104230340_Muhammad Emil Salim
Teknik Arsitektur
9 JANUARI 2026
Permasalahan sampah plastik merupakan isu lingkungan global yang terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan . Salah satu pendekatan untuk mengurangi sapah plastik adalah melalui pemanfaatannya sebagai material alternatif dalam produk bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kreasi produk bata daur ulang berbahan sampah plastik serta menilai potensinya untuk aplikasi bangunan berkelanjutan. Temuan beberapa penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa penggunaan limbah plastik pada material bata dapat meningkatkan ketahanan terhadap kelembapan dan memperpanjang umur pakai material. Meskipun nilai kuat tekan bata plastik umumnya masih berada di bawah bata merah standar, hasil pengujian terdahulu menunjukkan bahwa bata ini berpotensi digunakan untuk elemen bangunan non-struktural. Dengan demikian, kreasi produk bata daur ulang dari sampah plastik tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang pengembangan material bangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Latar Belakang Masalah
Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan paling signifikan di era modern akibat sifatnya yang sulit terurai dan volumenya yang terus meningkat. Peningkatan konsumsi produk berbahan plastik, khususnya plastik sekali pakai, telah menyebabkan akumulasi limbah yang berdampak negatif terhadap ekosistem darat maupun perairan. Di sisi lain, sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dengan konsumsi material yang tinggi dan berkontribusi besar terhadap eksploitasi sumber daya alam. Kondisi ini mendorong perlunya inovasi material bangunan yang tidak hanya memenuhi aspek fungsional, tetapi juga berorientasi pada prinsip keberlanjutan. Pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan produk bata menjadi salah satu solusi potensial untuk menjawab kedua permasalahan tersebut, yaitu pengelolaan limbah plastik dan kebutuhan material bangunan yang ramah lingkungan.
Konteks Teoritis dan Empiris
Dalam konteks arsitektur dan konstruksi berkelanjutan, penggunaan material daur ulang dipandang sebagai strategi penting untuk mengurangi dampak lingkungan sepanjang siklus hidup bangunan. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa limbah plastik dapat dimanfaatkan sebagai campuran atau bahan utama dalam pembuatan bata dan blok bangunan. Secara empiris, bata berbahan plastik memiliki keunggulan berupa bobot yang lebih ringan, ketahanan terhadap air, serta potensi peningkatan durabilitas dibandingkan material konvensional. material bata daur ulang dari sampah plastik masih memerlukan eksplorasi lebih lanjut, baik dari aspek teknis maupun desain produk, agar dapat diimplementasikan secara optimal dalam bangunan.
Gap Penelitian
Sebagian besar penelitian sebelumnya cenderung berfokus pada pengujian teknis material, seperti kuat tekan dan sifat fisik bata plastik, tanpa mengkaji secara mendalam aspek kreasi produk dan potensi aplikasinya dalam konteks bangunan berkelanjutan. Selain itu, kajian yang mengintegrasikan pendekatan desain produk dengan pertimbangan keberlanjutan lingkungan masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki kebaruan dalam mengkaji bata daur ulang dari sampah plastik tidak hanya sebagai material alternatif, tetapi juga sebagai produk bangunan yang dirancang dengan mempertimbangkan fungsi, karakteristik material, dan relevansinya terhadap konsep bangunan berkelanjutan, khususnya untuk elemen non-struktural.
Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
- Bagaimana proses kreasi produk bata daur ulang berbahan sampah plastik?
- Bagaimana karakteristik fisik dan mekanik bata daur ulang dari sampah plastik?
- Sejauh mana potensi bata daur ulang berbahan sampah plastik dapat diaplikasikan pada bangunan berkelanjutan?
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi proses pembuatan bata daur ulang dari sampah plastik, menganalisis karakteristik fisik dan mekaniknya, serta menilai potensi penerapannya sebagai produk bangunan ramah lingkungan dalam mendukung konsep pembangunan berkelanjutan.
