Transformasi Digital Roti Panggang BBI: Hasil Eksperimen dan Implementasi Luaran Marketplace Berbasis Web ala Tim PKM-PI

6–9 minutes

Halo teman-teman! Pernah gak sih kalian lagi pengen banget jajan kuliner favorit, tapi pas sampai di toko ternyata antreannya panjang banget, atau bahkan stoknya sudah habis? Masalah seperti ini rupanya gak cuma bikin pembeli kecewa, tapi juga menjadi tantangan besar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu contoh nyata dihadapi oleh salah satu UMKM kuliner lokal kita, yaitu Roti Panggang BBI (Bumi Bojong Intan) yang berlokasi di Jl. Bojong Kukun, Rancamanyar, Bandung.

Sebagai usaha kuliner mandiri yang berfokus pada hidangan roti panggang lezat, Roti Panggang BBI sebenarnya punya potensi pasar yang luar biasa besar dan pelanggan setia di wilayah sekitarnya. Namun, karena operasionalnya masih sangat konvensional, banyak hambatan tak kasat mata yang sering mengganggu efisiensi penjualan harian.

Melihat keresahan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) dari jurusan Teknik Industri Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) yang beranggotakan Muhamad Vickri Kurnia, Roberto Carmelito Sidebang, Raja Putra Permana, serta didampingi oleh Dr. Henny, S.T., M.T. hadir untuk membawa solusi digital.Di artikel kali ini, kita akan mengulas secara mendalam bagaimana hasil eksperimen, perancangan, hingga dampak nyata dari produk luaran berupa Marketplace Berbasis Web yang sudah diimplementasikan langsung pada mitra.

Mengapa Roti Panggang BBI Membutuhkan Digitalisasi?

Sebelum melompat ke hasil eksperimen sistemnya, yuk kita pahami dulu kondisi awal mitra saat pertama kali tim melakukan observasi lapangan. Berdasarkan hasil diskusi hangat bersama pemilik usaha, Roti Panggang BBI selama ini melayani pesanan secara tatap muka langsung atau lewat pesan singkat (WhatsApp/SMS).

Metode konvensional ini melahirkan beberapa kendala operasional, di antaranya:

  1. Pencatatan Keuangan Manual: Seluruh pemasukan harian dicatat di buku tulis biasa atau nota kertas. Hal ini rawan slip, hilang, atau salah hitung, sehingga pemilik kesulitan memantau laba bersih secara berkala.
  2. Hambatan Manajemen Stok (Waste Bahan Baku): Dari data observasi selama 30 hari, ditemukan bahwa rata-rata dari 100 porsi bahan baku yang disiapkan per minggu, sekitar 10% hingga 15% sering kali tidak sinkron dengan kebutuhan riil penjualan. Terkadang terjadi kelebihan persediaan yang berujung pada kerugian bahan baku murni (karena roti memiliki masa kedaluwarsa yang cepat), atau sebaliknya, kekurangan stok saat permintaan mendadak naik.
  3. Keterbatasan Jangkauan Pasar: Pemasaran yang hanya mengandalkan metode dari mulut ke mulut atau lokasinya yang berada di area kompleks perumahan membuat jangkauan konsumen baru cenderung stagnan.

Ketika tim menawarkan ide untuk menggunakan platform pihak ketiga seperti Shopee Food atau Grab Food, kendala baru muncul: potongan biaya administrasi atau komisi aplikasi eksternal dinilai terlalu tinggi bagi margin keuntungan UMKM berskala mikro. Solusi terbaik yang disepakati adalah membangun sistem internal atau marketplace mandiri berbasis web yang sepenuhnya dikontrol oleh pemilik tanpa potongan komisi sepeser pun!

Hasil Perancangan & Spesifikasi Produk Luaran Web

Eksperimen dimulai dengan merancang sebuah sistem informasi penjualan berbasis web yang sangat user-friendly, ringan diakses via smartphone, dan tidak memerlukan instalasi aplikasi rumit yang memakan memori ponsel. Produk luaran utama yang berhasil dideploy menggunakan domain dan hosting mandiri ini memiliki arsitektur yang terbagi menjadi dua halaman utama:

  1. Halaman Konsumen (Frontend Dashboard): Memiliki antarmuka visual yang menarik, menampilkan katalog varian menu Roti Panggang BBI secara mendetail beserta harganya, fitur keranjang belanja digital, serta pilihan metode pembayaran transaksi digital. Pembeli cukup memesan lewat tautan web resmi, menentukan jam pengambilan atau metode pengantaran, lalu melakukan konfirmasi pesanan.
  2. Halaman Admin/Mitra (Backend Dashboard): Halaman khusus ini dipegang oleh pemilik Roti Panggang BBI. Di dalamnya terdapat dasbor manajemen pesanan masuk secara real-time, sistem manajemen inventaris bahan baku otomatis, serta rekapitulasi data pendapatan harian, mingguan, dan bulanan yang dihitung otomatis oleh sistem pemrograman web.

