Terra-Tale: Inovasi Jurnal Minimalis “Perforated Seed-Marginal” Berbenih Dahlberg Daisy sebagai Media Pelepasan Emosi dan Konservasi Lingkungan yang Estetik.

9–13 minutes

Abstrak

Gaya hidup modern yang serba cepat dan digital menyebabkan peningkatan tekanan psikologis dan penurunan kepedulian terhadap lingkungan, terutama di kalangan generasi muda. Dibutuhkan inovasi yang dapat menggabungkan pengelolaan kesehatan mental dengan tindakan pelestarian lingkungan dalam situasi ini. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mempelajari seberapa efektif jurnaling bersama dengan kegiatan berbenih sebagai media untuk melepaskan emosi dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Selain itu, mereka juga ingin mempelajari minat pasar terhadap produk baru yang ramah lingkungan. Jurnal Perforated Seed-Marginal minimalis yang dirancang dan dibuat menggunakan kertas ramah lingkungan Dahlberg Daisy planting paper adalah bagian dari pendekatan yang digunakan. Metode lainnya mencakup promosi melalui media digital dan lingkungan kampus. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Terra-Tale memiliki keunggulan dari segi fungsional, estetika, dan nilai ekologis. Hasil analisis ekonomi juga menunjukkan bahwa produk Terra-Tale layak secara finansial dan memiliki peluang pertumbuhan berkelanjutan. Oleh karena itu, Terra-Tale tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk memotivasi diri sendiri, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk memberikan pendidikan dan memberikan kontribusi nyata untuk konservasi lingkungan.

Kata kunci: journaling, kesehatan mental, kertas berbenih, kewirausahaan kreatif, keberlanjutan lingkungan.

Abstract

The fast-paced and digital nature of modern lifestyles has led to increased psychological stress and decreased concern for the environment, especially among the younger generation. Innovations are needed that can combine mental health management with environmental conservation measures in this situation. The purpose of this research and development is to study the effectiveness of journaling combined with seed planting activities as a medium for releasing emotions and increasing environmental awareness. In addition, they also want to study market interest in new environmentally friendly products. The minimalist Perforated Seed-Marginal journal, designed and made using Dahlberg Daisy planting paper, which is environmentally friendly, is part of the approach used. Other methods include promotion through digital media and the campus environment. The results of the development show that Terra-Tale has advantages in terms of functionality, aesthetics, and ecological value. The results of the economic analysis also show that Terra-Tale products are financially viable and have opportunities for sustainable growth. Therefore, Terra-Tale not only serves as a means of self-motivation, but also serves as a means of providing education and making a real contribution to environmental conservation.

Keywords: journaling, mental health, seed paper, creative entrepreneurship, environmental sustainability.

Pendahuluan

Indonesia memiliki tradisi lokal yang kuat dalam pengelolaan alam yang berkelanjutan, serta budaya dan biodiversitas yang sangat kaya. Namun, nilai-nilai ini mulai tergeser oleh pola hidup kota yang cenderung konsumtif dan tidak peduli terhadap lingkungan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran lingkungan untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia dan ekosistem. Sebaliknya, tren perawatan diri yang meningkat, kesadaran akan kesehatan mental, dan kesadaran akan diri sendiri menunjukkan bahwa masyarakat, terutama generasi muda, membutuhkan media refleksi diri yang bermakna dan unik. Journaling telah lama dikenal sebagai cara yang bagus untuk mengelola emosi, mengurangi stres, dan menjadi lebih sadar diri. Selain itu, telah terbukti bahwa menanam dan merawat tanaman memiliki efek pengobatan dan mampu meningkatkan kesadaran akan lingkungan.

Terra-Tale menggabungkan kedua kegiatan ini ke dalam satu produk inovatif. Jurnal ini menggunakan kertas yang ramah lingkungan, dengan bagian tepi halaman yang dapat disobek dan ditanam dengan kertas Dahlberg Daisy yang berbenih. Dahlberg Daisy dipilih karena mudah tumbuh, cepat berkembang, adaptif terhadap berbagai lingkungan, dan cantik. Terra-Tale dianggap tidak hanya sebagai alat untuk menulis tetapi juga sebagai representasi transformasi emosi menjadi tindakan yang berdampak positif terhadap lingkungan.