Tinjauan Pustaka / Landasan Teori
1. Material Bangunan Berkelanjutan
Konsep bangunan berkelanjutan menekankan penggunaan material yang mampu meminimalkan dampak lingkungan sepanjang siklus hidup bangunan, mulai dari tahap produksi, penggunaan, hingga pasca-pakai. Menurut Kibert (2016), material berkelanjutan idealnya memiliki karakteristik rendah emisi karbon, dapat didaur ulang, dan memanfaatkan sumber daya alternatif. Dalam konteks ini, pemanfaatan limbah sebagai bahan bangunan dipandang sebagai strategi penting untuk mengurangi eksploitasi sumber daya alam sekaligus menekan volume limbah yang berakhir di lingkungan (Cabeza et al., 2014). Bata daur ulang berbahan sampah plastik termasuk dalam kategori material inovatif yang mendukung prinsip ekonomi sirkular dalam sektor konstruksi.
2. Sampah Plastik sebagai Material Konstruksi
Sampah plastik memiliki sifat non-biodegradable, ringan, dan tahan terhadap air, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai material bangunan alternatif. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa plastik jenis termoplastik, seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP), dapat dilelehkan dan dibentuk kembali menjadi produk konstruksi dengan karakteristik tertentu (Hopewell, Dvorak, & Kosior, 2009). Dalam penelitian yang dilakukan oleh Saikia dan de Brito (2012), limbah plastik yang digunakan sebagai bahan campuran material bangunan menunjukkan peningkatan ketahanan terhadap air dan penurunan berat jenis, meskipun berdampak pada variasi nilai kuat tekan. Hal ini menunjukkan bahwa plastik memiliki potensi besar, namun memerlukan pengolahan dan perancangan komposisi yang tepat.
3. Bata Daur Ulang Berbahan Sampah Plastik
Bata merupakan elemen bangunan yang umum digunakan, sehingga inovasi pada material bata memiliki dampak luas terhadap praktik konstruksi. Penelitian oleh Islam, Rahman, dan Kazi (2016) menunjukkan bahwa bata berbahan limbah plastik memiliki daya serap air yang lebih rendah dibandingkan bata konvensional, yang berpotensi meningkatkan durabilitas material. Sementara itu, studi yang dilakukan oleh Al-Hadithi dan Hilal (2016) menyatakan bahwa bata atau blok berbahan plastik daur ulang cenderung memiliki kuat tekan lebih rendah dibandingkan bata merah standar, namun masih layak digunakan untuk aplikasi non-struktural. Temuan-temuan tersebut mengindikasikan bahwa bata plastik lebih tepat diposisikan sebagai produk bangunan alternatif dengan fungsi tertentu, bukan sebagai pengganti penuh material struktural konvensional.
4. Pendekatan Desain Produk dalam Material Daur Ulang
Selain aspek teknis, pendekatan desain produk memiliki peran penting dalam pengembangan material bangunan inovatif. Menurut Ashby (2013), pemilihan dan pengembangan material harus mempertimbangkan hubungan antara sifat material, proses produksi, dan fungsi produk akhir. Dalam konteks bata daur ulang, desain tidak hanya berkaitan dengan bentuk dan ukuran, tetapi juga sistem modularitas, kemudahan pemasangan, serta kesesuaian dengan kebutuhan bangunan berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan material daur ulang tidak hanya dipandang sebagai solusi teknis, tetapi juga sebagai produk yang memiliki nilai guna dan nilai estetika.