Hasil Eksperimen Operasional dan Uji Coba Lapangan

Setelah melewati tahapan pemrograman dan uji coba internal bug-free oleh tim , eksperimen dilanjutkan dengan fase krusial: Uji Coba Lapangan (Live Testing) bersama Mitra dan Pelanggan. Eksperimen operasional ini dilakukan selama beberapa minggu untuk mengukur efektivitas dan performa sistem digital baru ini secara nyata. Berikut adalah hasil komparatif sebelum dan sesudah penerapan teknologi IPTEK tersebut:

1. Optimalisasi Manajemen Stok & Penurunan Angka Kerugian Bahan Baku

  • Sebelum Eksperimen: Penyiapan bahan baku roti dilakukan berdasarkan insting atau perkiraan kasar pemilik semata. Fluktuasi penjualan harian menyebabkan angka ketidaksesuaian stok (kerugian/pemborosan bahan) mencapai 10-15% per minggu.
  • Setelah Eksperimen: Dasbor admin dilengkapi dengan fitur Inventory Forecasting Tracker sederhana yang mendata jumlah penjualan harian. Berdasarkan data pesanan masuk terjadwal pada sistem web, pemilik kini bisa mengetahui pola perilaku pembelian pelanggan secara presisi. Setelah sistem web berjalan penuh, angka ketidaksesuaian persediaan berhasil ditekan hingga di bawah 3%, meminimalkan kerugian bahan baku roti yang kedaluwarsa secara signifikan, serta meningkatkan efisiensi operasional harian secara drastis!

2. Transparansi Akurasi Pencatatan Pendapatan Bisnis

  • Sebelum Eksperimen: Sering ditemukan ketidakcocokan antara uang tunai di laci penjualan dengan catatan coretan kertas akibat lupa menulis transaksi atau salah memberikan uang kembalian.
  • Setelah Eksperimen: Setiap kali ada transaksi sukses via web, sistem secara otomatis memasukkan nominal penjualan ke dalam pangkalan data keuangan elektronik (database). Pada akhir bulan, pemilik tinggal mengklik satu tombol untuk mengunduh laporan keuangan berformat rapi. Hasil eksperimen menunjukkan tingkat akurasi pencatatan keuangan mencapai 100%, tanpa ada satu pun transaksi pemasukan terlewat atau tidak terdata.

3. Efisiensi Waktu Transaksi dan Alur Pelayanan

  • Sebelum Eksperimen: Proses pemesanan konvensional (pelanggan datang, mengantre, memilih rasa, menunggu roti dipanggang di lokasi) memakan waktu pelayanan rata-rata 12-15 menit per orang.
  • Setelah Eksperimen: Dengan fitur Pre-Order & Scheduled Pick-Up pada marketplace web, pembeli dapat memesan roti dari rumah mereka semenjak 30 menit sebelum kedatangan. Saat pembeli tiba di lokasi Roti Panggang BBI, pesanan sudah selesai dipanggang, dikemas rapi, dan siap dibawa pulang. Waktu transaksi tatap muka di toko terpangkas drastis menjadi hanya 1-2 menit saja per pelanggan, menghindari terjadinya penumpukan antrean fisik yang melelahkan.

Pembahasan Ilmiah dan Analisis Solusi Berkelanjutan

Keberhasilan eksperimen implementasi marketplace berbasis web pada Roti Panggang BBI ini sejalan dengan berbagai teori manajemen operasional dan transformasi digital UMKM kuliner. Menurut studi literatur terkini, digitalisasi internal pada sektor usaha mikro terbukti mampu memotong rantai birokrasi operasional, mempercepat proses pemutakhiran data finansial, serta mendongkrak kualitas pelayanan kepada masyarakat selaku konsumen akhir. Kehadiran teknologi tepat guna ini menjembatani keterbatasan pelaku usaha dalam memetakan target pasarnya secara harian.