Produk ini ditujukan untuk generasi muda yang berusia antara 18 dan 22 tahun, terutama mahasiswa dan pelajar yang tertarik pada jurnaling, masalah kesehatan mental, dan keberlanjutan. Terra-Tale diharapkan dapat menarik minat pasar sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan yang berdampak sosial dan ekologis yang berkelanjutan berkat desainnya yang sederhana dan kontemporer.Terra-Tale adalah inovasi jurnal minimalis dengan konsep Perforated Seed Marginal yang menggabungkan menulis jurnal dengan memupuk. Terra-Tale bukan hanya sarana untuk menulis, selain itu merupakan representasi transformasi yang melibatkan transformasi emosi menjadi tindakan positif dan refleksi diri menjadi upaya nyata untuk membantu lingkungan. Kesadaran lingkungan harus ditanamkan melalui pengalaman pribadi yang bermanfaat, bukan hanya melalui kampanye lisan. Di sinilah Terra-Tale bekerja untuk membuat produk yang menggabungkan nilai emosional, estetika, dan lingkungan dalam format yang sederhana tetapi efektif.

Aktivitas ini meningkatkan kesehatan mental, mengurangi stres, dan memahami perasaan mereka. Selain itu, aktivitas menanam dan merawat tanaman memiliki efek terapeutik karena membantu orang tenang, lebih sabar, dan lebih peduli dengan kehidupan di sekitar mereka.Terra-Tale tidak hanya menjadi tempat untuk menuliskan perasaan dan pemikiran, tetapi juga tempat untuk menyimpan kemungkinan kehidupan baru. Oleh karena itu, proses menulis melibatkan tindakan nyata seperti menanam dan merawat tanaman. Terra-Tale berfokus pada gagasan “Marginal Biji Terperosok”, yang merupakan bagian tepi halaman jurnal yang terbuat dari kertas berbenih yang dapat disobek dengan mudah untuk ditanam. Biji Dahlberg Daisy adalah tanaman hias berukuran kecil yang mudah tumbuh, cepat berkembang, adaptif terhadap berbagai lingkungan, dan memiliki nilai estetika tinggi. Kertas berbenih ini mengandung biji tanaman ini.

Daisy Dahlberg dipilih dengan alasan. Tanaman ini tidak membutuhkan banyak waktu untuk tumbuh dan memberikan banyak kepuasan visual. Dan untuk sebuah target pasar yang dituju pun kriteria umur 18-22 atau dalam luang lingkup kriteria pelajar, mahasiswa dan para pekerja seperti karyawan muda atau karyawan yang menyukai aktivitas mengenai kesehatan. Terre-Tale ini dibuat dengan desain sederhana yang dimana setiap komponen dibuat untuk meningkatkan kemudahan menulis dan mendukung pesan keberlanjutan yang ingin disampaikan.

Terra-Tale memiliki banyak keuntungan besar, produk ini memiliki nilai fungsional selain nilai emosional, edukatif, dan lingkungan. Penggunaan bahan ramah lingkungan meningkatkan komitmen terhadap keberlanjutan, dan desain minimalis membuatnya sesuai dengan gaya anak muda, Terra-Tale juga mudah digunakan agar para pemula mudah untuk menggunakannya. Ketika tren self-care, kesadaran diri, dan gaya hidup ramah lingkungan meningkat, Terra-Tale melihat peluang besar. Produk ini dapat dipasarkan melalui platform online seperti Instagram, TikTok, dan pasar online, serta melalui pameran kreatif dan penjualan langsung di lingkungan kampus. Lalu bisa melalui pendekatan komunitas dan konten edukatif, seperti saran journaling, kesehatan mental, dan pengetahuan bagaimana cara menanam.

Terra-Tale menunjukkan prospek bisnis yang layak dari perspektif ekonomi. Produk ini mampu menghasilkan keuntungan yang positif dengan investasi awal sekitar Rp 8.000.000 dan harga jual Rp 35.000 per unit. Menurut analisis laba rugi yang dilakukan selama dua tahun, ada nilai Return on Investment (ROI) yang baik. Bisnis ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam hal finansial dan dampak sosial dan lingkungannya. Seluruh proses sederhana namun efektif, dan memanfaatkan sumber daya lokal dan inovasi tim pelaksana, itu dirancang dengan baik.