5. Kerangka Pemikiran Penelitian
Berdasarkan kajian teori dan penelitian terdahulu, penelitian ini disusun dengan kerangka pemikiran bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi produk bata daur ulang melalui proses desain dan eksperimentasi material. Variasi komposisi dan metode produksi akan memengaruhi karakteristik fisik dan mekanik bata, seperti berat jenis, daya serap air, dan kuat tekan. Selanjutnya, karakteristik tersebut menentukan potensi aplikasi bata dalam bangunan berkelanjutan, khususnya pada elemen non-struktural. Dengan demikian, penelitian ini memposisikan bata daur ulang dari sampah plastik sebagai hasil integrasi antara inovasi material, desain produk, dan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Metode Penelitian
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis konseptual. Pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan ide dan gagasan kreasi produk bata daur ulang berbahan sampah plastik berdasarkan temuan empiris dan teoritis dari penelitian-penelitian terdahulu. Penelitian ini tidak melakukan pengujian teknis material secara langsung, melainkan berfokus pada pengolahan data sekunder dan pengembangan konsep produk dalam konteks bangunan berkelanjutan.
Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah konsep produk bata daur ulang berbahan sampah plastik sebagai material alternatif bangunan. Objek kajian mencakup karakteristik material, potensi bentuk dan sistem bata, serta kemungkinan aplikasinya pada elemen bangunan non-struktural, sebagaimana dilaporkan dalam berbagai jurnal dan publikasi ilmiah yang relevan.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur sistematis terhadap jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku referensi, serta laporan penelitian yang membahas pemanfaatan sampah plastik dalam material bangunan. Literatur dipilih berdasarkan relevansi topik, kredibilitas sumber, dan keterkaitannya dengan aspek keberlanjutan, desain produk, serta aplikasi arsitektural.
Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan analisis komparatif. Analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema utama, temuan penting, serta kecenderungan hasil penelitian terdahulu terkait bata berbahan sampah plastik. Selanjutnya, analisis komparatif dilakukan untuk membandingkan berbagai pendekatan dan hasil penelitian, yang kemudian disintesis menjadi gagasan kreasi produk bata daur ulang yang relevan dengan prinsip bangunan berkelanjutan.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan secara studi pustaka dan analisis konseptual tanpa keterikatan lokasi fisik tertentu. Waktu penelitian dilaksanakan selama [rentang waktu penelitian], mencakup tahap pengumpulan literatur, analisis data, dan perumusan konsep kreasi produk.
Hasil dan Pembahasan
Hasil Kajian Literatur
Berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai jurnal dan publikasi ilmiah yang membahas pemanfaatan sampah plastik sebagai material bangunan, diperoleh sejumlah temuan utama terkait karakteristik material, potensi kreasi produk bata, serta aplikasinya dalam konteks bangunan berkelanjutan. Secara umum, literatur menunjukkan bahwa sampah plastik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bata alternatif, terutama karena sifatnya yang ringan, tahan terhadap air, dan memiliki durabilitas yang baik.
Sebagian besar penelitian terdahulu melaporkan bahwa bata berbahan sampah plastik memiliki keunggulan pada aspek berat jenis yang lebih rendah dan daya serap air yang kecil dibandingkan bata konvensional. Hal ini menjadikan bata plastik lebih sesuai untuk aplikasi non-struktural, seperti dinding pengisi, partisi, atau elemen arsitektural lainnya. Selain itu, beberapa studi juga menekankan bahwa penggunaan limbah plastik dalam produk bata berkontribusi pada pengurangan volume sampah dan mendukung prinsip ekonomi sirkular.
Tabel 1. Ringkasan Temuan Penelitian Terdahulu tentang Bata Berbahan Sampah Plastik
| peneliti | Fokus penelitian | Temuan utama | Potensi aplikasi |
| Saikia & de Brito (2012) | Limbah plastik sebagai material bangunan | Plastik meningkatkan ketahanan air dan menurunkan berat material | Elemen non-struktural |
| Islam et al. (2016) | Bata plastik daur ulang | Daya serap air rendah, bobot ringan | Dinding pengisi |
| Al-Hadithi & Hilal (2016) | Blok bangunan berbahan plastik | Kuat tekan lebih rendah dari bata konvensional | Partisi dan elemen arsitektural |
| Hopewell et al. (2009) | Karakteristik plastik daur ulang | Plastik termoplastik mudah dibentuk ulang | Produk bangunan inovatif |
Pembahasan
Temuan-temuan dari kajian literatur menunjukkan bahwa bata daur ulang berbahan sampah plastik memiliki karakteristik yang secara konseptual selaras dengan prinsip material bangunan berkelanjutan sebagaimana dikemukakan oleh Kibert (2016). Penggunaan limbah plastik sebagai bahan baku utama memungkinkan pengurangan eksploitasi sumber daya alam sekaligus menekan jumlah limbah yang berakhir di lingkungan.