Dalam aspek ekonomi kuantitatif, keputusan tim PKM-PI untuk mengembangkan sistem internal yang mandiri terbukti menyelamatkan kelangsungan bisnis kecil ini dari biaya operasional tambahan. Dengan kepemilikan hosting dan domain penuh, mitra terbebas dari jeratan skema komisi platform agregator kuliner besar, sehingga 100% margin laba bersih penjualan langsung masuk ke kantong pemilik usaha tanpa potongan biaya administrasi komersial tersembunyi.

Untuk menjaga aspek keberlanjutan (sustainability) pasca program PKM-PI selesai, tim juga telah merancang dan menyerahkan Buku Pedoman Mitra secara fisik dan digital kepada pemilik. Buku pedoman tersebut berisi panduan operasional langkah-demi-langkah (tutorial) mengenai cara memperbarui menu di web, mengelola pesanan harian, membaca grafik keuntungan harian, hingga langkah penanganan mandiri (troubleshooting) apabila terjadi kendala teknis ringan pada website. Melalui pendekatan pendampingan intensif ini, aspek kemandirian mitra kuliner lokal dalam penguasaan IPTEK digital jangka panjang dapat terjamin sepenuhnya.

Selain itu, tim juga memberikan pelatihan strategi pemasaran digital (digital marketing) gratis bagi mitra. Pelatihan ini mencakup cara pembuatan konten kreatif untuk media sosial, pemanfaatan fitur pencarian lokal seperti Google Maps, serta penyematan tautan website marketplace secara optimal pada profil digital usaha. Dengan keterpaduan antara sistem pemesanan web yang andal dan strategi pemasaran yang agresif, diharapkan Roti Panggang BBI tidak hanya mampu mempertahankan pelanggan lama, namun juga menjangkau segmen pasar baru yang jauh lebih luas di luar wilayah Rancamanyar.

Kesimpulan

Eksperimen penerapan IPTEK berupa Marketplace Berbasis Web oleh Tim PKM-PI Teknik Industri UNIKOM pada usaha kuliner Roti Panggang BBI telah terbukti memberikan dampak perubahan yang luar biasa positif. Masalah-masalah klasik seperti catatan keuangan manual yang berantakan, kerugian pemborosan stok bahan baku berkisar 10-15%, hingga antrean pelayanan yang tidak teratur kini sukses diatasi berkat hadirnya inovasi teknologi yang terintegrasi, adaptif, dan tepat sasaran.

Semoga langkah nyata transformasi digital berskala lokal ini mampu menginspirasi rekan-rekan pelaku UMKM kuliner lainnya di seluruh tanah air untuk tidak ragu melangkah maju memanfaatkan perkembangan teknologi digital demi masa depan usaha yang jauh lebih produktif, maju, dan berkelanjutan.

Referensi

Hafiz Nugraha, Tri Andi Eka Putra, Ananda Aliffirsya Ban, S.Y.T. (2025). Perancangan Aplikasi Marketplace Berbasis Web Bagi Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM) Di Kecamatan Situjuah Limo Nagar, hal. 48–53.

Lubis, M.A., Syahbudi, M. Dan Syarvina, W. (2025). Penerapan Akuntansi Dengan Aplikasi Buku Warung Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) (Studi Kasus Pada Warung Lontong Bu Wardah), 11(2), hal. 763–776.

Lukita, F.A. Dan Muslikhah, R.R.S. (2025). Memanfaatkan Menu Digital Dan Sistem Pemesanan Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan: Kasus Transformasi Digital Food & Beverage, hal. 322–336.

Mahfud, I. (2025). The Role Of MSMEs (Micro, Small And Medium Enterprises) In Improving The National Economy, 5.

Ramadhani, N., Sugesti, A.I. Dan Sagita, Della Nesha, E. (2025). Pemanfaatan Marketplace Digital Dalam Meningkatkan Kinerja UMKM Melalui Sarana Komunikasi Di Era Digital, 2(2), hal. 1–20.

Safrizal, Muhammad Prayoga, Dwi Aristawati, S. Dan Agustin, Putri Nely, Feni Dwi, N. (2025). Nusantara Entrepreneurship And Management Review Transformasi Pembayaran Digital Di Era Ekonomi Digital: Analisis Efisiensi dan Dampak, hal. 29–38.

Sukmawati, Rahma Atila Ardian Bahri Putra, Raihan Sabarudin, S.E. (2020). Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Dengan Fitur Manajemen Produk, X(X), hal. 1–13.