualitas produk dan kredibilitas penjual cenderung lebih bersedia melakukan transaksi, bahkan memiliki kemungkinan untuk kembali melakukan pembelian pada masa yang akan datang. Dengan demikian, kepercayaan tidak hanya berpengaruh terhadap penjualan, tetapi juga berperan dalam membangun hubungan jangka panjang dan loyalitas pelanggan.
Oleh karena itu, live shopping dapat dijadikan sebagai salah satu strategi pemasaran digital yang efektif bagi bisnis online. Agar hasil yang diperoleh lebih optimal, pelaku usaha perlu memperhatikan kualitas interaksi dengan konsumen, konsistensi pelaksanaan siaran, penyampaian informasi yang jujur, serta kualitas pelayanan setelah transaksi. Dengan penerapan yang tepat, live shopping dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan daya saing bisnis sekaligus membangun kepercayaan konsumen di era digital.
DAFTAR PUSTAKA
Awlyasari, D., & Susilowati, F. D. (2024). Pengaruh Streamer Product Knowledge, Social Presence of Streamers, dan Social Presence of Viewers terhadap Kepercayaan Pelanggan Fashion Muslim di Live Shopping TikTok Live. Jurnal Ekonomika dan Bisnis Islam, 7(1), 70–84. https://doi.org/10.26740/jekobi.v7n1.p70-84
Damanik, R. P. A., dkk. (2024). Pengaruh Live Streaming Selling dan Online Customer Review terhadap Kepercayaan Konsumen untuk Meningkatkan Keputusan Pembelian. GLOBAL: Jurnal Lentera BITEP. https://jurnal.lenteranusa.id/index.php/global/article/view/432
Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2017). Marketing 4.0: Moving from Traditional to Digital. John Wiley & Sons.
Lisdayanti, A., & Nilasari, I. (2025). Pengaruh Interaktivitas Live Shopping terhadap Brand Trust dengan Variabel Mediasi Customer Engagement. Journal of Economic, Business and Accounting (COSTING). https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/COSTING/article/view/18090
Slamet, & Indrawati, I. D. (2024). Keterhubungan Kepercayaan pada Streamer dan Kepercayaan pada Produk serta Pengaruhnya terhadap Niat Beli dan Kesediaan Membayar Lebih Pengguna Live Commerce. Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis, 12(1). https://jurnal.polibatam.ac.id/index.php/JAEMB/article/view/6894
Setiawan, M., Aprianingsih, A., & Amalia, R. (2025). Live Streaming Commerce di Indonesia: Peran Ulasan, Rekomendasi, dan Komunitas dalam Membangun Kepercayaan Konsumen. Business Preneur: Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 7(1). https://doi.org/10.23969/bp.v7i1.22569