Produk ini menawarkan pengalaman unik yang menghubungkan emosi manusia dengan alam melalui kombinasi jurnaling dan benih. Terra-Tale adalah ajakan untuk berhenti, menulis, merenung, dan menanam yang dapat mengubah perasaan menjadi harapan, dan kata-kata bisa menjadi kehidupan baru. Terra-Tale menanamkan pesan sederhana namun kuat dalam setiap halaman yang ditulis seperti “Merawat diri dan merawat bumi dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran.”Terra-Tale adalah inovasi jurnal minimalis dengan konsep Perforated Seed Marginal yang menggabungkan menulis jurnal dengan memupuk. Terra-Tale bukan hanya sarana untuk menulis, selain itu merupakan representasi transformasi yang melibatkan transformasi emosi menjadi tindakan positif dan refleksi diri menjadi upaya nyata untuk membantu lingkungan. Kesadaran lingkungan harus ditanamkan melalui pengalaman pribadi yang bermanfaat, bukan hanya melalui kampanye lisan. Di sinilah Terra-Tale bekerja untuk membuat produk yang menggabungkan nilai emosional, estetika, dan lingkungan dalam format yang sederhana tetapi efektif.

Aktivitas ini meningkatkan kesehatan mental, mengurangi stres, dan memahami perasaan mereka. Selain itu, aktivitas menanam dan merawat tanaman memiliki efek terapeutik karena membantu orang tenang, lebih sabar, dan lebih peduli dengan kehidupan di sekitar mereka.Terra-Tale tidak hanya menjadi tempat untuk menuliskan perasaan dan pemikiran, tetapi juga tempat untuk menyimpan kemungkinan kehidupan baru. Oleh karena itu, proses menulis melibatkan tindakan nyata seperti menanam dan merawat tanaman. Terra-Tale berfokus pada gagasan “Marginal Biji Terperosok”, yang merupakan bagian tepi halaman jurnal yang terbuat dari kertas berbenih yang dapat disobek dengan mudah untuk ditanam. Biji Dahlberg Daisy adalah tanaman hias berukuran kecil yang mudah tumbuh, cepat berkembang, adaptif terhadap berbagai lingkungan, dan memiliki nilai estetika tinggi. Kertas berbenih ini mengandung biji tanaman ini.

Daisy Dahlberg dipilih dengan alasan. Tanaman ini tidak membutuhkan banyak waktu untuk tumbuh dan memberikan banyak kepuasan visual. Dan untuk sebuah target pasar yang dituju pun kriteria umur 18-22 atau dalam luang lingkup kriteria pelajar, mahasiswa dan para pekerja seperti karyawan muda atau karyawan yang menyukai aktivitas mengenai kesehatan. Terre-Tale ini dibuat dengan desain sederhana yang dimana setiap komponen dibuat untuk meningkatkan kemudahan menulis dan mendukung pesan keberlanjutan yang ingin disampaikan.

Terra-Tale memiliki banyak keuntungan besar, produk ini memiliki nilai fungsional selain nilai emosional, edukatif, dan lingkungan. Penggunaan bahan ramah lingkungan meningkatkan komitmen terhadap keberlanjutan, dan desain minimalis membuatnya sesuai dengan gaya anak muda, Terra-Tale juga mudah digunakan agar para pemula mudah untuk menggunakannya. Ketika tren self-care, kesadaran diri, dan gaya hidup ramah lingkungan meningkat, Terra-Tale melihat peluang besar. Produk ini dapat dipasarkan melalui platform online seperti Instagram, TikTok, dan pasar online, serta melalui pameran kreatif dan penjualan langsung di lingkungan kampus. Lalu bisa melalui pendekatan komunitas dan konten edukatif, seperti saran journaling, kesehatan mental, dan pengetahuan bagaimana cara menanam.

Terra-Tale menunjukkan prospek bisnis yang layak dari perspektif ekonomi. Produk ini mampu menghasilkan keuntungan yang positif dengan investasi awal sekitar Rp 8.000.000 dan harga jual Rp 35.000 per unit. Menurut analisis laba rugi yang dilakukan selama dua tahun, ada nilai Return on Investment (ROI) yang baik. Bisnis ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam hal finansial dan dampak sosial dan lingkungannya. Seluruh proses sederhana namun efektif, dan memanfaatkan sumber daya lokal dan inovasi tim pelaksana, itu dirancang dengan baik.

Produk ini menawarkan pengalaman unik yang menghubungkan emosi manusia dengan alam melalui kombinasi jurnaling dan benih. Terra-Tale adalah ajakan untuk berhenti, menulis, merenung, dan menanam yang dapat mengubah perasaan menjadi harapan, dan kata-kata bisa menjadi kehidupan baru. Terra-Tale menanamkan pesan sederhana namun kuat dalam setiap halaman yang ditulis seperti “Merawat diri dan merawat bumi dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran.”

