Bikin Martabak Nggak Cuma Soal Rasa: Strategi Branding Martabak Kekinian ala Gen-Z di Program INBISKOM

6–9 minutes

Kelemahan terbesar penjual martabak tradisional adalah kemasan kardus standar yang gampang rembes minyaknya. Di era modern ini, kemasan bukan lagi sekadar alat pelindung makanan, melainkan touchpoint branding paling vital.

Anak muda zaman sekarang punya kebiasaan: “Kamera harus makan duluan sebelum mulut.” Peluang emas ini yang kita manfaatkan. Kita mendesain ulang kemasan martabak dengan konsep yang kokoh, menggunakan bahan ramah lingkungan yang bagian dalamnya dilapisi laminasi anti-minyak (food grade). Di bagian luar kemasan, kita naruh logo dan quotes lucu seputar kehidupan perkuliahan yang relatable. Pas konsumen ngelihat kemasannya yang estetik, mereka bakal secara sukarela membagikan foto kemasan itu ke Instagram Stories mereka. Ini adalah organic word-of-mouth marketing yang efeknya luar biasa tanpa biaya sepeser pun!

DAFTAR REFERENSI / PUSTAKA

  • Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
  • Tjiptono, F. (2019). Strategi Pemasaran: Prinsip & Penerapan. Andi Offset.
  • Wheeler, A. (2015). Designing Brand Identity: An Essential Guide for the Whole Branding Team. John Wiley & Sons.
  • Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan UNIKOM. (2024). Pengembangan Strategi UMKM Kuliner Berbasis Digital Media di Wilayah Bandung. Kelompok Riset Inkubator Bisnis Unikom.