Dari sudut pandang teori material berkelanjutan, bata plastik dapat dikategorikan sebagai material dengan dampak lingkungan yang lebih rendah pada tahap bahan baku, karena memanfaatkan material sisa yang sebelumnya tidak bernilai guna. Hal ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular yang menekankan pemanfaatan ulang material dalam siklus produksi (Cabeza et al., 2014). Namun demikian, literatur juga menunjukkan bahwa keterbatasan utama bata plastik terletak pada aspek mekanik, sehingga penggunaannya lebih tepat diarahkan pada elemen non-struktural.
Dalam konteks kreasi produk, hasil kajian menunjukkan bahwa bata daur ulang tidak hanya dapat dipahami sebagai material alternatif, tetapi juga sebagai produk desain. Pendekatan desain memungkinkan pengembangan bentuk modular, sistem sambungan, serta ukuran bata yang disesuaikan dengan kebutuhan bangunan berkelanjutan. Pandangan ini sejalan dengan teori Ashby (2013) yang menekankan pentingnya keterkaitan antara material, proses, dan fungsi dalam pengembangan produk.
Dengan demikian, pembahasan ini menegaskan bahwa nilai utama bata daur ulang berbahan sampah plastik tidak semata-mata terletak pada performa teknisnya, melainkan pada kontribusinya terhadap inovasi desain material, pengurangan limbah plastik, dan penguatan konsep bangunan berkelanjutan. Posisi bata plastik sebagai produk bangunan non-struktural membuka peluang pengembangan lebih lanjut, khususnya dalam bidang arsitektur dan desain lingkungan binaan.
Kesimpulan
Penelitian ini membahas kreasi produk bata daur ulang berbahan sampah plastik sebagai alternatif material untuk aplikasi bangunan berkelanjutan melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan analisis konseptual. Berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa sampah plastik memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku produk bata daur ulang, terutama karena sifatnya yang ringan, tahan terhadap air, dan mendukung upaya pengurangan limbah lingkungan.
Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa bata daur ulang berbahan sampah plastik secara konseptual lebih sesuai diaplikasikan pada elemen bangunan non-struktural, seperti dinding pengisi, partisi, dan elemen arsitektural lainnya. Hal ini menjawab rumusan masalah terkait proses kreasi produk dan potensi aplikasi bata plastik dalam bangunan berkelanjutan. Selain itu, pendekatan desain produk memungkinkan pengembangan bata daur ulang tidak hanya sebagai material alternatif, tetapi juga sebagai produk inovatif yang memiliki nilai fungsi dan relevansi terhadap prinsip keberlanjutan.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bata daur ulang berbahan sampah plastik dapat menjadi salah satu strategi dalam mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular di sektor konstruksi dan arsitektur. Secara konseptual, material ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada material konvensional serta mendorong pemanfaatan limbah sebagai sumber daya baru dalam desain bangunan berkelanjutan.
Penelitian ini memiliki keterbatasan karena tidak melibatkan pengujian teknis material secara langsung. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengombinasikan pendekatan konseptual dengan eksperimen material dan pengujian teknis guna memvalidasi potensi aplikasi bata daur ulang berbahan sampah plastik secara lebih komprehensif, baik dari aspek performa teknis maupun kelayakan implementasinya dalam skala nyata.