Metode Pelaksanaan

Program Terra-Tale dijalankan selama enam bulan setelah dinyatakan lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K). Pertama, perancangan produk dilakukan. Ini termasuk menentukan konsep visual, ukuran jurnal, tata letak halaman, dan sistem Perforated Seed-Marginal. Desain dirancang agar nyaman digunakan dan menarik secara visual untuk target pasar. Selanjutnya, bahan dan perlengkapan seperti kertas ramah lingkungan, kertas Dahlberg Daisy berbenih, alat cetak, alat perforasi, dan perlengkapan pengemasan dan penjilidan disiapkan.

Pencetakan halaman jurnal, pemasangan kertas berbenih di tepi, perakitan, dan penjilidan adalah semua langkah dalam proses produksi. Produksi setiap batch membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu. Selanjutnya, produk dikemas dengan bahan yang aman bagi lingkungan dan mendukung identitas merek Terra-Tale.

Pemasaran dilakukan secara daring dan luring. Yang pertama memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk mempromosikan konten, mengajarkan penggunaan produk, dan mempromosikan kesadaran kesehatan mental dan lingkungan. Yang kedua memanfaatkan penjualan langsung di lingkungan kampus, pameran kewirausahaan mahasiswa, dan bazar kreatif. Metode ini dipilih untuk menjangkau target pasar dengan paling efektif dan membangun hubungan langsung dengan pelanggan.

Kesimpulan

Terra-Tale adalah produk jurnal baru yang melihat kesehatan mental dan kepedulian lingkungan dari sudut pandang holistik dengan menggabungkan aktivitas jurnaling dengan kegiatan berkebun. Terra-Tale memberikan pengalaman menulis yang reflektif, transformatif, dan berkelanjutan melalui ide Perforated Seed-Marginal dan penggunaan kertas berbenih Dahlberg Daisy.

Sisi fungsional, estetika, dan nilai ekologis produk ini menunjukkan potensi pasar yang menjanjikan di kalangan generasi muda. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa Terra-Tale adalah bisnis inovatif yang ramah lingkungan dengan prospek keberlanjutan yang baik. Dengan demikian, Terra-Tale tidak hanya merupakan produk kewirausahaan, tetapi juga merupakan alat untuk mengajar dan mengajak orang untuk menjadi sadar lingkungan.

Saran

Agar Terra-Tale berkembang secara optimal, strategi edukasi pasar harus diperkuat dengan konsep jurnal berbenih. Ini penting bagi pelanggan baru yang belum tahu tentang produk serupa. Selain itu, variasi desain, edisi tematik, dan produk turunan seperti refill kertas berbenih dapat meningkatkan daya tarik dan loyalitas pelanggan.

Agar Terra-Tale memiliki dampak sosial dan lingkungan yang lebih besar, kolaborasi dengan institusi pendidikan, komunitas kesehatan mental, dan komunitas lingkungan harus diperluas. Dengan inovasi berkelanjutan dan strategi pemasaran yang tepat, Terra-Tale berpotensi menjadi produk inovatif yang memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan mental dan kelestarian lingkungan.

Daftar Pustaka

Chowdhury, M.Z.I., Marshall, M. and Hansen, C. (2022) ‘Efficacy of journaling in the management of mental illness: A systematic review’, Journal of Clinical Psychiatry, 83(2), pp. 1–9.

Dinanti, A.P. and Usiono, U. (2024) ‘Pengaruh lingkungan terhadap kesehatan mental di kalangan remaja’, Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(1), pp. 80–85.

Koziol, C. (2021) Journaling’s impact on mental health. Undergraduate Research Journal. University of Wisconsin–La Crosse.

Sanjiwani, A.A.S., Widiantari, N.K. and Putri, P.S. (2024) ‘Edukasi metode mindful journaling dalam peningkatan strategi manajemen stres pada remaja’, Servirisma, 5(1), pp. 67–76.

Taboy, M.L.S., Nabuasa, E. and Nalle, Y. (2024) ‘Teknik journaling sebagai strategi coping stress bagi remaja’, PUSAKO: Jurnal Pengabdian Psikologi, 3(1), pp. 6–17.

Smyth, J.M., Hockemeyer, J.R., Heron, K.E., Wonderlich, S.A. and Pennebaker, J.W. (2018) ‘Online positive affect journaling in the improvement of mental distress and well-being’, JMIR Mental Health, 5(4).